1.Bahasa Indonesia Kelas 1 SMA (Suharti)

  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • You must include at least one positive keyword with 3 characters or more.
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-Undang
Ef k ifd nA lik tifBer ah sa In on sia e t a p a b a d e untuk Tingkat Semenjana (Kelas X) Sekolah Menengah Kejuruan Penulis : Cecep Penyunting Pewajah Isi Pewajah Sampul Ukuran Buku Suharti WahyuHoerudin Risa Maulana Romadon I Gusti Ngurah Wiyasa Ginanjar Rizki Perdana 17,6 x 25 cm
: : : :
410.7 SUH e
SUHARTI Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia 2 : Untuk Tingkat Madia (Kela Sekolah Menengah Kejuruan / penulis, Suharti, Cecep Wahyu Hoerudin, penyunting, Risa Maulana Romadon . -- Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. vi, 130 hlm. : ilus. ; 25 cm. Bibliografi : hlm. 127 Indeks ISBN 978-979-068-073-9 (nomor jilid lengkap) ISBN 978-979-068-074-6 1. Bahasa Indonesia-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Cecep Wahyu Hoerudin III.Risa Maulana Romadon
Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasiona l dari Penerbit PT. Setia Purna Invest Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 200 9 Diperbanyak oleh ......
http://belajaronlinegratis.com bukubse@belajaronlinegratis.com
ii
Kata Sambutan
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69 Tahun 2008. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, Februari2009 KepalaPusatPerbukuan
iii
Kata Pengantar
Bahasa Indonesia telah banyak mengubah hidup seseorang. Dengan menguasai Bahasa Indonesia, Anda dapat mempunyai banyak teman dari berbagai suku bangsa, dapat menikmati berbagai kebudayaan dan kesenian, dapat menimba ilmu pengetahuan di berbagai tempat dan dari berbagai media. Anda pun dapat mengekspresikan ide, gagasan, dan jalinan pikiran kepada banyak orang dengan bentuk yang berbeda-beda. Dekatilah dan pelajarilah dengan bahasa Indonesia secara baik dan sungguh-sungguh. Anda akan banyak mendapatkan keuntungan. Anda akan dapat bergaul dengan teman dari berbagai daerah tanpa sungkan dan tanpa kesulitan berkomunikasi. Anda pun dapat mengembangkan wawasan. Semua itu tentu akan membawa Anda menjadi siswa yang cerdas, berwawasan luas, mampu bergaul dengan luwes. Buku inilah jembatan menuju harapan dan cita-cita Anda. Buku ini akan membantu Anda merealisasikan cita-cita yang telah Anda tetapkan. Anda layak untuk dikatakan sebagai siswa yang cerdas dan terampil. Cerdas memahami perubahan setiap peristiwa yang terjadi di sekitar Anda. Terampil dalam menggunakan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Selain itu, materi pembelajaran pun disajikan dengan menarik dan dekat dengan aktivitas keseharian Anda, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Dengan demikian, Anda akan merasa terlib dan masuk dalam praktik kebahasaan dan kesastraan. Akhir kata, penulis menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya buku ini. Selain itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sumber tulisan atau gambarnya dimuat dalam buku ini, baik dari koran, majalah, tabloid, buku, hingga situs internet Semoga dengan hadirnya buku ini dapat menambah perbendaharaan ilmu bahasa dan sastra bagi Anda.
Bandung, Juli 2008 Penerbit
iv
Panduan Memahami Bagian-Bagian Buku Ini
9 1 2 3 4 8 16 17 6 7 5 10 11 12 15 13 14
1.
10. merupakan bagian Gambar Awal Pelajaran penjelas visual yang berhubungan dengan materi suatu pelajaran. merupakan tema pelajaran yang Judul Pelajaran 11. dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. merupakan tulisan singkat yang akan 12. Pengantar memancing pengalaman dan pengetahuan Anda dengan materi yang akan dipelajari. 13. merupakan Peta Konsep dan Alokasi Waktu peta pembelajaran dan jumlah jam yang diperlukan dalam mempelajari materi di setiap pelajaran. 14. merupakan tema yang Judul Subpelajaran digunakan pada setiap sub pelajaran terkait dengan 15. materi pelajaran. disajikan supaya Anda memahami Tujuan Belajar arah pembelajaran. disajikan dengan Isi atau Materi Pelajaran konsep materi dan aplikasi dalam bentuk contoh serta disesuaikan dengan sumber terkini. disajikan sebagai penunjang Foto dan Ilustrasi Anda dalam membaca teks materi. merupakan aplikasi Latihan Pemahaman langsung dalam menguji pemahaman dan kemampuan Anda dalam menyerap materi secara praktik ataupun pengetahuan. 16.
2. 3.
4.
5.
6. 7.
8. 9.
17.
Latihan Pemahaman Pelajaran 1–3 dan digunakan Latihan Pemahaman Pelajaran 4–6 untuk mengingat kembali materi-materi di setiap pelajaran yang telah Anda pahami. merupakan kegiatan lanjutan. Tugas disajikan di setiap pelajaran Intisari Pelajaran untuk mempermudah Anda dalam memahami pembelajaran. disajikan dalam kolom "Tahukah Pengayaan Anda?". Bagian ini dapat memperkaya pengetahuan Anda mengenai kebahasaan dan kesastraan. merupakan bagian tindak lanjut dari Refl eksi materi yang telah Anda dapatkan dalam pelajaran. merupakan bagian yang berisi kata Glosarium atau istilah penting yang disertai penjelasan arti dan nomor halaman. merupakan halaman yang berisi daftar Indeks kata, istilah, dan nama tokoh. Bagian ini dapat mempermudah Anda menemukan letak daftar kata tersebut di suatu halaman. disajikan sebagai tingkat pengukur Kunci Jawaban atau pembanding jawaban yang Anda isi dalam latihan pemahaman. Ingat, berusahalah untuk percaya diri dan jujur mengisi soal-soal yang ada di Latihan Pemahaman Pelajaran 1–3 dan Latihan Pemahaman Pelajaran 4–6.
v
Daftar Isi
___________________________________________________________ iii Kata Sambutan ___________________________________________________________ iv Kata Pengantar ________________________________ v Panduan Memahami Bagian-Bagian Buku Ini ___________________________________________________ Pelajaran 1 Kehidupan 1 A. Membaca Cepat untuk Memahami Informasi __________________________________ 2 B. Mengucapkan Kalimat dengan Jelas, Bernalar, dan Wajar _________________________ 10 ___________________________________________ 17 Latihan Pemahaman Pelajaran 1 __________________________________________________ Pelajaran 2 Lingkungan 19 A. Menyimak untuk Memahami Informasi Lisan __________________________________ 20 B. Membuat Parafrasa dari Teks Tertulis ________________________________________ 29 ___________________________________________ 35 Latihan Pemahaman Pelajaran 2 Pelajaran 3 Kemasyarakatan _____________________________________________ 37 A. Menyimak untuk Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda _____________________ 38 B. Menulis dengan Memanfaatkan Kategori atau Kelas Kata ___________________________ 44 ___________________________________________ 52 Latihan Pemahaman Pelajaran 3 ________________________________________ 53 Latihan Pemahaman Pelajaran 1 – 3 _____________________________________________ Pelajaran 4 Ragam Peristiwa 57 A. Memahami Informasi Tertulis ______________________________________________ 58 B. Memilih Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan yang Tepat ___________________________ 71 ___________________________________________ 77 Latihan Pemahaman Pelajaran 4 ____________________________________________________ Pelajaran 5 Kegiatan 79 A. Melafal Kata dengan Artikulasi yang Tepat _____________________________________ 80 B. Membuat Berbagai Teks Tertulis ____________________________________________ 84 ___________________________________________ 94 Latihan Pemahaman Pelajaran 5 __________________________________________________ Pelajaran 6 Pendidikan 95 A. Menggunakan Kalimat yang Baik, Tepat, dan Santun _____________________________ 96 B. Menggunakan Kalimat Tanya secara Tertulis Sesuai dengan Situasi ____________________________________________________ 102 ___________________________________________ 106 Latihan Pemahaman Pelajaran 6 ________________________________________ 108 Latihan Pemahaman Pelajaran 4 – 6 ____________________________________________________________ 111 Daftar Pustaka 112 Glosarium ____________________________________________________________ Indeks ____________________________________________________________ 113 ____________________________________________________________ 114 Kunci Jawaban
vi
Daftar Gambar
Gambar 1.1 Untuk mencari sebuah kata dalam kamus, kita dapat menggunakan teknik membaca memindai. _______________________________________ 4 Gambar 1.2 Membacakan lirik sebuah lagu tentu berbeda saat kita menyanyikan lagu tersebut. __________________________________________________ 13 Gambar 2.1 Pedoman untuk menyimak informasi ________________________________ 20 Gambar 2.2 Dalam sebuah berita, termasuk dari surat kabar, kita dapat menemukan fakta dan opini. _______________________________________ 21 Gambar 2.3 Pada saat berbicara dengan orangtua, tentu kita menggunakan ragam yang berbeda saat berbicara dengan teman. _____________________ 22 Gambar 2.4 Faktor-faktor yang memengaruhi ragam bahasa ________________________ 23 Gambar 2.5 Ragam bahasa yang berlaku dalam masyarakat kita _____________________ 24 Gambar 3.1 Sekelompok orang ini sedang bercakap-cakap. Melafalkan kata yang tidak tepat ketika bercakap-cakap, dapat menyebabkan salah pengertian. ________ 39 Gambar 4.1 Untuk menemukan pokok-pokok isi bacaan, Anda dapat menggunakan teknik membaca cepat. ________________________________ 58 Gambar 4.2 Dalam berbahasa atau bertutur, kita dipengaruhi oleh unsur emosi berdasarkan situasi dan kondisi tertentu. __________________ 71 Gambar 4.3 Dalam lingkungan kerja, ragam bahasa yang digunakan tentu ragam fungsional atau ragam profesional. ____________________________ 74 Gambar 5.1 Melafalkan kata yang kurang tepat dalam berkomunikasi, termasuk dalam bertelepon dapat mengakibatkan terjadinya perbedaan makna. ______ 81 Gambar 5.2 Sebelum menulis, kita perlu mencari, mengumpulkan, dan memilih informasi yang mendukung tulisan kita. Salah satu caranya adalah melalui internet. _______________________________________________________ 84 Gambar 5.3 Sebelum menulis, kita perlu mencari, mengumpulkan, dan memilih informasi yang mendukung tulisan kita. Salah satu caranya adalah melalui wawancara. ______________________________________________ 88 Gambar 6.1 Pertanyaan retoris umumnya dipergunakan dalam pidato, yang pendengarnya sudah mengetahui jawabannya. _____________________ 104
Daftar Grafik dan Tabel
Grafi k 1.1 Grafi k 1.2 Tabel Jumlah Pendaftar SMK di Kota Bandung Tahun Pelajaran 2001/2002 s.d. 2004/2005 ____________________________________________________ 69 Pergerakan Rupiah Sepekan 30 Juli – 3 Agustus 2008 __________________ 69 Barang-Barang yang Diperlukan di Kantor ___________________________ 70
vii
viii
Pelajaran
1
www.google.com, 15 April 2008 Sumber:
Banyak manfaat yang Anda peroleh dari kegiatan membaca. Misalnya, menambah wawasan dan menambah informasi. Namun, pernahkah Anda mengukur berapa kecepatan membaca cepat Anda? Tahukah Anda, apakah yang dimaksud dengan membaca cepat? Pada pelajaran ini, Anda akan belajar membaca cepat. Dengan demikian, Anda akan tahu berapa kecepatan membaca Anda dengan waktu yang telah ditentukan. Pada pelajaran ini, Anda pun akan belajar membedakan peng gunaan pada tekanan kata dan kalimat. Sebaiknya, Anda mengikuti pelajaran ini dengan tepat. Anda pun akan semakin pandai. Anda dapat memahami pelajaran ini, perhatikanlah Agar terlebih dahulu konsep Pelajaran 1 berikut ini.
Kehidupan
melalui kegiatan
Kehidupan
Membaca cepat
diperoleh dengan
Mengucapkan kalimat dengan jelas, bernalar, dan wajar
berupa
Jenis membaca cepat
berupa
Lafal Scanning
Jeda
Intonasi
Skimming
Alokasi waktu: 18 jam pelajaran
1
1. Membaca cepat permulaan (120–150 kata) per menit Anda akan belajar Pernahkah Anda mengukur berapa kecepatan membaca membaca cepat untuk Anda? Berapa kata yang dapat Anda baca dalam waktu satu memahami informasi menit? Kecepatan seseorang dalam membaca wacana berbedatertulis dalam konteks beda. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor kurangnya berlatih bermasyarakat. Anda membaca wacana dengan waktu yang ditentukan dan melakukan diharapkan mampu membaca cepat permulaan kesalahan-kesalahan ketika membaca. Misalnya, jari tangan ikut (120–150 kata) per menit bergerak ketika membaca, bibir ikut berguman, dan dan membaca cepat menggerakgerakkan kepala mengikuti alur kalimat yang dibaca. Kecepatan lanjutan dengan teknik membaca sebuah wacana tentu harus dibarengi oleh kecepatan memindai (scanning) dan layap (skimming) sehingga dalam menyerap isinya. Dalam istilah membaca, cara membaca mencapai 230–250 kata demikian dikenal dengan istilah membaca cepat. per menit. Selain itu, Cermatilah petunjuk membaca berikut. Petunjuk tersebut Anda diharapkan mampu membantu Anda dalam membaca cepat. membuat catatan pokoka. Pahamilah kata-kata kunci yang menjadi petunjuk. Misalnya, pokok isi bacaan sesuai dengan cara atau teknik untuk mengetahui penduduk suatu daerah tertentu dengan kat membuat catatan. Anda kuncis e ns us m ografike pe ndudukan pe m ukim.an , de , , dan pun diharapkan mampu b. Kenali organisasi tulisan dan strukturnya untuk mem menjelaskan bagian perkirakan letak jawaban. Lihat juga grafik, ilustrasi, dan tertentu secara rinci. tabel yang berhubungan dengan jawaban. c. Gerakkan mata secara sistematis dan cepat seperti anak panah langsung ke tengah meluncur ke bawah, dengan cara pola spiral atau zigzag. Tahukah Anda? d. Lambatkan kecepatan membaca untuk meyakinkan kebenaran informasi yang dicari. Membaca adalah suatu proses memahami, Untuk mengetahui kecepatan efektif membaca pada bacaan, menafsirkan, meng evaluasi, dapat digunakan rumus berikut.
Tujuan Belajar
dan meng apresiasi pesan tertulis. Membaca bertujuan untuk menangkap maksud orang lain yang dituliskan, mencari informasi yang dibutuhkan, menambah pengetahuan, mencari bahan untuk referensi atau penelitian, mengisi waktu luang, dan mencari hiburan.
: Sumber Keterampilan Membaca, Angkasa
A. Membaca Cepat untuk Memahami Informasi
a
Jumlah kata yang dibaca × 60 = Jumlah kpm Jumlah waktu untuk membaca (kata per menit) Misalnya, Anda membaca 1.600 kata dalam waktu 3 menit 20 detik atau total 200 detik, maka kecepatan membaca Anda: 1.600 × 60 = 9× 60 atau 480 kpm 200
Marilah kita mulai mengukur kecepatan rata-rata mem baca Anda. Carilah pasangan. Pada saat teman Anda mem baca, catat
2
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
oleh Anda waktu mulai membaca teman Anda membaca. Kemudian, bacalah wacana berikut. Ekosistem di Jakarta
Kawasan Gelora Bung Karno Senayan, amati, sebelum akhirnya ke pedesaan atau Jakarta, merupakan salah satu kawasan favorit daerah hutan. Karena burung sangat sensitif, bagi burung-burung bebas. Di sini dapat kita berpakaianlah yang tidak berwarna dan tidak jumpai sekitar 20 jenis burung. Kita dapat bersuara ketika mengamati. Bagian yang paling berkenalan dengan burung kepondang yang menantang dalam pengamatan burung adalah berwarna kuning menyala beterbangan, me- kemampuan untuk mengenali jenis burung. lihat burung cabe yang sebesar jempol dan berwarna merah meluncur cepat atau bahkan berjumpa dengan burung beo yang bersuara keras dan jernih. Mengamati burung-burung bebas ini merupakan kegiatan yang menyenangkan. Kita akan dapat melihat begitu ragamnya penamp ilan burung dari ukuran tubuh, warna bulu, atau bentuk paruhnya yang mencermin kan pola hidupnya. Misalnya, burung air mempunyai kaki berselaput untuk berenang, burung pemangsa bercakar dan paruh tajam untuk mencabik atau burung sesap madu bertubuh langsing agar dapat masuk ke kelopak bunga guna menghisap madu. Kemampuan terbang burung pun berbeda-beda. Rajawali meluncur. Alapalap menukik dan menerkam, atau burung www.republikaonline.com, 15 April 2008 hantu melayang tanpa suara. Sumber: Alat bantu utama untuk melihat burung Burung-burung yang terbang bebas me bebas adalah teropong atau pinokuler agar demiliki fungsi ekologis. Jenis-jenis burung tail burung dapat terlihat dengan jelas. Waktupemakan serangga menjaga keseimbangan pengamatan pun harus tepat pada jam-jam bu- populasi serangga tidak meledak se hingga agar rung sibuk bersuara dan bergerak, yaitu pagi menjelma menjadi hama. Burung penghisap dan sore hari. madu membantu penyerbukan tumbuhan Untuk mencari burung bebas tersebut agar dapat berkembang biak. Karena itu, melesmulailah dari sekitar halaman rumah sendiri tari kan burung bebas adalah sangat penting. berlanjut ke taman, pinggiran sungai atau Asri, 8 Desember 2007 dengan Sumber: pinggir an kota jika sudah mulai mahir mengpenyesuaian
Sudahkah Anda mengukur kecepatan membaca? Bagaimana pula pemahaman Anda terhadap isi wacana tersebut? Untuk mengukur pemahaman Anda terhadap isi wacana tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut tanpa melihat isi bacaan tersebut. Jika dapat menjawab tiga pertanyaan dengan benar, Anda telah dapat memahami isi wacana tersebut.
Kehidupan
3
a. Kawasan Gelora Bung Karno Senayan Jakarta merupakan salah satu kawasan bagi .... b. Di kawasan tersebut dapat dijumpai sekitar ... jenis burung. c. Ciri khas burung air adalah ... atau .... d. Alat bantu untuk melihat burung bebas adalah .... e. Burung-burung yang terbang bebas mempunyai fungsi .... Anda dapat mencocokkan jawaban Anda dengan jawaban berikut. a. burung-burung bebas b. 20 jenis burung c. teropong atau binokuler d. kaki berselaput untuk berenang e. ekologis
2. Membaca cepat lanjutan dengan menerapkan tekn scanning skimming memindai ( ) dan layap ( ) Membaca cepat merupakan suatu kegiatan membaca dengan tempo yang cepat untuk mendapatkan sesuatu yang dikendalikan dengan waktu yang cepat pula. Tujuan membaca cepat adalah untuk dapat memahami isi dan makna bacaan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Membaca cepat dapat s ( dilakukan dengan cara membaca memindaicanning dan ) s( membaca layap kim m ing ). : SumberSampul Kamus Besar scanning a. Membaca memindai ( ) Bahasa Indonesia Membaca memindai adalah teknik membaca cepat untuk Gambar 1.1 mendapatkan informasi tanpa membaca yang lain dan langsung Untuk mencari sebuah kata menuju fakta dan informasi. Teknik membaca memindai dalam kamus, kita dapat bisanya dilakukan untuk mencari fakta khusus, seperti mencari menggunakan teknik membacanomor telepon, mencari arti kata dalam kamus, melihat acara memindai (scanning). siaran televisi, dan melihat daftar penjelasan. Membaca memindai biasanya juga digunakan untuk mengumpulkan bahan-bahan mengenai topik tertentu. Pengumpulan topik tersebut tidak perlu dilakukan dengan cara membaca secara keseluruh an, tetapi cukup dengan membaca daftar isi. Misalnya saja, Anda akan mencari kata di dalam kamus . dengan teknik s canning Nah, jika kita ingin melihat kata dalam kamus, gunakanlah petunjuk berikut. 1. Perhatikan ejaan kata itu dengan saksama. 2. Perhatikan cara pengucapannya, panjang pendeknya, dan aksennya (tekanannya). 3. Jangan terlalu cepat memilih suatu pengertian. Bandingkan pengertian yang ada dan cocokan dengan konteks yang Anda baca. Pengertian itu biasanya dirinci dengan a, b, c, dst.
4
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
4. Perhatikan contoh kalimat. Hal ini akan memperjelas pengertian yang kita cari. 5. Agar segera menemukan kata yang dicari, perhatikan petunjuk halaman yang ada di setiap halaman. skimming b. Membaca layap ( ) s ( m ing adalah teknik membaca cepat kim ) Membaca layap S kim yang bertujuan untuk mengambil intisari isi bacaan. m ing bacaan berarti mencari hal-hal yang penting dari bacaan. Membacas kim m ingdilakukan untuk memperoleh kesan atau gambaran umum dari suatu bacaan. Banyak yang mengartikan s kim m ingsebagai kegiatan s kim m sekedar menyapu halaman, tetapi sebenarnya ingmerupakan keterampilan membaca yang diatur untuk mendapatkan hasil yang efisien dan untuk berbagi tujuan. Teknik membaca ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui topik bacaan, mengetahui pendapat orang lain (opini), mendapatkan bagian penting yang diperlukannya tanpa membaca keseluruhan isi buku, mengetahui kerangka penulisan, dan mengingatkan apa yang telah dibaca. 3. Menentukan pokok-pokok isi wacana Setiap wacana mengandung ide pokok. Ide pokok tersebar dalam beberapa paragraf dari wacana tersebut. Seperti diketahui, dalam setiap paragraf terkandung gagasan utama dan gagasan penjelas. Gagasan utama merupakan pokok pikiran paragraf. Dengan demikian, apabila Anda ingin menemukan pokok-pokok isi wacana, dapat ditemukan pada gagasan utama setiap paragraf. Paragraf adalah seperangkat kalimat tersusun logis-sistematis yang merupakan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok tersirat dalam keseluruhan karangan dan merupakan bagian bab dalam karangan tersebut yang ditandai dengan garis baru. Untuk mengenali kalimat kunci dalam setiap paragraf dapat dilakukan dengan cara berikut: a. mencari kata benda atau kata ganti yang dominan; b. mencari pernyataan umum; dan c. membaca secara detail jika ide pokoknya sulit. Sekarang, bacalah wacana berikut dengan cermat. Prof. Dr. Arry Harryanto Reksodiputro Bekerja dengan Kepekaan Sosial
Konsisten dalam prinsip, teguh dalam Reksodiputro. Bagi mantan anggota tim dokkeyakinan agama, namun tetap menyadari ter ahli Presiden RI ini, hidup adalah tantangan adanya kelemahan sebagai manusia. Itulahdan agama adalah modal untuk menghadapi potret pri badi Prof. Dr. dr. Arry Harryanto tan tangan itu. Ia seorang dokter yang me m iliki
Kehidupan
5
kepekaan sosial cukup tinggi dan menganut pandangan hidup bermasyarakat. Salah satu prinsip bekerja untuk kepentingan masyarakat. contoh, dalam memilih olahraga dia tidak mau Prinsip, iman, dan kesadaran itulah yang memilih olahraga eksklusif yang bisa membuat menuntun Kasubag Hematologi-Onkologi Medis, malah jadi jauh dari masyarakat banyak. dirinya Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran, Dengan maksud agar bisa selalu ber interaksi Universitas Indonesia (FK-UI), Jakarta, ini bahwa masyarakat banyaksebut sekaligus dengan ter bekerja adalah untuk kepentingan masyarakat. hemat biaya, dia memilih olahraga jogging meng Dalam pembentukan jiwanya, yang selalu renang sebagai olahraga dan rutinitasnya setiap berusaha agar setiap pekerjaannya betul-betul minggu. "Dengan olahraga yang sederhana itu, kita menyentuh kepentingan masyarakat dan bermanbisa bertemu dengan masyarakat awam dan tidak faat bagi kepentingan umum, banyak didorong mahal-mahal," katanya sambil tersenyum. tuntunan ayahnya, Mr. Sumitro Reksodiputro yang Dalam hal musik, pecinta musik klasik ini berasal dari Rembang, Jateng dan ibunya dan Siti berpandangan bahwa musik merupakan salah satu Djaenab yang berasal dari Sumedang. sarana komunikasi universal untuk deteksi men Sejak kecil, pria yang dilahirkan di Malang, pandangan hidup seseorang atau sekelompok 28 Januari 1939, ini telah dituntun ayah bundaorang. Menurutnya, musik merupakan pantulan nya agar menjadi anak yang taat beragama,dari perasaan masyarakat yang diwujudkan dalam tidak menyombongkan diri, selalu peduli dengan bentuk irama dengan bantuan sejumlah alat. "Kasesama, dan menghargai orang lain. Hal itu lau mendengarkan musik orang barat, kita akan terbawa hingga hari tuanya yang dalam segalabisa menggambarkan pola hidup mereka. Begitu sendi kehidupannya selalu mengedepankan nilai-nilai pandangan hidup mereka," tuturnya. Dia bisa pula agama dan kemanusiaan. Sampai-sampai dalam mengikuti dan memahami sekian banyak jenis memilih olahraga dan musik sekalipun selalu musik, seperti musik dangdut, melayu, pop musik, dengan pertimbangan tersebut. cadas, ataupun klasik. Peraih Doktor bidang Ilmu Kedokteran Namun, pria berkacamata yang selalu menedari FK-UI, Jakarta pada 21 Juli 1984, ini tidak kankan perlunya disiplin ini, memilih musik klasik pernah lupa berolahraga. Baginya, berolahraga sebagai musik kesenangannya. Menurutnya, musik jauh lebih penting dari hanya sekedar hoby klasik itu berdimensi kemanusiaan. dan prestasi. Hal ini karena dengan berolahSuami dari Anggraeni Suryanatamiharja ini raga, manusia akan sehat dan rileks. Apalagi di berusaha menempatkan diri agar bisa berselalu dalam olahraga itu terselip nilai-nilai sportivitas dengan masyarakat awam maupun di tengah gaul sehingga orang yang suka berolahraga dengan keluarga. Namun, tentu dia juga selalu berusaha sendirinya akan selalu berusaha menghargai agar tidak terjerumus pada penyimpangan normaorang lain. norma masyarakat. Dokter yang semasa kecilnya bersekolah Dia tidak mudah kehilangan kendali hidup di Sekolah Rakyat (SR) Cikini ini punya kepekaan telah mendapat pengajaran norma-norma karena sosial yang cukup tinggi sehingga dengan segala Islam yang dianut dan dipegangnya teguh agama upaya dia berusaha untuk tidak membuat batas- dini. Dengan pemahaman agama tersebut sejak batas di antara sesama. Banyak jembatan yang ia bisa mengetahui batas norma-norma hidup juga mesti ia titi untuk mengenal lebih jauh tentang yang dijalankannya.
www.tokohindonesia.com Sumber:
6
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Tentu Anda dapat menuliskan pokok-pokok dari wacana tersebut. Pokok-pokok wacana tersebut adalah sebagai berikut. a. Potret pribadi Prof. Dr. dr. Arry Harryanto Reksodiputro. b. Ia bekerja untuk kepentingan masyarakat c. Pembentukan jiwa beliau banyak didorong tuntunan ayahnya. d. Sejak kecil ia memang dituntun ayah-bundanya. e. Ia tidak pernah lupa berolahraga. Tahukah Anda? f. Ia memilih jogging dan renang agar bisa berinteraksi dengan masyarakat. g. Ia memilih musik klasik sebab musik kesenangannya. Meringkas bisa diarti kan membuat catatan dengan h. Ia selalu menyempatkan diri agar bisa bergabung de- cara menuliskan kembali ngan masyarakat maupun di tengah keluarga. suatu bacaan ke dalam i. Ia mengetahui batas-batas norma hidup berdasarkan bentuk yang lebih singkat norma-norma agama Islam yang diatur dan dipegangsebab pada dasarnya berisi kumpulan beberapa nya. gagasan utama. Melalui 4. Menjelaskan bagian bacaan tertentu sesuai dengan inti dari bacaan mengingat tersebut lebih lama. pokok-pokok isi bacaan yang telah ditemukan : Sumber Keterampilan dengan bahasa sendiri Menulis Paragraf, Remaja Pada pelajaran sebelumnya Anda telah berlatih membuat Karya catatan berupa ringkasan. Ringkasan merupakan bentuk penyajian bacaan agar menjadi lebih singkat. Dalam meringkas Anda bisa menggunakan bahasa sendiri. Namun, perlu diingat bahwa meringkas dengan menggunakan bahasa sendiri membutuhkan daya tangkap dan ketelitian yang tinggi terha dap isi bacaan. Berdasarkan pokok-pokok wacana tersebut, tentu Anda dapat membuat ringkasan. Perhatikan contoh ringkasan berikut.
Prof. Dr. dr. Arry Haryanto Reksodipuro bekerja untuk kepentingan masyarakat. Sekarang ia tidak pernah lupa untuk berolahraga. Ia memilih jogging dan renang agar bisa berinteraksi dengan masyarakat. Dalam bermusik ia memilih musik klasik sebagai musik ke senangannya. Ia pun selalu menempatkan diri agar bisa bergabung dengan masyarakat awam dan di tengah keluarga. Ia pun bisa mengetahui batas-batas norma hidup berdasarkan normanorma agama Islam yang dianutnya.
ringkasan, Anda dapat
Kehidupan
7
Latihan Pemahaman
Bacalah wacana berikut dengan menggunakan teknik membaca cepat. Tulislah waktu memb s topwatch Anda itu dengan menggunakan . Gunakan pula rumus kecepatan membaca yang telah Anda pelajari. Kuningan, Bukan Hanya Bubur Kacang Hijau
Bubur kacang hijau. Jenis makanan sarapan wilayah yang terletak 14 km sebelah Utara itu sedikit banyak telah ikut memberi sumbangKota Kuni ngan atau 26 km sebelah selatan sih pada dinamisasi kota Jakarta dan sekitarnya. Cirebon. Ketenaran Linggarjati ini karena Kota Orang biasanya mengenal penjual bubur kacang sumbangsihnya dalam sejarah perjuangan (diplohijau yang berada di setiap sudut jalan itu adalah atas pe ngakuan Kemerdekaan masi) Indonesia warga asal Kuningan, Jawa Barat. Oleh karena Belanda. Di Linggarjati ini, tepatnya di oleh itu, mengakrabi "tukang bubur kacang hijau" saja sebuah gedung yang kini diberi nama Gedung belum cukup. Cobalah sesekali bertandang ke Naskah Linggarjati, pada 11–16 November 1946 daerah asal mereka, Kuningan. berlangsung perundingan antara pemerintah Berkeliling Kota Kuningan, Jawa Barat Indonesia de ngan Belanda. Belanda diwakili oleh memang mengasyikkan, apalagi pada malam hari. der Boer, sedangkan dr. Van Indonesia diwakili Namun, keasyikan itu sebatas wilayah yang bukan oleh PM. Sutan Syahrir dan Mr. Mohamad Roem. pusat kota, artinya di pinggiran saja. Pusat Kota ngahnya adalah Lord Killearn dari Kerajaan Pene Kuningan memang biasa saja, tidak terlalu ramai. Inggris. Perundingan yang terkenal dengan nama Di sana-sini terlihat pemandangan khas perkoPerundingan Linggarjati itu menghasilkan naskah taan, seperti pasar atau deretan pertokoan. Di sebanyak 17 pasal. kota ini sendiri, konon kata orang-orang di sini, Gedung Naskah Linggarjati, awalnya tidak ada hal baru yang dapat dinikmati dalam sebuah hotel yang dibangun oleh Van Oostdom, sepuluh tahun terakhir ini. tuan tanah Belanda pada 1930. Setelah pe ngakuan kedaulatan gedung itu tidak berfungsi sebagai hotel.Sementara Linggarjati sendiri adalah sebuah Desa di Kecamatan Cilimus, di kaki Gunung Ciremai sebelah Tenggara. Gedung itu berdiri di tengah lahan seluasnya 11,5 ha. Sebagian besar arealnya ditumbuhi tumbuhan tropis yang khas dan rimbunan pepohonan jati. Karena itu, areal itu selalu berhawa sejuk, cocok untuk tempat rekreasi dan perkemahan. www.wordpress.com, 16 April 2008 Sumber: Setelah Linggarjati, identitas Kuningan lainBerkeliling Kuningan mungkin akan lebihnya adalah gunung Ciremai. Selain sebagai gunung asyik jika mengunakan delman. Angkutan tradiini tertinggi di wilayah Jawa Barat ini, ia juga sebagai sional memang banyak ditemukan di wilayah bekas gunung berapi yang masih aktif. Bagi masyarakat kekuasaan Pangeran Arya Dipati Kuningan pada masa lalu. gunung Ciremai adalah aset sumberKuningan, Kuda yang diandalkan tenaganya untuk menarik del- terbesar, di antaranya sumberdaya daya alam man ini juga merupakan legenda sehingga dipakaihayati, sumberdaya lahan, dan sumber mata air. sebagai salah satu unsur dalam lambang daerah ini. Ciremai selama ini dijadikan sebagai Kawasan Berbicara tentang Kuningan, orang mungkawasan budidaya pertanian dan peternakan. kin lebih mengenal nama Linggarjati, sebuah
8
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Gunung Ciremai mempunyai ketinggian Raja Pakuan Padjadjaran yang terkenal itu. Konon, 3.078 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini kolam ini menjadi tempat peristirahatan Prabu cukup Siliwangi sekembalinya dari Perang Bubat. Satu menjadikan iklim di kawasan Ciremai sangat sejuk petilasan yang terkenal di situ adalah Sumur Tujuh. dengan curah hujan rata-rata per tahun 2000– Di sini 4000 mm. Layaknya sebuah wilayah pegunungan, memang ada tujuh sumur yang masingmasing Ciremai juga memberikan seribu satu pesona alam diberi nama Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pangabulan, Sumur Cirancana, untuk dinikmati. Karena itu, pemerintah daerah Sumur dan masyarakat Kuningan membangun berbagai Cisadane, Sumur Kemudahan, Sumur kemudahan untuk wisatawan yang datang. Ke selamatan. Di antara ke tujuh sumur itu ada sebuah Untuk mencapai kawasan Ciremai bukan - yang berisikan Kepiting Emas. Ada yang lah hal sulit. Dari Kota Kuningan, bahkan daripercaya, apabila dapat melihat Kepiting Emas itu Cirebon berbagai petunjuk ke arah Ciremai berarti segala keinginannya akan terkabul. sudah bisa didapat. "Belum dikatakan ke Kuni- Setelah kolam Cibulan, di Kuningan juga masih ada tempat yang memiliki cerita sedramatis ngan jika belum menyentuh Ciremai", demikian itu, yakni Balong Keramat Darmaloka. Ini juga pesan masyarakat di sana. sebuah danau atau mata air di Desa Darma, Di Kuningan juga masih ada Kolam Cibulan Kecamatan Darma. Letaknya juga mudah diyang legendaris dan layak dinikmati pesonanya. jangkau, yakni di Jalan Raya Kuningan–Ciamis 14 Kolam Cibulan sebenarnya sebuah mata air berkm arah Selatan kota Kuningan. bentuk danau yang terletak di Desa Maniis Kidul, Kecamatan Jalaksana. Jaraknya hanya tujuh km Di Balong Keramat Darmaloka banyak ditemukan situs yang konon merupakan pe ninggalan sebelah Utara kota Kuningan atau 28 km sebelah para ulama penyebar Islam sejak ratusan tahun Selatan kota Cirebon. Kolam Cibulan yang terletak lalu. persis di tepi Jalan Raya Kuningan–Cirebon ini Sama seperti Kolam Cibulan, Balong Keramat Darmaloka juga memiliki lima bagian, yaitu Balong memudahkan setiap orang untuk mencapainya. Salah satu penghuni kolam ini adalah Ageung, Balong Bangsal, Balong Beunteur, Bale Kambang, dan Sumber Air Cibinuang. Di sini ada ikan "Kancra Bodas" (Labeobarbus Dournesis) makam Syekh Rama Gusti yang ramai diziarahi yang bentuknya sangat khas. Entah dari mana orang dari berbagai daerah. Menurut cerita asal muasalnya, sebagian masyarakat Kuningan masyarakat setempat, Syekh Rama Gusti adalah menyebutnya sebagai Ikan Keramat atau Ikan ulama yang ditugasi Walisanga (Walisongo) untuk Dewa. Kolam itu dikelilingi pohon-pohon yang menyebarkan Islam di Kuningan dan sekitarnya. rindang dan menyejukkan. Oleh karena itu, menziarahi makam ulama ini bisa Masih di sekitar kolam itu, terdapat be be rapa mendatangkan banyak keberkahan. Wallahu a’lam. petilasan (situs-situs peninggalan) Prabu Siliwangi,
Amanah, November 2007 Sumber:
www.republikaonline.com,15 April 2008 Sumber:
Kehidupan
9
1. Untuk mengukur pemahaman Anda terhadap isi wacana ter jawablah per sebut, tanyaanpertanyaan berikut dengan tidak melihat isi wacana tersebut. Kerjakanlah di buku tulis An mampu menjawab sebanyak 8 pertanyaan, kemampuan membaca cepat Anda sudah a. Kota Kuningan di … terkenal dengan tukang bubur kacang hijau. b. Angkutan tradisional di daerah Kuningan di antara nya …. c. Salah satu daerah yang mengandung nilai sejarah adalah kota …. d. Pada tanggal … di kota tersebut dilaksanakan perjanjian antara Indonesia dengan B e. Belanda diwakili oleh dr. Van der Boer, sedangkan Indonesia diwakili oleh … dan … f. Setelah pengakuan kedaulatan gedung itu tidak lagi berfungsi sebagai hotel. Sementara Linggarjati sendiri adalah nama sebuah … di Kecamatan …, di kaki Ciremai sebelah Tenggara …. g. Kawasan Ciremai selama ini dijadikan sebagai kawasan …. h. Ketinggian ini cukup menjadikan iklim di kawasan Ciremai sangat sejuk dengan curah hujan rata-rata per tahun … mm. i. Di Kuningan juga masih ada … yang legendaris dan layak dinikmati pesonanya. j. Di sini memang ada tujuh sumur yang diberi nama Sumur Kejayaan, Sumur Kemuly Sumur Pangabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur …, dan Sumur …. 2. Hitunglah kecepatan membaca cepat Anda dengan menggunakan rumus kpm. 3. Tentukanlah pokok-pokok isi wacana tersebut dengan menggunakan teknik membaca s kim m ing . 4. Buatlah ringkasan berdasarkan pokok-pokok wacana yang telah Anda tulis itu. 5. Setelah selesai, berdiskusilah bersama teman-teman sekelas Anda.
Tugas
1. Carilah sebuah wacana yang bertemakan kehidupan. 2. Ajaklah teman sebangku Anda untuk saling mengukur kecepatan membaca dengan topwatch menggunakan penanda waktu, seperti jam satau . 3. Hitunglah kecepatan membaca cepat Anda itu berdasarkan rumus yang telah Anda pela 4. Temukanlah pokok-pokok bacaan dari wacana tersebut. Lalu, buatlah ringkasan dari wacana tersebut. 5. Bahaslah ketepatan pekerjaan Anda bersama teman-teman sekelas Anda.
B. Mengucapkan Kalimat dengan Jelas, Lancar, Bernalar, dan Wajar
1. Membedakan penggunaan pola tekanan kata dan kalimat Dalam berkomunikasi, jalinan kata dan kalimat perlu dikemas dalam harmonisasi yang utuh. Artinya, dalam menyampaikan informasi kita harus menggunakan pola tekanan kata dan kalimat. Hal ini dilakukan agar orang lain memahami isi informasi yang kita ungkapkan.
10
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Mengucapkan kalimat merupakan wujud kegiatan berbicara. Pembicara yang satu dengan pembicara yang lain, dalam Tujuan Belajar hal-hal tertentu kadang-kadang berbeda, meskipun vokal, Anda akan belajar mengucapkan kalimat konsonan, kata atau kalimat yang diucapkannya sama. dengan jelas, lancar, Ketidaktepatan pengucapan bunyi bahasa dapat meng bernalar, dan wajar. alihkan mengganggu perhatian pendengar, bahkan mungkinAnda diharapkan mampu dapat menimbulkan salah pentafsiran. Misalnya, dalam pengmembedakan penggunaan ge ucapan kata gerakkan menjadi raan menyatakan menjadi pola tekanan kata dan , kalimat dalam berbicara m e nyatake,nmenaikkan menjadi e naian m . dengan memerhatikan Contoh lain, kita sering mendengar pembicara tidak sesuai konsep dan pola serta atau salah ucap dalam menyampaikan informasi. Pengucpan intonasi, tekanan, nada, s konsonan menjadi c pada kata s as ak diucapkan cacak . irama, dan jeda. cuka. Selain itu, pengucapan konsonan Anda juga diharapkan Kata suka diucapkan mampu membaca lirik r menjadi l pada kata rus uh diucapkan lus uh, kata rim a lagu, naskah atau teks diucapkanlim a. Penyebab terjadinya kesalahan pengucapanpengumuman atau pidato konsonan tertentu, seperti contoh ter sebut disebabkan faktor sejenisnya dengan dan intern pembicara, mungkin karena bentuk atau ukuran alat menggunakan teks dan intonasi secara jelas jelas ucapnya tidak normal. dan tepat. Kita juga sering mendengar pengucapan e (pepet) menjadi pe e (taling) pada kata peka pepet) diucapkan ka (e taling), (e mendengare pepet) diucapkan mendengar taling), beli (e ( e( pepet) diucapkan (e beli -taling). Pengucapan(ef) diucapkan f p (pe) pada katafakultas (pakultas), aktidiucapkan (akti f p), norm ati ). fihak diucapkanpihak), dan normatidiucapkan ( ( f p Kita juga sering mendengar pengucapan kata-kata berikut. m a. memfoto diucapkan atau ditulise m oto me b. memfitnah diucapkan atau ditulis m itnah Tahukah Anda? m c. mencintai diucapkan atau ditulise nyintai me d. membawakan diucapkan atau ditulis m bawaan Bentuk kalimat berita bermacam-macam. Kalimat tujuke n e. tujukan diucapkan atau ditulis Ketidaktepatan pengucapan fonem (vokal dan konso- berita bisa berupa kalimat berita positif atau negatif, nan) seperti pada kata-kata tersebut tentu akan mengganggu kalimat aktif atau pasif, kalimat pendengar ketika menyimak. Oleh karena itu, pengucapan vokal, atau tidak langsung langsung, konsonan, dan kata harus jelas. tunggal atau majemuk. Dengan demikian, kalimat Tekanan kata atau kalimat akan berkenaan juga dengan berita jenis kalimat yang disampaikan. Oleh karena itu, sekarang kita dapat ber bentuk apa saja, asalkan isinya merupakan akan belajar mengenali jenis-jenis kalimat. pemberitaan. : a. Kalimat berita Sumber Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia Kalimat berita adalah kalimat yang berisi berita untuk untuk SMK, me nyampaikan informasi kepada orang lain. Tanggapan yang Pustaka Setia diharapkan dari kalimat berita hanyalah berupa perhatian sesuai dengan maksud penutur melalui intonasi (kata yang dipentingkan).
Kehidupan
11
Tahukah Anda?
Kecakapan dalam mengajukan pertanyaan sangat penting kita perhatikan. Kita sendiri dapat merasakan betapa banyaknya kalimat tanya yang digunakan setiap hari. Jika ingin memperoleh jawaban yang memuaskan, tentu kita harus cakap dalam menggunakan kalimat tanya dan teknik bertanya.
: Sumber Membina Bahasa Baku, Pustaka Prima
Contoh: 1) Amisedang menyiram bunga.(bukan orang lain) 2) Ami sedang menyiram bunga. (bukan waktu yang lalu atau nanti) 3) Ami sedangmenyiram bunga di kebun. (bukan memupuk atau kegiatan lain) 4) Ami sedang menyiram bunga. (bukan tumbuhan lain) Kata bercetak miring adalah kata yang dipentingkan dalam kalimat tersebut. Berdasarkan kata yang ditulis miring dalam ketiga kalimat tersebut, tentu mempunyai perbedaan arti atau perbedaan tujuan. b. Kalimat tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang meminta tanggapan berupa jawaban. Kalimat tanya mempunyai pola intonasi yang khusus. Kalimat tanya biasanya mempergunakan kata tanya apa, s iapa, m e ngapa di m ana, dan partikellah. Lagu dasar , kalimat tanya adalah kata pertama dari kalimat tanya suaranya naik, kemudian diikuti dengan suara rendah dan pada akhir kalimat suara tinggi. Contoh: Itu .... rumah Anda? Jika menggunakan tanda tanya, tekanan agak tinggi jatuh pada kata tanya yang digunakannya, sedangkan kata-kata lainnya datar. Contoh: 1) Kapan kamu akan bermain ke rumah saya? 2) Harus pergikah saya pada malam ini? c. Kalimat perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang maknanya memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Ciri umum kalimat perintah adalah intonasi keras mendatar, bernada tinggi, dan lah. umumnya menggunakan partikelKalimat perintah biasanya bernada tinggi dan menggunakan tanda seru (!) Contoh: 1) Silakan kalian belajar dengan baik. 2) Jawablah soal-soal di bawah ini. 3) Awas ada pencopet!
Latihan Pemahaman
Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan intonasi yang tepat. Jelaskan pula maksud kalimat tersebut dengan memerhatikan kata yang bercetak tebal. Tanggapilah ketepatan pekerjaan teman-teman Anda itu. 1. a. Kewajiban pokok adalah belajar dengan giat. siswa adalah belajar dengan giat. b. Kewajiban pokok siswa c. Kewajiban pokok siswa adalah dengan giat. belajar d. Kewajiban pokok siswa adalah belajar dengan . giat
12
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
2. a. Kemarin perlombaan kecakapan pemuda wirausaha dilaksanakan . telah b. Kemarin perlombaan kecakapan pemuda wirausaha telah dilaksanakan. c. Kemarin perlombaan kecakapan pemuda wirausaha telah dilaksanakan. d. Kemarin perlombaan telah dilaksanakan. kecakapan pemuda wirausaha pak RT yang baru sedang berangkat ke luar kota menengok ibunya yang sakit. 3. a. Istri b. Istri pak RT yang baru sedang berangkat ke luar kota menengok ibunya yang sakit. c. Istri pak RTyang baru sedang berangkat ke luar kota menengok ibunya yang sakit. d. Istri pak RT yang baru ke luar sedang berangkat kota menengok ibunya yang sakit. e. Istri pak RT yang baru sedang berangkat menengok ibunya yang sakit. ke luar kota f. Istri pak RT yang baru sedang berangkat ke luar kota ibunya yang sakit. menengok g. Istri pak RT yang baru sedang berangkat ke luar kota menengok yang sakit. ibunya 2. Membaca lirik lagu, naskah pengumuman, atau pidato dengan menggunakan tekanan dan intonasi secara jelas dan tepat a. Membaca lirik lagu Membaca lirik lagu tentu berbeda dengan ketika kita menyanyikannya. Membaca lirik lagu dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan isi lagu dengan nada atau intonasi suara. Isi lagu perjuangan harus dibaca dengan nada atau intonasi yang mengandung semangat patriotisme. Sebaliknya, lagu yang ber rintihan cinta seseorang dibaca dengan nada yang isi sedih atau mendayu-dayu. Sekarang, cermati lirik lagu berikut. Menurut Anda, tekanan dan intonasi bagaimanakah cara menyanyikan lirik lagu tersebut? Sebelum Cahaya
: Sumber harold78.files.wordpress. com, 15 April 2008
Gambar 1.2
Ku teringat hati Yang bertabur mimpi Ke mana kau pergi cinta Perjalanan sunyi Yang kau tempuh sendiri Kuatkanlah hati cinta… Yang menemanimu sebelum cahaya… Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra Yang ‘kan membelaimu cinta… Kekuatan hati Yang berpegang janji Genggamlah tanganku cinta… Ku tak akan pergi Meninggalkanmu sendiri Temani hatimu cinta…
Membacakan lirik sebuah lagu tentu berbeda saat kita menyanyikan lagu tersebut.
Kehidupan
13
Ku teringat hati Yang bertabur mimpi Ke mana kau pergi cinta Perjalanan sunyi Yang kau tempuh sendiri Kuatkanlah hati cinta… Yang menemanimu sebelum cahaya… Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra Yang ‘kan membelaimu cinta… ‘Kan membelaimu cinta…
Letto Karya:
b.
Membaca teks pidato Anda tentu pernahkah mendengarkan pembacaan naskah pidato presiden di televisi atau radio? Bagaimana tanggapan Anda atas pembacaan pidato tersebut? Pertanyaan tersebut merupakan landasan kegiatan Anda yang berkenaan dengan membacakan teks pidato. Membacakan teks pidato tidaklah sama dengan kegiatan membaca wacana lain. Di samping menuntut adanya mimik, gerakan tubuh, dan tangan. Hal lain yang juga paling penting dalam membaca teks pidato adalah intonasi. Salah seorang teman Anda yang akan membacakan penggalan teks pidato berikut. Dalam teks pidato tersebut telah ditandai dengan tanda lafal, intonasi, dan jeda. Masih ingatkah Anda dengan tanda-tanda tersebut? Ayo, dengarkanlah dengan cermat. Perhatikan pula intonasinya.
Hari ini/syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT semakin berlipat ganda//Setelah melalui proses panjang/hari ini saya telah mengambil sumpah sebagai Kepala Desa Sukajaya untuk periode 2005–2010// Pelantikan saya hari ini/menandai datangnya pemimpin baru//Untuk itu/saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sukajaya atas partisipasi/dukungan/dan kepercayaan//
Latihan Pemahaman
1. Bacalah lirik lagu berikut dengan cermat. Menurut Anda, bagaimanakah tekanan dan intonasi yang tepat dalam membacakan lirik tersebut.
Siapa bilang hidup ini mudah seperti yang dibayangkan hidup tak pernah terlalu seperti yang dimau yang diharap-harapkan
Bebaskan
14
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
apa itu hidup bila tidak ada masalah-masalah yang selalu ada buanglah gerahmu singkirkan penatmu sirami panasmu putuskan pusingmu reff: bebaskan… bebaskan… gerakmu rasakan sensasinya bebaskan… bebaskan… gerakmu rasakan sensasinya
Ahmad Dhani Karya:
2. Bacalah naskah pidato berikut. Lalu, bubuhkanlah tanda-tanda berikut yang tepat dalam naskah pidato tersebut. Tanda lafal [ ] : huruf yang di dalam kurung siku tidak dibaca é : bunyinya lebih ditekankan daripada e. Tanda Intonasi ^ : menarik – : mendatar ^ menurun : Tanda Jeda / : berhenti sejenak // : berhenti agak lama
Selamat Pagi. Melalui sejarah sebuah bangsa tahu sebeAssalammualaikum Wr.Wb. rapa besar kecintaan terhadap negara. Sejarah Rekan-rekan sekalian, pada kesempatan memberitahukan kepada kita bagaimana telah kali ini saya akan memaparkan tentang kepekaum-kaum muda saat itu berproses menyatumudaan. Seperti yang kita ketahui. Indonesia berbagai gagasan. Sebelum lahirnya Budi kan memiliki berbagai keunggulan. Salah satunya Utomo, perjuangan bangsa Indonesia telah adalah pemuda Indonesia. Pemuda sebagai berkobar dalam menentang setiap tindakan generasi penerus bangsa memegang peranan penjajah yang selalu merugikan. Maka, melalui yang sangat penting. Harapan sebuah bangsa Utomo pemuda Budi Indonesia mulai ber gerak untuk tetap bergulir menembus medan wakdalam sebuah organisasi. Organisasi yang lahir tu ada di tangan pemuda-pemuda Indonesia. semangat perju dan angan pemuda Indonesia Untuk itu jiwa-jiwa patriotisme dan nasi- dan menjadi titik tolak lahirnya kebangkitan onalisme haruslah mengakar di jiwa setiapnasional. pemuda Indonesia.
Generasi Penerus Bangsa
Kehidupan
15
Banyak faktor yang menyebabkan pe-generasi muda yang kreatif dan inovatif termuda Indonesia serentak berjalan dalam hadap pembangunan nasional. Setiap generasi satu komando (organisasi), di antaranya muda harus mau dan mampu mengemsemakin tinggi kesadaran untuk bersatu. bangkan keberadaan dirinya untuk maju ke Semangat para pemuda Indonesia semakin had apan dunia internasional membawa nama ditempa. Para tokoh pemuda saat itu membaik Indonesia. berikan napas pada pejuangan Indonesia da- Melalui kaum muda yang cemerlang lam memproklamasikan kemerdekaan. Masa Indonesia dapat memetakan peranannya muda adalah masa transisi. Pemuda meru-sebagai negara yang sangat mendukung pakan individu yang memiliki gejolak gairah kebe ragaman di berbagai bidang. Pematangan yang meluap-luap. Proses pendewasaan diri generasi muda haras diawasi secara jiwa dapat dilakukan dengan mengenal lingkungan berkala agar tumbuh jiwa-jiwa yang mampu tempat tinggal, beradaptasi dengan hal-halmenangani berbagai permasalahan. Bagaimana baru yang dapat mengembangkan wawasan pemuda Indonesia akan menggantikan pun intelektual. kedudukan para pemimpin bangsa saat ini. Sumber daya manusia perlu dikembangRekan-rekan sekian pemaparan dari saya kan dan ini berawal dari kegiatan generasi semoga bermanfaat. Terima kasih. muda Indonesia. Menghasilkan karya-karya Selamat pagi. monumental merupakan wujud kecintaan Assalammualaikum Wr.Wb.
3. Setelah selesai, bacakan naskah pidato tersebut dengan lafal, intonasi, dan jeda yang te berdasarkan tanda-tanda, lafal, intonasi, dan tanda jeda yang telah Anda berikan.
Tugas
1. Carilah sebuah naskah pidato yang bertemakan kehidupan. Lalu, bubuhkan tanda lafal, tanda intonasi, dan tanda jeda yang tepat dalam naskah pidato Anda itu. 2. Setelah selesai, tukarkan pekerjaan Anda dengan pekerjaan pekerja teman Anda untuk saling mengoreksi. 3. Bacakanlah teks pidato Anda di depan kelas dengan lafal, intonasi, dan jeda yang tepat. 4. Berikan penilaian untuk setiap penampilan teman Anda.
Intisari Pelajaran 1
1. Tujuan membaca cepat adalah untuk dapat memahami isi dan makna bacaan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Membaca cepat dapat dilakukan dengan cara membaca memindai (scanning) dan membaca layap (skimming). a. Membaca memindai (scanning) Membaca memindai adalah teknik membaca cepat untuk mendapatkan informasi tanpa membaca yang lain dan langsung menuju fakta dan informasi. b. Membaca layap (skimming) Membaca layap adalah teknik membaca cepat yang bertujuan untuk mengambil intisari isi bacaan. Skimming bacaan berarti mencari hal-hal yang penting dari bacaan. Membaca s kimming dilakukan untuk memperoleh kesan atau gambaran umum dari suatu bacaan.
16
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
2. 3.
Mengucapkan kalimat merupakan wujud kegiatan berbicara. Pembicara yang satu dengan pembicara yang lain, dalam hal-hal tertentu kadang-kadang berbeda, meskipun vokal, kon sonan, kata atau kalimat yang diucapkannya sama. Ketidaktepatan pengucapan bunyi bahasa dapat meng alihkan atau mengganggu perhatian pende ngar, bahkan mungkin dapat menimbulkan salah pentafsiran.
Refleksi
Setelah mempelajari pelajaran ini, tentu Anda tahu apa membaca cepat itu? Tentu sekarang Anda juga tahu jenis-jenis membaca cepat dan teknik-teknik dalam membaca cepat. Kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi Anda. Dengan demikian, sekarang Anda telah mengetahui bahwa dalam membaca itu tidak hanya untuk mengetahui isi bacaan, tetapi juga diperlukan kecepatan. Sekarang, Anda juga telah mengetahui bagaimana mengucapkan kalimat dengan jelas, lancar, bernalar, dan wajar. Dengan demikian, Anda telah dapat berkomunikasi dengan baik. Anda pun telah tahu bagaimana menggunakan tekanan, intonasi, jeda, dan lafal dalam berkomunikasi, termasuk membacakan naskah pidato.
Latihan Pemahaman Pelajaran 1
Bacalah wacana berikut dengan cermat.
Awal perjalanan menuju Pulau Sibaru- dua petugas jaga pos pengamatan-4 Sikakap, baru, pulau kecil di ujung selatan gugusan di bawah Pangkalan TNI. AL (Lanal) Padang. Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, meleset Delapan anggota rombongan diperbolehkan dari rencana semula. Pesawat perintis yang menginap dengan fasilitas terbatas. Tak ada akan membawa tim Komando langsung (Kodal) fasilitas perahu menuju Pulau Sibarubaru Ekspedisi Garis Depan Nusantara-Wanadri (berjarak sekitar 66 kilometer ke arah selatan) menyeberang Selat Mentawai menuju Pulau karena pos terluar itu tidak memiliki kapal Sipora telah disewa rombongan turis asing. pengamatan. Kendaraan dinas pun tiada. Rencana pun berubah, menumpang kapal Akhir pekan, terdengar kabar bahwa motor penyeberangan (KMP) yang paling cepat Bupati Kepulauan Mentawai, ber ada di rumah berangkat. Pilihan jatuh pada KMP Ambu Ambu pribadinya di Sikakap. Kapal motor cepat milik milik FT AS-DP (Angkutan Sungai, Danau, dan kabupaten bermesin 1.000 tenaga kuda sandar Penyeberangan) yang berangkat setiap Kamis dermaga. Ketua Kodal I Jimmy Sisca dan Yudi di sore dari dermaga Bungus, Padang, menuju Barkah bergerak ke rumah bupati. Hasilnya, Sikakap, ibu kota Kecamatan Pagai Utara. bupati tak dapat ikut dalam ekspedisi. Pemda Terbayang di benak, perjalanan menembus juga tak dapat memfasilitasi kapal karena selat yang sedang bergolak selama 12 jam atau koordinasi tak dilakukan di kabupaten. lebih. Keuntungan rute itu, memperpendek Sambutan dingin bupati bukan perkara besar. jarak ke Sibarubaru; salah satu dari 92 pulauTim Kodal I memutuskan menyewa kapal nelayan terluar yang hendak dikunjungi tim ekspedisi.milik Ambu, yang biasa untuk menangkap ikan hias Setelah menempuh perjalanan laut di sekitar perairan Pagai. Kapal berukuran panjang yang memabukkan, di Sikakap rombongan kurang dari 10 meter dan lebar sekitar 2,5 meter diterima Sersan Satu (Sertu) Saipul, satu dari mengangkut 10 orang dewasa plus puluhan itu
Atas Nama Pulau "Terdepan" Nusantara
Kehidupan
17
ransel berat. Rombongan pun bergerak perlahan sampan kayu, warga menghadang KM DD yang menembus Samudra Hindia. Tujuh jam diayun disangka kapal turis karena bentuknya yang mirip gelombang, Pulau Sibarubaru pun dicapai. Pulau pesiar kecil. Budi Adrian, guide keturunan kapal tak berpenghuni itu ditumbuhi tanaman perduMentawai, menjelaskan tujuan rombongan dengdan semak dengan dominasi pohon nyiur. Sehari-hari, an menggunakan bahasa lokal. tiga penjaga menara suar tinggal di sana. Hasilnya, warga berbalik menyambut rom bongan. Bahkan, membantu sepenuh hati Gelombang Lima Meter Perjalanan itu jauh lebih manis dibandingmemasang prasasti pulau terluar di pulau itu kan dengan pengalaman tim laut dengan Kapal berjanji akan menjaganya dari ancaman dan Motor Deklarasi Djuanda (KM DD). Gelombang kerusakan dan kehilangan. setinggi lima meter menyambut mereka di perairan Lampung, kurang dari sepekan sejak tim dilepas Menteri Perhubungan, 8 Mei 2008 di Dermaga Marina Ratavia, Jakarta. Bagaimanapun, kapal motor itu "berkah" tersendiri bagi tim ekspedisi yang mengisi peringatan "100 Tahun Kebangkitan Nasional". Kapal baru itu dipinjamkan gratis pihak CBI Iengkap dengan tiga anak buah kapal (ABK)-nya "KM DD akan kami pakai hingga pulau terluar terakhir. Pihak CBI rencananya akan mengganti mesinnya secara total," kata Komandan Operasi Tim Ekspedisi Haris Mulyadi, yang sejak awal ikut di kapal. Perjalanan berisiko juga dialami tim Kodal II, ketika menumpang KM Megajaya II milik Kompas Minggu, 28 Juni 2008 Sumber: warga dari Pulau Simuk menuju Teluk Dalam, Menurut warga, penolakan itu bentuk Nias Selatan. Kapal mengalami mati mesin kekecewaan terhadap pengelola resor di menjelang malam setelah tiga jam berlayar. Di tengah gelombang dua meter setelah susah salah satu pulau terdekat, yang melarang warga memanen kelapa untuk kopra di pulau payah mencari bantuan mengandalkan jaringan telepon seluler bersinyal Iemah, tim Kodal TI itu. Alasannya, mengganggu kenyamanan dan berhasil mengontak Pangkalan TNI Angkatanketenangan turis asing. Citra Mentawai sebagai salah satu kepulauLaut Sibolga. an eksotis berombak tinggi, yang menantang Petugas TNI AL akhirnya menemukan po sisi kapal dan menariknya menuju dermaga bagi para peselancar, mendatangkan investasi. Warga asing membangun resor-resor di pulauTeluk Dalam. Selama ekspedisi, TNI AL banyak pulau membantu di tengah keterbatasan fasilitas mereka.yang rutin dikunjungi turis asing sekitar Juni hingga Oktober. Pada saat yang sama, Ditolak Warga pcnduduk lokal hidup dalam kondisi yang Pengalaman rombongan beragam. KM DD lambat berkembang; fakta yang semoga tak sempat ditolak warga Pulau Ngiau, salah satu pulau terluar di selatan Pulau Siberut, ketika dijumpai lagi dalam perjalanan berikutnya. hendak melempar jangkar. Dengan menggunakan Kompas Minggu, 28 Juni 2008 Sumber:
1. Tentukanlah ide-ide pokok dari wacana tersebut. 2. Buatlah ringkasan dari pokok wacana tersebut. 3. Berilah tanda lafal, tanda intonasi, dan tanda jeda yang tepat dalam kalimat tersebut.
18
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Pelajaran
2
Sumber: www.pagaralam.com, 16 April 2008
Tahukah Anda arti parafrasa? Parafrasa bermakna p enguraian kembali suatu teks atau karangan dalam bentuk susunan katakata yang lain dengan maksud untuk dapat mempelajari makna tersembunyi dalam teks tersebut. Nah, pada pelajaran ini Anda akan belajar lebih jelas tentang membuat parafrasa. Pada pelajaran ini Anda pun akan belajar menyimak untuk memahami informasi lisan. Ayo, ikuti pelajaran ter sebut dengan baik. Tentu kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari Anda. Selamat belajar. Agar Anda dapat memahami pelajaran ini, perhatikanlah terlebih dahulu konsep Pelajaran 2 berikut ini.
Lingkungan
melalui kegiatan
Lingkungan
Menyimak informasi Jenis informasi
berupa
Membuat parafrasa
sumber
Teks tertulis Nonverbal
Tuturan lisan
Verbal
dapat berupa
dapat berupa
Langkah-langkah Langkah-langkah membuat parafrasa membuat parafrasa
Fakta Opini
Fakta Opini
Alokasi waktu: 16 jam pelajaran
19
A. Menyimak untuk Memahami Informas Lisan
Anda akan belajar menyimak untuk memahami informasi lisan dalam konteks bermasyarakat. Anda diharapkan mampu mengidentifikasi sumber informasi sesuai dengan wacana dan mencatat isi pokok informasi dan uraian lisan yang bersifat faktual, spesifik, dan rinci. Selain itu, Anda akan mampu mengenal ragam atau laras bahasa dan membedakan proses dan hasil dengan memerhatikan ciri atau penanda kata atau kalimat.
Tujuan Belajar
1. Mengidentifikasi sumber informasi sesuai dengan wacana Menyimak merupakan kegiatan mendengarkan atau memerhatikan dengan baik sesuatu yang diucapkan atau dibacakan orang lain. Dalam menyimak, kita melakukan kegiatan mendengarkan dan menangkap isi pembicaraan dengan akurat. Menyimak biasanya melibatkan seluruh anggota tubuh, seperti te linga, mata, dan secara mental melibatkan pikir dan rasa. Hal ini sebab yang harus dipahami dari orang yang berbicara tidak hanya menyampaikan kata-kata, tetapi ekspresi dan bahasa tubuhnya pun ikut mengiringi dan mewarnai. Pesan-pesan yang bersifat verbal atau bersifat kata, bisa disimak melalui intonasi, kecepatan, jeda, dan tekanan yang disertai dengan nonverbal. Untuk itu, Anda perlu menangkap sinyal- sinyal nonverbal melalui bahasa tubuh, antara lain melalui gerak mata, ekspresi wajah, gerak tubuh, dan gerak tangan. Agar mampu menyimak informasi dengan baik, beberapa pedoman menyimak berikut perlu Anda cermati.
Simaklah penjelasan narasumber dengan saksama.
Berkonsentrasi ketika menyimak penjelasan narasumber.
Catatlah informasi-informasi penting dari nara sumber.
Menyimak
Tataplah dan perhatikan gerakan tubuh nara sumber.
Simaklah pembicaraan narasumber dari awal sampai akhir dengan cermat.
Gambar 2.1
Pedoman untuk menyimak informasi
Jangan berbicara ketika Anda menyimak penjelasan narasumber.
20
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
2. Mencatat isi pokok informasi dan uraian lisan yang bersifat faktual, spesifik, dan rinci Informasi bisa didapatkan dari berbagai sumber, seperti surat kabar, majalah, buku, televisi, radio, dan tuturan langsung. Pada prinsipnya, dari sumber apa pun informasi tersebut diperoleh, Anda harus berkonsentrasi dalam mendengarkannya. Hal ini sebab mendengarkan merupakan kegiatan yang memerlukan konsentrasi. Salah satu cara agar konsentrasi muncul adalah cermati dan tangkaplah pokok-pokok informasi tersebut. Pokokapa pokok informasi diperoleh dengan cara menjawab informasi s yang disampaikan, dari iapainformasi itu diperoleh, kapan di m me informasi itu diperoleh, anainformasi itu diperoleh, ngapa bagaim ana informasi itu disampaikan, dan informasi itu dapat disampaikan. Dalam sebuah berita, baik dari majalah, surat kabar, televisi, maupun radio, kita pun akan menemukan fakta dan pernyataan berupa pendapat. Fakta berisi pernyataan yang jelas dan pasti. Pendapat berisi pernyataan yang masih dipengaruhi oleh anggapan sehingga belum menunjukkan sebuah kepastian. Pada umumnya kalimat faktual atau fakta, biasanya menggube rdas nakan kata atau kelompok kata arkan pe ne litian atau has il pe ne litian, be rdas arkan s e ns us , has il dari pe ngam atan, be rdas arkan data, be rdas arkan ke nyataan, be rdas arkan laporan, s urve i m e m buktikan, has il inve s tigas i, lain-lain. dan Contoh: a. Be rdas arkan pe ne litian , cara berpakaianseseorang dapat menentukan langkah keberhasilan dalam tes wawancara. b. Me nurut laporan yang kami terima dari lokasi bencana, para korban gempa bumi sampai saat ini kekurangan makanan dan obat-obatan. Namun, tidak selamanya kalimat faktual atau fakta menggunakan kelompok kata tersebut. Untuk menentukan kalimat faktual yang tidak menggunakan kelompok kata tersebut, Anda : dapat menganalisisnya berdasarkan realitas dari pernyataan isi Sumber www.flickr.com, 16 April 2008 kalimat. Jika pernyataan itu benar adanya, sudah bisa dipastikan Gambar 2.2 bahwa kalimat itu termasuk kalimat faktual atau fakta. Contoh: Dalam sebuah berita, termasuk a. Tidak dapat disangkal, kenaikan harga sembako menam- surat kabar, kita dapat dari bah penderitaan masyarakat kurang mampu. menemukan fakta dan opini. b. Semangat belajar yang tinggi akan mendorong siswa meraih prestasi yang gemilang. c. Keberadaan handphone(HP), semakin hari terasa kian merebak saja di masyarakat.
Lingkungan
21
Perhatikan pula contoh kalimat berikut. a. Harga sayur-sayuran merosot tajam pada musim hujan. b. Apabila pekarangan sebuah rumah rapi, di dalam rumahnya pasti rapi juga. Pernyataan dari kedua kalimat tersebut mengandung kebenar yang tidak mutlak, tidak benar, atau tidak tepat. Dengan demikian, kalimat tersebut merupakan pendapat. Salah satu cara menentukan atau mencari kalimat pendapat a lah dengan menganalisisnya secara saksama berdasarkan logika kenyataan. Secara redaksi kalimat, untuk menentukan atau menca kalimat pendapat, dapat ditentukan dengan menggunakan kelomm pok kata e nurut pe ndapat ....,dipe rkirakan , kira-kira le bih kurang , , pre diks i um s idan e kitar s , as , . Contoh: dipe rkirakanharga- harga a. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, barang melonjak tajam. b. S e kitarlima ribu hektar hutan yang terbakar tidakbisa ditanami. i c. Badan Metereologi dan Geofisika m e m pre diksbahwa kira-kira dua meter. ombak di Selat Sunda
: Sumber www.photobucket.com, 3. 16 April 2008
Mengenal ragam atau laras bahasa Dalam kegiatan berbahasa, kita harus mencermati ragam bah Gambar 2.3 yang digunakan. Pada saat berbicara dengan orangtua atau guru, tentu ragamnya berbeda apabila berbicara dengan teman atau adi Pada saat berbicara dengan Demikian pula ragam bahasa di lingkungan terminal akan berbeda orangtua, tentu kita menggunakan ragam yang berbeda saatdengan ragam bahasa di sekolah. Ragam bahasa untuk meluapka berbicara dengan teman. kegembiraan akan berbeda dengan ragam bahasa pada waktu sed atau marah. Dengan demikian, ragam bahasa biasanya dipengaru oleh dengan siapa, di mana, bagaimana situasi, dan untuk kepentingan apa. Seorang pengguna bahasa tentu harus terampil dalam memilih dan menggunakan ragam bahasa tertentu. Laras atau ragam bahasa berkenaan dengan cara pelafalan bunyi bahasa atau logat bahasa. Ragam bahasa dapat dilihat dari asal daerah penutur, pendidikan penutur, dan sikap penutur. Ra gam bahasa penutur dari satu daerah tertentu akan berbeda dengan penutur dari daerah lainnya. Penutur dari Sunda, Jawa, Batak, Tapanuli, tentu akan memiliki kekhasan ragam bahasa. Ragam bahasa menurut segi pendidikan formal pun akan f dan fakultas, film, fitnah, berbeda. Pelafalan fonem ks, pada kata ks komple yang dikenal dalam ragam bahasa orang yang berpenpakultas, pilem, pitnah dan komple k, didikan bervariasi dengan dalam ragam bahasa yang kurang berpendidikan. Dalam berkomunikasi, dikenal pula ragam atau laras bahasa tulis dan ragam bahasa lisan. Ragam bahasa adalah variasi
22
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
pemakai bahasa, baik lisan maupun tulisan. Ragam bahasa an lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui lisan atau tuturan. Dalam perwujudannya, ragam bahasa lisan dibantu oleh bahasa tubuh, gerak-gerik, mimik muka, intonasi, dan isyarat. Dengan demikian, walaupun menggunakan kalimat yang tidak sempurna, lawan bicara akan tetap memahami maksudnya.
Asal Daerah Penutur Pendidikan Penutur Sikap Penutur
Ragam atau Laras Bahasa Penutur
Gambar 2.4
Faktor-faktor yang memenga ruhi ragam bahasa
Ragam bahasa lisan baku diperlukan ketika kita bertutur dalam suasana lingkungan yang resmi, percakapan di dalam rapat, berpidato, pada waktu mengajar, pada waktu berceramah, dan sebagainya. Ragam bahasa tulisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui tulisan. Dalam ragam bahasa tulisan, kejelasan maksud kalimat ditentukan oleh kelengkapan struktur kalimat. Dengan demikian, fungsi subjek, predikat, objek, dan hubungan antara fungsi kalimat harus jelas. Pemakaian ragam bahasa tulis (dalam karangan ilmiah dan karangan sastra), tentu berbeda. Hal itu sesuai dengan tujuan dari karangan itu sendiri. Tujuan karangan ilmiah adalah untuk menyampaikan informasi berupa pengetahuan. Sementara karangan fiksi (sastra) lebih menekankan pada unsur hiburan yang bertujuan menyentuh sendi-sendi batin sehingga menimbulkan nilai rasa bagi para pembacanya. Oleh karena itu, karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa yang denotatif atau lugas. Dalam karangan sastra, ragam bahasa yang digunakan adalah kata yang yang mengandung makna luas, makna tambahan, dan memiliki penafsiran yang beragam di samping makna sebenarnya atau makna konotasi. Dengan demikian, ragam bahasa tersebut dapat menggugah imajinasi pembaca.
Lingkungan
23
Lisan/Tulisan
Ilmiah/Sastra
Ragam Bahasa Resmi/Tidak Resmi Sopan/Kasar
Gambar 2.5
Ragam bahasa yang berlaku dalam masyarakat kita.
Sekarang, bacakanlah wacana berikut oleh salah seorang teman atau guru Anda. Simaklah pembacaan wacana tersebut dengan cermat. Masalah Air Bersih
Janji investasi Aquatico melalui Thames mengeluhkan harus bergadang untuk menamPAM Jaya (TPJ) sebesar 15 juta dolar AS supung air untuk mandi dan mencuci karena dah dua tahun belum direalisasikan. Dana pada siang hari air PAM tidak ngocor," kata segar itu seharusnya sudah digunakan untuk Aliman Aat. perbaikan dan perluasan jaringan sesuai janji, namun sampai sekarang belum juga dikucurkan. Akibatnya, pelayanan air bersih di Jakarta Timur dan Jakarta Utara belum maksimal. Desakan itu disampaikan Ketua Komisi B (Bidang Perekonomian) DPRD DKI, Aliman Aat, usai rapat kerja dengan PAM Jaya bersama mitra swasta asingnya, Jumat (4/4). Padahal, dalam rapat kerja gabungan sebe lumnya, pihak Badan Regulator (BR) PAM Jaya menyebutkan bahwa dana segar dari Aquatico sudah di tangan. Namun, kenyataannya, sudah dua tahun tidak ada realisasinya. "Ini kan pembohongan publik. Kita menwww.wordpress.com, 16 April 2008 Sumber: desak TPJ segera mewujudkan investasi 15 Oleh karena itu, pelaksanaan kerja sama juta dolar AS itu," ujar Aliman. dengan TPJ sebagai pengelola air PAM perlu Selain itu, Dewan juga mempersoalkan dievaluasi oleh Pemprov DKI. "Kalau pelayankualitas pelayanan air bersih yang sampai an ini masih banyak dikeluhkan masyarakat sekarang masih saja dikeluhkan masyarakat. mengingkari janji perbaikan pelayanan, dan "Janji air PAM bisa langsung diminum sampai perjanjian kerja sama harus dievaluasi ulang. sekarang belum direalisasikan. Boro-boro bisa Pemprov DKI harus berani mengambil sikap," langsung diminum, malah sering pelangganujar Aliman menegaskan.
24
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Nur- dotan air tanah oleh mayoritas pihak gedung mansyah Lubis mengharapkan PAM Jaya segera bertingkat di sepanjang Jalan MH Thamrin– meningkatkan kemampuan untuk menekel keSudirman, Jakarta Pusat. Padahal, di daerah butuhan air gedung-gedung tinggi jika tarif air tersebut telah tersedia jaringan distribusi bawah tanah dinaikkan. "Idealnya, tarif air bawah Jaya. PAM tanah harus lebih mahal dari harga air PAM. Ini "Untuk gedung tinggi mestinya bertanya demi menyelamatkan lingkungan, khususnya TPJ, sanggup nggak. Kalau memang area menjaga cadangan air tanah yang sudah kritekanannya baik, harus menggunakan PAM, tis. Kalau tidak, intrusi air laut akan semakindong," ujar Direktur Utama PAM Jaya Hariadi luas," ucapnya. Priyohutomo. Sementara itu, Perusahaan Air Minum Sumber: Suara Karya, April 2008 dengan pengubahan (PAM) Jaya mengeluhkan tingginya penye-
Setelah menyimak pembacaan wacana tersebut, dapatkah Anda menentukan pokok informasi, menentukan fakta dan pendapat, serta menentukan ragam atau latar bahasa dalam bacaan tersebut? Jika menyimak isi informasi tersebut dengan cermat, tentu Anda dapat menjawab semua pertanyaan tersebut dengan baik. Pokok-pokok informasi sebuah tuturan lisan dapat Anda temukan dari kalimat utama yang diucapkan oleh pembicara. Pokok informasi wacana tersebut adalah sebagai berikut. 1. Pelayanan air bersih di Jakarta Timur dan Jakarta Utara belum maksimal. 2. Hal tersebut terjadi karena janji investasi Aquatico melalui Thames PAM Jaya (TPJ) sebesar 15 juta dolar AS sudah 2 tahun belum terealisasi. 3. Aliman Aat, Ketua Komisi B (Bidang Perekonomian) DPRD DKI dan Sekretaris Komisi DKI, Nurmansyah Lubis mengungkapkan agar masalah tersebut segera diselesaikan. 4. Aliman Aat mengungkapkan masalah tersebut usai rapat kerja dengan PAM Jaya bersama Mitra Swasta Asing. 5. Rapat tersebut dilaksanakan di Gedung DPRD Jakarta. Anda pun dapat menemukan fakta dan pendapat dalam informasi yang telah disimak itu. Perhatikan contoh fakta yang terdapat dalam wacana tersebut.
Janji investasi Aquatico melalui Thames PAM Jaya (TPJ) sebesar 15 juta dolar AS sudah dua tahun belum direalisasikan. Dana segar itu seharusnya sudah digunakan untuk perbaikan dan perluasan jaringan sesuai janji, namun sampai sekarang belum juga dikucurkan. Akibatnya, pelayanan air bersih di Jakarta Timur dan Jakarta Utara belum maksimal. (Fakta)
Lingkungan
25
"Kalau pelayanan ini masih banyak dikeluhkan masyarakat dan mengingkari janji perbaikan pelayanan, perjanjian kerja sama harus dievaluasi ulang. Pemprov DKI harus berani mengambil sikap," ujar Aliman menegaskan. (Pendapat)
Sekarang, cermati pula kalimat berikut. Dalam pembacaan wacana yang dibacakan oleh teman atau guru Anda itu, Anda dapat menemukan kalimat berikut.
"Janji air PAM bisa langsung diminum sampai sekarang belum direalisasikan. Boro-boro bisa langsung diminum, malah sering pelanggan mengeluhkan harus bergadang untuk menampung air buat mandi dan cuci karena pada siang hari air PAM tidak ngocor," kata Aliman Aat, politisi dari Partai Demokrat ini.
boro-boro Berasal dari ragam bahasa manakah kata tersebut? Kata boro-borobiasanya digunakan dalam percakapan daerah Sunda atau Jawa. Nah, untuk melatih pemahaman Anda, sekarang bacakanlah wacana berikut. Bacakan oleh teman atau guru Anda. Lalu, kerjakanlah latihan yang tersedia dengan cermat. Deru Campur Debu Mengancam Observatorium Bosscha
Kelangsungan aktivitas dan keberadaan Bosscha yang berlangsung di lokasi halaman institusi ilmiah Bosscha yang telah berumur peneropongan bintang Bosscha di Lembang, 80 tahun dengan prestasi yang terpandang di Bandung Utara pada 24-25 Oktober? dunia astronomi internasional terhadap anca- Selain diikuti oleh presentasi para pakar man pembangunan yang semena-mena pihak astronomi dari Departemen Astronomi ITB developer sekarang ini menjadi tantangan dan IAU (Intenational Astronomy Union), serius bagi seluruh civitas academica ITB. Teracara seminar juga diramaikan oleh pakar lebih bagi kalangan ilmuwan profesi: planologi, pelestarian warisan budaya dan konservasi teknik lingkungan, arsitektur, dan astronomilingkungan, antara lain ilmuwan senior ahli sendiri. Sesungguhnya keadaan ini menjadi lingkungan hidup Prof. Otto Soemarwoto dari suatu tantangan bagi bangsa Indonesia. Apakah da- Unpad, perwakilan Kedubes negara ASEAN, pat menghargai de ngan saksama keberadaan beberapa negara sahabat lainnya. Selain dan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai acara tersebut diwakili pula oleh pejabat itu, tinggi dalam sains dan konservasi? yang mewakili Menristek, Ka. BPPT, wakil dari Tahukah Anda bahwa ancaman atas keKantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, beradaan dan kelangsungan aktivitas obserwakil dari Mendiknas, dll. vatorium Bosscha menjadi salah satu topik Secara khusus, wakil dari himpunan yang menarik perhatian pada acara Seminarastro nomi internasional IAU telah mengakui 2 Hari Peringatan 80 Tahun Observatorium keberadaan Bosscha yang berlokasi pada lintang
26
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
geografis unik yang berdekatan dengan garis Selain paparan Prof. Otto Soemarwoto khatulistiwa telah memberikan sumbangan tentang pentingnya pelestarian lingkungan untuk yang besar atas hasil kajian penelitian astrosetting Observatorium Bosscha, pakar senior nomi Internasional. Selain itu, Bosscha jugadari Teknik Lingkungan ITB juga meng ingatkan berperan amat penting sebagai sarana akadebahwa sesungguhnya untuk penetapan tata mis yang melahirkan ahli Astronomi keluaran ruang kawasan Ban dung Utara seperti halnya ITB. di Lembang masih berlaku SK Gubernur Jawa Barat No.181/Bappeda/tahun 1982 yang memuat ketentuan yang wajib memerhatikan kaidah keles tarian ling kungan atas setiap pem bangunan fisik di kawasan tersebut. Jika ketentuan itu akhirnya bobol semena-mena, dengan terus berlangsungnya pembangunan kawasanresor wisata di ka was an halaman Bosscha, akan menjadi sebuah bom waktu dengan efek bola salju yang dalam waktu sing kat akan benar-benar menghancurkan eko sistem Bandung Utara. Seperti halnya dengan kehancuran kawasan Bopunjur: Bogor– Puncak–Cianjur. Sungguh mengherankan, ya. Belum se tahun berlalu kontroversi rencana pembangunan plaza di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Ketika itu Pemda Kabupaten Magelang bewww.wordpress.com, 16 April 2008 kerja sama dengan satu developer. Awalnya Sumber: berlaku ter tutup dan diam-diam menyiapkan Berkenaan dengan kedudukannya yang rencana pembangunan suatu plaza senilai 37 ter amat penting dalam khasanah ilmiah seperti itu, Kepala Observatorium Bosscha-ITB, Dr.M di kawasan bersebelahan Can di Borobudur. Moedji Raharto menegaskan bahwa betapa Ren cana yang tidak memerhatikan aspek budaya dan kaidah konservasi arsitektural ini akan terganggunya aktivitas Bosscha dengan kemudian diprotes keras oleh forum Arsitek adanya rencana pembangunan huni an kawasan Muda resor seluas 75 hektar yang areanya memasuki Indonesia. Protes yang didukung radius perimeter 2,5 km dari peneropongankhalayak ini setelah di ekspos luas oleh media Nasional, akhirnya bisa memaksa pihak Pemda bintang. Adanya konstruksi bangunan dalam radius sejarak ini akan mempertinggi inten- dan developer untuk merevisi ulang rencana pembangunan. sitas cahaya yang akan mengurangi kualitas Analogi dengan heboh Borobudur terhasil penga matan astronomis teleksop di sebut, kontroversi serupa untuk Bosscha pun Bosscha. Selain itu, ancaman deru campur debu deru dari aktivitas pengunjung dan dapat terulang kembali jika rencana developer untuk membangun kawasan wisata walau partikel debu halus yang berterbangan ke angkasa oleh ramai nya aktivitas orang dengan dukungan langkah Pemda Kabupaten Bandung. berekreasi maupun ber kendaraan, akan memengaruhi dan menurunkan kualitas hasil www.iptek.net Sumber: pengamatan teropong bintang Bosscha.
Lingkungan
27
Latihan Pemahaman
1. Tutuplah buku pelajaran Anda. Lalu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tep a. Informasi apa yang terdapat dalam wacana tersebut? b. Dari siapa informasi itu diperoleh? c. Kapan informasi itu disampaikan? d. Di mana informasi itu diperoleh? e. Mengapa informasi itu disampaikan? f. Bagaimana informasi itu dapat disampaikan? 2. Ayo, tentukanlah fakta dan pendapat dari kalimat berikut. Setelah selesai, rangkaikan ka mat jawaban dari pertanyaan itu menjadi sebuah paragraf. Berilah) tanda kolom √ pada ( yang sesuai dengan jawaban Anda. Tulislah jawaban Anda itu di buku catatan Anda.
Kalimat a. Fakta Pendapat Alasan
Deru campur debu perlahan, tetapi pasti akan segera memusnahkan Observatorium Bosscha di Lembang apabila derap laju pembangunan suatu kawasan rekreasi dalam zone kritis 2,5 km perimeter dari lokasi pusat peneropongan bintang terkemuka milik ITB ini jadi diteruskan developer dalam waktu dekat. Kelangsungan aktivitas dan keberadaan institusi ilmiah Bosscha yang telah berumur 80 tahun dengan prestasi yang terpandang di dunia astronomi internasional terhadap ancaman pembangunan yang semena-mena sekarang ini menjadi tantangan serius bagi seluruh civitas academica ITB, terlebih bagi kalangan ilmuan profesi planologi, teknik lingkungan, arsitektur, dan astronomi sendiri. Ancaman atas keberadaan dan kelangsungan aktivitas observatorium Bossca menjadi salah satu topik yang menarik perhatian acara Seminar 2 Hari Peringatan 80 Tahun Observatorium Bossca yang berlangsung di lokasi halaman peneropong bintang Bossca di Lembang, Bandung Utara pada 24–25 Oktober. Selain diikuti oleh presentasi para pakar astronomi dari Departemen Astronomi ITB dan IAU (Inter nasional Astronomy Union), acara seminar juga diramaikan oleh pakar yang berbicara masalah pelestarian warisan budaya dan konservasi lingkungan, antara lain ilmuan senior ahli lingkungan hidup Prof. Otto Soemarwoto dari Unpad, perwakilan Kedubes negara ASEAN dan beberapa negara sahabat lainnya, pejabat yang mewakili Menristek/Ka.BPPT, wakil dari Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, wakil dari Mendiknas, dan lain-lain.
b.
c.
d.
28
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
e.
Kepala Observatorium Bossca-ITB Dr. Moedji Raharto menegaskan betapa akan terganggunya aktivitas Bossca dengan adanya rencana pembangunan hunian kawasan resor seluas 75 hektar yang areanya memasuki radius perimeter 2,5 km dari peneropong bintang.
3. Setelah selesai, diskusikan pekerjaan Anda bersama teman-teman sekelas Anda. 4. Perbaiki pekerjaan Anda jika masih terdapat kesalahan.
Tugas
1. Simaklah sebuah acara berita dari televisi atau radio. 2. Catatlah mengenai hal-hal berikut yang berkaitan dengan berita yang Anda simak itu. a. pokok-pokokinformasi b. fakta dan pendapat c. ragam atau laras bahasa dalam wacana 3. Setelah selesai, kumpulkan pekerjaan Anda untuk dinilai oleh guru. 4. Diskusikan pekerjaan Anda bersama teman-teman sekelas Anda.
B. Membuat Parafrasa dari Teks Tertulis
Membaca merupakan salah satu kegemaran Anda, bukan? Bagaimanakah cara memahami isi wacana yang dibaca? Jawaban- Belajar Tujuan nya, tentu saja kita harus menemukan ide pokok dalam wacana yang Anda akan Sekarang, dibaca. Ide pokok dalam sebuah wacana tersebar dalam paragraf. belajar membuat Setiap paragraf mengan dung gagasan utama dan gagasanparafrasa dari teks penjelas. tertulis. Anda Ide pokok sebuah wacana merupakan kumpulan beberapa gagasan diharapkan mampu mengungkapkan utama. Dengan kata lain, apabila akan mencari ide pokok dalam dengan kalimat kembali wacana, pada dasarnya kita sedang mencari gagasan utama. sendiri secara tertulis Meringkas pun bisa diartikan menuliskan kembali suatu teks yang telah dibaca. bacaan bacaan ke dalam bentuk yang lebih singkat atau pendek. Hal ini sebab pada dasarnya ringkasan berisi kumpulan beberapa gagasan utama. Melalui ringkasan, kita dapat mengingat inti wacana lebih lama. Selain itu, jika suatu saat memerlukan dari wacana informasi tersebut, kita dapat memanfaatkan ringkasan yang telah kita tulis. Di samping itu, untuk mengungkapkan isi wacana yang dibaca dapat dilakukan dengan membuat parafrasa. Parafrasa bermakna penguraian kembali suatu wacana atau karangan dalam bentuk susunan kata-kata yang lain dengan maksud untuk dapat mempelajari makna yang tersembunyi. Istilah parafrasa juga bermakna mengubah bentuk karangan dari puisi menjadi prosa.
Lingkungan
29
Teknik atau langkah-langkah dalam memparafrasakan sebuah karangan atau paragraf adalah sebagai berikut. 1. Bacalah bacaan atau wacana tersebut dengan cermat. Hal ini dilakukan supaya Anda memahami makna umum atau isi wacana tersebut. Anda dapat pula memanfaatkan teknik membaca memindai. 2. Teliti dan pahamilah hubungan kata, kelompok kata yang satu dengan kata dan kelompok kata yang lain dan kalimat yang satu dan kalimat yang lain dalam wacana tersebut. 3. Catatlah kata atau ungkapan yang kurang jelas. Kemudian, carilah keterangannya dalam kamus atau ensiklopedia. Makna yang diterangkan dalam kamus pun perlu dipertimbangkan dan dipadankan dengan makna yang akan disalin. 4. Perhatikanlah nada dan suasana penuturan asli. Bentuk bahasa dan kalimat boleh diubah semuanya, tetapi nada dan suasana penuturan hendaknya jangan diubah. 5. Setelah selesai memparafrasakan, bacalah kembali tulisan Anda. Lalu, sesuaikanlah dengan teliti. Jika terdapat halhal yang dirasa kurang sesuai, segera ganti dengan yang lebih tepat. Sekarang, bacalah wacana berikut dengan cermat.
Jumlah Pengunjung Sari Ater Meningkat 20%
www.wordpress.com, 16 April 2008 Sumber:
Jumlah pengunjung objek wisata Sari yang berjumlah 1.075.500 jiwa. Dari jumlah Ater Spring Resort di Ciater, Subang sepanjang tersebut, tercatat wisatawan mancanegara tahun 2004 lalu mencapai 1,18 juta jiwa, (wisman) sebanyak 87.000 jiwa atau sebesar naik 20 per sen dibandingkan tahun 2003 8,73 persen dari jumlah pengunjung. Demikian
30
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
pula dikemukakan Manajer Operasional Turunnya jumlah pengunjung juga Sari Ater Spring Resort, Otto Haris Samallo. dirasakan pada tanggal 30 Desember Menurutnya, kenaikan pengunjung tahun 2004 yakni sebanyak 6.320 jiwa. Padahal, 2004, mencapai 20 persen dibandingkan dengan tapada tanggal sama di tahun 2003 jumlah hun 2003.
pengunjung mencapai 7.822 jiwa. "Namun, Kenaikan jumlah pengunjung tersebut, pergantian tahun, yakni 31 Desember pada menurut Otto, merupakan gejala menarik 2004, terjadi kenaikan dibandingkan deyang diperlihatkan wisatawan manca negara.31 Desember 2003, yakni dari 21.039 ngan Tahun 2003 jumlah wisatawan mancanegara jiwa naik mencapai 25.376 jiwa," ujar Otto. yang datang sebesar 4,2 persen dari jumlah ditanya dari segi pendapatan, kata Ketika pengunjung keseluruh an, yakni 1.075.500 Otto, kenaikan pengunjung itu berarti terjiwa atau sekira 40.000 jiwa. Sementara jadi kenaikan dalam peroleh an pendapatan, asalnegara wisatawan mancanegara yang sebesar 15,39 persen dibandingkan yakni dominan datang ke Sari Ater dari Korea, dengan tahun sebelumnya. Timur Tengah, dan Malaysia. "Khususnya Menurut Otto, kenaikan pengunjung untuk Malaysia, jumlah mereka yang datang tidak lepas dari strategi promosi itu naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. yang dilakukannya, serta penataan terHal ini disebabkan salah satunya dengan hadap lokasi di Sari Ater sendiri dengan dibukanya penerba ngan langsung Bandung– melengkapi berbagai fasilitas yang dapat Kuala Lumpur Agustus lalu," ujar Otto. menarik minat pengunjung. "Kemasan Penerbangan pesawat langsung Ban - yang dilakukan juga memengaruhi paket dung– Kuala Lumpur tersebut, kata Otto kenaikan pengunjung," tandasnya. Tahun di rasa kan sangat pengaruh terhadap 2005, berbagai langkah pengembangan ber wisatawan mancanegara asal Malaysiaakan dilakukan. Di antaranya menamyang berkunjung ke Sari Ater. Untuk tahun fasilitas 50 kamar lagi, lantaran saat bah 2005, jelas Otto pihaknya memperkirakan sekarang jumlah kamar tersedia baru 80 wisman asal Malaysia akan terus naik. Meski Penambahan ini akan dilanjutkan kamar. secara umum terjadi kenaikan pe ngunjung, 2006 dengan 50 kamar. Begitu pula tahun namun bencana tsunami yang terjadi didengan kolam renang akan diberikan Aceh pada 26 Desember 2004, dirasakan perhatian khusus untuk kelas ekonomi turut berpengaruh. Hal itu terlihat jumlah menengah ke bawah sehingga harga pe ngunjung pada 28 Desember 2004 ber - tiketnya betul-betul terjangkau. jumlah 2.203 jiwa, sedangkan pada tanggal www.pikiranrakyat.com Sumber: yang sama tahun 2003 jumlah yang berkunjung sebanyak 8.468 jiwa. Setelah membaca wacana tersebut, Anda kemudian mencatat hal-hal penting dari wacana tersebut. Anda lalu mencoba membuat parafrasa atau menuliskan kembali isi wacana tersebut ke dalam beberapa kalimat dengan menggunakan bahasa sendiri. Tentu Anda membuat parafrasa dari wacana tersebut berdasarkan gagasan penting yang telah Anda catat. Bacalah contoh parafrase dari wacana tersebut berikut ini.
Lingkungan
31
S pring Jumlah pengunjung objek wisata Sari Ater R e s ort di Ciater, Subang sepanjang tahun 2004 mengalami kenaikan sebesar 20 persen dibandingkan tahun 2003. Asal negara wisman yang dominan datang ke Sari Ater adalah dari Korea, Timur Tengah, dan Malaysia. Dibukanya penerbangan langsung Bandung-Kuala Lumpur berpengaruh terhadap wisman asal Malaysia. Meski secara umum terjadi kenaikan pengunjung, namun bencana tsunami yang terjadi di Aceh pada 26 Desember 2004, dirasakan turut berpengaruh. Turunnya jumlah pengunjung juga dirasakan pada 30 Desember 2004 yakni sebanyak 6.320 jiwa. Kenaikan pengunjung juga berkat adanya strategi promosi dan penataan lokasi di Sari Ater. Tahun 2005 berbagai langkah pengembangan akan dilakukan di Sari Ater.
Perlu Anda ketahui, selain dari gagasan penting sebuah wacana, kita dapat membuat parafrasa sebuah wacana berdasarkan fakta, opini, simpulan, dan catatan-catatan penting.
Latihan Pemahaman
1. Bacalah wacana berikut dengan cermat. Berkurang, Anggaran PPMK untuk Mengatasi Kemiskinan
www.wordpress.com, 16 April 2008 Sumber:
Anggaran untuk program pemberdayaananggaran itu tentu saja berdampak pada kemasyarakat kelurahan (PPMK) tahun anggaran mungkinan meningkatnya jumlah warga miskin (TA) 2008 berkurang Rp67 miliar. Pengurangan (gakin) di DKI.
32
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
"Tahun ini anggaran PPMK hanya sebesar macet sampai tahun 2007 antara 67 miliar rukan 200 miliar rupiah untuk 267 kelurahan se-DKI," sampai 79 miliar rupiah. piah ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat "Tapi, ini masih dilakukan penelitian ting(BPM) Provinsi DKI Jakarta, Budihardjo. kat kemacetannya karena masih mungkin unPenggunaan anggaran tersebut, sebesar 119 tuk ditagih. Kalau tidak, aset peminjam bisa miliar rupiah untuk bidang ekonomi dan 81 miliar disita," ujar Budihardjo. Dana bergulir PPMK rupiah bagi pembangunan bidang fisik dan sosial. macet, kata Budi, umumnya antara lain yang Pada tahun 2007, anggaran PPMK dialokasikan peminjam pindah alamat dan meninggal dunia. sebesar 267 miliar rupiah dan rata-rata setiap Sementara kasus dana PPMK yang "ditilep" kelurahan mendapat 1 miliar rupiah. Khusus oknum Ketua Dekel Rawaterate sebesar 89 juta di daerah korban banjir, dana tersebut dimanfaatrupiah, diakui Budihardjo, sudah ada kesanggupan kan untuk merehabilitasi rumah-rumah warga oknumnya untuk mengembalikan secara menyang terkena bencana banjir. cicil 1 juta rupiah per bulan. Kalaupun warga mau Pengelolaan dana PPMK tahun 2008 masih melaporkannya ke polisi, itu hak warga. Sementara ditangani Dewan Kelurahan (Dekel). Rencana soal dana banjir tahun 2007 yang dikeluhkan warga pengalihannya ke Lembaga Keuangan MikroRawate rate tidak tepat sasaran. Ia mengakui belum (LKM) belum bisa dilakukan karena masih mendapat laporan. Namun, kalau itu benar, akan menunggu payung hukumnya, terutama un- dilakukan cek lapangan. tuk petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk Penyimpangan penggunaan anggaran PPMK pelaksanaan (juklak-nya). Budihardjo mengakui hanya terjadi di Rawaterate, tetapi juga di tidak bahwa pembagian dana PPMK tahun ini Jelambar, Tambora, Jakarta Barat, yang juga ditidak ada yang mencapai1 miliar rupiah per duga diselewengkan oleh pihak Dekel. kelurahan. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi C (Bidang "Sekarang kelurahan yang banyak memiliki Keuangan) DPRD DKI Jakarta, mengatakan bahwa gakinnya tentu akan lebih banyak mendapat program PPMK perlu dievaluasi. Hal ini sebab sedana PPMK. Kelurahan Menteng atau Kelurahan ini pengawasan terhadap pendistribusian lama Gelora tentu menerima jatah anggaran PPMK dan penggunaan anggaran untuk rakyat terselebih kecil," kata Budihardjo menambahkan. but sangat lemah. "PPMK harusnya dibatasi Anggaran PPMK sudah dikeluarkan Pemprov waktunya sampai kapan dan, jika hasil evaluasi DKI sejak 2002, dengan tujuan mengentaskan menyatakan tergolong gagal, perlu dicarikan kemiskinan di ibu kota. Jumlahnya sudah mencapai yang lebih baik," katanya. gantinya 600 miliar rupiah dan dana bergulir yang digolongSuara Karya, 7 April 2008, dengan pengubahan Sumber:
2. Parafrasakankanlah wacana tersebut dengan menggunakan kalimat Anda sendiri. Perhatikanlah langkah-langkah yang telah Anda pelajari dalam membuat parafrasa. 3. Setelah selesai, diskusikan pekerjaan Anda bersama teman-teman sekelas Anda.
Tugas
1. Bacalah sebuah artikel di surat kabar atau majalah yang bertema lingkungan, kemudian tulislah pokok-pokok dari artikel yang Anda baca. 2. Berdasarkan pokok-pokok isi artikel tersebut, tuliskanlah parafrasa dari artikel yang telah Anda baca itu. 3. Berikanlah pekerjaan Anda kepada teman sebangku Anda. Mintalah tanggapan dari teman sebangku Anda dalam bentuk tertulis tentang ketepatan pekerjaan Anda itu.
Lingkungan
33
Intisari Pelajaran 2
Menyimak merupakan kegiatan mendengarkan atau memerhatikan dengan baik sesuatu yang diucapkan atau dibacakan oleh orang lain. Dalam menyimak, kita melakukan kegiatan mendengarkan dan menangkap isi pembicaraan dengan akurat. Informasi bisa didapatkan dari berbagai sumber, seperti surat kabar, majalah, buku, televisi, radio, dan tuturan langsung. Pada prinsipnya, dari sumber apa pun informasi tersebut diperoleh, Anda harus berkonsentrasi dalam mendengarkannya sebab mendengarkan merupakan kegiatan yang memerlukan konsentrasi. Salah satu cara agar konsentrasi muncul, cermati dan tangkaplah pokok-pokoknya. Dalam berkomunikasi, dikenal ragam atau laras bahasa tulis dan ragam bahasa lisan. Ragam bahasa adalah variasi pemakaian bahasa, baik lisan maupun tulisan. Ragam bahasa lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui lisan atau tuturan. Dalam perwujudannya, ragam bahasa lisan dibantu oleh bahasa tubuh, gerak-gerik, mimik muka, intonasi, dan isyarat. Dengan demikian, walaupun menggunakan kalimat yang tidak sempurna, lawan bicara akan tetap memahami maksudnya. Parafrasa bermakna penguraian kembali suatu wacana atau karangan dalam bentuk susunan kata-kata yang lain dengan maksud untuk dapat mempelajari makna yang tersembunyi. Istilah parafrasa juga bermakna mengubah bentuk karangan dari puisi menjadi prosa dapat juga disebut parafrasa.
Refleksi
Manfaat apakah yang Anda peroleh setelah mengikuti pelajaran ini? Tentu banyak, bukan? Anda menjadi mahir membuat parafrasa dari wacana yang telah dibaca. Anda pun telah mengetahui bagai menyimak yang baik, termasuk bagaimana menentukan fakta dan pendapat dalam disimak. informasi yang Kegiatan-kegiatan tersebut tentu dapat Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari Anda. Jika Anda menemukan kesulitan dalam mempelajari pelajaran ini, bertanyalah kepada guru, orang atau teman Anda. Ingat satu hal lagi, rajinlah berlatih agar Anda semakin pandai.
34
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Latihan Pemahaman Pelajaran 2
1. Bacalah wacana berikut dengan cermat. Mengenal Lumba-lumba
www.flicker.com, 16 April 2008 Sumber:
Lebih dari 70 persen permukaan bumi yang memfokuskan suara yang dihasilkan di liputi air. Di kedalaman samudra, be r agam palan kecil jaringan lemak yang berada gum makhluk berjumlah sangat besar hidup tepat di bawah lubang pernapasan. Kemudian, selaras satu sama lain. Salah satunya adalah ekolokasi ini dipancarkan ke arah suara lumba-lumba. sekitarnya secara terputus-putus. Lumba-lumba lebih sering kita lihat Suara lumba-lumba segera memantul di permukaan air. Namun, sebenarnya mekembali apabila membentur benda apa pun. reka menghabiskan sebagian besar waktunya Lumba-lumba mendengarkan saksama pantulan di kedalaman lautan. Walaupun begitu, suara ini. Gelombang suara ini ditangkap di lumba-lumba dapat melihat lebih baik dalam bagian rahang bawahnya yang di sebut "jendela gelapnya lautan. Bagaimanakah mereka dapat akustik". Dari sini, informasi suara diteruskan melakukan ini? Lumba-lumba diciptakan ke telinga bagian tengah, dan akhirnya ke otak dengan sistemnya yang lengkap dan sempurna,diterjemahkan. Pantulan suara dari untuk yang memungkinkan mereka menemukan sekelilingnya memberi informasi rinci mengenai arah dengan merasakan getar an suara. Para jarak benda-benda dari mereka, berikut ukuran ilmuwan menamakan sistem ini "elokasi". dan pergerakannya. Berkat pe rangkat ini, Bagaimana mereka dapat melakukanlumba-lumba dapat memindai wilayah yang nya? Lumba-lumba bernapas melalui lubang bahkan memetakan samudra. Inilah sistem luas; yang ada di atas kepalanya. Tepat di bawah sonar sempurna yang dimiliki lumba-lumba. lubang ini, terdapat kantong-kantong kecil Sistem berteknologi tinggi yang terbuat berisi udara. Dengan mengalirkan udara dari daging dan tulang yang ditempatkan melalui kantong-kantong ini, mereka mengdalam tubuh seekor makhluk laut adalah hasilkan suara bernada tinggi. Kantong bukti kehebatan dan kesempurnaan sang udara ini berperan sebagai cermin akustik Pencipta. Kapal selam modern menemukan
Lingkungan
35
arah melalui sonar. Lumba-lumba telah cara ini, me reka membuyarkan kawanan menggunakan teknologi jutaan tahun lebihikan dan dengan mudah menangkapnya. Ikan awal dibandingkan dengan manusia yang dilumpuhkan dengan senjata ini, dan turut baru me nemukannya di abad ke-20. Mustahil menjadi mangsa mudah bagi burungburung seekor binatang mampu memiliki sistem laut. Lumba-lumba juga menggunakan sistem sedemikian menakjubkan atas kehendaknya sonar untuk berkomunikasi secara mesendiri. ngagumkan. Mereka mampu saling berkirim Sistem tak tertandingi pada lumba- lumba meski terpisahkan oleh jarak lebih dari pesan adalah bukti bahwa Tuhan telah menciptakan km. Artinya, seekor lumba-lumba di Selat 220 mereka. Sistem sonar freku ensi tinggi iniBosphorus dapat berkomunikasi dengan rekantidak hanya berfungsi mengindra benda-benda nya di Selat Dardanela. Lumba-lumba paling di lautan. Lumba-lumba juga menggunakannya sering ber komunikasi secara menakjubkan untuk untuk mencari makan. Lumba-lumba dalam menemukan pasangan dan saling mengingatkan suatu kelompok meng arahkan gelombang akan bahaya. suara kuat ini pada sekelompok ikan. Melalui www.harunyahya.com dengan pengubaha n Sumber:
2. Tentukanlah pokok-pokok informasi dari wacana tersebut. 3. Tentukanlah fakta dan pendapat yang terdapat dalam wacana tersebut. 4. Tulislah parafrasa dari wacana tersebut.
36
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Pelajaran
3
Sumber: www.samplegratis.com, 16 April 2008
menyimak yang baik dan mengomentari lafal, tekanan, intonasi, dan jeda dari informasi yang diungkapkan oleh narasumber. Deng an demikian, Anda mampu memberikan komentar atau ungkapan terhadap lafal, intonasi, tekanan, dan jeda yang diungkapkan narasumber. Selain itu, pada pelajaran ini Anda akan belajar menulis dengan memanfaatkan kategori atau kelas kata. Agar Anda dapat memahami pelajaran ini, perhatikanlah terlebih dahulu konsep Pelajaran 3 berikut ini.
Kemasyarakatan
melalui kegiatan
Kemasyarakatan cara Pada pelajaran ini, Anda akan belajar bagaimana
Menyimak informasi
diperoleh dengan
Menulis berdasarkan kelas kata
harus memerhatikan
Reaksi kinetik Unsur reaksi kinetik
berupa
Efektif dan efisien
Kelas kata dalam bahasa Indonesia
Lafal
Intonasi Tekanan
Jeda
berupa Kata kerja Kata penghubung Kata benda Kata depan Kata ganti Kata seru Kata sifat dll. Kata keterangan
Alokasi waktu: 12 jam pelajaran
37
A. Menyimak untuk Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda
Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting dikuasai. Dengan menyimak, kita akan Anda akan belajar menyimak untuk mampu memberikan respons menganggukkan kepala, mengmemahami lafal, tekanan, gelengkan kepala, tersenyum, sedih, marah, dan sebagainya. intonasi, dan jeda yang lazim Sebagai contoh, ketika guru menerangkan materi pelajaran atau baku dan yang tidak. di depan kelas, tentu Anda akan menganggukkan kepala jika Anda diharapkan mampu bereaksi kinetik terhadap memahami penjelasan guru. Anda pun akan tersenyum jika lafal, tekanan, intonasi, penjelasan guru Anda itu lucu.
Tujuan Belajar
dan jeda yang lazim atau baku dan yang tidak. Anda juga diharapkan mampu memberikan komentar atau ungkapan lisan terhadap lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang lazim atau baku dan yang tidak.
Tahukah Anda?
Bunyi bahasa dalam bahasa Indonesia meliputi vokal, konsonan, diftong, dan gabungan konsonan. 1. Bunyi vokal dilambangkan dengan a, e, i, o dan u. 2. Bunyi konsonan dilambangkan dengan huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, z. 3. Bunyi diftong dilambangkan dengan ai, au, oi. 4. Bunyi gabungan konsonan dilambangkan dengan huruf kh, ng, ny, sy.
: Sumber Tata Bahasa Baku, Bahasa Indonesia, Balai Pustaka
1. Menunjukkan reaksi kinetik terhadap lafal, jeda, intonasi, dan tekanan yang lazim atau baku dan tidak Anda tentu akan mudah memahami maksud atau isi kalimat bacaan yang dibaca. Akan tetapi, dalam bahasa lisan tidak semudah itu. Hal ini disebabkan bahasa lisan berkaitan dengan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda. Lafal yaitu cara mengucapkan bunyi bahasa. Pelafalan sebuah bunyi bahasa akan menentukan makna. Melafalkan kata yang tidak tepat dapat menyebabkan salah pengertian. Pelafalan kata tertentu yang salah akan menyebabkan kata tersebut menjadi kata tidak baku atau tidak sesuai dengan kaidahbahasa Indonesia. Perhatikan contoh kalimat-kalimat berikut. a. Walaupun kamu berusaha meyakinkan, saya tetap merasa s angs.i s arat b. Kapal Livina tenggelam karena penumpang. c. Pekerjaan kalian harus ditulis dengan menggunakan kertas folio. Apabila Anda salah melafalkan kata-kata bercetak miring dalam kalimat tersebut, akan menjadikan kata tersebut salah arti. Bandingkan kalimat-kalimat tersebut dengan kalimat-kalimat berikut. s i a. Dia mendapatanks dari wali kelas karena tidak disiplin. s yarat b. Semua peserta telah mengikuti yangtelah di tetap kan. c. Penyakit polio harus dicegah sejak dini. Selain itu, jika kita tidak tepat dalam melafalkan dan menuliskan kata-kata tersebut, akan berubah menjadi kata tidak baku. Perhatikan contoh kalimat berikut. s a. Ia melamar menjadie ke rtarisdi perusahaan itu. s as . b. Kakakku saat ini sedang giat mempelajarite ra jadual ronda. c. Hal ini Pak Roni mendapat
38
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Ayo, cermati kata-kata bercetak miring dalam ketiga kalimat tersebut. Seperti diketahui, kata-kata bercetak miring dalam ketiga kalimat tersebut merupakan kata tidak baku. Kata baku dari s s s katas e ke rtaris adalah e kre taris kata bakuas e tra , adalah as tra , jadualadalah jadwal dan kata baku dari .
Gambar 3.1
Sekelompok orang ini sedang bercakap-cakap. Melafalkan kata yang tidak tepat ketika bercakap-cakap dapat menyebabkan salah pengertian.
: Sumber wordpress.com, 15 April 2008
Jeda mengandung makna perhentian sebentar dalam ujaran. Pada saat berbicara atau membaca, arus ujaran itu terhenti-henti oleh jeda. Jeda terbagi menjadi dua, yakni jeda sesaat yang me nunjukkan bahwa tutur masih akan dilanjutkan dan jeda panjang. Jeda sesaat dinyatakan dengan (,) atau titik koma (;), sedangkan jeda panjang dinyatakan dengan tanda seru (!), tanda tanya (?) atau tanda titik (.). Intonasi bermakna lagu kalimat. Intonasi merupakan ga bungan antara tekanan, nada, dan waktu yang menyertai suatu tutur dari awal sampai jeda akhir. Intonasi merupakan nada, je da, dan lafal. Tekanan bermakna perpaduan tekanan memberi kekuatan yang lebih besar dalam artikulasi pada salah satu bagian ujaran sehingga lebih menonjol dari bagian ujaran tinggi-re ndah ke ras-le m but lain. Tekanan berkenaan dengan , , panjang nde k dan kadang-kadang berhenti sebentar atau -pe , agak lama sebuah ujaran. Terdapat dua jenis tekanan, yaitu tekanan aksen dan tekanan kalimat. Tekanan aksen digunakan untuk melafalkan kata yang penting dengan cara diucapkan. Sementara tekanan kalimat digunakan untuk menyatakan kata penting dalam kalimat.
Kemasyarakatan 39
a.
Tahukah Anda?
Dalam berkomunikasi, kita tentu harus menggunakan lafal, intonasi, jeda, dan tekanan yang tepat. Jika tidak, pendengar akan sulit memahami maksud dan tujuan kita.
: Sumber Keterampilan Berbicara, Angkasa
Tekanan aksen Dalam bahasa Indonesia, dikenal tiga macam tekanan aksen, yaitu sebagai berikut. tinggi 1) Tekanan nada ( -re ndah suara ) Contoh: (a) B a w a. (memberi tahu) (b) B a w a? (bertanya) (c) B a w a! (menyuruh) (Suku kata atau huruf dan kata yang diberi tanda, dalam pengucapannya menggunakan tekanan agak tinggi.) ke 2) Tekanan dinamik ( ras-le m but suara ) Contoh: (a) Imam Utomo s i a n g t a d i meninjau persiapan penanga antisipasi bahaya Gunung Kelud. (bukan waktu lain) (b) I m a m U t o m o siang tadi meninjau persiapan penanga antisipasi bahaya Gunung Kelud. (bukan orang lain) (c) Imam Utomo siang tadi meninjau persiapan penanganan antisipasi bahaya Gunung Kelud. (bukan sedang bekerja) (Kata atau kelompok kata yang ditulis renggang, diberi tekanan dalam pengucapannya). panjang nde k 3) Tekanan tempo ( -pe ) Contoh: (a) Ahmad a..kan per..gi ke Bandung Tekanan diakan danpe rgi pentingkan pada . (b) Me....na ....bung sarana menuju ka ...ya Tekanan m dipentingkan pada e nabung kaya. dan b. Tekanan kalimat Tekanan kalimat dipergunakan untuk menyatakan kata pen tin dalam kalimat. tinggi-re ndah 1) Tekanan nada ( ) Contoh: (a) Hari Senin Bapak saya akan pergi. (bukan hari lain) (b) Hari Senin Bapak saya akan pergi. (bukan bapak orang lain) (c) Hari Senin saya akan pergi. (menyatakan keyakinan pasti pergi) (Tekanan nada tinggi ditekankan pada kata yang berdiagram) ke -le 2) Tekanan dinamis ( ras m but ) Contoh: (a) HariSelasa pergi. (pasti hari Selasa bukan hari lain) Ibu (b) Hari Selasa pergi. (Ibu yang pergi bukan orang lain) Ibu
40
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
(c) Hari Selasa Ibu pergi (tentu pergi) (Penekanan dilakukan pada kata bercetak tebal) panjang nde k -pe ) 3) Tekanan tempo ( Contoh: Mem-ba-ca salah satu keterampilan berbahasa yang perlu di-mi-li-ki siswa. m Penekanan dilakukan terhadapm e m baca kata (bukan e nulis), dim iliki dihapal. (bukan ) 2. Mengomentari lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak lazim Memberikan komentar berarti mengajukan pertim bangan atau pendapat terhadap sesuatu. Mengomentari dapat diajukan apabila kita menguasai atau memahami sesuatu yang akan dikomentari. Komentar dapat berupa pernyataan setuju, pernyataan tidak setuju, usulan, kritik, atau sanggahan yang bersifat tidak memaksa. Mengomentari lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak lazim atau baku dan yang tidak, dapat dilakukan terhadap tuturan atau informasi yang disampaikan secara lisan. Nah, sekarang cermatilah wacana berikut. Dalam wacana tersebut sudah diberi tanda lafal dan tanda intonasi. Sepakatilah dengan guru Anda untuk membacakan wacana berikut dengan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tepat. Ayo, bacakanlah wacana tersebut secara bergantian. Status Siaga Gunung Kelud
bahayaGunung Kelud//Daerah rawan letusan/antara lain adalah Kecamatan Kepung/ ^ Ploso/Klaten/Watés/ dan Ngancar//Gunung Kelud status menaik menjadi Awas/sekitar ^ lima belas ribu warga yang tinggal di daerah Gunung Kelud ini harus segera mengungsi// ^ Pemda Kediri sudah menyiapkan tendatenda serta kendaraan untuk mengungsi// ^ Hingga pukul 14.00 WIB tadi/ suhu air kawah 0 Gunung Kelud mencapai 36,2 C/pada kedalaman 15 m di bawah permukaan//Hari ini/ telah terjadi dua kali gempa yang menunju[k] kan adanya aktifitas magma di perut bumi/ sejak status Gunung Kelud Siaga pada hari www.wordpress.com, 15 April 2008 Sumber: Menyusul ditetapkannya Siaga Gunungminggu kemarin//Warga dilarang mendekat ^ Kelud/Jawa Timur/ Imam Utomo/ siang tadi sejauh radius 10 km dari puncak gunung// ^ meninjau persiapan penanganan antisipasi Seputar Indonesia, RCTI Sumber:
Kemasyarakatan 41
Keterangan: Tanda lafal [ ] : huruf yang di dalam kurung siku tidak dibaca e. Contoh, kata ka ané é : bunyinya lebih ditekankan daripada s e patu bandingkan dengan kata . Tanda Intonasi ^ : menaik – : mendatar : ^ menurun Tanda Jeda / : berhenti sejenak // : berhenti agak lama
Tentu Anda dapat memberikan komentar pembacaan terhadap tersebut. Komentar Anda tentu sangat beragam. Perhatikan contoh komentar berikut.
Menurut saya, ada beberapa lafal dan intonasi yang kurang tepat ketika Anda menyampaikan informasi tersebut. Sebaiknya Anda rajin berlatih kembali. Dengan demikian, saya dapat lebih memahami informasi yang Anda sampaikan.
Lalu, bagaimanakah dengan Anda? Ayo, ungkapkan komenta Anda terhadap pembacaan wacana yang disampaikan oleh teman Anda itu.
Latihan Pemahaman
1. Bacakanlah teks percakapan berikut ini oleh tiga orang teman Anda di depan kelas deng lantang. Sementara itu, teman-teman Anda yang lain menyimaknya dengan tepat. Berika penilaian untuk ketepatan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak lazim atau baku da tidak dari pembacaan teks percakapan yang dilakukan oleh ketiga teman Anda itu.
Anas : Aku tak mau pergi sebab aku tidak Hasan Ada orang, ada orang jangan ber: berdosa kepadamu. gelut di sini. Nanti teruskan di alunHadi : Kau ingin saya tempeleng lagi? alun saja. Anas : Aku mau pergi setelah aku mengerti Anas : Baiklah aku akan pergi, karena kau tidak kesalahanku. sanggup memberi alasan,tidak akan kau Hadi : Tidak usah mengerti! Ini bukan sanggup mempertanggungjawabkan ber hitung, bukan aljabar, dan bukan perbuatanmu. pelajaran lain. Pergi! Hadi : Aku tidak usah bertanggung jawab ( Hadi mendorong Anas, tapi Anas mekepadamu. Dan awas kalau berani lawannya. Mereka hampir bergelut. Tiba- meng adukan hal ini kepada Pak Yoso! tiba terdengar suara orang mendehem ( Anas pergi menoleh kepada Hasan) di luar) Hadi : Gila dia….. kurang ajar benar! ( Hadi berenggut sambil bertolak pinggang)
42
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Hasan Cukuplah Hadi. Kau sudah memberi : Hasan Ya, tidak hilang. Pulpennya itu di: pelajaran kepadanya….ha, ha, ha….. jualnya dan karena dia benci kepadamu dia rasakan sekarang. maka kau dituduhnya mencuri. Hadi : (masih merenggut kemudian duduk Hadi : Tetapi aku tahu dia tidak menuduhdi meja) ku. Hasan Hadi aku tidak mengerti mengapa Hasan : : Benar. Hadi, dia memang tidak -me kau masih mau bergaul dengan anak nuduh secara terang- terangan. Tetapi, semacam Anas. Apakah kau lupa, tahukah kau diadu kan kepada Pak apa yang telah diperbuat si Anas Bas? ter hadap dirimu? Hadi : (menggelengkan kepala) Hadi : Saya tidak mengerti maksudmu, Mengapa Pak Bas tidak menghukum Hasan? aku? Hasan Masak kau sudah lupa? : Hasan Karena Anas tidak dapat memberikan : Hadi : (mengingat-ingat) bukti-bukti yang nyata. Menurut ingatanku, kaulah yang pernah : Bagaimana kau dapat mengetahui Hadi bertengkar dengan Anas. hal itu semua? Hasan Benar aku pernah bertengkar : Hasan Begini. Waktu itu sedang beristirahat. : dengan Anas, tetapi hal itu belum Ketika Anas sedang mengadukan hal seberapa. Aku hanya dituduh menitu kepada Pak Bas di dalam kelas jiplak pekerjaan nya. Lain persoalan secara tidak sengaja kebetulan aku dengan kau…. masuk mau mengambil buku Ilmu Hadi : Aku? Mengapa aku? bumi. Kudengar apa yang dipercakap Hasan Ha, ha, ha…. masakan kau lupa : kan. Lalu, aku pura-pura mencari Hadi? Ha, ha, ha….. buku, agar dapat kudengar semua Hadi : (membentak). Kau gila Hasan? Apa yang laporan Anas itu. kau tertawakan? Aku tidak mengerti! Hadi : (menggigit bibir, mukanya masam dan Hasan Kau lupa tentang fitnah Anas ter: sekali-kali mengepalkan tinjunya). hadapmu, Hadi? Hasan Tidaklah perlu kita membalas dendam : Hadi : (semakin tak sadar, kemudian meloncat kepada si Anas. dari atas meja makan mendekati Hasan). : Apa maksudmu? Hadi Fitnah bagaimana? Hasan Lusa akan ada ulangan ilmu bumi : Hasan:Bukankah kau yang dituduh mencuri dan sejarah. Kita curi dan kita sempulpennya? bunyikan buku-buku Anas agar dia Hadi : Seingat saya tidak menuduh, hanya tidak dapat belajar. Kalau dia mau menanyakan pulpennya kepadaku. pinjam buku jangan kita beri. Hasan Tetapi, tahukah kau Hadi bahwa pul: Hadi : (tunduk tidak menjawab) pen Anas itu sebenarnya tidak hilang? Bentrokan dalam Asrama karya Disadur dari: Hadi : Tidak hilang? Achdiat K.M
2. Lafalkanlah kata-kata berikut dengan tepat sehingga jelas perbedaan maknanya. a. bang – bank f. syak – sak b. tang – tank g. seni – zeni c. fakta – pakta h. zus – jus d. sah – syah i. pak – vak e. khas – kas j. apel (e =pepet) – apel (e = taling) 3. Susunlah kata-kata tersebut dalam kalimat sehingga semakin jelas perbedaan maksud atau artinya.
Kemasyarakatan 43
Tugas
1. Simaklah sebuah acara berita di televisi atau radio. Catatlah apabila pembicara atau pembawa acara melakukan kesalahan dalam melafalkan kata atau kelompok kata dalam acara tersebut. 2. Tuliskan pula perbaikan dari kesalahan dalam pelafalan kata-kata tersebut sehingga menjadi tepat. Tuliskan pekerjaan Anda itu dalam format seperti berikut. Nama Acara : ... Waktu Penayangan : ... Nama Pembawa Acara : ... No. Kesalahan Pelafalan Kata Seharusnya Keterangan
Pada pelajaran ini Anda diharapkan mampu menggunakan kata atau bentuk kata yang sama dalam perincian dengan memerhatikan keefektifan dan keefisienan perincian.
Tujuan Belajar
B. Menulis dengan Memanfaatkan Kategori atau Kelas Kata
Anda tentu gemar menulis, bukan? Tulisan yang Anda susun itu merupakan rangkaian kata-kata yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi indah dan enak untuk dibaca. Begitu juga ketika Anda membaca sebuah wacana. Wacana tersebut disusun atas rangkaian-rangkaian kata sedemikian rupa sehingga menjadi mudah dipahami maksud atau makna wacana tersebut. Sekarang, sebelum Anda belajar menulis dengan memanfaatkan kelas kata, bacalah wacana berikut dengan saksama. Gaya Hidup Rendah Emisi
www.wordpress.com, 16 April 2008 Sumber:
Laporan bertajuk Global Environment Hidup PBB (UNEP) akhir Oktober lalu Outlook 4 yang dirilis oleh Program Lingkungan mengingatkan kembali tentang ancaman bencana
44
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
global akibat perubahan iklim. Kian pekatnya Dalam masalah transportasi, gaya hidup gas rumah kaca di atmosfer menyebabkan rendah emisi bisa dimulai dengan membudayakan berjalan kaki, bersepeda, dan bumi yang kita tempati semakin panas. Dalam satu abad ini, suhu bumi diperkirakan akan memanfaatkan transportasi umum. Dengan demikian, emisi gas rumah kaca bisa dikurangi. meningkat antara 1,8 hingga 4 derajat celcius. Untuk itu, kesan bahwa bersepeda identik Padahal, kenaikan 2 derajat celcius saja sudah dengan kemiskinan harus dibuang jauh-jauh. cukup untuk memusnahkan sepertiga spesies Di sebagian negara Eropa, bersepeda justru yang hidup saat ini (UNEP, 2007). menjadi simbol kesadaran terhadap kesehatan Laporan lain yang diterbitkan oleh WWF dan International (Living Planet Report, 2006) me - lingkungan. Saat ini, pemakaian kendaraan nyebutkan bahwa rata-rata setiap manusia bermotor menyum bang hampir seperempat membebani bumi hampir satu setengah kali emisi gas rumah kaca di Indonesia atau sekitar 72 juta lipat dari kemampuannya. Sebagian besar beban ton karbon dioksida per tahun. lingkungan tersebut akibat penggunaan sumber Dalam masalah makanan, gaya hidup rendah energi fosil yang berlebihan. Bumi sudah terlalu emisi bisa diwujudkan dengan membatasi lelah untuk memenuhi kebutuhan 6,7 miliar konsumsi makanan hewani, khususnya daging. penduduknya secara berkesinambungan. Langkah ini merupakan salah satu cara efektif Sekalipun demikian, populasi pendudukuntuk mengerem emisi gas rumah kaca dan bukanlah satu-satunya penyebab masalah. menghemat lahan. Produk ternak, terutama daging, saat ini menyumbang hampir seperlima Sifat konsumtif sebagian umat manusia yang emisi gas rumah kaca dunia dan memakan telah mendorong eksploitasi dan pencemaran alam secara masif menjadi faktor yang lebihsepertiga luas permukaan daratan (McMichael, dominan. Persis seperti ungkapan Mahatma2007 dan FAO, 2006). Gandhi, "Bumi mampu mencukupi kebutuhan Cara lain untuk mewujudkan gaya hidup yang rendah emisi dalam hal makanan manusia, tetapi tidak akan mampu memenuhi adalah dengan membeli produk makanan keserakahan kita." lokal. Proses transportasi produk makanan Tengoklah Amerika Serikat, dengan polokal menimbulkan lebih sedikit emisi gas pulasi kurang dari 5 persen jumlah penduduk rumah kaca dibandingkan dengan produk bumi, negara tersebut mengonsumsi hampir impor. Penelitian yang dilakukan di Amerika 25 per sen produksi gas alam dan minyak Serikat, Jepang, dan Inggris juga membuktikan bumi dunia (BP Statistical Review, 2006). Setiap bahwa mengonsumsi produk makanan lokal penduduk negara tersebut juga menyumbang lebih bermanfaat bagi lingkungan (Schwind, pencemaran karbondioksida 5 kali lebih banyak 2005). dari rata-rata penduduk dunia lainnya (World Gaya hidup rendah emisi di rumah dapat Resource Institute, 2007). Lima bumi pun diwujudkan dengan menghemat energi dalam tidak akan cukup jika semua manusia di bumi pemakaian perlengkapan elektronika. Alatmemiliki pola konsumsi seperti ini. alat tersebut harus digunakan seperlunya dan Banyak orang yang tidak sadar bahwa dimatikan saat tidak diperlukan. Kebiasaan masalah perubahan iklim tidak bisadiatasi menghabiskan waktu untuk menonton televisi hanya dengan pendekatan teknis tanpa me-juga perlu dikurangi. lakukan perubahan gaya hidup. Oleh karena Pemakaian pendingin ruangan (AC) itu, sudah saatnya kita membangun kesadaran harus dibatasi, bahkan kalau perlu ditiadakolektif untuk membudayakan gaya hidup kan. Dengan kondisi iklim seperti di rendah emisi gas rumah kaca. Gaya hidup Indonesia, kenyamanan rumah bisa dihadirini dapat diwujudkan dalam berbagai sisi kan tanpa memerlukan AC. Hal tersebut kehidupan sehari-hari, mulai dari masalah dapat diwujudkan melalui desain tata transportasi, makanan, tempat tinggal, hingga ruang, pemilihan material bangunan, dan kebiasaan berbelanja.
Kemasyarakatan 45
pengaturan sirkulasi udara yang tepat serta penggunaan AC di rumah justru menjadi perdengan penghijauan lingkungan di sekitar tanda bahwa rumah tersebut dibangun tanpa rumah. Tingginya ketergantungan terhadap mempedulikan kondisi lingkungan setempat.
www.republika online.com Sumber:
Setelah membaca wacana tersebut, kata dapat dibedakan menjadi beberapa kelas kata atau kategori berikut. 1. Kata kerja Kata kerja (verba) adalah kata yang menyatakan makna Tahukah Anda? perbuatan, pekerjaan, tindakan, proses, atau keadaan. Contoh: mendominasi memarahi Kata adalah satuan bahasa melalui memasuki terkecil yang dapat berdiri digugat dituduh sendiri dengan makna 2. Kata benda yang bebas. Berdasarkan Kata benda (nomina) adalah kata yang mengacu pada pengertian tersebut, kata memiliki ciri-ciri sebagai manusia, benda, konsep, atau pengertian. Contoh: berikut: sistem pengacara 1. berbentuk satuan operasi persidangan terkecil dunia kantor 2. mengandung makna 3. Kata ganti yang bebas : Kata ganti (pronomina) adalah kata yang menggantikan Sumber Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, kata benda atau kata yang dibendakan. Menurut fungsinya, Balai Pustaka kata ganti dibedakan menjadi sebagai berikut. a. Kata ganti orang adalah kata ganti yang mengacu pada orang. Contoh: kami Anda saya kamu mereka dia b. Kata penunjuk, meliputi: 1) petunjuk umum, contoh ini, itu 2) petunjuk tempat, contoh sini, situ, sana 3) petunjuk ihwal, contoh begini, begitu c. Kata tanya adalah kata ganti yang dipakai untuk me nandai suatu pertanyaan. Contoh: Kata apa siapa mengapa kapan (ke)berapa Fungsi menanyakan barang atau hal menanyakan orang menanyakan alasan, sebab menanyakan waktu menanyakan jumlah
46
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
mana di mana ke mana dari mana bagaimana yang mana 4.
menanyakan pilihan menanyakan keberadaan menanyakan tempat tujuan menanyakan tempat asal menanyakan keadaan menanyakan pilihan
Kata sifat Kata sifat (ajektiva) adalah kala yang dipakai untuk meng ung kapkan sifat atau keadaan orang, benda, atau binatang. Contoh: lunak gerah apes sering ilegal bersahaja 5. Kata keterangan Kata keterangan (adverbia) adalah kata yang memberi keterangan atau penjelasan pada kata lainnya. Keterangan sebagai jenis kata harus dibedakan dengan keterangan sebagai fungsi kalimat. Contoh: paling diam-diam secara habis-habisan akhirnya sebaiknya 6. Kata depan Kata depan (preposisi) adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur pembentuk frase preposisional. Bentuk dan fungsi-fungsi kata depan adalah sebagai berikut. Contoh: Kata bagi untuk buat guna dari dengan di karena sebab ke oleh Fungsi menandai hubungan peruntukan menandai hubungan asal, arah dari suatu tempat atau milik menandai hubungan kesertaan atau cara menandai hubungan tempat berada menandai hubungan sebab menandai hubungan arah menuju suatu tempat menandai hubungan pelaku
Kemasyarakatan 47
pada tentang sejak bersama beserta menjelang sekeliling sekitar selama sepanjang terhadap bagaikan daripada kepada
menandai hubungan tempat atau waktu menandai hubungan ihwal atau peristiwa menandai hubungan waktu dari saat yang satu ke saat yang lain menandai hubungan kesertaan menandai hubungan waktu sesaat sebelum menandai hubungan ruang lingkup geografis menandai hubungan ruang lingkup geografis atau waktu menandai hubungan kurun waktu menandai hubungan kurun waktu atau bentang lokasi menandai hubungan sasaran atau objek menandai hubungan arah menandai hubungan pemiripan menandai hubungan perbandingan menandai hubungan arah ke suatu tempat
oleh karena menandai hubungan penyebaban oleh sebab sampai dengan selain dari 7. menandai hubungan batas waktu menandai hubungan perkecualian
Kata penghubung Kata penghubung (konjungsi) adalah kata lugas yang menghubungkan dua kata, frase, atau klausa, kalimat, atau paragraf. Contoh: Kata Fungsi
dan, kemudian, lain, serta, kemudian, setelah hubungan penambahan itu, selanjutnya hubungan pemilihan, atau hubungan perlawanan tetapi, sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sewaktu, sementara, hubungan waktu sambil, seraya, selagi, selama
48
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
sehingga, sampai
hubungan waktu
jika. kalau, jikalau, asal(kan), apabila, manakala hubungan pengandaian andaika, seandainya, andaikan, umpamanya, hubungan tujuan sekiranya agar, supaya, biar, biarpun, meskipun, sekahubungan konsesif lipun, walau(pun), sungguhpun, kendati(pun) seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, se perti, hubungan pemiripan sebagai, laksana sebab, karena, oleh karena sehingga, sampai(-sampai), maka bahwa, yang hubungan penyebaban, hubungan pengakibatan hubungan penjelasan hubungan cara
dengan, baik... maupun..., tidak...tetapi..., buhubungan korelatif kan ... melainkan .. 8. Kata seru Kata seru (interjeksi) adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati manusia. Contoh: asyik alhamdulillah Subhanallah insya Allah sialan lho ayo hai 9. Kata sandang Kata sandang adalah kata yang menyertai nama benda, binatang, atau orang sebagai petunjuk status dari nama-nama yang disertainya itu. Contoh: sang sri hang dang para si 10. Kata bilangan Kata bilangan (numeralia) adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang, binatang, atau barang, dan konsep. Berdasarkan bentuknya, bilangan terbagi menjadi se bagai kata berikut. a. Bilangan pokok, contoh nol, tujuh, sepuluh, saptamarga, dasadarma, banyak, beberapa. b. Bilangan tingkat, contoh kedua, keliga, keempat. Berdasarkan tentu atau tidaknya, kata bilangan diklasifikasikan menjadi sebagai berikut. a. Bilangan tentu, contoh satu, tiga, kedelapan, sepersepuluh. b. Bilangan tak tentu, contoh beberapa, banyak, sedikit.
Kemasyarakatan 49
Latihan Pemahaman
1. Bacalah wacana berikut dengan cermat.
Untuk mengentaskan kemiskinan melalui Posdaya yang dibentuk harus mampu pemberdayaan keluarga, aparat harus mampu menjadi pusat berbagai informasi untuk membangun partisipasi masyarakat agar maumenuju tujuan utama pembangunan milenium turut serta. Semua komponen harus bergerak atau millenium development goals (MDGs). bersama, jangan hanya bertumpu dan berharap Misalnya,informasi mengenai pendidikan, kepada pemerintah. kesehatan, dan peningkatan perekonomian Ketua Yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono keluarga. Pem bentukan posdaya itu bisa dari Suyono, mengemukakan hal itu di hadapan sewarga, kelompok koperasi, kelompok majelis jumlah camat di Kota Serang, Banten, kemarin. taklim di mesjid-mesjid, atau lembaga sosial. "Mulai dari kepala desa, lurah, camat, bahkan "Tapi, yang jelas leading sector dari posdaya sampai walikota atau bupati harus mampu memharuslah manusia," katanya. Jadi, nantinya ukuran bangkitkan partisipasi masyarakat," katanya. keberhasilannya bukan jumlah kekayaan yang Untuk itu, pengentasan kemiskinan harus dimiliki, tetapi berapa banyak warga masyarakat dilakukan secara terkoordinasi antara lembaga. mampu dientaskan dari kemiskinan. yang Harus ada koordinasi yang baik antarlembaga kasinya, banyaknya anak usia sekolah yang Indi yang terkait, antara lain Dinas PU, Dinas bisa bersekolah, makin banyaknya jumlah warga Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta lembagamasyarakat yang sehat, serta makin berkuranglembaga yang terkait dengan perekonomian. nya balita penderita gizi buruk. Selain koordinasi antarlembaga, dituntut pula komitmen yang tinggi tiap lembaga yang terkait. Diawali dengan pendataan yang akurat, lalu dilakukan sweeping untuk menemukan keluargakeluarga miskin yang memang benar-benar me merlukan bantuan. Haryono menyebutkan bahwa keluarga muda harus mem peroleh prioritas untuk dientaskan kemiskin an nya.- Me ng entas kan kemiskinan, katanya, perlu pula melibatkan keluarga-keluarga mampu. "Mereka harus diajak untuk peduli terhadap keadaan lingkungannya sehingga bisa turut berpartisipasi terhadap program pengentasan kemis kinan," tutur ketua Yayasan Damandiri itu. Sumber:Tempo, 15 November 2007 Seperti dikemukakan di berbagai daerah lainnya, di Serang, Banten pun, dia menyebutkan, Guna mencapai hal tersebut, Haryono upaya pengentasan kemiskinan lebih efektif menge mukakan, tiap instansi yang ada harus dilakukan dengan cara pembentukan kelompok. berkomitmen. Di dunia pendidikan, diupayaApapun namanya, menurut Haryono, pemkan setiap anak usia sekolah tetap bisa berbentuk an kelompok itu mempermudah tiap sekolah. "Nggak peduli dari keluarga tidak anggota keluarga melakukan berbagai kegiatan mampu. Oleh karena itu, libatkan keluarga ekonomi guna menunjang peningkatan per yang mampu, agar mau membantu," katanya. ekonomian keluarga. Walau begitu, kelompok Anak usia dini harus bisa masuk pendidikan yang dibentuk tetap mengacu pada pemanak usia dini (PAUD). berdayaan keluarga (posdaya).
Pemberdayaan Keluarga
50
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Usai menyampaikan paparannya di hadapan warga masyarakat Serang menyadari setiap para camat di Serang, Ketua Yayasan Damandiri arti pengentasan. "Dengan demikian, seakan itu juga menyaksikan penandatanganan nota ke- komponen mau berpartisipasi. Konsep luruh sepakatan di Cilegon, Banten. Nota kesepekatan pengkapasitasan juga termasuk dalam program kerja sama antara Rumah Sakit (RS) Puri Mandiri dicanangkan, lalu pembentukan kelompokyang Kedoya, Jakarta Selatan, dan Krakatau Medika, kelompok pemberdayaan," ujarnya. Cilegon, itu dilakukan antara direktur utama Meski demikian, dia mengatakan bahwa masing-masing RS. Yakni, Loet Affandi dari RS dalam mengentaskan kemiskinan yang menPuri Mandiri dan Suhardianto dari RS Krakatau konsep utama adalah anggota masyarakat jadi Medika. sebagai subjek. "Masyarakat bukanlah objek, Di bagian lain, Pelaksana Tugas (Plt) Wali harus menjadi subjek," katanya. Dengan dia Kota Serang, Banten, Asmudji, mengungkapkan demikian, warga masyarakat bisa menjadi bahwa kalau semua elemen yang ada di Serang pelaku ekonomi. para saling mendukung, program pemberdayaan Untuk mencapai pengentasan kemiskinan, keluarga guna menuju pengentasan kemiskinAsmudji mencanangkan, pada akhir tahun an bisa berjalan dengan baik. "Insya Allah, ini target utamanya ialah menuntaskan wajib akan tercapai," ucapnya. Selaku wali kota, dia belajar sembilan tahun bagi anak-anak usia telah mempersiapkan konsep pengentasan sekolah. Selain itu, di bidang kesehatan, dia kemiskinan. menargetkan bisa menekan angka balita gizi Menurut dia, pengentasan kemiskinan yang buruk. Terakhir, tentu diupayakan menekan akan dijalankan di Serang akan diawali dengan angka kemiskinan. langkah penyadaran. Penyadaran dilakukan agar
Suara Karya, 9 April 2008 dengan pengubahan Sumber:
1. Tentukanlah setiap kata dalam wacana tersebut berdasarkan kelas atau kategori kata yang telah Anda pelajari. 2. Tentukan pula ketepatan penggunaan kata dari wacana tersebut berdasarkan kelas kata dan ka tegori kata yang telah Anda pelajari. 3. Bahaslah ketepatan pelajaran Anda itu bersama teman-teman Anda dalam diskusi kelas. 4. Perbaiki pekerjaan Anda jika masih terdapat kesalahan.
Tugas
1. Tulislah sebuah karangan singkat yang bertemakan kemasyarakatan. Panjang karangan yang Anda tulis minimal lima paragraf. 2. Gunakanlah kelas kata atau kategori kata-kata yang tepat dalam karangan Anda itu. Dengan demikian, karangan Anda menarik untuk dibaca. 3. Kumpulkan karangan Anda itu berdasarkan waktu yang telah ditentukan oleh guru Anda.
Intisari Pelajaran 3
bahasa lisan, tidaklah semudah itu. Bahasa lisan selalu berkaitan dengan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda.
Kemasyarakatan 51
komentar berarti mengajukan pertimbangan atau pendapat ter hadap se suatu. Komentar dapat berupa pernyataan setuju, pernyataan tidak setuju, usulan, kritik, atau sanggahan yang bersifat tidak memaksa. Mengomentari lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tidak lazim atau tidak baku dapat dilakukan hadap aturan atau informasi yang ter disampaikan secara lisan. merupakan suatu yang mutlak. Jadi, Anda dituntut memahami dan jenis kelas kata dalam bahasa Indonesia agar tidak membosankan. Komunikasi akan berlangsung dengan baik apabila menggunakan kata-kata yang bervariasi.
Refleksi
Setelah mengikuti pekerjaan ini, tentu Anda bagaimana mengomentari dan menyimak yang baik untuk memahami lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tepat. Sekarang, tentu Anda tahu bagaimana cara memberikan komentar yang tepat dan tidak menyinggung pera saan orang lain. Teruslah berlatih jika Anda ingin menjadi pintar. Jangan takut juga untuk bertanya kepada guru, orangtua, atau temanteman jika Anda menemukan kesulitan. Selain itu, sekarang Anda pun dapat berkomunikasi dengan menarik. Hal ini karena Anda telah mengetahui jenis-jenis kelas kata dalam bahasa Indonesia. Jadi, Anda pun dapat berkomunikasi denga menggunakan jenis kata yang beragam.
Latihan Pemahaman Pelajaran 3
1. Bacalah wacana berikut dengan cermat.
Berhati-hatilah memilih tempat untuk seorang pengumpul obat bekas yang bermembeli obat. Baru-baru ini, obat bekas nama MS di rumahnya, di kawasan Sidodadi yang sudah kedaluarsa diduga dipasarkan Surabaya. Obat-obat bekas ini merupakan di sejumlah tempat di Jakarta dan Surabaya. yang banyak dikonsumsi masyarakat, obat Salah satu pengumpul obat bekas ditangkap yakni obat sakit kepala, obat sakit flu, obat jajaran Reskrim Polresta Surabaya Timur sakit maag, dan berbagai macam vitamin. ketika tengah mengumpulkan obat bekas Tersangka MS mengaku telah menjadi pengdari para pemulung. umpul obat bekas sejak 10 tahun lalu. MS Ribuan obat bekas yang sebagian be- mengaku obat-obat bekas ini diperoleh dari sar sudah kedaluarsa ini diamankan jajaran setoran para pemulung. Reskrim Polresta Surabaya Timur dari rumah www.republikaonline.com Sumber:
2. Klasifikasikanlah setiap kata dalam wacana tersebut berdasarkan kelas kata atau ka tegori kata yang telah Anda pelajari. 3. Tulislah sebuah karangan singkat yang bertemakan kegiatan. Panjang karangan yang Anda tulis minimal empat paragraf. Gunakan kelas kata atau kategori yang tepat dalam karangan Anda itu. 4. Bubuhkanlah tanda lafal, tanda intonasi, dan tanda jeda yang tepat dalam karangan Anda itu sehingga Anda lebih mudah ketika diminta membacanya.
52
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Latihan Pemahaman Pelajaran 1 – 3
Pilihlah jawaban yang paling tepat. Untuk soal nomor 1 s.d. 3, bacalah wacana berikut. Tanggal 10 November merupakan salah satuSaat ini, ketika negara dan bangsa kita dari hari bersejarah yang sangat penting dalam memasuki periode baru yang penuh dengan perjalanan bangsa Indonesia. Sejak lebih dari berbagai masalah dan krisis, ada baiknya kita setengah abad yang lalu, tanggal 10 November mengenang dan merenungi kembali arti Hari telah dinyatakan oleh bangsa kita sebagai Hari Pahlawan 10 November. Dengan begitu, kita Pahlawan. Pada zaman Sukarno-Hatta, hari itu akan ingat kembali bahwa Republik Indonesia diperingati secara nasional sebagai Hari Besar yang sekarang ini adalah hasil perjuangan yang dirayakan secara khidmat, dan dengan rasa jangka waktu yang lama dari banyak dalam kebanggaan yang besar. orang yang terdiri atas berbagai suku, agama, Peringatan Hari Pahlawan merupakan keturunan ras, dan berbagai macam pandangan kesempatan bagi seluruh bangsa, bukan saja politik. Dengan merenungkan, secara dalamuntuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan dalam, berbagai tahap perjuangan bangsa itu, para pejuang yang tak terhitung jumlahnya demi akan makin jelaslah kiranya bagi kita maka memperjuangkan tegaknya Republik Indonesia semua, bahwa Republik Indonesia ini adalah yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus benar-benar milik kita bersama. 1945. Peringatan Hari Pahlawan 10 November www.smartschool.com Sumber: juga telah merupakan kesempatan yang baik untuk selalu memupuk rasa kesadaran bangsa. 1. Tema karangan singkat tersebut adalah …. bukan saja untuk mengenang jasaa. mengenang hari pahlawan jasa dan pengorbanan para pejuang b. pahlawan adalah kusuma bangsa yang tak terhitung jumlahnya demi c. pembela negara adalah pahlawan memperjuangkan tegaknya Republik d. siapa pahlawan itu Indonesia yang diproklamasikan pada e. arti hari pahlawan bagi para pejuang tanggal 17 Agustus 1945. Gagasan utama paragraf pertama karangan e. Dengan merenungkan, secara dalamdalam, berbagai tahap perjuangan bangsa singkat tersebut adalah …. itu, maka akan makin jelaslah kiranya a. 10 November merupakan salah satu bagi kita semua, bahwa Republik hari bersejarah yang sangat penting Indonesia ini adalah benar-benar milik dalam perjalanan bangsa Indonesia. kita bersama. b. Peringatan Hari Pahlawan 10 November merupakan kesempatan yang baik un3. Gagasan utama paragraf kedua dari karangan tuk selalu memupuk rasa kesadaran singkat tersebut adalah …. bangsa. a. 10 November merupakan salah satu c. Saat ini, ketika negara dan bangsa kita dari hari bersejarah yang sangat penting memasuki periode baru yang penuh dalam perjalanan bangsa Indonesia. dengan berbagai masalah dan krisis, ada b. Peringatan Hari Pahlawan 10 November baiknya kita mengenang dan merenungi merupakan kesempatan yang baik untuk kembali arti Hari Pahlawan 10 November. selalu memupuk rasa kesadaran bangsa. d. Peringatan Hari Pahlawan merupakan c. Saat ini, ketika negara dan bangsa kita kesempatan bagi seluruh bangsa, memasukiperiode baru yang penuh
Mengenang Arti Hari Pahlawan 10 November
2.
Latihan Pemahaman Pelajaran 1–3 53
dengan berbagai masalah dan krisis, d. tang – folio – vak – pakultas e. tank – folio – vak – fakultas ada baiknya kita mengenang dan merenungi kembali arti Hari Pahlawan 7. Menurut cerita bapak //Fikri// adalah penyanyi 10 November. terkenal. d. Peringatan Hari Pahlawan merupakan Berdasarkan penggalannya, maksud kalimat kesempatan bagi seluruh bangsa, untuk tersebut adalah .... mengenang jasa-jasa dan pengorbanan a. Bapaknya Fikri adalah penyanyi ter kenal. para pejuang yang tak terhitung jumlah- b. Bapak yang bernama Fikri penyanyi nya demi memperjuangkan tegaknya terkenal. Republik Indonesia yang diproklamasikan c. Fikri adalah penyanyi terkenal. pada tanggal 17 Agustus 1945. d. Cerita yang mengungkapkan bapaknya e. Dengan merenungkan, secara dalamFikri adalah penyanyi terkenal. dalam, berbagai tahap perjuangan bangsae. Berdasarkan cerita, bapaknya Fikri adalah itu, maka akan makin jelaslah kiranya bagi penyanyi terkenal. kita semua, bahwa Republik Indonesia ini 8. Kalimat yang berupa fakta adalah …. adalah benar-benar milik kita bersama. a. Profesionalisme adalah satu-satunya 4. Ikat kepala // anak itu. sya rat untuk menghasilkan produk yang Berdasarkan pemenggalannya, kalimat terbermutu. sebut menyatakan arti .... b. Hasil riset yang dilakukan di Jepang a. Anak itu diikat kepalanya. mengungkapkan bahwa air tidak hanya b. Anak itu diikat menggunakan ikat kepala. berespons terhadap kualitas kebersihc. Anak itu mengikat kepalanya. an, tetapi juga merespons perlakuan d. Ikat kepala milik anak itu. yang diberikan kepadanya, baik berupa e. Ikat kepala alat untuk mengikat. kata-kata, gambar, atau suara. c. Diperkirakan setiap negara dalam meng5. Bacalah kalimat berikut dengan saksama. atasi kesehatan menganut pola hidup Kareta api merupakan salah satu jenis sehat dengan memanfaatkan sumberkendaraan yang ekonomis dibandingkan sumber makanan alami. dengan kendaraan lain sehingga wajar apad. Badan Meteorologi dan Geofisika membila setiap hari selalu ... penum pang. perkirakan Kota Bandung hari besok akan turun hujan. Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat e. Menjelang hari Raya Lebaran di pertersebut adalah …. kira kan jumlah penumpang yang menga. syarat d. siarat gunakan bus kota menurun. b. sharat e. sarat 9. Kalimat yang merupakan pendapat, yaitu …. c. syaharat a. Air merupakan kebutuhan utama yang 6. (1) TNI dalam berperang menggunakan diperlukan oleh mahluk hidup, khususnya kendaraan .... manusia. (2) Tugas dikerjakan pada kertas …. b. Berdasarkan laporan bahwa korban (3) Pekerjaan itu sesuai dengan … keahlibencana alam sampai saat kemarin annya. masih kekurangan obat-obatan dan (4) Fikri memilih …hukum. kekurangan tenaga medis, begitu juga Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat masalah makanan. tersebut adalah …. c. Setelah dihitung, komputer yang ada di a. tank – polio – pak – pakultas ruang laboratorium ada 10 unit. b. tank – folio – pak – pakultas d. Menurut saya, dengan adanya Hand Phone c. tang – polio – pak – pakultas (HP) merupakan pemborosan uang.
54
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Belajar dan bekerja keras merupakan 14. bagian dari usaha untuk mencapai citacita hidup. 10. Bacalah paragraf berikut. Kesulitan atau kesuksesan hidup manusia sebenarnya banyak dipengaruhi oleh kerja kerasnya. Banyak orang yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, akhirnya menjelma menjadi orang yang sukses setelah bekerja keras. Benar kata pepapatah, tidak ada kesuksesan yang diraih dengan berleha-leha.
e.
Asupan makanan kita sebaiknya ter diri atas makanan yang seimbang. Ke seimbangan itu akan berpengaruh terhadap kesegar dan pertumbuhan an tubuh. Hindarilah memilih asupan yang hanya sejenis dengan terus-menerus. Salah satu cara menyeimbangkan asupan adalah dengan berpola empat sehat lima sempurna. Informasi yang penting dari wacana tersebut adalah ….. a. Makanan yang kita konsumsi harus empat sehat lima sempurna. b. Asupan makanan sebaiknya terdiri atas makanan yang seimbang. c. Menghindari makanan kimia. d. Memilih asupan yang sejenis secara terus-menerus. e. Makanan yang dikonsumsi menyehatkan.
Paragraf tersebut termasuk paragraf …. a. deduktif d. akibat-sebab b. induktif e. sebab-akibat c. analogi 11. Kalimat berikut yang termasuk kalimat baku, yaitu …. a. Bapak Gunawan sedang mengajarkan 15. Matematika. Sebuah penelitian yang dilakukan b. Buku saya kebawa olehmu ke sekolah. Charles Handy terhadap ratusan orang c. Bilang dulu coba sama saya. sukses diInggris memperlihatkan bahwa d. Ibu Nina mengajar bahasa Indonesia. mereka memiliki tiga karakter yang e. Jangan lewati kesempatan bagus ini. sama. Pertama, mereka berdedikasi tinggi ter hadap apa yang tengah dijalankannya. 12. Kalimat yang termasuk ragam bahasa tulis Kedua, mereka memiliki determinasi. ilmiah adalah …. Kemauan untuk mencapai tujuan, bekerja a. Begitu senangnya aku bersekolah di keras, berkeyakinan, pantang menyerah dan SMK. Banyak ilmu khusus yang saya kemauan untuk mencapai yang ditujuan pelajari, yang di SMA tidak ada. inginkannya. Ketiga, selalu berbeda de ngan b. Kampus SMK tempat saya sekolah orang lain. Orang sukses memakai jalan, begitu indah, sejuk, dan nyaman. bekerja yang berbeda c. SMK merupakan aset negara untuk men- cara, atau sistem umumnya. Dalam cetak tenaga terampil dan profesional se- dengan orang lain pada kehidupan nyata, hanya para climbers -lah suai dengan jenis sekolahnya. yang akan mendapatkan kesuksesan dan d. SMK adalah kebanggaanku di mana kebahagiaan sejati. saya mencari ilmu. e. Eksistensi SMK saya begitu gembira karena saya bisa mengembangkan bakat Paragraf tersebut termasuk jenis penalaran …. a. induktif d. perbandingan sesuai dengan hobi saya. b. sebab-akibat e. induktif 13. Berikut ini yang tidak termasuk langkahc. akibat-sebab langkah efektif dalam mengarang eksposisi 16. adalah.... Tanggal 17 Agustus 1945, merupaa. membaca karangan setelah tersusun kan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia b. menentukan topik sebab pada tanggal tersebut diproklamasic. menentukan tujuan kan kemerdekaan bagi rakyat Indonesia. d. mengumpulkan bahan Dilihat dari isi pernyataan, kalimat itu e. menyusun kerangka karangan termasuk ….
Latihan Pemahaman Pelajaran 1–3 55
Teknik membaca cepat harus dikuasai siswa. Teknik tersebut akan mempermudah Anda dalam menemukan gambaran umum isi teks, menemukan istilah tertentu, dan memperoleh simpulan. Oleh karena itu, teknik 17. Suasana perkampungan terasa nyaman. membaca cepat perlu dilatih dengan intensif. Kenyamanan itu ditambah dengan keberKarangan tersebut termasuk bentuk …. sihan lingkungan. Halaman yang tertata rapi a. eksposisi d. persuasi hasil desain yang apik memberikan kesan b. deskripsi e. narasi c. argumentasi bagi pengunjung yang melihatnya. 22. Deretan kata berikut yang termasuk kata Penggalan karangan tersebut termasuk bentuk baku adalah .... karangan …. a. rahasialah–silahkan–sekertaris–komplek a. eksposisi b. gubernur–propinsi–kwalitas–trampil b. narasi c. rahasia–silakan–sekretaris–kompleks c. persuasi d. pebruari–teks–putra–rubah d. deskripsi e. masarakat–kualitas–aktip–kreatif e. argumentasi 23. Penulisan atau pelafalan suku kata yang 18. tepat terdapat pada kata .... Kita harus selalu merenungkan a. suplemen = su–ple–men penca p aian hasil belajar setiap saat agar b. instrumen = in–stru–men memperoleh semangat yang tidak pernah c. aula = a–u–la padam. Materi pelajaran yang diperoleh d. saudara = sa–u–da–ra di sekolah harus dikuasai dengan baik. e. kualitas = kua–li–tas Pembang u nan negara membutuhkan calon 24. Saya akan tampil di panggung apabila … penerus bangsa yang cerdas. mendukung. Kata-kata yang tidak dapat me lengkapi Kata yang bertulis miring dalam kalimat terkalimat rumpang tersebut adalah .… sebut adalah kata yang berimbuhan. Kata d. cuaca berimbuhan yang bermakna proses adalah .... a. kondisi b. suasana e. situasi a. merenungkan d. membutuhkan c. keadaan b. pencapaian e. pelajaran c. diperoleh 25. (1) Virus flu burung dua tahun 19. Badan Meteorologi dan Geofisika membelakangan ini sudah membuat puluhan perkirakan bahwa musim penghujan di korban tewas sia-sia. (2) Bahkan, tercatat Intahun 2008 ini akan lebih lama. donesia merupakan salah satu negara denKalimat tersebut berisi pernyataan berupa .… gan korban paling besar di dunia. (3) Usaha pencegahan yang dilakukanpemerintah a. faktual d. ramalan selama ini ter kesan tidak efektif. (4) Buktib. pendapat e. rekaan nya, korban terus saja bertambah. (5) Oleh c. kritik karena itu, pemerintah harus berusaha 20. Kata-kata berikut yang tidak mengalami meningkatkan pencegahan virus flu burung pelafalan atau penulisan menjadi tidak baku agar korban tidak terus bertambah. adalah …. Kalimat berupa opini terdapat pada nomor .... a. sekertaris dari kata sekretaris a. 1 d. 4 b. rahasiah dari kata rahasia b. 2 e. 5 c. silakan dari kata silahkan c. 3 d. mentri dari kata menteri e. rubah dari kata ubah
a. kalimat pendapat b. kalimat bukan faktual c. kalimat opini d. kalimat fakta e. kalimat pernyataan
21.
56
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Pelajaran
4
Tempo, 20-3-2004 Sumber:
nemukan tabel, bagan, atau grafik. Tahukah Anda manfaat tabel, bagan, atau grafik dalam sebuah wacana? Nah, dalam pelajaran ini, Anda akan mendapatkan jawaban dari pelajaran tersebut. Dengan demikian, Anda akan memahami apa manfaat tabel, bagan, atau grafik dalam sebuah wacana. Dalam pelajaran ini, Anda pun akan belajar mengidentifikasi teks dengan teknik membaca cepat. Dalam pembelajaran tersebut, akan dibahas jenis teks deskripsi, narasi, dan eksposisi. Selain itu, dalam pelajaran ini Anda akan belajar memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat. Selamat belajar. Agar Anda dapat memahami pelajaran ini, perhatikanlah terlebih dahulu konsep Pelajaran 4 berikut ini.
Ragam Peristiwa
melalui kegiatan
Ragam Peristiwa Anda meKetika membaca sebuah wacana, terkadang
Memahami informasi tertulis Mencatat Memilih Jenis teks isi pokok fakta atau informasi opini Deskripsi Narasi Eksposisi
Ragam
Ragam
Ragam Ragam lisan fungsional tulisan
Alokasi waktu: 12 jam pelajaran
57
A. Memahami Informasi Tertulis
Tujuan Belajar
memahami informasi
menggunakan teks atau mencatat isi pokok menggunakan cara atau
menggunakan teknik
1. Membaca cepat dan mencatat isi pokok informasi dengan teknik yang benar Sebelumnya, Anda telah berlatih membuat ringkasan dari hasil membaca. Sekarang, Anda akan berlatih membuat catatan tanpa pola khusus. Catatan yang bersifat pribadi tidak mempunyai format khusus sehingga memungkinkan Anda untuk berkreasi. Catatan berfungsi sebagai pengingat hasil membaca untuk keperluan tertentu. Apapun jenisnya, catatan perlu disesuaikan dengan keperluan si pencatat. Catatan diperlukan untuk berbagai kepentingan, misalnya kepentingan sekolah, tugas, niaga, dokumen, bukti hukum, bukti sejarah, dan catatan harian atau biografi. Catatan yang disusun dari hasil membaca, dapat difokuskan padainformasi penting sesuai dengan keperluan, kata-kata asing atau kata yang dianggap asing (apabila hal itu penting untuk diketahui artinya), persoalan yang belum dipahami, kalimat-kalimat ya mengandung petuah, falsafah, dan kalimat yang mengandung kata kata mutiara, atau kalimat lainnya yang dianggap paling penting.
menggunakan cara atau
Gambar 4.1
Untuk menemukan pokokcepat.
Nah, untuk menemukan pokok-pokok isi bacaan, Anda da pat menggunakan teknik membaca cepat. Pembelajaran mem baca cepat telah Anda pelajari pada pelajaran yang lalu, bukan? Oleh karena itu, sebaiknya Anda membaca kembali pelajaran tersebut sebelum mempelajari pembelajaran ini.
Tempo, 2 April 2006 Sumber:
2. Memilih Fakta atau Opini dalam Wacana Sebelumnya, Anda telah belajar tentang fakta dan opini, bukan? Tentu Anda masih ingat dengan pembelajaran tersebut. Kalimat fakta adalah kalimat yang berisi pernyataan tentang sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi yang kebenarannya dapat dibuktikan dengan data. Sementara kalimat pendapat ada pernyataan yang hanya berdasarkan pemikiran sendiri sehingga kebenarannya tidak mutlak.
58
Berikut ini terdapat sebuah wacana yang berisi penelitian tentang pemberdayaan pemuda berwirausaha. Bacalah wacana tersebut dengan menggunakan teknik membaca cepat. Memberdayakan Pemuda Berwirausaha
www.republikaonline.com, 16 April 2008 Sumber:
Workshop International Pe-
Dalam workshop
Ragam Peristiwa 59
informasi mengenai workshop
broker -
-
www.republika.online.com. Sumber:
Setelah membaca cepat wacana yang merupakan laporan penelitian tersebut, tentu Anda dapat mengungkapkan pokokpokok pikiran dari wacana tersebut. Perhatikan pokok-pokok pikiran berikut yang merupakan pokok pikiran dari wacana tersebut.
Workshop workshop
60
Berdasarkan pokok-pokok informasi yang telah Anda catat itu, tentu Anda dapat menceritakan kembali informasi tersebut. Perhatikan contoh berikut.
Workshop
workshop
Ketika menceritakan kembali informasi tersebut, ceritakanlah dengan lafal, tekanan, dan intonasi yang tepat. Selain itu, ceritakanlah dengan kalimat yang mudah dipahami oleh teman-Anda. Dalam wacana tersebut, Anda dapat pula menemukan teman kalimat yang berisi fakta dan opini. Perhatikan contoh berikut. Contoh kalimat fakta 1. Pada 13 Februari 2008, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga melalui Deputi W orks hop Ke wirausahaan Pemuda dan Industri Olahraga menyelenggarakan Inte rnational Pengembangan Kewirausahaan Pemuda dengan tema "Membangun dan Mengembangkan Wira Usaha Muda Indonesia yang Berdaya Saing Tinggi dan Berwawasan Global". 2. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Bidakara Bumikarsa Jakarta ini diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri atas Organisasi Kepemudaan (OKP) di Jakarta dan Perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dari tujuh negara, yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, India, Australia, Jepang, dan Korea Selatan. Contoh kalimat opini Dalam memberdayakan pemuda, ada beberapa kategori pemuda yang perlu diberdayakan. Pertama, pemuda yang sudah mempunyai usaha sederhana dan memerlukan pengembangan. Kedua adalah pemuda yang mempunyai keahlian, tetapi tidak memiliki modal. Ketiga adalah pemuda yang mempunyai modal, tetapi tidak memiliki keahlian. Keempat, pemuda tidak mempunyai modal dan tidak mempunyai keahlian. Kategori paling banyak di Indonesia saat ini adalah pemuda kategori keempat.
Ragam Peristiwa 61
3. Mengidentifikasi jenis teks dengan menggunakan teknik membaca cepat Teks atau wacana terdiri atas jenis-jenis berikut. a. Karangan deskripsi Karangan deskripsi merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha penulis untuk memberikan perincianperincian dari objek yang dibicarakan. Deskripsi juga karangan yang melukiskan sesuatu, menyatakan apa yang diindra, melukiskan perasaan, dan perilaku jiwa dalam wujud kalimat. Berikut ini disajikan contoh karangan deskripsi. Cermatilah dengan baik. Sekilas tentang Teh Celup
-
inginan konsumen. -
-
ingredients
Dokumentasi Penerbit Sumber:
www.waspada.online.com Sumber:
b. Karangan eksposisi Pada dasarnya, karangan eksposisi mengungkapkan metode dan teknik analisis yang harus dapat menjelaskan, menguraikan, atau me nerangkan suatu gagasan kepada pembaca. Cara-cara yang biasa digunakan untuk menyampaikan informasi melalui penyajian karangan eksposisi adalah sebagai berikut.
62
1)
Metode identifikasi Metode yang berusaha menyebutkan ciri-ciri atau unsur- Tahukah Anda? unsur pengenal suatu objek sehingga para pembaca lebih Menurut Kamus Besar mengenal objek tersebut. Bahasa Indonesia KBBI 2) Metode perbandingan Metode yang berusaha membandingkan suatu objek yang digarapnya melalui perbandingan dengan suatu objek lain memaparkan tentang makyang telah dikenal. 3) Metode ilustrasi Metode yang dilakukan dengan cara menjelaskan suatu kaidah yang abstrak dengan membeberkan contoh-contoh konkret. menerapkan atau mengu4) Metode klasifikasi Metode yang dilakukan dengan cara membagi atau me- raikan suatu pokok pikiran ngelompokkan suatu objek ke dalam kelompok tertentu berdasarkan ciri-ciri khusus atau tertentu. 5) Metode definisi : Sumber Komposisi, Nusa Metode yang dilakukan dengan cara membatasi suatu ruang atau hal yang didefinisikan. 6) Metode analisis Metode yang dilakukan dengan cara membagi suatu subjek ke dalam komponen-komponennya. Fakta yang ada dalam karangan eksposisi dipakai hanya sebagai alat untuk mengkonkretkan, yaitu membuat rumusan dan kaidah yang dikemukakan itu lebih konkret. Bacalah contoh karangan eksposisi berikut dengan cermat. Sekilas tentang Sakit Kepala
lasi manusia pernah sekali merasakan sakit
ngendon masalah lain seperti mual, muntah, atau gangguan fungsi otot.
www.wordpress.com, 16 April 2008 Sumber:
Ragam Peristiwa
www.waspada.online.com, 16 April 2008 Sumber:
d. Karangan Narasi Narasi adalah suatu bentuk wacana yang sasaran utamanya berupa tindak-tanduk yang dijalin dan dirangkaikan menjadi sebuah peristiwa yang terjadi dalam suatu kesatuan waktu. Dengan kata lain, narasi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada pembaca tentang jalannya suatu kejadian. Berdasarkan tujuannya, karangan narasi terdiri atas narasi ekspositoris (teknis) dan narasi sugertif. Narasi ekspositoris adalah karangan narasi yang bertujuan memberi ketepatan informasi mengenai suatu peristiwa yang dideskripsikan. Narasi sugestif adalah yakni karangan yang mengajak pembaca untuk menyimpulkan atau memahami amanat yang terselubung pada suatu objek. Contoh bentuk karangan narasi sugertif adalah cerp dongeng, novel (karangan narasi fiksi), biografi, autobiografi, anekdot, sketsa, dan profil (karangan narasi nonfiksi). Bacalah contoh karangan narasi berikut dengan cermat.
Budaya dan Gadjah Mada Mimbar Indonesia Siasat
www.tokohindonesia.com. Sumber:
www.tokohindonesia.com, 16 April 2008 Sumber:
64
Latihan Pemahaman
1. a. Bacalah wacana berikut dengan menggunakan teknik membaca cepat. Saat Lampu Merah Menyala
gopek ran, mainan anak-anak, hingga camilan -
-
Jakarta.
pengemis, pengamen, anak jalanan, pethree in one
Eko. sopir metromini, melempar uang Rp500
"Gopek aja
-
Ragam Peristiwa 65
Bebas PMKS
-
-
Miskin Bertambah
Tempo, 7 Agustus 2005 Sumber:
www.suara pembaruan.com, 16 April 2008 Sumber:
b. Catatlah pokok-pokok penting dari wacana tersebut. c. Tuliskan kembali isi wacana tersebut berdasarkan catatan pokok yang telah Anda tulis.
66
d. Temukanlah fakta dan pendapat dari wacana tersebut. e. Setelah selesai, diskusikan pekerjaan Anda bersama teman-teman sekelas Anda. 2. Bacalah wacana-wacana berikut dengan cermat. Kemudian, tentukanlah jenis-jenis wacana tersebut. Manakah yang termasuk karangan narasi, deskripsi, dan eksposisi. Ungkapkan pula alasan dan jawaban Anda itu.
a. -
Di sini orang malu menggunjingkan orang
itu.
Menulis secara Populer Sumber: Marhimin
- recorder tuk lewat saja, sekitar satu meter. Di atas speaker,tape -
-
Menulis secara Populer Sumber: Marhimin
c. tuk tube Menulis secara Populer Sumber: Marahimin
tube -
Ragam Peristiwa 67
Tugas
1. Carilah tiga jenis wacana (deskripsi, eksposisi, dan narasi) di surat kabar atau majalah. Kemudian, lakukanlah kegiatan berikut ini. a. Analisislah ketiga jenis wacana tersebut berdasarkan jenisnya. Berikan alasan dan bukti yang mendukung pendapat Anda. b. Tentukanlah ide-ide pokok setiap wacana tersebut. c. Berdasarkan ketiga wacana tersebut, pisahkan manakah kalimat-kalimat yang mengandung fakta dan manakah kalimat-kalimat yang mengandung opini. 2. Setelah selesai, bahaslah pekerjaan Anda bersama teman-teman sekelas Anda.
Tahukah Anda?
cara-cara pengumpulan,
atau matriks untuk kepentingan perusahaan.
: Sumber Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMK,
4. Mengungkapkan gambar, bagan, grafik, atau diagra secara verbal dan mengubah menjadi nonverbal Ketika membaca sebuah wacana, Anda sering menemukan gambar, grafik, atau diagram. Penggunaan gambar, bagan, grafik, diagram, ataupun matriks dalam sebuah wacana dimaksudkan untuk lebih mudah dipahami dan mem persingkat penyajian dibandingkan dengan secara verbal. Pada ta praktis, pe taran nyajian dalam bentuk gambar, grafik, atau diagram, lebih praktis. Akan tetapi, berdasarkan tingkat kekomunikatifannya, penyajian informasi dalambentukgambar, grafik, atau diagram dirasa kurang komunikatif. Kekurangan tersebut terjadi karena dalam membaca gambar, bagan, grafik, atau diagram, diperlukan kejelian dan penafsiran yang akurat dari pembaca. Apakah grafik dan tabel itu? Grafik merupakan lukisan atau gambaran pasang surut suatu keadaan dengan menggunakan grafis atau gambar sebagai penjelas keadaan sesuatu tentang na turunnya hasil atau sesuatu yang diterangkan. Tabel adalah daftar yang berisi ikhtisar data informasi berupa kata-kata dan angka-angka (bilangan) yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur dan deret sehingga dengan mudah dibaca. Membaca dan memahami gambar, bagan, grafik, tabel, atau diagram memerlukan ketelitian yang tinggi. Berikut ini pedoman dalam membaca grafik dan tabel. 1. Cermati dan pahamilah judul grafik dan tabel. Judul grafik dan tabel menggambarkan informasi yang ringkas dan jelas. 2. Cermati dan pahamilah angka-angka, garis-garis, dan titik-titik, (simbol-simbol) yang ada dalam grafik dan tabel. Hal ini sebab angka-angka, garis-garis, dan titik-titik tersebut berisi informasi penjelasan tentang persoalan yang disajikan. 3. Cermati dan pahamilah keseluruhan grafik dan tabel dengan cara membacanya secara keseluruhan. Hal ini dilakukan agar kita mendapatkan informasi yang disajikan dan mudah menjelaskan isi grafik atau tabel.
68
Nah, sekarang perhatikan paparan berikut ini.
-
Jika penjelasan tersebut diterangkan dalam bentuk grafik, akan berwujud seperti berikut. Grafik 1.1 Jumlah Siswa Pendaftar SMK di Kota Bandung Tahun Pelajaran 2001/2002 s.d. 2004/2005
40000 27.605 20000
Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Sumber:
1. Cermatilah grafik berikut ini dengan cermat. Grafik 1.2 Pergerakan Rupiah Sepekan 30 Juli – 3 Agustus 2008
Nilai Rupiah 9700 9650 9600 9550 9500 9450 9400
1
2
45
minggu
Ragam Peristiwa 69
a. Berikanlah ulasan pergerakan rupiah terhadap dolar berdasarkan grafik tersebut. b. Berapakah nilai rupiah yang mengalami penurunan pada minggu ke-2, 3, dan 4? 2. Perhatikan tabel berikut. Lalu, jawablah pertanyaan-pertanyaan yang tersedia dengan ce Tabel Barang-Barang yang Diperlukan di Kantor
No. 1. 2. meja tulis 4. 5. 7. 8. 9. kertas A4 kursi guru kursi tamu komputer 4 set 5 unit 2 unit Jumlah Keseluruhan 25 rim Nama Barang white board Jumlah Harga Satuan/ Rp 150,000 25,000 25,000 450,000 25,000 150,000 1,000,000 4,000,000 12,000,000 4,000,000 2,000,000 24,000,000 Rp49,795,000 Jumlah Rp 270,000 900,000 6,000,000 9,000,000 625,000
10. infokus
a. Barang-barang apa yang paling banyak dibutuhkan di kantor? b. Biaya pembelian apa yang paling banyak? c. Barang apakah yang harganya paling mahal? 3. Buatlah rangkuman berdasarkan isi grafik tabel tersebut dalam beberapa kalimat. 4. Diskusikan pekerjaan Anda bersama teman-teman sekelas Anda. 5. Perbaiki pekerjan Anda jika masih terdapat kesalahan.
Tugas
1. Carilah sebuah grafik, bagan, atau tabel dari berbagai sumber bacaan. 2. Buatlah penjelasan atau uraian mengenai isi grafik, bagan, atau tabel tersebut. Setelah selesai, sampaikan pekerjaan Anda di hadapan teman-teman Anda. 3. Mintalah pendapat dari teman-teman Anda mengenai kejelasan uraian grafik, bagan, atau tabel ter sebut.
70
B. Memilih Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan yang Tepat
Tujuan Belajar
1. Menggunakan kata dan ungkapan yang sesuai dengan situasi dan komunikasi secara tepat Pemilihan kata, bentuk kata, dan ungkapan dalam kegiatan berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan sangatlah penting. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam memilih dan meng gunakan kata-kata perlu dilakukan dengan cermat. komunikasi secara tepat, Penggunaan kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat dalam penyampaian informasi (berkomunikasi) akan memperlancar proses memanfaatkan sinonim komunikasi. Dengan pilihan kata yang tepat, pendengar akan dengan untuk meng atau parafrasa mudah menangkap maksud pembicara. Dalam berbahasa atau bertutur, penutur atau penulis dipenga ruhi oleh unsur emosi berdasarkan tuntutan situasi atau kondisi tertentu, seperti tenang, santai, marah, kecewa, dan situasi lainnya. Tempat dan lawan bicara pun demikian. Di mana dan dengan siapa ia (pembicara) berada (berhadapan) sangat berpengaruh dalam berkomunikasi.
leksikal, kontektual, situasional, makna struk-
mampu menggunakan kata
Gambar 4.2
www.tempointeraktif.com, 15 April 2008 Sumber:
-
Berikut terdapat sebuah teks percakapan. Ayo, perankan lah teks percakapan tersebut di depan kelas oleh dua orang teman Anda.
laper sape kasih nama, Pan.
Entong.
Ragam Peristiwa 71
kemaren. Ane nemu pisang masak mateng pake ngerepotin segala.
www.flickr.com, 16 April 2008 Sumber:
TPI Sumber:
Dapatkah Anda memahami isi teks percakapan tersebut? Bag Anda yang tinggal di daerah Jakarta, tentu tidak akan mengalami kesulitan dalam memahami isi teks percakapan tersebut. Namun, bagi Anda yang tinggal jauh dari Jakarta, tentu agak kesulitan dalam memahami isi percakapan tersebut. Ragam bahasa yang digunakan dalam teks percakapan tersebut tentu menggunakan ragam lisan dan tidak baku. Dalam bahasa Indonesia dikenal berbagai ragam bahasa. Berikut ini penjelasan mengenai berbagai ragam bahasa. 1. Ragam lisan dan ragam tulis Bahasa Indonesia yang amat luas wilayah pemakaiannya ini dan bermacam-macam pula latar belakang penuturnya, melahirkan sejumlah ragam bahasa. Adanya bermacam-macam ragam bahasa ini sesuai dengan fungsi, kedud ukan, serta lingkungan yang berbeda-beda. Ragam bahasa ini pada pokoknya dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu ragam lisan dan tulis. Kedua ragam ini berbeda. Perbedaannya adalah sebagai berikut. a. Ragam lisan menghendaki adanya orang kedua, teman berbicara yang berada di depan pembicara, sedangkan ragam tulis tidak mengharuskan adanya teman bicara berada di depan pembicara. b. Di dalam ragam lisan, unsur-unsur fungsi gramatikal, seperti subjek, predikat, dan objek tidak selalu dinyatakan. Unsur-unsur itu kadang-kadang dapat ditinggalkan. Hal ini disebabkan oleh bahasa yang digunakan itu dapat dibantu oleh gerak mimik, pandangan, anggukan, atau intonasi. c. Ragam tulis perlu lebih terang dan lebih lengkap daripada ragam lisan. Fungsi-fungsi gramatikal harus nyata karena ragam tulis tidak mengharuskan orang kedua berada di depan pembicara. Kelengkapan ragam tulis menghendaki agar orang yang "diajak berbicara" mengerti isi tulisan itu. Contoh ragam tulis ialah tulisan-tulisan dalam buku, majalah, dan surat kabar.
72
d.
Ragam lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang, dan waktu. Adapun ragam tulis tidak terikat oleh situasi, Tahukah Anda? kondisi, ruang, dan waktu. e. Ragam lisan dipengaruhi oleh intonasi, tekanan, nada, irama, dan jeda, sedangkan ragam tulis dilengkapi dengan tanda baca, huruf besar, dan huruf miring. oleh situasi. Dalam situasi 2. Ragam baku dan ragam tidak baku Pada dasarnya, ragam tulis dan ragam lisan terdiri atas ragam baku dan ragam tidak baku. Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar warga masyarakat menggunakan seorang pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dalam penggunaannya. Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak dilembagakan dan ditandai ciri-ciri yang menyimpang dari norma ragam baku. 3. Ragam baku tulis dan ragam baku lisan pun Dalam kehidupan berbahasa, kita sudah mengenal ragam perlu memerhatikan lisan dan ragam tulis, ragam baku dan ragam tidak baku. Oleh sebab itu, muncul ragam baku tulis dan ragam baku lisan. Ragam percakapan. baku tulis adalah ragam yang dipakai dengan resmi dalam buku: Sumber Tata Bahas Baku Bahasa Indonesia, buku pelajaran atau buku-buku ilmiah lainnya. Sementara, ukuran Pustaka dan nilai ragam baku lisan bergantung pada besar atau kecilnya ragam daerah yang terdengar dalam ucapan. Seseorang dikatakan berbahasa lisan yang baku kalau dalam pembicaraannya tidak terlalu menonjol pengaruh logat atau dialek daerahnya. 4. Ragam sosial dan ragam fungsional Ragam lisan dan ragam tulis bahasa Indonesia ditandai oleh adanya ragam sosial, yaitu ragam bahasa yang sebagian norma dan kaidahnya didasarkan atas kesepakatan bersama dalam lingkungan sosial yang lebih kecil dalam masyarakat. Ragam bahasa yang digunakan dalam keluarga atau persahabatan dua orang yang akrab dapat merupakan ragam sosial tersendiri. Selain itu, ragam sosial tidak jarang dihubungkan dengan tinggi atau rendahnya status kemasyarakatan lingkungan sosial yang bersangkutan. Dalam hal ini, ragam baku nasional dapat pula berfungsi sebagai ragam sosial yang tinggi, sedangkan ragam baku daerah atau ragam sosial yang lain merupakan ragam sosial dengan nilai kemasyarakatan yang rendah. Ragam fungsional, yang kadang-kadang disebut juga ragam profesional adalah ragam bahasa yang berkaitan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya. Dalam kenyataan, ragam fungsional menjelma sebagai bahasa negara dan bahasa teknis keprofesian, seperti bahasa dalam lingkungan keilmuan atau teknologi dan kedokteran.
Ragam Peristiwa
2. Membedakan pemakaian kata bersinonim Selain mempertimbangkan ragam bahasa, pengguna bahasa sering memanfaatkan kesinoniman kata untuk memilih kata yang tepat. Sebuah kata dikatakan bersinonim dengan kata lainnya apabila kata tersebut bermakna kurang lebih sama dengan kata lainnya. Dengan kata lain, sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama, tetapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Hal itu karena antara dua kata maknaleksikalnya mungkin bersinonim, namun makna : Sumber www.tempoonline.com, kontekstual, situasional, struktural, dan metaforisnya belum 15 April 2008 m uka tentu bersinonim. Umpama nya, kata dan wajah adalah bis dua kata yang bersinonim, a, dapat danm am puadalah tiga , me buah kata yang ber sinonim, lihat m e nonton m e nyaks ikan , , , Gambar 4.3 dan m e m andang adalah empat buah kata yang bersinonim. Dalam lingkungan kerja, ragam Namun, tiap-tiap kata itu memiliki nuansa masing-masing yang situasional, struktural, ragam fungsional atau ragamdipengaruhi oleh makna kontekstual, profesional. dan metaforis. Kata wajah dan m uka memiliki makna kontekstual dan situasional yang berbeda sehingga pengguna bahasa akan memilih kata tersebut bergantung pada konteks m dan situasinya. Begitu juga e lihat m e nonton m e m andang , , , dan m e nyaks ikandan m e m andangKeempat kata tersebut , . memiliki makna leksikal yang sama. Namun, kita lebih tepat m menggunakan katae nontonuntuk melihat televisi. Di antara keempat kata tersebut, kita juga dapat melihat bahwa kata m e nyaks ikan lebih memiliki nuansa emosional yang tinggi daripada ketiga kata lainnya. Selain itu, kita juga dapat melihat kata m am pu bis a, dan dapat Di antara ketiga kata tersebut, , . m am pulebih memiliki makna metaforis yang tinggi kata daripada kedua kata yang lainnya.
Latihan Pemahaman
1. Pilihlah kata bersinonim yang tepat untuk melengkapi kalimat berikut. a. Ia sudah ... terhadap janji-janji manis yang diucapkannya. (lalai - lengah - tak acuh - lupa) b. Pilihlah jawaban yang paling ... dari soal-soal berikut. (betul - benar - tidak salah - pas) c. ... kelas tidak memungkinkan kegiatan belajar mengajar. (situasi - kondisi - suasana - keadaan) d. Di daerah pengungsian, ... para pengungsi sungguh sangat memprihatinkan. (situasi - kondisi - keadaan - suasana) e. Saya akan tetap melakukan pekerjaan jika ... sudah kondusif. (situasi - kondisi - keadaan - suasana)
74
f.
Kita hanya dapat berserah diri kepada Tuhan, ... ibuku sampai hari ini. (mati - wafat - batas hidup - kehidupan) g. Semua berkabung atas ... mantan Presiden RI ke-2. (matinya - meninggalnya - wafatnya - batas hidupnya) h. Pemerintah menggalakan ... hidup sehat agar kesehatan masyarakat di Indonesia semakin baik. (tindakan - aksi - gerakan - perbuatan) i. Masyarakat berbondong-bondong ... tanggul yang jebol akibat banjir. (membenarkan - membetulkan - memperbaiki - merenovasi) j. Saya akan terus ... teman yang sedang terbaring di rumah sakit. (mendampingi - merawat - menunggui - menemani) 2. Carilah sinonim dari kata-kata yang dicetak tebal pada penggalan karangan berikut.
Mula-mula mereka membahasulang banyak kali ketakutan menerangkan membantu soal merasakan ke lompok : Sumber www.pikiran-rakyat.com, 15 April 2008
-
pikiran . sedih "Gawat kalau . murung
3. Buatlah kalimat berdasarkan kata-kata berikut sehingga terlihat jelas perbedaan maknanya a. perempuan, cewek, wanita b. wajah, muka, tampan c. enak, lezat, gurih, sedap d. baik, bagus, indah e. acara, program, agenda, perkiraan 4. Setelah selesai, diskusikan pekerjaan Anda bersama teman-teman sekelas.
Tugas
1. Bergabunglah bersama teman sekelompok Anda. Lalu, carilah sebuah naskah pidato. 2. Cermatilah naskah pidato tersebut berdasarkan pilihan kata, bentuk kata, dan ungkapan yang digunakan dalam naskah pidato tersebut. 3. Perbaiki naskah pidato tersebut jika menurut kelompok Anda masih terdapat kekurangan, baik dari unsur pilihan kata, bentuk kata, ungkapan, maupun isinya. 4. Setelah selesai, tunjuklah salah seorang anggota kelompok Anda untuk tampil di depan kelas. 5. Berikan penilaian untuk setiap penampilan teman-teman Anda dari kelompok lain.
Ragam Peristiwa 75
Intisari Pelajaran 4
-
informasi
Refleksi
76
Latihan Pemahaman Pelajaran 4
Bacalah wacana berikut dengan cermat. Asyik Juga Jalan Kaki
www.dailycomif.com, 16 April 2008 Sumber:
sih. Namun, ... mungkin -
olahraga jalan kaki selama lima menit. Namun,
sekolah atau tempat kursus.
-
Ragam Peristiwa 77
-
kamu lakukan secara teratur selama tiga kali
Banyak Manfaat
olahraga, nggak
Nggak
www.republikaonline.com, 16 April 2008 Sumber:
1. 2. 3. 4. 5.
Tentukanlah pokok-pokok dari isi wacana tersebut. Tulislah fakta dan pendapat yang terdapat dalam wacana tersebut. Tulislah wacana tersebut dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri. Tentukanlah jenis wacana tersebut. Tentukanlah ragam bahasa yang digunakan dalam wacana tersebut.
78
Pelajaran
5
Tempo,12 Desember 2006 Sumber:
Anda senang membuat atau menulis karangan, bukan? Bagaimanakah cara menulis karangan yang baik itu? Lalu, apakah yang dimaksud dengan karangan deskripsi, narasi, atau eksposisi? Dalam pelajaran ini, Anda akan belajar membuat berbagai teks tertulis, termasuk jenis-jenis karang an. Ikuti pelajaran ini dengan baik. Siapa tahu Anda bisa menjadi seorang penulis terkenal. Pada pelajaran ini, Anda pun akan belajar melafalkan kata dengan artikulasi yang tepat. Dengan demikian, kemampuan komunikasi Anda akan semakin baik. Selamat belajar. Agar Anda dapat memahami pelajaran ini, perhatikanlah terlebih dahulu konsep Pelajaran 5 berikut ini.
Kegiatan
melalui kegiatan
Kegiatan
Melafalkan kata dengan tepat
berupa
Membuat berbagai teks tertulis Jenis-jenis teks tertulis Jeda Narasi
berupa
Lafal
Intonasi
Tekanan
Deskripsi Eksposisi
Alokasi waktu: 13 jam pelajaran
79
A. Melafalkan Kata dengan Artikulasi yang Tepat
Anda akan belajar melafalkan kata dengan artikulasi yang tepat. Anda diharapkan mampu mengucapkan kata dengan suara yang jelas dan tekanan pada suku kata serta artikulasi yang tepat. Anda juga diharapkan mampu melafalkan bahasa baku, termasuk lafal bahasa daerah yang dibedakan berdasarkan konsep lafal buku bahasa Indonesia.
Tujuan Belajar
1.
Mengucapkan kata dengan suara yang jelas dan tekanan pada suku kata serta artikulasi yang tepat atau lazim Ketersampaian informasi yang disampaikan oleh penutur ditentukan oleh kejelasan dalam melafalkan kata. Pelafalan berkenaan dengan kejelasan dalam mengucapkan kata dan kalimat. Salah tafsir terjadi bisa jadi karena adanya pelafalan kata yang tidak jelas. Dalam bahasa Indonesia, sepintas banyak kosakata yang mi bahkan sama dalam pelafalannya. Oleh karena itu, keteram p ilan mengartikulasikan kata-kata menjadi sangat penting dikuasai pen atau pengguna bahasa. Pengucapan kata hendaknya jelas, khusu nya pelafalan fonem-fonem tertentu. Jika pelafalan kata tidak jelas akan memberi keraguan sehingga penyimak harus berpikir dalam menafsirkan arti kata yang diucapkan pembicara. Sekarang, cermatilah teks percakapan melalui telepon berikut.
Ruli : Hallo, selamat pagi, Bu. Ibu Nisa : Selamat, pagi. Dengan siapa saya bicara? Ruli : Saya, Ruli, Bu. Ibu Nisa : Oh, Ruli. Apa kabar, Rul? Ruli : Baek, Bu. Kalo, Diki ada, Bu. Ibu Nisa : Diki sekarang tinggal di Sukabumi Ruli : Di Sukabumi? Jadi apaan, Bu? Ibu Nisa : Diki bekerja sebagai wartawan di sana. Kalau nak, Ruli bekerja, di mana? Ruli : Ah, rahasialah, Bu. Malu saya mengucapkannya. Ibu Nisa : Ya, jangan malu atuh, Rul. Bekerja itu, di mana pun baik dan terpuji. Asalkan jalannya benar. Ruli : Betul juga ya, Bu. Saya bekerja di Jakarta, Bu. Sebagai penerjemah. Ibu Nisa : Nah, itu kan sama pekerjaan mulia. Ruli : He... He... Terima kasih, Bu. Sudah dulu, ya Bu. Sampaikan salam saya untuk Diki. Selamat pagi, Bu. Ibu Nisa : Nanti Ibu sampaikan. Selamat pagi.
Dalam teks percakapan melalui telepon tersebut, terdapat beberapa pelafalan kata yang kurang tepat. Pelafalan kata yang tidak jelas atau salah (tidak tepat), dapat berpengaruh terhadap hal-hal berikut ini. a. Kata menjadi berbeda makna folio polio, s yahde ngan Contohnya, pelafalan kata dengan s ah m as adengan as s a Cermatilah penerapannya pada kalimat m , . berikut ini.
80
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
folio. 1) Tugasnya ditulis pada kertas (folio = ukuran kertas) polio. (polio = radang zat kelabu 2) Anak itu terkena racun sumsum tulang belakang) s ah 3) Tendangan Beckham telah menjadi gol. (sah = berlaku atau diakui) s yah 4) Ia belum berkeinginan menjadi seorang . (syah = raja atau baginda) : Sumber www.flickr.com, m 5) Usia remaja merupakan as ayang paling indah dalam 16 April 2008 hidup. (masa = waktu) Gambar 5.1 m 6) Konser musik itu dihadiri as s ayang berjubel. (massa = orang banyak) Melafalkan kata yang kurang b. Kata tidak berbeda makna, tetapi menjadi tidak baku bertelepon termasuk dalam Tanpa disadari, Anda mungkin pernah melafalkan suatu dapat mengakibatkan terjadikata yang kurang tepat, tetapi penyimak dapat memahaminya.perbedaan makna. nya Pada tataran komunikasi, pelafalan itu telah sesuai karena respons yang diharapkan sesuai dengan maksud penutur. Akan tetapi, berdasarkan bahasa baku, pelafalan tersebut belum tentu benar, bahkan salah. aktif, , Pernahkah Anda melafalkan kata provins i fe bruari, s ilakan, rahas ia, ubah, s urga foto, dan ne gatif Pelafalan , ? kata-kata tersebut mungkin mengalami perubahan menjadi aktip, propins i pe bruari s ilahkan rahas iah rubah, s yurga , , , , , poto, danne gatip Karena pengucapan kata-kata tersebut salah, . kata-kata tersebut menjadi tidak baku. Lalu, bagaimana cara menentukan kata baku atau tidak baku? Apabila Anda mengalami keraguan dalam melafalkan sebuah kata, periksalah Kam ketepatan kata-kata tersebut dalam kamus, contohnyaus Be s ar Bahas a Indone s ia . Perhatikan kata-kata berikut.
Kata api pantai april instrumen suplemen eksplorasi kualitas hiasan aula saudara Pelafalan atau Penulisan Tepat/Benar a-pi pan-tai ap-ril in-stru-men sup-le-men eks- plo-ra-si ku-a-li-tas hi-as-an au-la sau-da-ra Tidak Tepat ap-i pan-ta-i a-pril ins-tru-men su-ple-men ek-splo-ra-si kua-li-tas hi-a-san a-u-la sa-u-da-ra
tepat dalam berkomunikasi,
Kegiatan
81
2. Melafalkan bahasa Indonesia baku, termasuk lafal bahasa daerah yang dibedakan berdasarkan konse lafal baku bahasa Indonesia Bahasa Indonesia sangat kaya kosakatanya. Kekayaan kosakata tersebut didukung oleh adanya bahasa daerah yang beragam. Keragaman itu tentu akan berpengaruh terhadap artikulasi atau pelafalan bahasa Indonesia. Pelafalan yang salah tentu akan menimbulkan ketidakbakuan kata yang digunakan untuk berkomunikasi. Perhatikan contoh kata-kata berikut.
Bahasa Daerah rayat husus rahasiah masarakat rubah persiden sekertaris mahluk aherat Bahasa Indonesia ra-yat rakyat hu-sus khusus ra-ha-si-ah rahasia ma-sa-ra-kat masyarakat ru-bah ubah per-si-den presiden se-ker-ta-ris sekretaris mah-luk makhluk a-he-rat akhirat Pelafalan Pelafalan rak-yat khu-sus ra-ha-si-a ma-sya-ra-kat u-bah pre-si-den se-kre-ta-ris makh-luk a-khi-rat
Latihan Pemahaman
1. Bacalah wacana berikut oleh salah seorang teman Anda. Lalu, temukanlah kesalahan dalam melafalkan kata-kata ketika teman Anda membacakan wacana tersebut. Orangtua Jangan Paksakan Anak
Belakangan ini makin banyak saja bakat, kreativitas, dan keberanian anak. Mulai pergelaran yang bertujuan untuk me ngasah lomba mewarnai, menyanyi, musik hingga dari
www.indonesia-ottawa.org, 16 April 2008 Sumber:
82
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
fashion show. Tujuan dari kegiat tersebut positif, sepanjang untuk menguji kemaman amatlah bagus, agar anak-anak mengetahui anak dalam berkompetisi secara baik. puan bakat dan kemampuannya lewat kompetisi, Kemauan untuk mengikuti lomba pun harus juga menguji keberanian mereka. datang dari diri anak, jangan orangtua yang Siapa pula yang tidak bangga jika terlalu berambisi. anaknya memiliki bakat dan prestasi gemi"Jika memang anak itu minat, silakan lang tidak hanya di sekolah, tetapi juga di dukung dia. Hal ini karena ini kesempatan luar sekolah. Karena itu, tak sedikit orang bagi anak untuk mengetahui bagaimana tua yang mengikutkan kursus sang anak, kompetisi itu. Juga mempersiapkan anak demi prestasi. Meskipun ada kalanya anak agar siap dengan kehidupan masa depanmalas untuk kursus dan terlibat dalam ke- nya, yang akan ba nyak sekali menemukan giatan tersebut. persaingan," papar Woro. Jika si anak memang mau dengan sen- Akan tetapi, orangtua pun harus mendirinya mengikuti kegiatan tersebut, tentu didik anak agar siap dengan konsekuensi tidak menjadi persoalan. Namun, yang dari mengikuti perlombaan, yaitu kekalahjustru banyak terjadi bahwa orangtua me- an. "Jika kalah, anak harus belajar menerima maksakan kehendaknya kepada anak un- kekalahan, jangan menangis. Demikian juga tuk ikut ini dan itu. orangtua, jangan malah memarahi. Jadi, timBelum lagi kini banyak sekali event bul rasa takut anak apabila mengecewakan yang digelar hanya untuk 'jualan' piala danorangtua." ha diah. Bagi yang memiliki uang cukup, ia Psikolog ini juga mengingatkan orang bisa membeli juara. tua, yang kemungkinan memaksakan agar Setidaknya hal itu dialami Ny. Evi, anaknya menjadi juara dengan jalan menyuap warga Sumurbatu, Telukbetung. Ibu mudaatau membeli. Menurut dia, itu tindakan tidak ini memiliki anak yang punya bakat me- mendidik, membiasakan anak menganggap nyanyi dan bermain musik. Saat ada lomba semua hanya formalitas. "Kelak ketika defashion show dari salah satu penyelenggara, wasa, anak pun menganggap segalanya sang anak ditawari untuk ikut serta dan jika ada uang bisa diatur. Jelas ini merusak ternyata si anak, mau mengikuti lomba moral bangsa," terangnya. tersebut. Menurut Woro, untuk mengikuti seSaat pengumuman lomba, Bunga tidak buah kom petisi apa pun, anak jangan dipaksa, mendapatkan juara. Namun, dua hari se- karena berakibat fatal pada anak. Sebaiknya telah itu, penyelenggara menelepon Ny. dalam mendidik anak, usahakan mengalir saja, Evi dan mengatakan bahwa anaknya mensesuai dengan keinginan anak. dapat kan juara dan bisa diambil di sekre"Anak itu mempunyai kepribadian yang tariat. Tentu saja Ny. Evi harus me nebus berbeda. Ada yang pendiam dan ada yang juara tersebut dengan membayar. terlihat lincah. Tetapi yakinlah, mereka "Jelas saya tidak mau, waktu pe ng -mempunyai kelebihan dalam suatu bidang. umuman saja disebutkan tidak menang, Misalnya, anak pendiam jangan dianggap ia tiba-tiba setelah lomba selesai, disebutkan pasif dan tidak bisa apa-apa. Perlu disadari, dapat juara. Ini artinya penyelenggara itu ada banyak bakat yang tidak membutuhkan mau menjual hadiah. Untuk apa mendapat gerak lincah, siapa tahu anak pendiam itu piala dan hadiah jika bukan ka rena benarlebih suka menulis," urai Woro. benar prestasi anak. Kasihan anak nantinya," Peran orangtua adalah mengarahkan ucap Ny. Evi beberapa waktu lalu. dan mendorong anak agar bisa menggali Menurut psikolog Woro Pramesti, ke- potensinya, sesuai minat dan bakat. giatan ekstrakurikuler termasuk lomba www.suarapembaruan.com, Sumber: 16 April 2008 fashion bagi anak adalah salah satu kegiatan
Kegiatan
83
2.
Tuliskanlah penilaian Anda itu dengan menggunakan format berikut. No. Nama Siswa Kata Pelafalan Seharusnya Keterangan
Tugas
1. Berbincang-bincanglah bersama anggota masyarakat di tempat tinggal Anda dengan topik yang saat ini sedang hangat dibicarakan. tape re corde 2. Ketika Anda sedang berbincang-bincang, rekamlah dengan menggunakan . r 3. Putar kembali hasil rekaman Anda itu. Cermati kata-kata tidak baku karena salah dalam pelafalan dalam perbincangan Anda itu. 4. Tuliskan kata-kata yang salah pelafalannya itu sebagai bahan laporan kepada guru. 5. Diskusikanlah hasil kegiatan Anda itu bersama-sama teman dan guru Anda.
Tujuan Belajar
Anda akan belajar membuat berbagai teks tertulis dalam konteks bermasyarakat dengan memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat. Anda diharapkan mampu menetapkan topik berdasarkan tema tertentu dan membuat kerangka karangan. Anda juga diharapkan mampu menentukan kalimat utama berdasarkan kerangka yang ditetapkan. Selain itu, Anda diharapkan mampu menyusun karangan sesuai dengan pilihan jenis karangan tertentu (narasi, deskripsi, eksposisi) dengan pemilihan kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat.
Gambar 5.2
B. Membuat Berbagai Teks Tertulis
1.
Tahap-tahap dalam menulis Dibandingkan dengan tiga keterampilan berbahasa lainnya, keterampilan menulis sering dipandang sebagai keterampilan berbahasa yang paling sulit. Menulis adalah suatu proses me nyusun, mencatat, dan mengorganisasi makna dalam tataran ganda, bersifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan dengan menggunakan sistem tanda konvensional yang dapat dibaca. Dari batasan ini dikemukakan sejumlah unsur yang menyatu dalam kegiatan menulis. Unsur-unsur itu adalah penulis, makna atau ide yang disampaikan, bahasa atau sistem tanda konvensional sebagai medium penyampai ide, pembaca sasaran (targe t re ade r tujuan (sesuatu yang diinginkan penulis terhadap ), gagasan yang disampaikan kepada pembaca), dan ada nya interaksi antara penulis dan pembaca melalui tulisan tersebut.
Dalam membuat tulisan diperlukan tahap-tahap tertentu yang menjadikan tulisan Anda enak dibaca.
Tempo, 9–15 Juni 2005 Sumber:
84
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Sekarang bacalah wacana berikut dengan cermat.
"Cantik-cantik, ya," ujar seorang ibu keOrnamental Horticulture Foundation Inc pada temannya sambil menunjuk bromelia di Phils di Filipina itu. rak kayu setinggi 1 m di Nurseri Wijaya, Sentul, Cara lain mencegah nyamuk datang de ngan Bogor. Penampilan anggota famili Bromeliaceae memberikan 1 sendok teh furadan di teng ah itu memang menarik. Bentuk daun roset bromelia sebulan sekali. Itu yang dilakukan Etje seperti bunga berwarna merah, ungu, merah Anggoro di Pondokcabe, Tangerang. Buktinya muda, dan jingga. Namun, keindahan itu tak pemilik nurseri Sunda Kelapa itu belum pernah membuat si ibu tertarik untuk membeli menghadapi masalah dengan nyamuk sejak lantaran bromelia menampung air. Takut jadi memelihara bromelia 10 tahun silam. Selain sarang nyamuk demam berdarah, katanya. furadan, juga bisa digunakan bubuk abate. Air yang tertampung pada bromelia Jentik nyamuk Aedes aegypti efektif dibasmi sebenarnya tak perlu dikhawatirkan. Buktinya dengan abate 1% yang ditaburkan dalam seorang hobiis di Bogor belum pernah me- penampungan air dengan takaran 1 gram per nemukan jentik nyamuk hidup di air kerabat 10 l air. Pemberian furadan dan abate tidak nanas itu. Padahal, ia sudah memelihara mengganggu pertumbuhan tanaman. Neoregelia tricolor selama 1,5 tahun. Penyiraman Sebenarnya nyamuk tidak hidup di dilakukan setiap 2-3 hari. "Kehadiran nyamuk bromelia karena airnya asam, kata Gunawan di bromelia memang bisa dicegah dengan Widjaja di Bogor. Hal itu dibuktikan oleh Moch penyiraman rutin, 2-3 hari sekali," kata Hendra Choirul Hidayat dan Ludfi Santoso dari Fakultas Wijaya dari nurseri Elegant Flora. Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Itu karena perkembangan nyamuk Aedes Semarang, serta Hadi Suwasono dari Stasiun aegypti dari telur hingga dewasa memerlukan Penelitian Vektor Penyakit Departemen Kewaktu sekitar 10 s.d.12 hari. Jadi, kalaupun ada sehatan RI, Salatiga. Dalam penelitiannya nyamuk yang bertelur, kemungkinan menjadi me nunjukkan nyamuk Aedes aegypti lebih dewasa sangat kecil lantaran air selalu terganti. banyak ditemukan pada air dengan pH netral Telur nyamuk pembawa virus demam ber darah dibandingkan pada pH asam atau basa. Saat itu menetas pada air bersih yang diam. diuji, derajat keasaman air bromelia 5-6. Hal itu diamini Ruben C Diaz. "Air di Dengan teratasinya masalah nyamuk, bromelia 'kotor' dengan cendawan" Sementara bromelia yang berpenampilan cantik dapat nyamuk penyebab demam berdarah menyukai segera dimiliki. Sebut saja neoregelia miami, air bersih yang diam seperti di dalam kaleng, neoregelia devro, neoregelia yang, rose wood, dan kata mantan presiden Northern Mindanao vriesea venetralis.
www.trubus.com, 15 April 2008 Sumber:
Disukai Banyak Orang, Dibenci Nyamuk
Tentu Anda dapat memahami isi tulisan tersebut dengan mudah. Dapatkah Anda membuat tulisan seperti itu? Agar Anda dapat membuat tulisan yang baik, ketika menulis harus diperhatikan tahap-tahap tertentu. Berikut ini tahap-tahap yang harus Anda perhatikan dalam membuat tulisan. a) Tahap Prapenulisan Tahap ini merupakan fase persiapan menulis, seperti halnya pemanasanwarm ing up) bagi atlet dalam berolahraga. ( Dalam tahap ini terjadi fase mencari, menemukan, dan mengingat kembali pengetahuan atau pengalaman yang diperoleh dan diperlukan penulis. Tujuannya adalah untuk mengemKegiatan
85
bangkan isi tulisan dan mencari kemungkinan-kemungkinan lain dalam menulis. Dengan demikian, apa yang ingin ditulis dapat disajikan dengan baik. Pemahaman penulis Pada fase prapenulisan ini terdapat aktivitas memilih terhadap pembaca merutopik, menetapkan tujuan dan sasaran, mengumpulkan bahan pakan hal yang sangat penting. Sejumlah karakteristik atau informasi yang diperlukan, serta mengorganisasikan ide pembaca yang perlu diper- atau gagasan dalam bentuk kerangka karangan. hatikan meliputi usia, jenis (1) Menentukan topik kelamin, tempat tinggal, Topik adalah pokok persoalan atau permasalahan yang menlatar belakang pendidikan, jiwai seluruh karangan. Ada pertanyaan pemicu yang dapat diguminat budaya, minat-minat sosial, kegemaran mereka, nakan untuk mencari topik karangan misalnya: "Saya mau menudan sebagainya. lis apa? Apa yang akan saya tulis? Tulisan saya akan berbicara : Sumber Keterampilan Menutentang apa?" Nah, jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu berisi lis, Universitas Terbuka topik karangan. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih atau menentukan topik karangan. (a) Pilihlah topik yang paling sesuai dengan maksud dan tujuan kita menulis. Sebaliknya, banyak topik pilihan dan semua topik menarik, tetapi pengetahuan tentang topik-topik itu serba sedikit. Untuk mengatasinya, pilihlah topik yang paling dikuasai, paling mudah dicari informasi pendukungnya, dan paling sesuai dengan tujuan kita menulis. (b) Ajaklah orang lain untuk berdiskusi atau meminta saran dari orang lain, membaca referensi (buku, artikel, atau laporan penelitian), atau melakukan pengamatan. (c) Terlalu ambisius sehingga jangkauan topik yang dipilih terlalu luas. "Penyakit" ini kerap menghinggapi penulis pemula. Begitu banyak hal yang ingin dicakup dan dikupas dalam tulisannya, sedangkan waktu pengetahuan, dan referensi yang dimilikinya sangat terbatas. Penulis dituntut untuk pandai mengendalikan diri. Kalau tidak, tulisan yang dihasilkannya akan cenderung dangkal. (2) Mempertimbangkan maksud atau tujuan penulisan Untuk membantu merumuskan tujuan, kita dapat bertanya pada diri sendiri. “Apakah tujuan saya menulis topik karangan ini? Mengapa saya menulis karangan dengan topik ini? Dalam rangka apa saya menulis karangan ini?" Hal utama yang perlu dipikirkan dalam membuat tulisan adalah manfaat yang dapat diperoleh pembaca melalui tulisan kita. Contoh, kita menentukan topik karangan dampak negatif sajian televisi dan cara mengatasinya. Ketika ditanya apa tujuan mengarang dengan topik tersebut, Anda menjawab bahwa "agar anak-anak terhindar dari dampak negatif program- program yang ditayangkan televisi."
Tahukah Anda?
86
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Jadi, arti tujuan dalam konteks ini adalah tujuan mengarang, seperti menghibur, memberi tahu, atau menginformasikan sesuatu kepada pembaca. (3) Memerhatikan sasaran karangan (pembaca) Agar isi tulisan itu sampai kepada pembaca, Anda harus memerhatikan siapa pembaca karangan dan apa yang diperlukan pembaca. Dengan kata lain, Anda harus memerhatikan dan menyesuaikan tulisan dengan pengalaman, pengetahuan, kemampuan, dan kebutuhan pembaca. Jangan sebaliknya. (4) Mengumpulkan informasi pendukung Ketika akan menulis, kita tidak selalu memiliki bahan dan informasi yang benar-benar siap dan lengkap. Itulah sebabnya, sebelum menulis kita perlu mencari, mengumpulkan, dan memilih informasi yang dapat mendukung, memperluas, memperdalam, dan memperkaya isi tulisan kita. Sumber bacaan bisa dari bacaan, pengamatan, wawancara, pengetahuan, dan pengalaman sendiri atau orang lain. Tanpa pengetahuan dan wawasan yang memadai, tulisan kita akan dangkal dan kurang bermakna. Jangan-jangan yang kita sampaikan hanya informasi umum, bahkan usang, yang telah diketahui lebih banyak dari apa yang disajikan. 2. Menyusun kerangka karangan Kerangka karangan disusun berdasarkan uraian secara rinci dari topik yang dibentuk menjadi kalimat-kalimat pokok. Hal Tahukah Anda? yang perlu diingat dalam membuat kerangka karangan yaitu topik Kerangka karangan yang telah ditentukan. Topik merupakan sumber pengembangan adalah rencana kerja kalimat-kalimat topik. Berikut ini contoh kerangka karangan. yang memuat garis-garis Cermatilah contoh kerangka karangan tersebut. besar karangan yang akan Topik: Profil Pemuda Perkotaan ditulis. Dengan kata lain, 1. Cara pergaulan pemuda kota kerangka karangan adalah panduan seseorang dalam a. bergaul dengan orangtua menulis ketika mengb. bergaul dengan anak-anak embangkan suatu karangan. c. bergaul dengan sesama Sebagai panduan, kerangka 2. Rasa persaudaraan pemuda kota karangan dapat membantu penulis untuk menga. gotong royong umpulkan dan memilih b. menolong sesama manusia bahan tulisan yang sesuai. c. ikatan emosi sesama pemuda Di samping itu, kerangka 3. Cara belajar pemuda perkotaan karangan akan mempera. cara belajar di sekolah mudah pengembangan karangan sehingga dapat b. cara belajar di rumah terarah, teratur, dan runtut. Kerangka karangan berfungsi sebagai pemandu pada saat : Sumber Keterampilan MenuAnda menulis karangan. Mengarang akan terasa lebih mudah lis, Universitas Terbuka dengan adanya kerangka karangan. Sekarang, cermatilah
Kegiatan
87
karang an berikut. Karangan tersebut merupakan pengembangan dari karya karangan dengan topik Profil Pemuda Perkotaan.
Pemuda yang tinggal di kota mempunyai karakteristik yang berbeda dengan pemuda yang tinggal di kota. Keadaan sosial ekonomi di kota berpengaruh terhadap pembentukan karakter pemuda. Demikian pula halnya dalam bergaul. Pergaulan pemuda perkotaan mempunyai karakteristik tersendiri. Cara bergaul pemuda kota dengan orangtuanya pada tataran tertentu tidak jauh berbeda dengan pemuda-pemuda desa. Mereka memahami bahwa menghormati orangtua merupakan kewajibannya. Dalam bertutur, pemuda kota pada umumnya menggunakan bahasa Indonesia yang tidak menonjolkan penggunaan kata sebagai bentuk tata krama. Akibatnya, rasa bahasa yang muncul kadang-kadang sama dengan rasa bahasa pada saat bergaul dengan orang lain. Hal itu akan berbeda apabila menggunakan bahasa Sunda atau bahasa daerah yang menonjolkan tata krama, terutama dalam diksinya.
Pengembangan suatu kerangka karangan dipengaruhi oleh peng etahuan tentang topik, karakteristik kalimat, gaya penyajian dan diksi. Oleh karena itu, apabila ada kerangka karangan yang sama kemudian dikembangkan oleh beberapa orang, karangannya akan berbeda satu sama lain.
: Sumber www.flickr.com, 16 April 2008
3. Menentukan kalimat utama berdasarkan kerangka yang ditetapkan Ayo, cermatilah kembali karangan bertopik Profil Pemuda Perkotaan. Kalimat-kalimat topik karangan tersebut adalah Gambar 5.3 cara pergaulan pemuda kota, rasa persaudaraan pemuda kota, Sebelum menulis, kita perlu dan cara belajar pemuda perkotaan. mencari, mengumpulkan, dan Penentuan kalimat utama dalam sebuah paragraf didasarkan memilih informasi yang karangan tersebut mendukung tulisan kita. Salahpada jumlahkalimat topik. Jadi, kerangka satu caranya adalah melaluimengandung tiga gagasan utama. Gagasan utama yang telah diinternet. tuangkan ke dalam kalimat disebut kalimat utama. Kalimat utama tersebut merupakan sumber pengembangan paragraf. Pengembangan sebuah paragraf akan mencakup dua hal pokok, yaitu kemampuan merinci gagasan utama ke dalam gagasan penjelas secara maksimal dan kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur. Suatu gagasan akan tergambarkan dengan jelas apabila disusun ke dalam kalimat. Gagasan tersebut akan mengandung makna yang kurang jelas apabila tidak ada penjelasan melalui kalimatkalimat lain. Hal ini berarti gagasan yang ada dalam suatu kalimat masih memerlukan penjelasan gagasan melalui kalimat-kalimat
88
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
lain. Kalimat-kalimat lainnya ini kemudian dikenal dengan istilah kalimat penjelas. Melalui kalimat- kalimat penjelas akan terbentuk sebuah paragraf. Gagasan yang muncul dalam suatu paragraf akan tampak lebih utuh, tepat, dan jelas. 4. Menyusun karangan sesuai dengan pilihan jenis karangan tertentu Seperti yang telah Anda pelajari, karangan terdiri atas Tahukah Anda? beberapa jenis, di antara narasi, deskripsi, dan eksposisi. Masih ingatkah Anda dengan materi pelajaran tersebut. Karangan deskripsi a. Karangan narasi bertalian dengan pelukisan Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan sesuatu kesan pancaindra terhadap peristiwa, dan bagaimana berlangsungnya peristiwa-peristiwa suatu objek. Karangan tersebut. Rangkaian kejadian atau peristiwa- peristiwa ter deskripsi selalu berusaha sebut melukiskan disusun menurut urutan waktu (kronologis). Isi karangan narasi bisa dan mengemukakan sifat, tingkah laku berupa fakta ataupun opini. Tujuan karangan narasi adalah meseseorang, suasana dan nyatakan kepada pem baca apa-apa yang terjadi. Oleh karena itu, suatu tempat atau keadaan pokok-pokok masalah dalam narasi adalah tindakan, perbuatan, yang lain. sesuatu atau aksi. : Sumber Komposisi, Nusa Indah Dalam dalam karangan narasi, di samping uraian biasa, sering terdapat ada dialog pelaku (tokoh-tokoh) cerita. Diharapkan dengan dialog, cerita akan terasa lebih menarik sehingga akan menambah semangat untuk dibaca. Gambaran watak, pribadi, kecerdasan, sikap, dan tingkatan pendidikan tokoh dalam cerita yang dipaparkan dapat memperjelas cerita apabila ditampilkan lewat dialog-dialog. b. Karangan deskripsi Karangan deskripsi adalah karangan yang melukiskan suatu objek sesuai dengan keadaan sebenarnya. Dengan demikian, pembaca dapat melihat, mendengar, merasakan, mencium secara imajinatif, sesuatu yang dialami oleh pengarang tentang objek yang dimaksud. Karangan deskripsi berbeda dengan karangan eksposisi walaupun sama-sama memperluas pandangan dan pengetahuan pembaca. Karangan eksposisi bertujuan agar pembaca memahami suatu pokok pikiran, sedangkan karangan deskripsi bertujuan agar pembaca dapat melihat, mendengar, dan merasakan secara imajinatif apa yang dilihat, didengar, dirasakan oleh pengarang tentang sesuatu objek sesuai dengan keadaan sebenarnya. Dalam karangan deskripsi, agar menjadi hidup, perlu dilukiskan bagian-bagian yang dianggap penting sedetail mungkin. Kalau melukiskan betapa ngerinya tersesat di hutan, situasi hutan yang dapat menimbulkan kengerian itu harus dilukiskan selengkap-lengkapnya. Dengan demikian, pembaca dapat membayangkan bagaimana jika tersesat di hutan.
Kegiatan
89
Selain detail-detail, urutan waktu dan urutan ruang dalam karangan deskripsi harus pula diperhatikan dengan baik. Jika urutan waktu dan urutan ruang tidak dilukiskan secara nyata, dapat membawa akibat kesatuan lukisan tidak terjamin. c. Karangan eksposisi Karangan eksposisi adalah karangan yang berusaha menerang kan suatu hal atau suatu gagasan yang dapat memperluas pengetahuan pembaca. Tujuan karangan eksposisi ialah agar pembaca mengerti hubungan suatu pokok pikiran atau suatu subjek dengan objek-objek lainnya. Dalam memaparkan sesuatu, pengarang dapat men jelaskan dan memberi sebuah keterangan atau meng embangkan sebuah gagasan sehingga menjadi luas dan mudah dipahami pembaca. Salah satu bentuk karangan eksposisi ialah uraian tentang, proses, misalnya proses pembuatan celana panjang pria. Oleh ka rena itu, akan semakin jelas jika proses pembuatan itu diterangkan ke dalam beberapa tahapan. Tiap tahapan diuraikan berdasarkan urutan. Sebaiknya, dalam karangan eksposisi diper gunakan conto contoh, gambar-gambar, ilustrasi, tabel, diagram, peta, denah dan atau yang lainnya. Hal ini dilakukan agar pembaca lebih mengerti atau memahami karangan kita.
Latihan Pemahaman
1. Susunlah sebuah karangan dengan ketentuan sebagai berikut. a. Tentukan sebuah topik karangan yang menurut Anda menarik. b. Susunlah kerangka karangan berdasarkan topik karangan yang telah Anda pilih. c. Tentukan kalimat utama berdasarkan kerangka karangan yang telah Anda susun. d. Tentukan jenis karangan Anda, apakah berjenis narasi, deskripsi, dan eksposisi. e. Kembangkan kerangka karangan Anda itu hingga menjadi sebuah wacana utuh. 2. Bacakan karangan Anda itu secara bergantian. 3. Baca dan pahamilah struktur paragraf pada wacana berikut. Lalu, tentukanlah kalimat utama pada setiap paragraf dalam wacana tersebut.
Saat menceritakan gagasannya mem"Saya mencintai segala jenis seni," katanya, bangun Kampung Seni Lerep, banyak kolega malam, dalam acara peresmian KamRabu yang menyebut sebagai orang gila. Padahal, Seni Lerep oleh Gubernur Jawa Tengah pung mimpinya sederhana saja: menyediakan ruang Ali Mufiz. untuk belajar dan berkreasi. Di mata teman- Kampung Seni Lerep dibangun di atas temannya, Handoko (54) adalah sosok lahan dengan luas sekitar 1 hektar di Kamyang unik. Meski tak pernah mengenyam pung Soka, Desa Lerep. Kecamatan "Ungaran pendidikan seni formal, Han yang tebih Barat. Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. dikenal sebagai kolektor dan pengusaha Sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar barang antik di Jawa Tengah ini sangat getol berkreasi bagi seniman tersedia di sini. dan melestarikan seni. Alasannya juga sederhana, rumah-rumah studi yang terbuat Dalam
Kampung Seni, Mimpi Sederhana Handoko
90
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
dari kayu, pengunjung bisa belajar membuat "Ketika orang rame-rame bikin partai politik, keramik, melukis, membatik. hingga memahat Pak Handoko malah bikin Kampung Seni," ujarnya, Kampung Seni Lerep yang batu untuk patung. Pemandunya adalah para dibangun pada tahun 2006 adalah upaya seniman yang ahli di bidangnya. "Kampung kesekian kali untuk mewujudkan mimpi Han. Seni ini untuk senang-senang pada hari tua. Melihat anak-anak muda berkreasi di sini Jauh sebelum menggagas Kampung Seni ini, adalah kebahagiaan tersendiri," ujarnya. tahun 2001 Han bersama Hendra Setiadji dan Chris Danawan telah merintis Galeri Kondisi medan di lokasi Kampung Seni yang amat curam membuat sejumlahSemarang. Galeri ini ingin menjadi semacam perancang angkat tangan. Ajakan Han ke-oase di tengah keringnya kegiatan seni di pada para sababat untuk turut membiayai Kota Semarang. Selain menjual lukisan. galeri pembangunan Kampung Seni juga ber- ini juga ingin menyemaikan wacana tentang tepuk sebelah tangan. Mereka tidak mau perkembangan seni di Kota Semarang. Sayang nya, pengelolaan Galeri Semarang tak mengeluarkan modal untuk sesuatu yang semulus yang dibayangkan. Akhirnya tahun dianggap sia-sia. Akhirnya, selama dua tahun 2005 Handoko dan Hendra memutuskan Han bekerja seorang diri, baik dari segi modal berpisah dari Galeri Semarang. Selepas maupun ide perencanaan bangunan. Padahal, dari Galeri Semarang, ia pun menggagas proses pembebasan tanah serta pembangunan Kampung Seni. Padahal, waktu itu ia sedang konstruksi Kampung Seni ini memakan biaya terpuruk karena gudang barang antiknya di yang tidak sedikit. "Biayanya bisa miliaran.kawasan Sunan Kuning terbakar habis. tapi karena prosesnya mengalir, Pak Han tidak Lantas, mengapa Kampung Seni? Menurut pernah menghitung. Pengorbanannya bukan pengalaman merintis Galeri Semarang Han, cuma modal, melainkan juga pemikiran. Dia memberinya banyak pelajaran. "Saya hanya (Handoko) sampai koma selama tiga hari berpikir, kegiatan seni harusnya bukan kulakan saat proses pembangunan Kampung Senilukisan dari Yogyakarta lain dijual di Semarang. ini. Sampai-sampai, banyak sahabatnya yang seperti itu kasihan senimannya," ujar Kalau meminta agar pembangunan Kampung Seni Bagi Han, proses kreatif seorang seniman Han. dihentikan," tutur E Pudjiachi-rusanto (35),harus diberi tempat yang layak. la berharap pengelola Kampung Seni Lerep. kehadiran Kampung Seni Lerep bisa mewadahi Dalam orasinya, dramawan Butet proses kreatif tersebut. Kartaredjasa juga menyebut Han orang gila. : Sumber Kompas, 22 Juni 2008
4. Tentukanlah jenis karangan pada wacana-wacana berikut. Tentukan pula pokok-pokok dari wacana tersebut. Kemukakan pula alasan dari jawaban Anda itu. a. Putu Wijaya
Putu Wijaya yang kita kenal sebagai wawasannya dengan melibatkan diri dalam sastrawan mempunyai nama yang cukupkegiatan sandiwara. Setelah selesai sekolah panjang, yaitu I Gusti Ngurah Putu Wijaya. menengah atas, ia melanjutkan kuliahnya di Dari nama nya itu dapat diketahui bahwa Yogyakarta, kota seni dan budaya. ia berasal dari Bali. Putu memang dilahirkan di Di Yogyakarta, selain kuliah di Fakultas Puri Anom, Tabanan, Bali pada 11 April 1944. Hukum, UGM, ia juga mempelajarilukis seni Pada masa remaja ia sudah menunjukdi Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), drama kan kegemarannya pada dunia sastra. di Akademi Seni Drama dan Film (Asdrafi), Saat masih duduk di sekolah menengah dan meningkatkan kegiatannya bersastra. Dari pertama di Bali, ia mulai menulis cerita Fakultas Hukum, UGM, ia meraih gelar sarpendek dan beberapa di antaranya dimuat jana hukum (1969), dari Asdrafi ia gagal dalam di harian Suluh Indonesia, Bali. Ketika duduk penulisan skripsi, dan dari kegiatan berkesenian di sekolah menengah atas, ia memperluas mendapatkan identitasnya sebagai seniman. ia
Kegiatan
91
tampil bersama Bengkel Teater pimpinan W.S. Rendra dalam beberapa pementasan, antara lain dalam pementasan Bip-Bop (1968) dan Menunggu Godot (1969). Ia juga pernah tampil bersama kelompok Sanggar Bambu. Selain itu, ia juga (telah berani) tampil dalam karyanya sendiri yang berjudul Lautan Bernyanyi (1969). Ia adalah penulis naskah sekaligus sutradara pementasan itu. Naskah dramanya itu menjadi www.tokohindonesia.com pemenang ketiga Sayembara Penulisan Lakon Sumber: yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Selama bermukim di Yogyakarta, kegiatan Teater sastranya lebih terfokus pada teater. Ia pernah Nasional Indonesia.
www.tokohindonesia.com, 16 April 2008 Sumber:
b.
Sejak keberadaannya, kompor yang munculnya kompor gas dan kompor listrik. menggunakan bahan bakar minyak tanahKenyataan membuktikan masih banyak yang tetap diminati ibu-ibu rumah tangga untukmenggunakan kompor minyak tanah, baik di keperluan memasak. Memang dari segi kota maupun di desa. kepraktisan dan kebersihan masih kurang memenuhi syarat, namun alat tersebut dapat membantu kegiatan ibu-ibu dalam memasak lebih baik dari pada zaman sebelumnya yang masih menggunakan tungku kayu bakar. Kompor minyak tanah menandai kemajuan hidup manusia. Kemunculan kompor gas dan kompor Dokumentasi Penerbit Sumber: listrik sebagai hasil teknologi, memang banyak diminati orang. Bagi kalangan eko - Dalam situasi kenaikan BBM sekarang nomi me nengah ke atas, banyak yang ber keberadaan kompor minyak tanah kemini, alih dalam memasak menggunakan kompor bali naik minat pemakainya. Masalahnya, gas atau kompor listrik yang mereka anggap dengan kenaikan harga bahan bakar gas, lebih praktis dan bersih. Masalah biaya peibu-ibu mengeluh. Akhirnya, minyak tanah ngeluaran bertambah bagi mereka tidak tetap menjadi solusi abadi dan tak akan terlalu diperhitungkan. Namun, keberadaan lengkap dimakan perkembangan teknologi. kompor miny ak tanah tidak terlupakan olehSumber: www.republikaonline.com, 16 April 2008
Kompor Minyak Tanah
c.
Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Te ngah yang dipimpin oleh Drs. Tuani Lumbantobing tidak hanya memikirkan berbagai pembangunan di bidang fisik, seperti pembangunan jalan, jembatan, gedung sekolah, atau sarana lainnya yang dibutuhkan masyarakat Tapanuli Tengah, tetapi juga mengembangkan potensi alam dengan tujuan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di segala bidang. www.worldpress.com, 15 April 2008 Sumber:
Lestarikan Terumbu Karang di Tapanuli Tengah
92
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Salah satu upaya dan terobosan wilayah laut Pantai Barat Sumatra, khuyang dilakukan Pemkab Tapteng untuk me susnya Tapanuli Tengah sudah mencapai ngembangkan potensi alam tersebut ada80 persen. lah melaksanakan program rehabilitasi Jika hal ini tidak segera diatasi, akan dan pengolahan pada terumbu karang. berakibat fatal bagi pertumbuhan dan perSekarang ini keberadaan ekosistem laut itu kembangbiakan ikan yang mengakibatkan hampir punah. Menurut data yang Waspada berkurangnya hasil tangkapan nelayan dan peroleh dari Kepala Dinas Perikanan dan otomatis pertumbuhan ekonomi masyarakat Kelautan, M. Tinambunan, hasil penelitian Ir. melemah karena salah satu mata pencaharian LIPI menyimpulkan bahwa kerusakan masyarakat Tapteng adalah menangkap ikan. ekosistem laut berupa terumbu karang di www.waspada.online, 16 April 2008 Sumber:
Tugas
1. 2. 3. 4. Tulislah masing-masing sebuah karangan berjenis narasi, eksposisi, deskripsi. Untuk memudahkan Anda, sebaiknya susunlah kerangka karangannya. Setelah selesai, bacakan karangan Anda itu secara bergantian. Berikan penilaian dan tanggapan untuk setiap penampilan teman-teman Anda.
Intisari Pelajaran 5
1. Ketersampaian informasi yang disampaikan oleh penutur ditentukan oleh kejelasan dalam melafalkan kata. Pelafalan berkenaan dengan kejelasan dalam mengucapkan kata dan kalimat. Salah tafsir terjadi bisa jadi karena adanya pelafalan kata yang tidak jelas. Menulis adalah suatu proses me nyusun, mencatat, dan mengorganisasi makna dalam tataran ganda, ber sifat interaktif dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu dengan dengan menggunakan sistem tanda konvensional yang dapat dibaca. Dari batasan ini, dikemukakan sejumlah unsur yang menyatu dalam kegiatan menulis. Unsur-unsur itu adalah penulis, makna atau ide yang disampaikan, bahasa atau sistem tanda konvensional sebagai medium penyampai ide, pembaca sasaran (target reader), tujuan (sesuatu yang diinginkan penulis terhadap gagasan yang disampaikan kepada pembaca), dan ada nya interaksi antara penulis dan pembaca melalui tulisan tersebut. Kerangka karangan berfungsi sebagai pemandu pada saat Anda menulis karangan. Mengarang akan terasa lebih mudah dengan adanya kerangka karangan. Pengembangan paragraf akan mencakup dua hal pokok, yaitu kemampuan merinci gagasan utama ke dalam gagasan penjelas secara maksimal dan kemampuan mengurutkan gagasangagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur. Suatu gagasan akan ter gambarkan dengan jelas apabila disusun ke dalam kalimat. Gagasan tersebut akan mengandung makna yang kurang jelas apabila tidak ada penjelasan melalui kalimat-kalimat lain. Hal ini berarti gagasan yang ada dalam suatu kalimat masih memerlukan penjelasan gagasan melalui kalimat-kalimat lain.
2.
3. 4.
Kegiatan
93
Refleksi
Setelah mengikuti pelajaran ini tentu banyak manfaat yang dapat kamu rasakan. Manfaat tersebut tentu dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Anda sekarang tahu apabila keters paian informasi yang disampaikan oleh penutur ditentukan oleh kejelasan dalam mengucapkan kata da kalimat. Anda pun sekarang telah mengetahui jika pelafalan kata yang tidak jelas atau salah dapat men kan kata menjadi berbeda makna dan menjadi tidak baku. Anda pun sekarang semakin mahir dalam menulis karangan. Jika diminta menulis karangan deskr narasi, ataupun eksposisi, Anda tidak akan mengalami kesulitan. Anda dapat percaya diri dalam menu karangan jenis-jenis tersebut. Satu hal lagi, cobalah kirimkan karangan Anda itu ke redaksi majalah ata surat kabar di kota Anda. Jika karangan Anda dimuat, cita-cita Anda untuk menjadi penulis terkenal se terbuka lebar.
Latihan Pemahaman Pelajaran 5
1. Cermatilah gambar berikut. Susunlah sebuah topik karangan berdasarkan gambar terseb
Dokumentasi Penerbit Sumber:
2. Buatlah kerangka karangan berdasarkan topik karangan yang telah Anda tentukan itu. 3. Sebelum Anda mengembangkan karangan Anda, tentukanlah jenis karangan yang akan Anda gunakan dalam karangan Anda itu. 4. Setelah selesai, kembangkanlah kerangka karangan Anda itu hingga menjadi sebuah karangan yang utuh.
94
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Pelajaran
6
Sumber: www.worldpress.com
Anda kurang memahami penjelasan teman Anda itu. Apakah yang akan dilakukan? Tentu Anda akan bertanya kepada teman Anda itu. Tahukah Anda, bagaimana cara bertanya yang benar itu? Dalam pelajaran ini, Anda akan belajar bertanya dengan mengunakan kata tanya yang tepat. Dalam pelajaran ini, Anda pun akan belajar bagaimana menggunakan kalimat yang baik, tepat, dan santun. Setelah mengikuti pelajaran ini, kemampuan berkomunikasi Anda harus semakin baik. Tentu saja, ya. Agar Anda dapat memahami pelajaran ini, perhatikanlah terlebih dahulu konsep Pelajaran 6 berikut ini.
Pendidikan
melalui kegiatan melalui kegiatan
Pendidikan dengan teman. Kemudian, Anda sedang bercakap-cakap
Menggunakan kalimat efektif Ciri kalimat efektif
berupa
Menggunakan kalimat tanya Jenis- jenis kata tanya
berupa
Kaidah bahasa
Diksi
Logis
Kesatuan Kepaduan gagasan
Apa
Siapa Di mana Mengapa
Alokasi waktu: 14 jam pelajaran
95
A. Menggunakan Kalimat yang Baik, Tepat, dan Santun
Tujuan Belajar
Anda akan belajar menggunakan kalimat yang baik tepat, dan santun. Anda diharapkan mampu mengidentifikasi kalimat yang komunikatif, tetapi tidak cermat dilihat dari kaidah bahasa, nalar. Selain itu, Anda diharapkan mampu meng identifikasi kalimat yang tidak komunikatif, tetapi cermat, dan menggunakan kalimat yang komunikatif, cermat, dan santun dalam suatu pembicaraan.
1. Mengidentifikasi kalimat yang komunikatif, tetapi tidak cermat Dalam kegiatan berbahasa, kita sering menemukan adanya salah pengertian atau salah tafsir. Hal itu terjadi akibat adanya kalimat yang tidak komunikatif atau kalimat rancu. Agar tidak terjadi hal demikian, kita sebagai penutur atau penulis harus mengemasnya dengan menggunakan kalimat efektif atau kalimat yang komunikatif. Sekarang, bacakanlah teks pidato berikut di depan kelas oleh guru atau teman Anda.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bapak Kepala Sekolah dan Bapak-Ibu Guru yang kami hormati, serta Kakak-Kakak Kelas III yang sebentar lagi meninggalkan sekolah ini. Kami, kelas I dan II ikut bersyukur dan berbangga hati atas keberhasilan Kakak meraih nilai yang baik dalam ujian. Menurut kami, Kakak-Kakak memang pantas memperoleh nilai baik. Kakak memang rajin belajar dan berdisiplin. Mudah-mudahan kami dapat mencontoh Kakak dalam hal rajin belajar dan disiplin. Kakak-Kakakku, Barang kali saja selama bersama-sama belajar di sini kami sering merepotkan Kakak. Barang kali saja kami juga sering mengganggu Kakak. Harapan kami, sudilah Kakak memaafkan kami. Doa Kakak kami harapkan, mudah-mudahan kami dapat berdisiplin dan rajin belajar seperti Kakak sehingga pada waktunya kelak kami bisa lulus dan meraih nilai ujian yang baik seperti Kakak. Syukur bisa lebih baik lagi. Akhirnya, kami semua mengucapkan selamat jalan. Mudahmudahan cita-cita Kakak semuanya tercapai. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tahukah Anda?
Ciri kalimat efektif adalah memiliki kesatuan gagasan, memiliki kepaduan yang baik, mengungkapkan gagasan yang logis atau masuk akal, menggunakan kata-kata secara hemat, dan menggunakan penekan an secara tepat.
: Sumber Kalimat Efektif, Remaja Rosda Karya
Tentu Anda dengan mudah memahami isi pidato tersebut, bukan? Hal ini sebab kalimat yang digunakan dalam teks tersebut adalah kalimat efektif dan kalimat komunikatif. cermatilah kalimat Sekarang, a. berikut. Berhubung itu mengemukakannya juga minat baca kaum remaja makin b. menurun. itu menceritakan tentang pengalaman ketika Pengarang masa kecilnya. Lalu, bandingkanlah kedua kalimat tersebut dengan kalimat-kalimat berikut.
96
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
c.
Sehubungan dengan itu, ia juga mengemukakan bahwa Tahukah Anda? minat baca kaum remaja makin menurun. itu menceritakan pengalaman masa d. Pengarang kecilnya. pertama (a) dan kedua (b) termasuk kalimat Kata-kata bersinonim ada Kalimatnya yang bisa saling menggantidak efektif. Tentu kedua kalimat tersebut akan sulit Anda tikan, ada pula yang tidak. pahami. Namun, berbeda dengan kalimat ketiga (c) dan Contoh, kata dapat dan kali- keempat (d). Kalimat ketiga dan keempat termasuk mat bisa. Perhatikan kalimat kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki berikut. kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasangagasan Dokter itu sedang berusaha mengeluarkan bisa pada pikiran pembicara atau ular. penulis. Berikut ini merupakan ciri-ciri kalimat Kata bisa dalam kalimat tersebut tidak dapat diganefektif. a. Mengikuti kaidah-kaidah bahasa tikan dengan kata dapat. Kaidah-kaidah bahasa adalah tata aturan penggunaan : Sumber Tata Bahasa Baku bahasa yang mengacu pada pedoman Tata Bahasa Baku Bahasa Bahasa Indonesia, Balai Pustaka Indonesia, termasuk pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Perhatikanlah kalimat-kalimat berikut. punya 1) Tidak hanya perpustakaan sekolah, ketiga siswa ini pengalaman dengan perpustakaan lain. 2) Ayo, kita jalan agar cepat sampai di tujuan. 3) Sebagai orang asing, ia cukup bicarabahasa Indonesia. pandai Kata-kata yang bercetak miring dalam ketiga kalimat termasuk kata tutur. Kata tutur ialah kata-kata yang hanya dipakai dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam percakapan. Penggunaan kata tutur dalam kalimat efektif hendaknya dihindarkan. Perhatikan pula kalimat-kalimat berikut. 1) Tidak hanya perpustakaan sekolah, ketiga murid kelas tiga ini m e m punyai pengalaman dengan perpustakaan lain. 2) Ayo, kita be rjalan agar cepat sampai di tujuan. be rbicara 3) Sebagai orang asing, ia cukup pandai dalam bahasa Indonesia. b. Ketepatan memilih kata (diksi) Ketepatan dalam memilih kata, artinya kita harus menggunakan kata sesuai dengan proporsi kalimat yang tepat. Ketepatannya dapat dilakukan dengan cara penghematan penggunaan kata dan penggunaan sinonim yang dapat saling menggantikan. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindari pengulangan kata yang sama. Perhatikan contoh kalimat berikut. banyakde s a-de s a miskin. 1) Di Jawa Timur masih 2) Sejarah daripada perjuangan dan pertumbuhan bangsa daripada politik kita yang ikut memberi dasar dan arah bebas dan aktif.
Pendidikan
97
Kata-kata bercetak miring pada kedua kalimat tersebut menunjukkan penggunaan bahasa yang tidak hemat. Bandingkan lah kedua kalimat tersebut dengan kalimat berikut. 1) Di Jawa Timur masih banyak desa yang miskin. 2) Sejarah perjuangan dan pertumbuhan bangsa ikut memberi dasar dan arah dari politik kita yang bebas dan aktif. Kemudian, perhatikan pula kalimat-kalimat berikut. 1) Air sungai itu bersih. 2) Air sungai itu bening. 3) Air sungai itu jernih. Kalimat-kalimat tersebut mengandung pilihan kata yang tepat dan mengandung sinonim yang dapat saling menggantikan. Walaupun demikian, kalimat itu menjadi kurang tepat jika kata be rs ih be ning atau je rnih diganti dengan katauci sekalipun s , , , katas ucimerupakan sinonim dari kata-kata tersebut. c. Memiliki penalaran logis Kalimat efektif harus memiliki penalaran yang logis, yaitu kalimat yang masuk akal dan dapat dipahami dengan mudah, cepat, dan tepat serta tidak menimbulkan salah tafsir atau ambigu. Perhatikan contoh kalimat berikut. 1) Waktu dan tempat kami persilakan. Kalimat tersebut tidak logis. Siapa yang dipersilakan? Sementara waktu dan tempat tidak bisa dipersilakan. 2) Karena akan hujan saya berlarian pulang Kata be rlarian dinyatakan bahwa tindakan itu dilakukan oleh banyak pelaku. Kalimat tersebut seharusnya meng gunakan katabe rlari. Bandingkan kedua kalimat tersebut dengan kalimat berikut ini. 1) Kepada Bapak kepala sekolah, kami persilakan. 2) Karena akan hujan, saya berlari pulang. d. Kesatuan gagasan Kalimat efektif harus memperlihatkan kesatuan gagasan. Unsur-unsur dalam kalimat itu saling mendukung sehingga membentuk kesatuan ide yang padu. Kesatuan gagasan suatu kalimat bisa terganggu karena kedudukan subjek atau predikatnya, penggunaan kata depan yang tidak jelas, penempatan fungsi keterangan yang salah letak, dan kalimatnya yang terlalu panjang atau gagasannya yang bertumpuk-tumpuk. Perhatikan contoh kalimat berikut. Tahun ini spp mahasiswa baru dinaikkan. Menurut Anda, spp siapakah yang dinaikkan, seluruh mahasiswanya atau mahasiswa baru.
98
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Bandingkan dengan kalimat berikut. Spp mahasiswa tahun ini baru saja dinaikkan. e. Kepaduan Kepaduan adalah hubungan timbal balik antara unsurunsur pembentukan kalimat. Kepaduan suatu kalimat akan terganggu jika penggunaan kata ganti yang salah, kata depan yang tidak tepat, dan kata penghubung yang tidak jelas. Perhatikan contoh kalimat berikut. n 1) Atas perhatianya, saya ucapkan terima kasih. 2) Bandingkan dengan kalimat berikut. 3) Atas perhatian saudara, saya mengucapkan terima kasih. 2. Menyampaikan informasi dengan menggunakan kalimat yang komunikatif, cermat, dan santun Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam menge- Tahukah Anda? mukakan gagasan, baik lisan maupun tulisan yaitu menggunakan kalimat yang santun. Kalimat yang santun adalah kalimat yang Kalimat efektif ditandai tidak menggunakan kata-kata pada satu bidang keilmuan, kata dengan penggunaan pula tutur, kata yang mubazir, dan tidak menggunakan kata-kataejaan yang tepat, baik tidak itu dalam penggunaan baku. Selain itu, kalimat santun dapat dibantu dengan gerakantanda baca, penulisan huruf, gerakan tubuh. maupun penulisan kata. Ketidakefektifan komunikasi juga terjadi karena kalimatTahukah Anda apa yang yang disampaikan tidak efektif. Kalimat yang tidak efektif dimaksud dengan ejaan? Ejaan adalah keseluruhan disebabkan oleh beberapa faktor berikut. peraturan tentang perlam1. Penggunaan kata sambung yang tidak tepat (kontaminasi). bunyi ujaran dan bangan te tidak efektif : Me s kipun hari hujan, tapiia berangkat juga. hubungan antara lambang itu. Secara garis besar, efektif : Hari hujan,te tapi ia berangkat juga. ejaan 2. Penggunaan kata sambung yang bertumpuk (pleonasme). berkaitan dengan penulisan huruf, kata, kata tidak efektif : Membacaadalah m e rupakan kunci ilmu serapan, dan penulisan pengetahuan tanda baca. m efektif : Membaca e rupakan kunci ilmu pengetahuan. : Sumber Kalimat Efektif, Remaja Rosda Karya 3. Penggunaan kata ganti yang tidak tepat. nya tidak efektif : Atas perhatian , saya ucapkan terima kasih. s efektif : Atas perhatian audara saya mengucapkan , terima kasih. 4. Penggunaan kata yang tidak perlu (tidak logis). tidak efektif: S e panjang pe nge tahuan, s aya itu jujur. orang S e tahu s ayaorang itu jujur. efektif : , 5. Pemakaian akronim tidak dijelaskan kepanjangannya (jargon). s e kpri tidak efektif : Bapak saya ditunjuk sebagai. s e kre efektif : Bapak saya ditunjuk sebagai taris pribadi . 6. Pemakaian kata tidak baku. tidak efektif : Bokap saya pergi ke Bandung. efektif : Bapak saya pergi ke Bandung.
Pendidikan
99
Latihan Pemahaman
1. Bacalah wacana berikut dengan cermat. Lalu, tentukanlah penggunaan kata yang tidak efektif dalam wacana tersebut.
Meski sebagian perpustakaan masih hari itu tidak bisa hadir. Intan dan kedua memprihatinkan, mulai ada aksi untuk temannya, Mayang dan Rita, lebih suka membenahinya. Bahkan, kini ada alternatif memilih melakukan aktivitas lain ketimbang lain buat kamu yang ingin mendongkrak datang dan membaca di perpustakaan. Seminat baca. Sarie Puspayanti punya sebuah benar nya, perpustakaan sekolah mereka mimpi. "Saya ingin datang ke perpustakaan cukup nyaman. Namun, koleksi bukunya yang lebih besar, lebih bersih, dan lebih kebanyakan buku-buku lama. "Banyak juga lengkap koleksinya," ujar siswa semester 2 buku-buku yang bagus kayak ensiklopedi sih Akuntansi, Universitas Padjadjaran ini. negara-negara di dunia, tapi tebel-tebel amat, belum baca aja udah males ngeliatnya," tutur Intan yang merupakan salah seorang siswa sebuah SMAN di Bandung ini. Mayang dan Rita mengangguk. Kata mereka, perpustakaan sekolahnya kurang memfasilitasi selera baca mereka yang masih remaja. "Aku sih lebih suka baca novel, majalah, atau cerpen-cerpen gitu, pokoknya mah yang mudah dimengerti," kata Mayang. "Males ah, nggak ada yang seru, paling kalau Tempo, 20-26 Februari 2006 ke perpus, kita curhat-curhatan sama ibu Sumber: Apabila Sarie menyimpan mimpi penjaganya," tambah Rita. mengenai perpustakaan, harap maklum. Ke tiga murid kelas tiga ini mempunyai Cewek ini memang hobi banget datang pengalaman dengan perpustakaan yang lain. ke per pustakaan. Untuk saat ini, mimpi Untuk melengkapi tugas yang diberikan Sarie cukup terjawab di Cisral (Center of guru mereka, Mayang dan Intan juga pernah Information Scientific Resources and Library). meminjam buku dari Perpustakaan Daerah. Bagi dia, pusat informasi yang terletak di Tapi, lagi-lagi mereka kecewa karena proses Jalan Dipati Ukur, Bandung, ini tampaknya peminjaman memakan waktu cukup lama. telah memadai. "Cisral bagus karena sudah Selain itu, buku-buku yang ada di sana juga computerized, pakai katalogisasi, banyak kebanyakan buku-buku jadul alias zaman fasilitas mendukung, dan sering juga diadakan "Apalagi buat saya yang IPA, buku IPAdulu. acara diskusi," ujarnya. Namun, dia tetap nya kurang lengkap," kata Rita. menyimpan mimpi yang sempurna tentang Walaupun di Perpustakaan Daerah sebuah perpustakaan dalam benaknya. sudah menggunakan sistem komputerisasi, Pagi itu sekitar pukul 10.00, Intan tetap saja penelusuran buku masih sulit. keluar dari gerbang sekolah. Dia tak punya "Kurang efektif. Misalnya di komputer kegiatan sebab guru yang harus mengajarnya yang saya cari ada di rak sekian, tapi buku
Wajah Perpustakaan Kita, Antara Impian dan Realitas
100
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
ternyata bukunya nggak ada, kenapa yah Perpustakaan, Universitas Padjadjaran, menggak rapi banget," kata Mayang sambil ngatakan bahwa perpustakaan di daerah Jawa bersungut-sungut. Barat memang jauh tertinggal dengan daeBegitulah wajah perpustakaan kita. Ada rah-daerah lain. Penyebabnya bermula dari yang cukup canggih, ada yang seadanya kalau peminat yang kurang. tidak bisa dikatakan memprihatinkan. Tentang www.republikaonline.com Sumber: ini, Asep Saefulloh, dosen Ilmu Informasi dan
2. Lengkapilah kalimat berikut dengan cara memilih salah satu kata yang paling tepat. a. Saya ... pegunungan yang sangat indah itu dengan penuh takjub. (melihat–menatap–memandang–menyaksikan) b. Saya lebih senang menjadi ... daripada peminta. (diberi–memberi–memberikan–pemberi) c. Pemuda merupakan ... bangsa. (diharapkan–berharap–harapan–harap) d. Kepesatan ilmu informatika dapat ... meniadakan jarak. (disebutkan–dibilang–diungkapkan–dikatakan) e. Ayah ... pertandingan tinju dengan bersemangat. (menyaksikan–memerhatikan–menonton–melihat) 3. Ubahlah kalimat-kalimat tidak efektif berikut menjadi kalimat-kalimat efektif. a. Ibu guru Nina ngajar Fisika. b. Mengenai masalah program kerja OSIS sudah selesai disusun. c. Meskipun dia sakit, tetapi pergi juga ia ke temannya. d. Bajunya Furi kebawa e. temannya. Sebelum bertindak terlebih dahulu harus memikirkan baik buruknya.
Tugas
1. Bacakanlah naskah pidato berikut oleh salah seorang teman Anda.
Assalamualaikum warahmatullahi wa-perhatian besar pula terhadap sekolah ba ra katuh. kami. Ya, inilah sekolah tempat kami belajar. Teman-teman yang saya banggakan. Selamat datang dan terima kasih. Pagi ini kami merasa senang sekali. Hati kami Sesuai dengan acara yang kami lampirkan rasanya berbunga-bunga. Kedatangan teman- undangan kami, pagi ini kita akan medalam teman dari SMK 5 sangat mem bahagia kan nyelenggarakan pertandingan dua cabang kami di sini. Apalagi, teman-teman datangolahraga, yaitu sepakbola dan basket. Sepak dalam jumlah yang cukup banyak, lima bus. hanya akan dilaksanakan siswa putra, bola Padahal, semula kami hanya memperkirakan sedangkan basket putra dan putri. Semuanya tiga bus. Banyaknya yang hadir menunjukkan dilaksanakan di dalam kompleks sekolah kami. bahwa teman-teman dari SMK 5 mempunyai
Pendidikan
101
Pertandingan yang akan kita selenggarakemenangan itu harus dilaksanakan secara kan ini pertandingan persahabatan. Tujuannya Tidak ada gunanya menang dengan sportif. untuk mempererat persatuan. Kalau kita cara tercela. Bahkan, kata orang bijak, kalah hubungkan dengan isu disintegrasi, tentu yang sportif lebih dihargai daripada menang kegiatan ini sangat bermanfaat. Jika sekolah- curang. Oleh karena itu, marilah kita yang sekolah lain juga melaksanakan ke giatan laksanakan pertandingan olahraga ini dengan seperti yang kita lakukan ini, persatuan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya. Menang bangsa akan semakin kokoh sehingga isu dalam pertandingan memang penting, tetapi disintegrasi tidak perlu kita khawatirkan. bukan tujuan utama kita. Yang menjadi tujuan Dalam setiap pertandingan tentu ada utama, yaitu memperkokoh persahabatan yang menang dan ada yang kalah. Setiap pe- persatuan. dan main tentu berusaha keras untuk memperoleh Sekian dan selamat bertanding. Wassake menangan. Akan tetapi, upaya mem peroleh lamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Analisislah penggunaan kalimat dalam teks pidato tersebut berdasarkan kriteria kalimat efektif yang telah Anda pelajari.
Pada pelajaran ini Anda diharapkan mampu menyampaikan per tanyaan yang relevan dengan topik pembicaraan secara tertulis dengan santun. Anda juga diharapkan mampu menyampaikan pertanyaan yang memerlukan jawaban ya atau tidak secara tertulis dengan tujuan untuk memantapkan klarifikasi dan konfirmasi. Lalu, Anda diharapkan mampu menyampaikan pertanyaan retorik (tidak memerlukan jawaban) secara tertulis sesuai dengan tujuan dan situasi. Selain itu, Anda diharapkan mampu menyampaikan pertanyaan secara bersamaan dengan kalimat tanya secara tertulis dengan tujuan selain bertanya, seperti memohon, meminta, menyuruh, menyindir, memperkirakan, menyetujui, atau menyanggah.
Tujuan Belajar
B. Menggunakan Kalimat Tanya secara Tertulis Sesuai dengan Situasi
1. Menyampaikan pertanyaan yang relevan dengan topik pembicaraan Guru Anda sedang menjelaskan materi pelajaran di depan kelas. Lalu, Anda tidak memahami penjelasan Guru Anda itu. Apakah yang akan Anda lakukan? Tentu Anda akan bertanya kepada guru. Pertanyaan yang akan Anda ajukan biasanya bagaim anaapa, s iapa di m ana , , , akan menggunakan kata tanya m e ngapadankapan , . Sekarang, cermatilah teks percakapan berikut.
Anto Dindin Anto Dindin Anto Dindin Anto Dindin Anto : Din, siapa nama tetangga barumu itu? : Oh, yang baru pindah kemarin itu. Namanya Pak Banu. : Dari mana keluarga Pak Anto itu berasal? : Katanya sih, dari Surabaya. : Apakah benar Pak Anto itu bekerja sebagai guru? : Setahuku sih iya. Pak Banu itu, guru matematika? : Lalu, mengapa beliau pindah kemari? : Melanjutkan studi, To. : Oh, begitu. Mudah-mudahan Pak Banu itu tetangga yang baik seperti Pak Rinto dulu. Dindin : Aku juga berharap seperti itu, to.
Dalam teks percakapan tersebut, digunakan beberapa kalimat tanya. Jadi, apakah yang dimaksud dengan kalimat tanya itu? Kalimat tanya adalah kalimat yang berupa pertanyaan yang berma sud untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahui dan memerlu kan penjelasan atau jawaban. Kalimat tanya mempunyai karakteristik sebagai berikut.
102
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
a. Mengubah intonasi normal dari kalimat berita dengan nada naik pada akhir kalimat. Contoh kalimat berita (intonasi datar atau normal). 1) Siswa itu sedang belajar menggambar. 2) Dian mendapatkan nilai sangat baik. 3) Shelva sedang bermain. Contoh kalimat tanya (intonasi naik pada akhir kalimat) 1) Siswa itu sedang belajar menggambar? 2) Dian mendapatkan nilai sangat baik? 3) Shelva sedang bermain? kah b. Menggunakan partikel Perhatikan contoh kalimat berikut. 1) Apa kah yang kalian inginkan? k 2) Bagaimana ah keadaan bapak sekarang? c. Intonasi yang digunakan adalah intonasi tanya. d. Pada umumnya menggunakan kata tanya. Kata tanya yang biasa digunakan dalam kalimat tanya dapat dikelompokkan berdasarkan sifat dan maksud pertanyaan. 1) S iapa ke pada s iapauntuk s iapa ole h s iapa digunakan , , , , untuk menanyakan manusia. 2) Be rapadigunakan untuk menanyakan jumlah. 3) Mana digunakan untuk menyanyakan pilihan. 4) Di m ana dari m anake m ana , , digunakan untuk menanyakan tempat. 5) Kapan, bilam ana apabila digunakan untuk menanyakan , waktu. 6) Bagaim anabe tapadigunakan untuk menanyakan keadaan , atau situasi. 7) Me ngapaapa s e bab , digunakan untuk menanyakan sebab. Apa dari apa untuk apa 8) , , digunakan untuk menanyakan benda atau hal. 2. Menyampaikan pertanyaan yang memerlukan ya jawaban atautidak Pada umumnya kalimat tanya memerlukan jawaban. Namun, ada pada kalimat tanya yang tidak memerlukan atau tidak menghendaki jawaban. Pertanyaan seperti itu disebut pertanyaan retoris. Per tanyaan retoris umumnya dipergunakan dalam pidato dan per cakapan yang pendengarnya sudah mengetahui jawabannya. Kalimat tanya dapat diungkapkan dalam wujud lisan atau tulisan. Kalimat tanya menurut isinya, dapat dibedakan menjadi sebagai berikut. a. Pertanyaan yang menanyakan bahwa penanya benar- benar belum tahu tentang sesuatu yang ditanyakan. Contoh:
Pendidikan
103
1) Siapakah orang tua itu? 2) Di mana Bapak tinggal? b. Pertanyaan yang diajukan bukan karena penanya tidak tahu, melainkan ingin mengetahui pengetahuan orang lain, sebagai penegas, dan sebagai kebiasaan. Contoh: 1) Apakah yang saya jelaskan tadi? : Sumberwww.perspektif.net, 15 April 2008 2) Apa yang saya makan? 3) Mencuri itu hukumnya dosa, bukan? (penegas) Gambar 6.1 4) Mau ikut atau tidak? (penegas) 5) Bagaimana keadaan kalian? (kebiasaan) Pertanyaan retoris umumnya dipergunakan dalam pidato, 6) Bagaimana sehat? (kebiasaan) yang pendengarnya sudahc. Pertanyaan yang hanya memerlukan jawaban setuju atau mengetahui jawabannya. tidak setuju. Pertanyaan ini biasanya untuk keperluan penelitian (ilmiah) berupa angket dan biasanya berbentuk kalimat tanya tulis. Contoh: 1) Undang-Undang Dasar 1945 tidak perlu diamandemen (ada perubahan). a) setuju b) tidak setuju 2) Pemilihan Presiden sebaiknya dipilih oleh rakyat. a) setuju b) tidak setuju d. Pertanyaan berupa isian atau blangko Pertanyaan jenis ini biasa digunakan untuk mendapatkan data dan untuk kepentingan tertentu. Pertanyaan-pertanyaan untuk keperluan hal tersebut biasanya dalam bentuk formulir atau daftar isian untuk diisi oleh seseorang yang berkepen ti ngan terhadap urusan itu. ya atau e. Pertanyaan yang hanya memerlukan jawaban tidak. Kalimat pertanyaan semacam ini adalah kalimat tanya yang tidak memper gunakan kata tanya. Contoh: 1) Kalian sekolah di sini? 2) Ini uang kalian? 3) Kalian mau buku ini? ya atau Pertanyaan yang hanya memerlukan jawaban tidak, juga biasanya dipergunakan untuk kepentingan penelitian dalam mengumpulkan data tertentu. Kalimat tanya ini biasanya dalam wujud tertulis. Pertanyaan dan jawabannya sudah tertulis. Kita ya atau hanya tinggal memberi tanda pada jawaban tidak. Contoh: Kalian melakukan kegiatan membaca setiap hari? a. ya b. tidak
104
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
3. Menyampaikan pertanyaan secara tersamar Pertanyaan tidak hanya diperuntukkan untuk meminta jawab an. Pertanyaan dapat juga digunakan untuk memohon (permohonan), meminta (permintaan), menyuruh, mengajak, merayu, menyindir, dan meyakinkan. Pertanyaan-pertanyaan dengan tujuan tersebut, biasanya cara mengungkapkannya secara tersamar. Kalimat tanya samar pada umumnya memakai lah partikel - atau k ah. Berikut ini beberapa contoh kalimat tanya, tetapi bukan untuk bertanya. a. Untuk tujuan memohon (permohonan) Contoh: 1) Sudilah kiranya Bapak mengabulkan permohonan saya ini? 2) Bisakah Bapak meluangkan waktu untuk menjelaskan masalah ini. b. Untuk tujuan meminta (permintaan) Contoh: 1) Jika Anda ikhlas, bolehkah makanan ini saya bawa? 2) Anda sangat baik hati. Bolehkah saya ikut berteduh di halam rumah? c. Untuk tujuan menyuruh Contoh: 1) Mengapa Anda masih di luar? Ayo, silakan masuk. 2) Pergilah Anda sekarang agar tidak terlambat. d. Untuk tujuan mengajak Contoh: 1) Siapakah yang akan menemani saya pergi ke undangan. Jika Anda ada waktu, ikutlah bersama saya. 2) Apakah yang menyebabkan Anda tidak pergi, ayo pergi bersama saya. e. Untuk tujuan merayu Contoh: 1) Mengapa tidak Anda berikan barang itu kepada Siti? Ia sangat mengharapkannya. Bukankah kalian dermawan? Saya yakin barang itu akan diberikan kepadanya. 2) Kamu jangan marah terus. Apakah kamu menyukai saya? f. Untuk tujuan menyindir Contoh: 1) Jika saya orang kaya, apa yang kamu mau akan saya berikan? (sindiran kepada seseorang yang kikir). 2) Mengapa sumbangan ibu besar sekali? Nanti ibu jadi orang miskin. (sindiran bagi orang kaya apabila me nyumbang selalu sedikit)
Pendidikan
105
g. Untuk tujuan meyakinkan Contoh: 1) Apakah ibu tidak percaya pada saya? Percayalah saya pasti membantu Anda. 2) Mengapa Bapak ragu terhadap saya? Saya akan buktikan, tunggu saja nanti. h. Untuk tujuan menyanggah Contoh: Bagaimana pun usaha yang dilakukan oleh saya tidak akan menyelesaikan masalah, kecuali mempertemukan kedua belah pihak dalam keadaan sama-sama sadar.
Latihan Pemahaman
Carilah kata tanya yang tepat untuk menyempurnakan kalimat pertanyaan berikut. Anda dapat mencarinya di jalur kanan.
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Kalimat Tanya ... yang akan kamu pilih mobil atau motor? ... yang Ibu di kota? ... yang ada di dalam tas pinggangmu? ... yang akan kalian lakukan? ... lusin gelas yang akan dipinjam? ... kalian akan mengadukan masalah ini? ... tempat kami melakukan praktek lapangan? Sejak ... kalian tinggal di daerah ini? ... kalian akan pergi siang ini? ... kalian tidak berobat ke dokter saja? Kata Tanya apa apakah berapa kapan mengapa mana bagaimana ke mana di mana kepada siapa
Tugas
1. Simaklah sebuah penjelasan lisan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran selain pelajaran bahasa Indonesia di sekolah Anda. 2. Tulislah beberapa kalimat pertanyaan yang Anda anggap kurang bisa dipahami dari penjelasan tersebut. Gunakanlah kata tanya yang tepat dalam kalimat tanya Anda itu. 3. Setelah selesai, tukarkan pekerjaan Anda dengan pekerjaan teman sebangku Anda untuk saling memeriksa. 4. Perbaiki pekerjaan Anda jika masih terdapat kesalahan.
Latihan Pemahaman Pelajaran 6
1. Bacalah wacana berikut dengan cermat. Lalu, susunlah kalimat pertanyaan berdasarkan apa, s isi wacana berikut. Gunakanlah kata tanyaiapa di m ana m e ngapadanbagaim ana , , , dalam kalimat pertanyaan Anda.
106
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Mendengar kata rumah langsung terbayang Wujud ketiga, kebudayaan sebagai bendasebuah bentuk bangunan dengan atap, pintu,benda hasil karya manusia. Wujud sebagai dan lantainya. Itu sudah tertanam dalam setiap benak kebudayaan fisik dari aktivitas, perbuatan, dan kita. Rumah adalah bangunan untuk tempat karya semua manusia dalam masyarakat. Oleh tinggal rumah adalah bangunan pada umumnya. karena itu, wujud yang ketiga ini sifatnya paling nyata, Adapun budaya, ia adalah pikiran, akal budi, berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan difoto. hasil atau juga dapat didefinisikan adat-istiadat. Budaya dan kebudayaan sebagai suatu rangkaianJelas, budaya dengan kebudayaan dan sistindakan dan aktivitas manusia yang berpola dapat tem sosial yang membentuknya, terjadi melalui dilihat dalam tiga wujud. Wujud pertama adalah proses yang berkesinambungn se hingga budaya wujud ideal dari kebudayaan. Ia merupakan suatu merupakan hal yang menyeluruh dan berkompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, normahubungan satu dengan lainnya. Sebuah holistik norma, peraturan, dan sebagainya. Sifatnya absintegral dalam kehidupan individu perseorangan trak, tak dapat diraba atau difoto. Loka sinya jugaindividu masyarakat. ada di dalam kepala-kepala "individu masyarakat" Lalu, apakah rumah budaya adalah banguntempat budaya ter sebut hidup. an tempat pikiran, akal budi; hasil atau adat Wujud kedua adalah kebudayaan sebagai istiadat tinggal? Apakah rumah budaya adalah suatu kompleks aktivitas dan tindakan berpola rumah dari sebuah bentuk kreativitas dengan dari manusia dalam masyarakat. Wujud kedua hasil atau wujud- wujudnya? Apakahrumah ini juga disebut sistem sosial, mengenai tindakan budaya adalah sebuah rumah bagi mereka yang berpola dari manusia itu sendiri. Sistem sosial kecimpungdalam kebudayaan, apa pun ber ini berhubungan dalam kurun waktu tertentu bentuknya? dan membentuk pola yang berdasarkan adat www.rumahbudaya.com Sumber: tata kelakukan.
Rumah
2. Temukanlah penggunaan kalimat tidak efektif dari wacana tersebut.
Intisari Pelajaran 6
1. Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam mengemukakan gagasan, baik lisan maupun tulisan yaitu menggunakan kalimat yang santun. Kalimat yang santun adalah kalimat yang tidak menggunakan kata-kata pada satu bidang keilmuan, tutur, kata kata yang mubazir, dan tidak menggunakan kata-kata tidak baku. Selain itu, kalimat santun dapat dibantu dengan gerakan-gerakan tubuh. Pada umumnya kalimat tanya memerlukan jawaban. Namun, ada pada kalimat tanya yang tidak memerlukan atau tidak menghendaki jawaban. Pertanyaan seperti itu disebut pertanyaan retoris. Per tanyaan retoris umumnya dipergunakan dalam pidato dan percakapan yang pendengarnya sudah mengetahui jawabannya.
2.
Refleksi
Banyak manfaat yang Anda peroleh setelah mengikuti pelajaran ini, bukan? Anda sekarang dapat bertanya dengan baik, terutama menggunakan kalimat tanya secara tertulis dalam berbagai situasi. Anda pun sekarang telah mahir menggunakan kalimat yang baik, tepat, dan santun. Rajinlah berlatih jika Anda ingin menjadi murid yang pintar. Jangan lupa, bertanya atau berdiskusilah Anda dengan guru, orangtua, a teman-teman Anda jika menemukan kesulitan.
Pendidikan
107
Latihan Pemahaman Pelajaran 4 – 6
Pilihlah jawaban yang paling tepat. 7. Kalimat berikut yang tidak logis adalah…. 1. … Rinto tidak masuk kelas? a. Ibu mengajari mata pelajaran Fisika. Kata tanya yang tepat untuk melengkapi b. Polisi berhasil menangkap pencuri. kalimat tersebut adalah .... c. Pengendara sepeda motor mengalami a. apakah d. berapa kecelakaan. b. di manakah e. siapa d. Bapak pergi ke Surabaya bersama Ibu. c. mengapa e. Ayah mengajarkan mata pelajaran bahasa 2. Pak Ahmad … siswa Kelas X. Indonesia. Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat 8. Berikut ini yang tidak termasuk kalimat tersebut adalah .… santun adalah .... a. mengajarkan d. mempelajari a. Sudilah kiranya Bapak mampir di rumah b. mengajar e. ajarkan saya yang sederhana ini? c. ngajar b. Apakah tidak keberatan saya satu mobil 3. Contoh kalimat tidak efektif adalah.… a. Kerajinan menganyam dibuat di rumah. dengan Bapak? b. Kue tart buatan ibu. c. Silakan Anda duduk di depan. c. Adik tidak menyembunyikan buku. d. Saya ingin mengucapkan beribu-ribu d. Air dibutuhkan sama makhluk hidup. terima kasih atas pertolongan Anda. e. Uang sudah terkumpul Rp2.500.000,00. e. Semoga Anda mendapat limpahan rahmat dari Allah. 4. Contoh kalimat efektif adalah .… a. Dia hanya bisa ngerjain orang. 9. Kalimat yang menerangkan bahwa bukan b. Saya mohon dengan penuh harap. buku, majalah, surat kabar yang dibaca, c. Baju itu diserahkan Bapak . tekanan nada yang dipentingkan adalah .... d. Saya membeli buku di toko Gramedia. a. Peserta didik sedang membaca modul. e. Kakak ngasih saya uang. b. Peserta didik sedang membaca modul. 5. Keindahan kota akan menarik para turis c. Peserta didik sedang membaca modul. apabila pemerintah menata … dengan ped. Peserta didik sedang membaca modul. rawatan yang rutin. e. Peserta didik sedang membaca modul. Ungkapan yang tepat adalah …. 10. (1) Bapak ibu // Selva pergi ke Jakarta. a. jalur kemudi d. jalur lintas (2) Bapak ibu Selva // pergi ke Jakarta. b. jalur khusus e. jalur kota Berdasarkan penggalan kata pada kalimat ke-2 c. jalur hijau bahwa yang pergi ke Jakarta adalah Bapaknya 6. Kata bercetak miring dalam kalimat di Ibu Selva, sedangkan dalam kalimat ke-1 yang bawah ini yang tidak bermakna denotasi pergi ke Jakarta adalah .... adalah .... a. bapak a. Agar lebih sopan, hendaknya surat b. Selva dimasukkan ke dalam amplop. c. ibu Selva (ibu yang bernama Selva) b. Adik menatap wajah ibunya. d. bapak dan Ibu c. Kita dapat menyadap informasi dari e. bapak, ibu, dan Selva berbagai media. d. Badannya menggigil kedinginan. 11. Penggunaan kata berimbuhan yang tepat e. Andra tumbuh menjadi orang dewasa. terdapat pada kalimat ....
108
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Ibu menyuci pakaian dengan mengd. Ibadah puasa salah satu cara me nyucigunakan mesin cuci. kan diri. b. Ibu menterjemahkan kata-kata bere. Bibi menyuci menggunakan mesin cuci. bahasa Inggris ke dalam kata-kata bahasa 16. Anda membuat tulisan mengenai "Cara Indonesia. memperbaiki Mesin Foto Copy". Agar pemc. Adik memoto rumah. baca mengerti, bentuk karangan yang tepat d. Puasa salah satu cara untuk menyucikan untuk memaparkan tulisan tersebut adalah diri. bentuk .... e. Memitnah lebih kejam daripada mema. karangan narasi bunuh. b. karangan eksposisi 12. Pebulutangkis Indonesia kini sudah tidak dic. karangan deskripsi pandang ... setelah mampu meraih juara dunia.d. karangan argumentasi e. karangan persuasi Kelompok kata yang tepat untuk menyempurnakan kalimat tersebut adalah .... 17. Tahapan-tahapan penting dalam karangan a. sebelah-sebelah ber tema "Cara Belajar Efefktif di Rumah" b. sebelah mata adalah .... c. mata sebelah a. pengertian–tujuan–manfaat–kegiatan d. sebagian mata membaca e. separuh mata b. pendahuluan–latar belakang–tujuan 13. Deretan kata berikut ini yang tidak termasuk c. pendahuluan–isi–penutupkarangan kata berimbuhan gabung (konfiks) adalah .... d. belajar–buku-buku yang layak baca– penutup a. mengesampingkan–menyampingkan– e. alasan–proses pembuatan–simpulan mendengarkan b. mendengarkan–memperdengarkan– 18. Dzian dan Shelva. diperdengarkan Kalimat pertanyaan yang tidak tepat untuk c. mempersilakan–mewujudkan–menjawaban tersebut adalah .... dengarkan a. Siapakah yang ada di kamar ini? d. mempertontonkan–memperlihatkan b. Siapakah yang menemani bapak be–memperdengarkan rangkat? e. menahan–naikan–mendekam– c. Siapakah yang membetulkan meja ini? merenda d. Ke mana Dzian dan Shelva pergi? 14. Keberuntungan saya adalah merupakan e. Dengan siapakah Anda pergi? keberuntungan Anda juga. 19. Jika bukan kepada Ibu, kepada siapa lagi saya Kalimat tersebut tidak efektif. Kalimat meminta sumbangan? tersebut akan menjadi efektif apabila diKalimat tersebut termasuk kalimat .... hilangkan kata .... a. kalimat tanya retoris a. adalah d. ini b. kalimat tanya b. bagi e. hari c. kalimat tanya memerlukan jawaban c. terbaik d. kalimat tanya penegas 15. Kalimat yang menggunakan kata baku adalah e. kalimat tanya memerlukan jawaban ya atau tidak .... a. Sejak dulu ia berita-cita dapat kuliah 20. Kini aku jarang mendengar alunan lagu yang pada pakultas kedokteran. memuja keindahan tanah airku. b. Kita rubah saja posisi tempat tidur. Kalimat tersebut dapat diparafrasakan menc. Bapak mempersilahkan masuk pada tamu. jadi ....
a.
Latihan Pemahaman Pelajaran 4 –109 6
Saya tidak pernah lagi mendengar suara bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. lagu yang merdu tentang keindahan Gending Jawa." Indonesiaku. Para penumpang mendengarkan b. Alunan lagu yang mengagungkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemukeindahan Indonesiaku tercinta hampir dian, terdengar orang berteriak: tidak terdengar lagi. "Bolehkah lagu itu ditukar?" c. Alunan lagu tentang Indonesia hampir hilang sehingga aku tidak mendengar lagi. Penggalan cerita tersebut termasuk karangan d. Saya sudah tidak mendengar lagi alunan …. kesenanganku. a. narasi imajinasi e. Saya teringat masa lampau bahwa alunanb. narasi fakta atau ilmiah lagu yang memuji keagungan tanah airku c. narasi adalah lagu nasional. d. eksposisi imajinasi e. eksposisi fakta 21. Orang tuaku kini semakin senja. 25. Kalimat tersebut dapat diparafrasakan menla menyusuri pematang sawah jadi sebagai berikut, kecuali.... sambil ter senyum. Udara dingin me a. Sekarang usia orangtuaku sudah tua. ngusap pipi nya, tapi ia tidak menggigil. b. Kini usia orangtuaku semakin renta. Nafasnya ditarik dalam-dalam dan c. Umur orangtuaku sekarang sudah tua. dihembuskannya perlahan. la merasakan d. Umur orangtuaku sudah tua. dingin yang lain dari biasanya meresap e. Kini usia orangtuaku telah senja. ke seluruh tubuhnya. Butiran embun 22. Tujuan utama dari membaca adalah .... di daun-daun padi menerjemahkan a. mengisi waktu luang kebening hatinya. Sunyi menyelusup b. mencari tambahan uang sampai ke tempat-tempat terjal dari c. menyerap informasi ingatannya, saat sebutir embun menetes d. mencari kesibukan dari ujung rerun cing daun padi yang e. tidak ada jawaban yang benar tidak bisa lagi menahannya. Kehangat an matahari yang mulai tampak semburat 23. Uraian dalam bentuk gambar dan tulisan jingga, menebar di langit, menjadikan tidak dapat dibuat dalam bentuk .... pendar-pendar tersendia di air sawah, a. grafik d. kolom menerjemahkan gairah hidupnya. Keb. tabel e. matrik riang an menjalani hari-harinya ditarikan c. bagan ikan-ikan yang mengapung di kolam 24. Perhatikan penggalan cerita berikut. menyambut pagi. "Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak Penggalan cerita tersebut tersebut termasuk suka lagu pop Indonesia, padahal lagu karangan .... itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja a. ekposisi dengan gending Jawa." b. deskripsi "Tetapi saya tidak punya kaset gending c. narasi Jawa," kata sopir d. fiksi "Saya punya. Saya tidak pernah mee. ilmiah ninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya
a.
110
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
Alwi, Hasan, dkk. 2000. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka. Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Isi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Badudu, J.S., 1993. Membina Bahasa Indonesia Baku 1 dan 2. Bandung: Pustaka Prima. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pus Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. l99l. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka. Depdiknas RI. 2006. Kurikulum 2006 Bahasa dan Sastra Indonesia Sekolah Menengah Kejuruan. Jakarta: Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas RI. Efendi, S. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Perum Balai Pustaka. Harun Joko, M. Thoybi, dan Adyana Sunanda (Ed.). 2000. Pembudayaan Penulisan Karya Ilmiah. Suraka Muhammadiyah University Press. Keraf, Gorys. 1991. Komposisi. Ende: Flores. Keraf, Gorys. 1998. Pengajaran Mengarang sebagai Sarana Pengembangan Kemampuan Berbahasa, Bahasa Indonesia Menjelang Tahun 2000. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Mardia, Sukarta. 2000. Materi Pelajaran Bahasa Indonesia. Bandung. Gitanisa. Mardia, Sukarta. dkk. 2004. Modul Pemelajaran Bahasa Indonesia. Cimahi: Gitanisa. Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia. Nurdin, Ade dkk. 1999. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Pustaka Setia. Panut, Sugeng. 2003. Kamus Peribahasa Indonesia. Jakarta: Kesaint Blanc. Sakri, Adjat. 1995. Bangun Kalimat Bahasa Indonesia. Bandung: ITB Bandung. Soedjito. 1986. Keterampilan Menulis Paragraf. Malang: Remaja Karya. Soedjito. 1991. Kalimat Efektif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Soeparno & Mohamad Yunus. 2007. Keterampilan Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka. Tarigan, Henry Guntur dan Jago Tarigan. 1990. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Widyamartaya, A. 1990. Seni Menuangkan Gagasan. Yogyakarta: Kanisius. Sumber Internet www.google.com www.harunyahya.com www.iptek.net www.pikiran-rakyat.com www.republikaonline.com www.rumahbudaya.com www.smartschool.com www.suarapembaruan.com www.tokohindonesia.com www.trubus.com www.waspadaonline.com Sumber Bacaan Amanah, November 2007 Asri, 8 Desember 2007 Kompas, 22 Juni 2008 Kompas, 28 Juni 2008 Suara Karya, 7-9 April 2008
Daftar Pustaka
Pendidikan
111
Glosarium
artikulasi bagan
: lafal atau pengucapan kata (hlm. 39, 79, 80, 82) : alat peraga grafik untuk menyajikan data agar mempermudah penafsiran (hlm. 57, 68, 80, 76, 112) biografi : riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain (hlm. 58, 64, 112) denotasi : makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa (hlm. 108) deskripsi : pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan terperinci (hlm. 56, 57, 58, 62, 67, 68, 79, 84, 89, 90, 93, 109) eksposisi : uraian yang bertujuan menjelaskan maksud dam tujuan karangan (hlm. 55, 56, 57, 58, 62, 63, 67, 68, 79, 84, 89, 90, 93, 109, 110) ensiklopedia : serangkaian buku menghimpun keterangan atau uraian tentang tentang berbagai hal dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan dan disusun menurut abjad atau menurut lingkungan ilmu tertentu (hlm. 30) fase : tingkatan masa (hlm. 85, 86) fiksi : cerita rekaan (hlm. 23, 64, 109) grafik : lukisan pasang surut suatu keadaan dengan garis atau gambar (hlm. 2, 57, 68, 69, 70, 7 intonasi : lagu kalimat (hlm. 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 45, 46, 47, 48, 50, 51, 52, 61, 72, 73, 79, 10 jargon : kosakata khusus yang digunakan dalam bidang tertentu (hlm. 99) jeda : waktu berhenti sebentar (hlm. 37, 38, 39, 41, 45, 48, 50, 51, 52, 73, 79) komentar : ulasan atau tanggapan atas berita, pidato, dst (hlm. 37, 41, 42, 52, 112) konotasi : tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata (hlm. 23, 108, 112) kosakata : perbendahara kata (hlm. 80, 82) lafal : cara seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat bahasa mengucapkan bunyi bahasa (hlm. 20, 37, 38, 39, 41, 42, 43, 48, 50, 52) lirik : susunan kata sebuah nyanyian (hlm. 45, 47, 48) narasi : pengisahan suatu cerita atau kejadian atau kisahan (hlm. 56, 57, 58, 64, 67, 68, 79, 84, 89, 93, 109) opini : pikiran atau pendapat (hlm. 5, 19, 21, 32, 56, 57, 58, 61, 68, 76, 89) paragraf : bagian dari suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dengan garis baru atau elenia (hlm. 28, 29, 30, 48, 51, 53, 55, 71, 88, 89, 90, 93) pidato : pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak pleonasme : pemakaian kata-kata yang lebih daripada apa yang diperlukan (hlm. 99) retorika : keterampilan berbahasa secara efektif (hlm. 103, 104, 107, 110) tabel : daftar berisi ikhtisar sejumlah data informasi, biasanya berupa kata-kata dan bilangan yang tersusun secara bersitem (hlm. 2, 57, 68, 70, 90) topik : pokok pembicaraan atau hal yang menarik perhatian umum saat ini (hlm. 4, 5, 26, 28, 55, 84, 86, 87, 88, 90, 94, 102) verbal : secara lisan (hlm. 19, 20, 68) wacana : satuan bahasa terlengkap yang direalisasikan dalam bentuk karangan atau laporan utuh (hlm. 20, 24, 25, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 52, 100, 106)
112
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)
kata seru 37, 49 kata sifat 37, 47 kata tanya 46, 95, 102, 103, 104, 106, 107 B kelas kata 37, 44, 46, 51, 52 bagan 57, 68, 80, 76, 112 simpulan 32, 110 biografi 58, 64, 112 komentar 37, 41, 42, 52, 112 D konotasi 23, 108, 112 demografi 2 konsentrasi 20, 34, 64 denotasi 108 kontaminasi 99 deskripsi 56, 57, 58, 62, 67, 68, 79, 84, 89, 90, 93, 109 kosakata 80, 82 Dini N.H. 64 Kuningan 8, 9 E eksposisi 55, 56, 57, 58, 62, 63, 67, 68, 79, 84,L 89, lafal 20, 37, 38, 39, 41, 42, 43, 48, 50, 52 90, 93, 109, 110 lirik 45, 47, 48 elokasi 33 lumba-lumba 35, 36 ensiklopedia 30 N F narasi 56, 57, 58, 64, 67, 68, 79, 84, 89, 93, 109 fakta 4, 15, 18, 21, 25, 28, 29, 36, 50, 54, 56, 57, nonverbal 20, 68 58, 61, 67, 68, 76, 78, 89, 110 O fase 85, 86 opini 19, 30, 39, 56, 57, 58, 61, 68, 76, 89 fiksi 23, 64, 109 P G parafrasa 19, 29, 30, 31, 33, 36, 71 grafik 2, 57, 68, 69, 70, 76 paragraf 28, 29, 30, 48, 51, 55, 71, 88, 89, 90, 93 gramatikal 72 pidato 45, 47, 48, 49, 50, 51, 75, 96, 101, 102, Gunung Kelud 40, 41 103, 104, 107 I pleonasme 99 informasi 1, 2, 4, 10, 11, 16, 19, 20, 21, 23, 25, 28, 29, R 36, 57, 58, 59, 60, 61, 62, 64, 68, 71, 76, 80, referensi 2, 86 86, 87, 93, 99, 100, 108 ragam bahasa, 22, 23, 26, 33, 55, 72, 73, 74, 76, 78 intonasi 1, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 18, 45, 46, 47, retorika 103, 104, 107, 110 48, 50, 51, 52, 61, 72, 73, 79, 103 S J scanning 3, 4, 16, 38, 50 jargon 99 jeda 37, 38, 39, 41, 45, 48, 50, 51, 52, 73, 79 skimming 2, 4, 5, 16 sonar 35, 36 K T kamus 4, 30, 63, 81 tabel 2, 57, 68, 70, 90 kata benda 5, 37, 46 topik 4, 5, 26, 28, 55, 84, 86, 87, 88, 90, 94, 102 kata bilangan 49 kata depan 37, 47, 98, 99 V verbal 19, 20, 68 kata ganti 5, 39, 46, 99 kata kerja 37, 46 W kata keterangan 1, 11 wacana 20, 24, 25, 26, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 52, kata penghubung 99, 113 100, 106 kata sandang 49 WWF 45 A artikulasi 39, 79, 80, 82
Pendidikan
Indeks
113
Kunci Jawaban
Latihan Pemahaman Pelajaran 1 – 3
1. a 2. a 3. b 4. d 5. e 6. e 7. c 8. b 9. d 10. d 11. d 12. c 13. a 14. b 15. a 16. d 17. d 18. b 19. b 20. a 21. c 22. c 23. b 24. d 25. c
Latihan Pemahaman Pelajaran 4 – 6
1. c 2. b 3. d 4. c 5. c 6. c 7. a 8. d 9. e 10. b 11. d 12. b 13. e 14. a 15. d 16. b 17. a 18. d 19. d 20. b 21. e 22. c 23. d 24. b 25. a
Catatan: Kunci jawaban ini hanya untuk membantu Anda membandingkan jawaban yang telah dikerjakan. Janga Anda langsung melihat kunci jawaban ini saat mengerjakan soal di Latihan Pemahaman Pelajaran 1-3 4-6. Perca yalah pada kemampuan diri Anda sendiri.
114
Efektif dan Aplikatif Berbahasa Indonesia untuk Tingkat Semenjana (Kelas X)

Published under a Creative Commons License By attribution, non-commercial
surveys4income.com Get Paid to Take Surveys
Perhatian untuk seluruh sobat belajar online gratis
Mohon maaf apabila komentar anda tidak dipublikasikan dikarenakan tidak sesuai dengan halaman bersangkutan