3. Piawai Berbahasa Indonesia

  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • warning: preg_replace() [function.preg-replace]: Compilation failed: disallowed Unicode code point (>= 0xd800 && <= 0xdfff) at offset 1816 in /home/u233797337/public_html/modules/search/search.module on line 333.
  • You must include at least one positive keyword with 3 characters or more.
Embedded Scribd iPaper - Requires Javascript and Flash Player
PUSAT PERBUKUAN
Departemen Pendidikan Nasional
1
Agus Setiyono Parimin Retno Winarni
Piawai Berbahasa
Cakap
Bersastra Indonesia
Untuk SMA/MA Kelas X
1
Hak Cipta Pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia
Untuk SMA/MA Kelas X
Penulis
:
Editor Setting & Layout Desain Cover Sumber Cover Ilustrator
: : : : :
Agus Setiyono Parimin Retno Winarni Dewi Indrawati Heru Purwanto Mulyanto Clipart dan Koleksi Pribadi Ary Nugroho
410.7 AGU p
AGUS Setiyono Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia 1: Untuk SMA/MA Kelas X / penulis, Agus Setiyono, Parimin, Retno Winarni ; editor, Dewi Indrawati illustrator, Ary Nugroho. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. viii, 236 hlm. : ilus. ; 25 cm. Bibliografi : hlm. 232 Indeks ISBN978-979-068-906-0 (No. Jilid Lengkap) ISBN978-979-068-907-7 1. Bahasa Indonesia-Studi dan Pengajaran I. Judul II. Parimin III. Retno Winarni IV. Dewi Indrawati V. Ary Nugroho
Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit Widya Duta Grafika, PT Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 Diperbanyak oleh ....
http://belajaronlinegratis.com bukubse@belajaronlinegratis.com
ii
Sambutan
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, 9, telah mem Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 200 hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada mas melalui situs internet (website) Jaringan Pendidikan Nasional.
Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan te ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunak dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 81 T 2008 tanggal 11 Desember 2008.
Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/pe yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan N untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia.
Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (down load), digandakan, dicetak, dialihmediaka atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial h penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh In sia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber ini.
Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa k ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari b buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kam harapkan.
Jakarta, Juni 2009 Kepala Pusat Perbukuan
Pengantar
iii
Pengantar
Kata orang-orang bijak, belajar yang baik adalah jika disertai keaktifan siswa, kenya suasana, kegairahan semangat, kekreatifan, dan keefektifan prosesnya. Itulah sebabny lantas muncul akronim PAKEM: pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Keaktifan dalam belajar sangat dituntut mengingat pada akhir pembelajaran tertent Anda sebagai siswa diharuskan memiliki kompetensi (kemampuan melakukan secara b yang dipersyaratkan sebagaimana tersurat dalam indikator hasil belajar. Mengingat kea siswa sangat diperlukan maka buku ini disusun dengan format yang mudah sehingga da menjadi ”teman” bagi para siswa belajar sendiri, tanpa harus tergantung kepada guru.
Satu hal yang juga perlu dipahami, mengingat belajar bahasa pada dasarnya adala belajar berkomunikasi, maka konteks diskusi, bertukar pikiran, dan berlatih bersama-sa menjadi sesuatu yang sangat sayang jika diabaikan apalagi ditinggalkan.
Buku ini banyak memuat uji kompetensi dan tugas. Tujuannya agar para siswa dap lebih memperdalam materi dan segera sampai pada titik kompetensi yang dituju. Tentu untuk itu dibutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan kegigihan dalam belajar. Semua itu p ada dalam jiwa Anda sebagai pelajar Indonesia, bukan?
Buku ini tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya sumber belajar. Oleh karena itu, diharapkan melengkapinya dengan sumber-sumber (rujukan) lain. Dengan begitu, komp yang dituntut benar-benar dapat dikuasai secara semestinya.
Untuk mencapai hasil maksimal, pelajarilah buku ini bab demi bab, aspek demi asp secara urut, karena susunan penyampaian materi dalam buku ini telah disesuaikan den standar isi yang berlaku.
Mungkin Anda, para siswa, menemukan hal-hal yang kurang menyenangkan dalam ini. Silakan sampaikan keluhan Anda agar pada waktu mendatang tampilan dan isi buku lebih baik lagi. Semoga bermanfaat. Selamat belajar.
Surakarta, Mei 2008 Penulis
iv iv
Pengantar
Daftar Isi
Sambutan................................................................................................................. Pengantar................................................................................................................. Daftar Isi ................................................................................................................. Pelajaran 1 Kesastraan Kemampuan Berbahasa A. Mendengarkan : Menuliskan isi siaran berita................................................................. B. Berbicara : Memperkenalkan diri........................................................................... C. Membaca : Membaca teks...................................................................................... D. Menulis : Karangan narasi .................................................................................. Kemampuan Bersastra Mendengarkan : Menyebutkan tema puisi...................................................................... Rangkuman................................................................................................................................11 Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 2 Kemanusiaan Kemampuan Berbahasa A. Mendengarkan : Menuliskan isi siaran berita radio atau televisi ................................... B. Berbicara : Menyusun pengalaman pribadi........................................................... C. Membaca : Menyusun ringkasan isi teks............................................................... D. Menulis : Mengembangkan paragraf deskripsi................................................... Kemampuan Bersastra Berbicara : Mengidentifikasi isi cerpen.................................................................. Rangkuman................................................................................................................................27 Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 3 Pendidikan Kemampuan Berbahasa A. Mendengarkan : Menuliskan isi siaran berita................................................................. B. Berbicara : Menyampaikan ringkasan dan topik aktual dalam forum diskusi ............. C. Membaca : Mengidentifikasi isi paragraf................................................................ D. Menulis : Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi tulisan berciri deskriptif.................................................................................... Kemampuan Bersastra Membaca : Mengidentifikasi puisi .......................................................................... Rangkuman................................................................................................................................43 Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 4 Peristiwa Kemampuan Berbahasa A. Berbicara : Menanggapi masalah dalam artikel atau buku................................... B. Membaca : Menuliskan kembali isi bacaan secara ringkas.................................. C. Menulis : Paragraf eksposisi ............................................................................... Kemampuan Bersastra Menulis : Mengidentifikasi puisi lama................................................................. Rangkuman................................................................................................................................60 Refleksi.......................................................................................................................................
Daftar Isi
v
Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 5 Pertanian Kemampuan Berbahasa A. Berbicara : Mengucapkan kalimat perkenalan.................................................... B. Membaca : Mengidentifikasi isi paragraf............................................................. C. Menulis : Paragraf naratif.................................................................................. Kemampuan Bersastra Mendengarkan : Mengungkapkan isi suatu puisi......................................................... Ada Apa dalam Bahasa Kita Konjungsi antarkalimat : sementara itu dan dalam pada itu..................................................... Rangkuman................................................................................................................................74 Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 6 Perekonomian Kemampuan Berbahasa A. Mendengarkan : Mengajukan tanggapan berdasarkan informasi yang didengar...... B. Berbicara : Menyampaikan pengalaman secara lisan........................................ C. Membaca : Menemukan ide pokok...................................................................... Kemampuan Bersastra A. Berbicara : Nilai-nilai cerpen............................................................................... B. Menulis : Menulis puisi baru............................................................................. Rangkuman................................................................................................................................90 Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 7 Kemasyarakatan Kemampuan Berbahasa Mendengarkan : Mengidentifikasi unsur sastra............................................................ Kemampuan Bersastra A. Mendengarkan : Mengungkapkan isi suatu puisi......................................................... B. Membaca : Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik cerpen dengan kehidupan sehari-hari.......................................................................................... Rangkuman................................................................................................................................ Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelatihan Ulangan Akhir Semester 1..............................................................................109 Pelajaran 8 Lingkungan Hidup Kemampuan Berbahasa A. Mendengarkan : Menyampaikan isi informasi dari tuturan langsung.......................... B. Berbicara : Memberikan kritik informasi dari media cetak atau elektronik.......... C. Membaca : Merangkum isi informasi teks buku................................................... D. Menulis : Menulis gagasan dalam bentuk paragraf argumentatif.................... Ada Apa dalam Bahasa Kita Konjungsi antarkalimat : oleh karena itu dan jadi..................................................................... Kemampuan Bersastra Mendengarkan : Menemukan hal-hal yang menarik dari cerita rakyat........................ Rangkuman................................................................................................................................ Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 9 Ketenagakerjaan Kemampuan Berbahasa
1 1 1 1
1 1 1 1
1
1 1 1 1
vi iv
Daftar Isi
A. Mendengarkan : Mencatat pokok-pokok isi informasi yang dibacakan....................... B. Berbicara : Memberikan persetujuan atau dukungan terhadap artikel............... C. Menulis : Menuliskan hasil wawancara............................................................ Kemampuan Bersastra A. Berbicara : Membahas isi puisi............................................................................ B. Menulis : Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri.................... Ada Apa dalam Bahasa Kita Frasa sifat/adjektiva.................................................................................................................... Rangkuman................................................................................................................................ Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 10 Teknologi Kemampuan Berbahasa A. Berbicara : Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak dan atau elektronik................................................................................... B. Membaca : Merangkum isi informasi ke dalam beberapa kalimat...................... C. Menulis : Menuliskan hasil wawancara............................................................ Kemampuan Bersastra A. Berbicara : Mendiskusikan isi puisi yang berkaitan dengan realitas alam, sosial, dan masyarakat...................................................................... B. Membaca : Sastra Melayu Klasik......................................................................... Ada Apa dalam Bahasa Kita Imbuhan : ke-an dan itas.................................................................................... Rangkuman................................................................................................................................ Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 11 Perindustrian Kemampuan Berbahasa A. Berbicara : Memberikan pendapat...................................................................... B. Membaca : Mengungkapkan dan merangkum isi tabel/grafik............................. C. Menulis : Menyusun teks pidato........................................................................ Kemampuan Bersastra Mendengarkan : Menemukan hal-hal menarik tentang tokoh cerita........................... Rangkuman................................................................................................................................ Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelajaran 12 Kegemaran Kemampuan Berbahasa A. Membaca : Merangkum........................................................................................ B. Menulis : Menulis gagasan dalam bentuk paragraf persuasif......................... Kemampuan Bersastra A. Membaca : Karya sastra Melayu Klasik............................................................... B. Menulis : Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain................. Rangkuman................................................................................................................................ Refleksi....................................................................................................................................... Evaluasi...................................................................................................................................... Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2..............................................................................217 Glosarium.................................................................................................................227 Daftar Pustaka..........................................................................................................232 Indeks.....................................................................................................................233
1 1 1
1 1
1 1 1 1
1 1 1
1 1
1 1 1 1
1 1 1
1 1 1 1
1 1
2 2 2 2 2
Daftar Isi
vii vii
viii
Pelajaran
Kesastraan
Sastra adalah bagian seni. Sastra yang berbentuk baik prosa, drama, maupun puisi sangat sarat dengan nilai-nilai humanitas (kemanusiaan) yang sangat mencerahkan jiwa. Jiwa yang cerah tidak rentan terhadap kekerasan, kekejian, kebiadaban, dan sejenisnya. Kalau demikian, mengapa tidak memprioritaskan jiwa yang cerah? Mengapa harus bergulat dengan kegalauan, kegundahan, keresahan, maupun kegelisahan? Jadi, betapa penting peran sebuah sastra sebagai bagian dari seni dalam membentuk jiwa yang cerah. Oleh karena itu, agar wawasan Anda tentang kesastraan berkembang, jadikanlah masalah itu sebagai sarana untuk berlatih berbahasa dalam kesempatan ini.
Sumber: Indonesia
I. Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menulis isi siaran radio atau televisi dalam beberapa kalimat yang runtut.
Menuliskan isi siaran berita Pola susun berita terdiri atas tiga bagian, yaitu teras berita, tubuh berita, dan ekor berita. Bentuk atau pola susunan berita adalah piramida terbalik. Perhatikan bagan di samping! Berdasarkan bagan tersebut, bagian penting berita terletak pada teras berita yang terdiri atas enam unsur berita, yaitu 5 W + 1 H: what (apa), who (siapa), why (mengapa), when (kapan), where (di mana), dan how (bagaimana kronologinya). Akronim yang biasa digunakan untuk menyebutkan unsurunsur berita tersebut adalah asidibimega (apa, siapa, di mana, bilamana (kapan), mengapa, dan bagaimana). Teras berita Tubuh berita Ekor berita
Bahasa berita hendaknya mudah dicerna atau diterima masyarakat pembaca, maks bahwa bahasa tersebut dapat menarik perhatian atau sensasional, hidup, dan segar. Is adalah sebuah fakta, meskipun kadang-kadang disertai opini atau pendapat. Uji Kompetensi 1.1
Analisislah berita di bawah ini dalam satu paragraf singkat berdasarkan unsur-unsur Adakah unsur yang belum termuat? Dengan menemukan unsur-unsur berita tersebut b Anda telah menemukan pokok-pokok beritanya.
Pertemuan anggota-anggota Mastera (Majelis Kesusastraan Asia Tenggara) kembali diadakan. Kali ini dalam rangka memperingati ulang tahun ke-7 berdirinya Mastera. Pertemu dilaksanakan dari tanggal 26 sampai dengan 29 Oktober 2003 di Jakarta. Pertemuan diikuti oleh perwakilan seluruh negara-negara anggota. Dalam pertemuan tersebut, Mastera membahas berbagai evaluasi dan program ke depan. Di antara program yang hendak diprioritaskan adalah memperbanyak usaha penerjemahan karya-karya sastra para penulis Asia Tenggara. Di samping itu, diprogramkan pula penerbitan karya-karya mereka, baik dalam bentuk cetakan maupun digital.
2
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tugas 1.1
Carilah sedikitnya tiga berita di media massa. Analisislah untuk menguraikan unsurunsur beritanya. Pilih salah satu atau dua laporan hasil kemudian analisislah untuk didiskusikan di kelas Anda!
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menggunakan kalimat perkenalan, misalnya sebagai moderator dengan lancar dan informasi yang tidak monoton
Memperkenalkan diri 1. Memperkenalkan diri dalam forum resmi
Salah satu hal yang harus Anda sampaikan pada saat Anda menjadi moderator atau menjadi pembawa acara adalah memperkenalkan diri dan memperkenalkan or lain. Dalam hal ini, pembicara atau orang-orang penting dalam acara yang sedang A Bagaimana memperkenalkan diri dan orang lain? Perhatikan contoh di bawah ini!
Assalamualaikum wr., wb., Salam sejahtera, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah, rahmat, karunia, kasih, dan sayang-Nya yang tidak pernah terputus hingga detik ini. Saudara-saudara peserta diskusi yang berbahagia, Sebagaimana telah diketahui, pada hari ini kita akan berdiskusi dengan topik ”Mengapa sastra Indonesia tidak kunjung berkembang?” Diskusi hari ini menghadirkan pembicara Bp/Ibu/Saudara .... Beliau adalah seorang .... Sebagai moderator saya sendiri .... (nama) Sebelum diskusi dimulai, perkenankan saya sampaikan beberapa tata tertib yang perlu kita ketahui agar diskusi hari ini berjalan lancar. (kemudian membacakan tata tertib) …………………………………………......................(sedikit ulasan mengenai topik diskusi, semacam pengantar) Baiklah, marilah kita mulai diskusi hari ini. Untuk itu, kepada pembicara, Bapak/Ibu/Saudara ... dipersilakan. ....
Kesastraan
3
Dalam memperkenalkan diri atau orang lain pada forum resmi perlu memerhatika beberapa hal, antara lain a. menyebutkan identitas dengan lengkap meliputi nama, alamat, pekerjaan, riwaya pendidikan atau pekerjaan, dan sebagainya; b. menggunakan bahasa resmi/baku (lihat bagian ”menggunakan diksi yang tepat” s bagian ini); c. menghindari pernyataan-pernyataan yang bersifat pribadi sehingga dapat menyin perasaan atau menimbulkan rasa malu pada orang yang sedang diperkenalkan.
Uji Kompetensi 1.2
1. Menurut Anda, mengapa dalam sebuah forum, misalnya diskusi atau pembawaan ac perlu ada perkenalan? 2. Mengapa dalam forum resmi hendaknya menggunakan bahasa resmi/baku? 3. Jika Anda ditunjuk menjadi moderator diskusi, apa saja yang perlu dilakukan dan dih pada saat memperkenalkan diri atau seseorang? 4. Susunlah sebuah paragraf yang menggambarkan Anda sedang memperkenalkan se pembicara dalam sebuah diskusi! 5. Susunlah sebuah paragraf yang menggambarkan Anda sedang memperkenalkan di Anda hendak berpidato atau berceramah!
Tugas 1.2
1. Susunlah sebuah naskah pembawaan sebuah acara (seolah-olah Anda berperan sebagai MC atau protokol)! Naskah tersebut menggambarkan kegiatan acara dar awal sampai akhir. Gunakan bahasa baku kemudian sampaikan di kelas! 2. Lakukan sebuah diskusi untuk mempraktikkan cara seorang moderator dalam memimpin diskusi!
2. Menggunakan diksi yang tepat
Diksi adalah pilihan kata dalam hal ini kata baku. Pada saat acara resmi selalu d bahasa baku/bahasa ragam resmi. Ciri-ciri bahasa baku, antara lain a. bersifat efektif dan ekonomis, b. konsisten menggunakan imbuhan, c. tidak dipengaruhi logat daerah, d. kalimat setidaknya mengandung dua unsur wajib subjek (S) dan predikat (P), e. logis/masuk akal, f. tidak ambigu/taksa/makna ganda.
4
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
No. Kalimat Tidak Baku 1. Kwalitas sastra Indonesia masih perlu ditingkatkan.
Keterangan
Kalimat Baku
Menggunakan kata/ Kualitas sastra Indonesia masih istilah tidak baku perlu ditingkatkan.
2.
Ngapain sih kita mes- Dipengaruhi logat/ ti membaca karya dialek daerah sastra? Dalam acara itu me- Polanya tidak jelas nyelenggarakan parade pembacaan puisi. Perkembangan sastra Tidak efektif kareIndonesia sangat lam- na kalimat terlalu bat sekali hal itu ka- panjang rena minat baca masyarakat memang rendah dan banyak kendala yang memengaruhinya, dari alasan ekonomis sampai alasan mental. Novel karya pengaBermakna ambigu/ rang Indonesia yang taksa terkenal itu masuk nominasi peraih penghargaan sastra Asia Tenggara.
Mengapa kita harus membaca ka ya sastra?
3.
Dalam acara itu diselenggarakan parade pembacaan puisi.
4.
a.Perkembangan sastra Indonesia sangat lambat. (atau lamba sekali) b.Hal itu dikarenakan minat baca masyarakat rendah. c.Banyak kendala yang memengaruhinya, dari alasan eko nomis sampai alasan mental.
5.
a.Novel yang terkenal itu masuk nominasi peraih penghargaan sastra Asia Tenggara. (yang terkenal novelnya) b.Novel, karya pengarang Indone sia yang terkenal itu, masuk nominasi peraih penghargaan sastra Asia Tenggara. (yang terkenal pengarangnya)
Uji Kompetensi 1.3 1. Terangkan pengertian bahasa baku! 2. Buatlah tiga contoh kalimat tidak baku (usahakan kalimat-kalimat tersebut sering m dalam komunikasi sehari-hari)! 3. Bakukan kalimat-kalimat jawaban soal nomor 2 tersebut! 4. Sebutkan lima ciri-ciri kalimat/bahasa baku disertai dengan contoh! 5. Menurut Anda, kapan bahasa baku harus dipakai dan kapan justru kurang baik dipergunakan?
Kesastraan
5
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membaca cepat teks dengan kecepatan 250 kata per menit, menemukan ide pokok paragraf dalam teks bacaan, dan menjawab pertanyaan tentang isi teks bacaan dengan kalimat yang efektif.
Membaca teks 1. Membaca cepat teks
Pada tahap awal dalam membaca cepat, diharapkan setidaknya Anda dapat mem 250 kata per menit. Pada tingkat lanjut, akan semakin baik jika semakin banyak kata yang terbaca dalam waktu yang lebih singkat. Kecepatan membaca itu harus diimba dengan pemahaman minimal 70 persen isi bacaan. Bacaan disesuaikan dengan ting usia/intelektual seseorang. Kecepatan membaca biasanya dihitung dengan rumus: KM = KB : (SM : 60) × (PI : 100) KPM KM: Kemampuan membaca KB : Jumlah kata dalam bacaan SM: Jumlah detik/second dalam membaca PI : Pemahaman isi (berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang disodorkan) KPM: Kata per menit
Contoh cara menghitung: Andi menyelesaikan membaca teks dengan jumlah kata 1.000 dalam 3 menit 20 det detik). Skor pemahaman isi (dari jawaban-jawaban atas pertanyaan 70 (interval skor Berarti tingkat kemampuan membacanya adalah KM= KB : (SM : 60) × (PI : 100) KPM = 1.000 : (200 : 60) × (70 : 100) KPM = 1.000 : (3,33 × 0,7) KPM = 432,9 KPM Jadi, kecepatan membaca Andi 432,9 kata per menit. Kecepatan ini sudah di atas kemampuan minimal yang dituntut dari siswa SMA sebesar 250 KPM.
Tugas 1.3
1. Carilah bacaan remaja dengan panjang 300 – 500 kata! (Anda dapat menemuka pada majalah/surat kabar untuk remaja) 2. Buatlah 10 pertanyaan berdasarkan bacaan itu! (Kunci jawaban disimpan pembu 3. Tukarkan bacaan tersebut dengan teman kemudian hitung dan bandingkan kece membaca Anda dan teman! 6
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2. Teknik membaca cepat Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca cepat adalah sebagai berikut a. Kepala tidak bergerak, yang mengikuti bacaan hanya bola mata saja. b. Tidak mengeja atau membaca kata, namun membaca kalimat kemudian paragra c. Posisi duduk tegak, tidak membungkuk apalagi sambil tiduran. d. Hindarkan membaca ulang. 3. Menentukan ide pokok paragraf dalam teks bacaan
Sebuah paragraf selalu mengandung satu ide/gagasan pokok. Gagasan pokok t dalam kalimat utama. Kalimat utama dalam paragraf dapat terletak di awal, akhir, ten atau awal dan diulang di akhir paragraf. Perhatikan contoh di bawah ini!
Ada suatu lingkaran eksplorasi, suatu fitrah dalam puisi bahwa yang bersahaja akan menuju perumitan dan suatu ketika akan kembali kepada kebersahajaan. Pencapaian tertinggi estetika puisi adalah ketika kata-kata hadir seminimal mungkin dan menawarkan makna semaksimal mungkin. Dalam tradisi kesastraan Jepang, puncak kualifikasi kepenyairan seseorang adalah ketika ia telah menjadi penempuh Jalan Haiku. Di tanah Melayu, semakin sederhana sampiran suatu pantun akan semakin berharga ia bagi si isi, bagi si makna.
Gagasan pokok paragraf di atas adalah ada eksplorasi dalam puisi bahwa yang akhirnya akan kembali bersahaja.
Uji Kompetensi 1.4
1. Terangkan pengertian paragraf! 2. Apakah yang dimaksud ide/gagasan pokok paragraf? 3. Ada berapakah ide pokok dalam sebuah paragraf? Mengapa? Di mana letak ide/gag pokok dalam satu paragraf itu? 4. Apakah yang dimaksud kalimat utama?
Tugas 1.4
Susunlah paragraf tentang kesastraan! Garis bawahi kalimat utamanya! 1. Carilah berita sastra dari media massa! 2. Tentukan ide/gagasan pokok setiap paragraf! 3. Selenggarakan diskusi kelompok untuk membahas hasilnya!
Kesastraan
7
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif serta menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa.
Karangan narasi
Karangan narasi, yaitu cerita yang memiliki ciri-ciri atau karakteristik, antara lain, leb bersifat fiksi, bertujuan menceritakan suatu peristiwa atau kejadian, mengandung konflik pertikaian sehingga memiliki tokoh/pelaku.
Kerangka(outline) paragraf narasi terdiri atas: 1. satu (kalimat) tema atau (kalimat) topik yang merupakan gagasan/ide pokok penulis 2. (beberapa) ide penjelas. Contoh kerangka paragraf narasi (untuk satu paragraf).
Ide pokok Minat baca masyarakat, terutama pelajar, terhadap karya sastra perlu digalakkan. Ide penjelas a. Minat baca pelajar terhadap karya sastra rendah. b. Mereka lebih suka membaca karya populer. c. Ketidaktersediaan bahan bacaan sastra menjadi salah satu penyebab. d. Jika harus membeli masih terlalu mahal. e. Mereka lebih mendahulukan membeli VCD atau kaset.
Paragraf narasi dibedakan menjadi dua, yaitu narasi nonfiksi dan narasi sugestif. 1. Narasi nonfiksi adalah narasi atau cerita yang benar-benar terjadi, misalnya cerita kepahlawanan atau perjuangan, seperti cerita Pangeran Diponegoro, biografi atau autobiografi seseorang, dan riwayat perjalanan. 2. Narasi sugestif adalah narasi atau cerita yang menonjolkan khayalan sehingga pem terkesan atau tertarik dan seakan-akan terhanyut, bahkan merasa mengalami cerita
Uji Kompetensi 1.5 1. 2. 3. 4.
Terangkan pengertian karangan narasi! Sebut dan terangkan bentuk-bentuk karangan narasi! Menurut Anda, apa saja yang menjadi ciri khas atau karakter karangan narasi? Susunlah kerangka sederhana (untuk satu paragraf) narasi yang terdiri atas satu ide dan lima ide penjelas! 5. Susunlah kerangka karangan di atas menjadi paragraf narasi!
8
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tugas 1.5
Tulislah sebuah karangan narasi singkat (5–8) paragraf! Karangan tersebut boleh fik boleh nyata, atau boleh juga fiktif yang diangkat dari cerita nyata.
II. Kemampuan Bersastra
Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyebutkan tema puisi yang didengar, menyebutkan jenis puisi yang didengar, menjelaskan maksud puisi, dan mengungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri.
Menyebutkan tema puisi
Tema puisi adalah dasar, jiwa, atau isu utama yang menjadi pijakan terciptanya pui Tema puisi merupakan salah satu unsur intrinsik puisi. Unsur intrinsik puisi adalah unsu unsur yang ada dalam puisi, baik tersurat maupun tersirat. Unsur-unsur tersebut, antara tema, diksi, rima, makna, dan amanat. Untuk memahami tema puisi, Anda harus mema unsur-unsur intrinsik puisi tersebut. Cobalah pahami puisi berikut!
Bungaku Bersemi Karya: Ach. Makmun Baqir Bungaku kini bersemi setelah sewindu terkurung di lembah sunyi. Dedaunan yang berguguran reranting yang dahulu kering kini telah biru kembali membentuk singgasana di tengah pusaran angin. Tiada sia-sia kiranya kusirami taman di kala kemarau murka. Bungaku kembali bersemi hatiku kini bersemi.
2. Menjelaskan makna puisi Makna puisi adalah arti atau maksud atau isi yang terkandung dalam puisi yang dapat ditangkap oleh pembaca sesuai tingkat pengalaman dan pengetahuannya. Ole
Kesastraan
9
karena itu, makna puisi akan berbeda-beda manakala penafsirnya tidak sama. Bahk bukan tidak mungkin akan bertolak belakang. Dalam penafsiran, pasti akan ada uns subjektivitas. Kedewasaan, kemantapan pengalaman, dan pengetahuan penafsir ak menentukan mutu rumusan makna puisi. Dengan demikian, hanya penyairnya yang makna persis puisi tersebut. Beberapa hal yang berkaitan dengan apresiasi puisi adalah pemahaman terhad unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik puisi meliputi tema, diksi, bait/larik, rima makna, amanat. Adapun unsur ekstrinsiknya adalah latar belakang penulis, keadaan masyarakat pada saat puisi tersebut digubah, sosial, politik, adat, dan sebagainya. Untuk lebih meningkatkan daya apresiasi Anda terhadap puisi, cobalah pahami puisi berjudul ”Bungaku Bersemi”!
Uji Kompetensi 1.6
Analisislah puisi berjudul ”Bungaku Bersemi” karya Ach. Makmur Baqir tersebut dalam h tema, makna, dan amanat!
Tugas 1.6
a. Carilah sebuah puisi bebas dari surat kabar atau kumpulan puisi! b. Analisislah dengan teman-teman (satu kelompok 5 – 6 orang) berkaitan dengan t makna, dan amanat. c. Susunlah laporan hasil diskusi kelompok dalam format sebagai berikut.
Judul 1. Pendahuluan a. Latar belakang (mengungkapkan mengapa tema, makna, dan amanat puisi penting untuk diketahui). b. Tujuan puisi (apa yang dimaksud pembuatan laporan dengan mendiskusikan dan menyampaikan tema, makna, dan amanat puisi kepada pembaca sehingga pembaca dapat mengambil manfaat dari membaca laporan diskusi). 2. Isi a. Tema puisi (dengan sedikit pengantar dan penjelasan agar tema tersebut diyakini pembaca laporan). b. Makna puisi (dengan sedikit pengantar dan penjelasan agar pembaca mempunyai rumusan makna dalam laporan tersebut). 3. Penutup a. Simpulan (pengulangan kembali secara singkat tentang tema, makna, dan amanat puisi menurut pandangan kelompok Anda). b. Saran-saran (berisi anjuran kepada pembaca laporan diskusi agar tema, makna, dan amanat puisi dipahami).
10
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Rangkuman
1. Pola sebuah berita terdiri atas tiga bagian, yaitu teras berita, tubuh berita, dan ek berita. Adapun makna faktual sebuah berita harus memuat unsur 5W + 1H (asidibimega). 2 Dalam memperkenalkan diri perlu memerhatikan hal-hal berikut. a. Menyebutkan identitas. b. Menggunakan bahasa baku. c. Menghindari pernyataan bersifat pribadi. 3. Membaca cepat adalah membaca dengan pemahaman yang tinggi terhadap isi teks dalam waktu singkat (minimal 250 kata per menit).
4. Karangan narasi, yaitu karangan yang memiliki ciri-ciri, antara lain, lebih bersifat fiksi; bertujuan menceritakan suatu peristiwa; mengandung konflik; memiliki tokoh
5. Tema puisi adalah dasar, jiwa, atau isu utama yang menjadi pijakan terciptanya puisi. Untuk memahami tema puisi, kita harus dapat memahami unsur-unsur intri puisi tersebut.
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 1 diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai beri
1. Mencermati sebuah berita faktual atau tidak faktual. Jika tidak faktual – tidak memilik unsur 5W + 1H – berita tersebut tidak perlu disebarluaskan. 2. Dengan berani dan santun memperkenalkan diri dalam forum resmi/diskusi. 3. Suka menggunakan bahasa baku dalam forum resmi. 4. Suka memiliki kegemaran membaca. 5. Mampu menangkap isi bacaan dalam waktu singkat. 6. Berlatih menulis narasi nonfiksi berdasarkan pengalaman sendiri. 7. Sering membaca puisi yang terdapat di majalah atau kumpulan puisi.
Kesastraan
11
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar!
1. Pensiunan asal Chechnya ini sungguh luar biasa. Dia bersepeda dari negerinya s ke Mekah untuk menjalankan ibadah haji. Dzhanar - Aliev Magomed - Ali (63), pe itu, merampungkan perjalanan selama 10 minggu, pekan lalu 20 Januari 2007. Di antara lain melewati Bagdad yang dilanda konflik sektarian dan Iran sebelum sam Mekah. Jarak yang dia tempuh dengan bersepeda itu hampir 12.000 kilometer. Pertanyaan yang tepat untuk berita tersebut adalah ... a. b. c. d. a. b. c. d. e. Hal apakah yang menjadi pokok berita tersebut? Siapakah pelaku yang terkait dengan pokok berita tersebut? Kapan dia melakukan perjalanan itu? Di mana peristiwa tersebut terjadi? Marilah diskusi ini kita mulai. Saudara Penyaji dipersilakan. Marilah diskusi ini kita mulai. Waktu saya persilakan kepada Penyaji. Marilah diskusi ini kita mulai. Tempat saya persilakan kepada Penyaji. Marilah diskusi ini kita mulai. Waktu dan tempat saya persilakan. Marilah diskusi ini kita mulai. Waktu dan tempat saya haturkan.
2. Pernyataan moderator berikut ini yang benar adalah ...
3. Cih .... Dia bicara arogan, dia terus mencerca tentang ikatan, berbicara layaknya dengan mengepal-kepalkan tangannya menyerupai sayap-sayap penuh kemunaf sayap yang tak pernah memberi ketenteraman. Senyum itu, senyum tersinis yang pernah aku temukan selama bersemuka dengan manusia. Penggalan narasi tersebut menonjolkan unsur .... a. b. c. d. e. tema alur karakter setting konflik
4. .... Kacak tiba-tiba menyerang Midun dengan pisau terhunus. Beruntung, Midun d mengelak. Terjadi perkelahian yang membuat panik orang-orang sekitarnya. Polis datang menangkap mereka. Setelah diperiksa, Kacak yang dianggap tak bersalah diizinkan pulang. Sebaliknya Midun dinyatakan bersalah. Ia ditahan dan dibawa k penjara Padang. Paragraf di atas termasuk paragraf .... a. b. c. d. e. narasi deskripsi eksposisi argumentasi persuasi
12
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
5. Simaklah baik-baik puisi berikut! Dari Seorang Guru kepada Murid-muridnya
Karya: Hartojo Andangdjaja Apakah yang kupunya anak-anakku Selain buku-buku dan sedikit ilmu Sumber pengabdianku kepadamu Kalau di hari Minggu engkau datang ke rumahku Aku takut, anak-anakku Kursi-kursi tua yang di sana Dan meja tulis sederhana Dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya Semua padamu akan bercerita Tentang hidup di rumah tangga. ....
Puisi di atas cenderung menyiratkan .... a. b. c. d. e. keluhan keikhlasan kesederhanaan perjuangan ketidaksabaran
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat! 1. 2. 3. 4. 5.
Unsur apakah yang perlu termuat dalam berita? Susunlah kalimat pembuka perkenalan jika Anda bertindak sebagai pembawa ac Berilah contoh kalimat penutup perkenalan diri! Apakah yang harus dihindari dan dilakukan saat membaca cepat? Uraikan maksud penggalan puisi berikut menurut tafsiran Anda!
Perempuan-Perempuan Perkasa Karya: Hartojo Andangdjaja Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa Sebelum peluit kereta pagi terjaga Sebelum hari bermula dalam pesta kerja ....
Kesastraan
13
Ramadhan Kartahadimadja
Sastrawan, wartawan, juga pengarang. la semula ingin menjadi diplomat. Untuk tujuannya itu ia belajar di akademi Dinas Luar Negeri. Namun ia kemudian berubah haluan menjadi wartawan. Mula-mula Kartahadimadja bekerja pada Kantor Berita Antara, lalu menjadi redaktur berbagai majalah (terutama majalah sastra), misalnya Kisah, Siasat, dan Budaya Jaya. Sebagai wartawan, Kartahadimadja meliput Asian Games di New Delhi dan juga Olimpiade di Helsinki. Suatu kali ia tinggal di Spanyol untuk mempelajari bahasa dan sastra bangsa itu. Hasilnya selama menetap di negara itu adalah terjemahan karya Federico Garcia Lorca, yaitu Yerma dan Romansa Kaum Gitana. Bukunya Priangan Si Jelita meraih hadiah pertama dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional untuk puisi (1957 – 1958); sedangkan romannya, yang berjud Royan Revolusi mendapat hadiah dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan dari UNESCO (1968). Dewan Kesenian Jakarta memberikan hadiah bagi karyanya Keme Hidup (1974) dan Keluarga Permana (1975). Kartahadimadja adalah adik kandung Aoh dan ayah dari Gilang Ramadhan, pen drum terkemuka dalam blantika musik di Indonesia (1989). Yang terakhir, Kartahadim menyusun riwayat hidup Presiden Soeharto bersama Guffan Dwipayana.
Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jilid 8
14
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran
Kemanusiaan
Kedamaian hidup akan terwujud manakala manusia mengerti, memahami, menghayati, dan melaksanakan nilai-nilai kemanusiaan. Menghargai perbedaan, saling menghormati, tidak memaksakan kehendak, dan toleransi adalah sebagian kecil dari sekian banyak bentuk hidup dengan nilai-nilai kemanusiaan. Semua itu perlu dipupuk. Adapun modal dasarnya adalah kepekaan murni. Agar pemahaman Anda terhadap nilainilai kemanusiaan (humanisme) terjaga dan bertambah, cobalah menggunakan isu-isu kemanusiaan dalam pelajaran ini! Ingat, manusia sejati adalah yang memahami manusia lain!
Sumber: Dokumen
Kemanusiaan
15
I.
Kemampuan Berbahasa A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menuliskan isi siaran radio atau televisi dalam beberapa kalimat dengan urutan yang runtut serta menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis.
Menuliskan isi siaran berita radio atau televisi
Mendengarkan berita radio, membaca media cetak, melihat tayangan media elektron visual merupakan bentuk-bentuk kegiatan yang dapat dijadikan sarana menyerap inform sebanyak-banyaknya. Informasi pun dapat diperoleh dari orang lain secara langsung, m dari guru di depan kelas. Perhatikan penggalan informasi dari media elektronik di bawah ini!
Saudara pendengar, mulai diberlakukannya Surat Keputusan (SK) Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Memperindag) Nomor 33 Tahun 2003 tentang Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK) bulan ini, ternyata dimanfaatkan oknum-oknum tertentu dari sebuah lembaga swasta untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Mereka mengirim surat kepada sejumlah perusahaan perdagangan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang isinya menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan ini dapat memperoleh sertifikat pengakuan ETPIK dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) kalau bersedia menyerahkan uang 3 – 5 juta rupiah kepada pengirim surat.
Lintas Nasional TVRI
Informasi penting dari penggalan berita di atas sebagai berikut. Pemberlakuan SK No.33 tentang ETPIK di Jawa Tengah dan Yogyakarta disalahgunaka oleh oknum-oknum sebuah lembaga swasta untuk menipu beberapa perusahaan perda
Tugas 2.1
1. 2. 3. 4.
Rekamlah 4–6 berita atau perbincangan (talk show) dari media massa elektronik Identifikasikan informasi-informasi penting di dalamnya! Kumpulkan hasilnya! Masing-masing berita atau perbincangan minimal terdapat 4 – 6 pernyataan infor Dari hasil langkah nomor 3 di atas, susunlah informasi singkat (masing-masing dalam satu kalimat)! 5. Buatlah tabel sebagai berikut untuk laporan! No. Judul Berita/Artikel dan Sumbernya Pernyataan Informasi Simpulan Informasi/ Informasi Singkat
16
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan secara lisan pengalaman pribadi yang lucu, menyenangkan, mengharukan, dan sebagainya dengan pilihan kata dan ekspresi secara tepat.
Menyusun pengalaman pribadi 1. Menyampaikan pengalaman pribadi secara lisan Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita menyajikan cerita lucu, yaitu a. bersikaplah wajar, tidak dibuat-buat, dan tenang; b. jika perlu, sertai dengan akting/gerakan yang lucu; c. gunakan kata-kata lucu; d. upayakan untuk tidak salah ucap, tersendat, dan gugup pada saat menyampaika bagian yang lucu; e. hindari materi yang bersifat sara dan menyinggung pihak lain; f. sesuaikan dengan suasana dan situasi; g. pilih humor atau cerita lucu yang berkualitas (bermoral, bernilai, berwawasan, ata mendidik); h. perhatikan perubahan raut muka atau ekspresi ketika bercerita agar mendukung kejenakaan. Simaklah berita berikut yang dibacakan temanmu di depan kelas!
”Pemirsa, satu lagi anak berumur empat setengah tahun meninggal dunia karena demam berdarah. Peter, nama anak itu, meninggal di rumah sakit Budi Asih, Jakarta. Anak mungil yang dua hari lalu masih terlihat ceria bermain bersama teman-teman sebay itu sempat dirawat sehari di rumah sakit yang terletak di depan rumahnya. Semula Peter didiagnosa menderita gejala tifus, tetapi ketika panas badannya tak kunjung turun dan kemudian diadakan pemeriksaan ulang, ia dinyatakan positif demam berdarah. Di rumahnya, Caterine tak kuasa menahan sedih sehingga sering pingsan dan terlihat shock. Peter adalah anak kedua keluarga Marpaung dan Caterine.”
Metro TV, 16 Februari 2004
Tutuplah buku Anda dan dengarkan cerita lucu yang dibaca teman!
Guci Kuno Anto tanpa sengaja memecahkan guci keramik antik koleksi mamanya. ”Kamu pecahkan guci mama, ya?! Dasar anak bandel. Kamu tidak tahu guci itu umurnya sudah 1.000 tahun!” ”Ah, Mama… Anto sampai kaget. Anto kira guci itu masih baru. Ternyata kuno, ya.”
Kemanusiaan
17
Tugas 2.2
1. Tentukan sebuah kisah mengharukan atau menyedihkan dan menggelikan yang pernah Anda dengar, lihat, atau alami sendiri! Ceritakan di depan kelas! 2. Siswa lain menyimak dan mencatat letak keharuan dan kelucuannya!
2. Menanggapi pengalaman pribadi yang disampaikan Anda telah menyimak pengalaman yang mengharukan dan lucu. Terhadap ked kabar tersebut, coba lakukan hal-hal berikut secara lisan! a. Bagaimana pendapat Anda terhadap kasus kematian Peter? b. Bagaimana pendapat Anda terhadap kasus pecahnya guci kuno?
Tugas 2.3
1. Siapkan sebuah kisah jenaka/lucu yang merupakan pengalaman Anda! 2. Sampaikan di kelas secara bergantian! Teman yang tidak menyajikan, dipersilaka menyusun komentar mengenai letak kelucuannya.
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menemukan ide pokok paragraf dalam teks dan membuat ringkasan isi teks dalam beberapa kalimat yang runtu
Menyusun ringkasan isi teks 1. Menemukan ide pokok paragraf dalam teks Ide atau gagasan pokok bacaan atau teks adalah ide atau pikiran yang menjadi atau pokok pembicaraan dalam bacaan. Ide pokok biasanya dirumuskan dalam ben kalimat tunggal. Kalimat tunggal atau kalimat sederhana adalah kalimat yang hanya memiliki satu pola yang setidaknya mengandung dua unsur wajib subjek (S) dan pre (P). Kebalikan kalimat tunggal adalah kalimat luas/kalimat majemuk/kalimat komplek No. 1. Kalimat Tunggal Mereka sedang menyulam. Pola S–P Kalimat Majemuk Pola
Mereka sedang menyulam S – P – dan para pimpinan produksi konj – S mengawasi. P (setara/koordinatif)
18
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2.
Para karyawan masih mengeS–P–O pak mebelair.
S–P–O Para karyawan masih mengepak mebelair ketika – konj – truk pengangkut tiba. (ber- – P tingkat/subordinatif)
Tugas 2.4
Carilah minimal tiga teks mengenai kesehatan dan keselamatan kerja! 1. Bacalah dan rumuskan gagasan pokok teks-teks tersebut! 2. a. Tuliskan sedikitnya tiga kalimat dari dalam teks yang berupa kalimat tunggal! b. Tuliskan sedikitnya tiga kalimat dari dalam teks tersebut yang berupa kalimat majemuk! 3. Rumuskan ide pokok beberapa paragraf teks tersebut dalam bentuk kalimat tung
2. Membuat ringkasan isi teks dalam beberapa kalimat yang runtut Langkah-langkah membuat ringkasan adalah sebagai berikut. a. Membaca teks secara keseluruhan hingga memahami isinya. b. Mencatat topik teks. c. Mencatat topik-topik paragraf. d. Menemukan kata hubung antarkalimat (konjungtor). e. Mengubah topik-topik paragraf menjadi kalimat. f. Merangkai kalimat-kalimat (topik-topik) tersebut dengan kata hubung yang tepat h menjadi sebuah ringkasan. Perlu Anda perhatikan bahwa volume ringkasan maksimal seperlima teks asli.
Tugas 2.5
1. Carilah teks, bacaan, atau artikel dari surat kabar! 2. Susunlah ringkasan dari teks yang telah Anda baca! 3. Bacalah hasil ringkasan Anda di depan kelas!
Kemanusiaan
19
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menunjukkan karakter paragraf deskripsi, mendaftar topik untuk mengembangkan tulisan deskripsi, serta menyusun paragraf deskripsi tentang benda dan manusia berdasarkan pengamatan dan pendengaran.
Mengembangkan paragraf deskripsi 1. Paragraf deskripsi
Paragraf deskripsi dikembangkan dengan cara melukiskan, menggambarkan, a memerikan suatu peristiwa atau objek hasil pengindraan (dalam hal ini pengamatan) pembaca diajak seolah-olah melihat atau merasakan sendiri peristiwa atau objek ter Paragraf atau wacana deskripsi memiliki ciri-ciri atau karakteristik, yaitu a. pada umumnya bersifat nonilmiah/fiksi, b. menggambarkan atau melukiskan objek tertentu, c. bertujuan agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan ters Tema atau topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi wacana atau paragra deskripsi di antaranya mengenai pemandangan alam, anggunnya penampilan seseo perasaan sayang seseorang terhadap benda/orang lain.
Dalam menyusun karangan deskripsi, perlu diperhatikan hal-hal berikut. a. Keruntutan, keselarasan, dan kesesuaian antara bagian satu dengan bagian lain deskripsi tersebut enak dibaca. b. Keterperincian, penguraian objek sampai ke bagian/hal yang sekecil-kecilnya. c. Kelogisan bahasa yang digunakan, terutama kalimat harus masuk akal, meskipun objek yang digambarkan merupakan objek khayalan. Contoh deskripsi suasana diri
Jam dinding menunjukkan pukul 23.00 WIB. Tidak ada orang lalu lalang di depa rumahku. Depan rumah tampak terang namun belakangan gelap gulita. Seisi rum tertidur lelap, selain diriku. Tak ada suara sekecil pun hanya detak jam dinding yang menemaniku. Badanku telah lama kurebahkan di atas tempat tidur, tapi say tak bisa diam. Miring ke kanan miring ke kiri entah beberapa kali. Mata juga tak mau kompromi. Kupejamkan, dia berontak ingin tebuka. Berulang kali merem me kelap-kelip seperti lampu kehabisan minyak.
Uji Kompetensi 2.1 1. Terangkan pengertian karangan deskripsi! 2. Apa tujuan utama penyusunan karangan dengan pola deskripsi? 3. Susunlah masing-masing satu contoh paragraf berpola deskripsi tentang: a. pemandangan alam, c. perasaan atau watak orang. b. jasmani/fisik seseorang,
20
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2. Menyusun kerangka paragraf deskripsi Topik: Taman depan sekolahku a. Bentuk taman b. Luas taman c. Jenis taman Kerangka tersebut mengarah ke deskripsi parsial atau lokal. 3. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf deskripsi Kerangka tersebut dikembangkan menjadi sebagai berikut.
Taman Depan Sekolahku Taman depan sekolahku tampak sederhana. Bentuknya seperti parabola yang disandarkan miring ke pagar depan. Pada posisi tengah dibentuk kolam kecil, are bermain ikan emas dan gurame, sedangkan di kanan kiri kolam ada batu bulatan yang menyerupai pagupon. Amat unik. Taman ini tidak luas, bahkan bisa dikataka 2 sangat kecil jika dibandingkan luas pekarangan sekolah. Lebih kurang 40m terlihat semakin indah dengan aneka ragam bunga yang menghuninya. Sebelah kiri dan kanan pohon palm, 4 m tingginya. Daunnya cukup lebat berdampingan dengan batu pagupon. Tepat di samping kiri, hampir batas taman terdapat pohon cemara. Setiap pohon palm dan pohon cemara termasuk batu pagupon tadi, dikelilingi bunga-bunga yang berwarna-warni.
Tugas 2.6
1. Susunlah sebuah kerangka paragraf deskripsi dengan objek jenis kegiatan atau l yang terdapat di sekolah Anda! 2. Kembangkanlah kerangka tersebut menjadi paragraf deskripsi!
Tugas 2.7
1. Identifikasikan frasa adjektif yang terdapat pada paragraf deskriptif ”Taman Depa Sekolahku”! 2. Susunlah paragraf deskriptif yang menggunakan beberapa frasa adjektif!
Kemanusiaan
21
4. Menyunting paragraf deskriptif yang ditulis teman
Uji Kompetensi 2.2 1. Susunlah paragraf deskriptif dengan menggunakan beberapa frasa adjektif secara sistematis! 2. Tukarkanlah deskripsi Anda dengan teman! 3. Koreksilah deskripsi teman Anda dari aspek: a. urutan isi b. koherensi antarkalimat c. penggunaan frasa adjektif
II. Kemampuan Bersastra
Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menceritakan kembali isi cerpen yang dibac dengan kata-kata sendiri, mengungkapkan hal-hal yang menarik, mendiskusikan unsur-unsur intrinsik cerpen yang dibaca, serta mengidentifikasi kalimat langsung dan tidak langsung dalam cerpen
Mengidentifikasi isi cerpen 1. Menceritakan kembali isi cerpen Bacalah cerpen berikut!
Siang di Sebuah Restoran
Adieets Kaliksanan
”Mengapa kau tak bilang padaku?” Sejenak ia terdiam. Matanya memandang gelas berisi air pesanannya, kemu perlahan dialihkan padaku. ”Belum saatnya...” ”Belum saatnya!!!” sengaja aku keraskan volume suaraku, tak hirau akan pengunjung restoran lain, yang saat ini mungkin sudah membelalakkan mata pad ”Tenang, Rin... tenang...,” ia mencoba menjadikan dirinya sendiri sebagai so yang bersahaja. Namun kini, lelaki yang duduk berseberangan denganku sudah t berharga sama sekali meski dasi bermerek luar itu masih tetap setia menggantun pada leher yang tubuhnya dibalut kemeja sutra. Matanya tak lagi memandangku, kepalanya kembali tertunduk. Bahkan untuk melanjutkan pembicaraan ini dia sud tak lagi mampu. Terpaksa aku yang berinisiatif.
22
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
”Jadi kapan kau akan memberi tahuku?”
Dia masih tetap diam. Perlahan ia coba mengangkat wajahnya yang harus a akui tetap tampan meski kuyu. Alisnya yang tebal, matanya yang tajam, hidungny yang sedikit melebar namun proporsional dengan lebar wajahnya. Dan aku tersad dari lamunanku saat ia baru saja mengambil nafas panjang dari hidung itu. Lalu kutujukan tatapan mataku pada bibirnya, seksi tanpa kumis yang menggantung, yang perlahan membuka...Ah! ”Aku kira kau sudah tahu sejak semula.”
”Apa??!!” aku berteriak dalam hati, lamunanku tentang dia masih bermain da otak. Di dalam imajiku, teriakan tadi pastilah akan memecahkan seluruh kaca restoran ini. Karena jawabanmu adalah kalimat jawab yang buruk sekali, Don. Te kau tahu itu, aku masih membatin. Dan inilah kalimat yang keluar dari mulutku.
”Don, tampaknya kau tidak mengenalku sama sekali. Jadi, tolong! Dengarka baik-baik perkataanku ini...”, aku ambil nafas sebentar,” aku bukanlah perempuan murahan yang mau dijadikan gundik oleh seorang lelaki yang telah beristri, apala beranak! Simpan kalimat tadi baik-baik di dalam memorimu!” Aha, akal pikiran da emosi hatiku bekerja sama dengan sempurna. Siapa bilang perempuan hanya bi bermain hati tanpa rasio. Sebetulnya, hati siapa yang takkan terpincut oleh kegantengan Donny, pemuda tengah baya yang sedang ranum-ranumnya? Namu pikiranku sejak melangkah keluar dari rumah adalah memutuskan hubungan kam Ya, kami harus berpisah. Maka segera kuucapkan. ”Selamat siang!” aku segera beranjak untuk pergi.
”Jangan pergi dulu, Rin! Aku mohon!” ia memegang pergelangan tanganku. Erat, namun tak bisa aku samakan saat ia pertama kali menjabat tanganku, erat, malam kami berkenalan. Juga tak, kepada pelukannya, erat, yang ia berikan pad di malam itu juga saat kami berdansa. Ah, aku hapus semua bayangan itu. Tapi aku mengalah, tetap duduk di kursi yang sebetulnya sudah tidak menerimaku lagi. ”Agaknya, giliranku untuk bicara banyak....” Ia coba berkalimat hanya untuk kembali terdiam dan ini membuatku bosan. ”Sudahlah, Don. Lebih baik kita berpisah sekarang. Sebelum kau membuat keputusan yang bodoh dan sebelum aku terjerumus semakin dalam!” Gila, tak kusangka aku bisa berbicara begitu bijak.
”Tidak, tidak, Rin. Aku harus bicara padamu sekarang. Aku jatuh cinta padam Betul, Rin, aku cinta kepadamu...”
Aku biarkan diriku tenang dan kulihat tatapannya yang tajam, dalam, yang ak ingat betul, telah membuatku jatuh di malam pertama aku bertemu. Tatapan yang kini, entah karena apa, diiringi dengan genangan air mata. ”Kau tak perlu melakukan ini, Don! Aku belum hamil, kau tidak perlu susahsusah mengatakan itu hanya untuk membuktikan bahwa kau adalah lelaki!” aku masih sanggup berkata tenang.
Kemanusiaan
23
”Ini kali aku berkata jujur, Rin. Hubungan dengan istriku sudah lama tak men Meski kami serumah namun kami sudah tak sepaham..” ”Oh, ya!” aku langsung membalas. Jika ini adalah pertandingan bulu tangkis maka inilah satu-satunya partai tunggal campuran, antara lelaki dan perempuan. Dan sang lelaki baru saja memukul shuttle cock melayang di udara, memberi kesempatan pada perempuan untuk sebuah smash. ”Kau dan istrimu sudah tak sepaham, sehingga sebulan yang lalu kalian memutuskan untuk berlibur ke Tawangmangu saat sebelumnya kau katakan padaku bahwa kau mempunyai tug penting ke Singapura. Kau dan istrimu sudah tak sepaham sehingga seminggu setelahnya kau bergandengan tangan mesra di supermarket. Dan aku masih inga Don. Masih jelas di dalam ingatanku bahwa saat itu kau menjanjikan sebuah mak malam yang romantis. Dan, dan, masih juga kuingat saat kau bilang bahwa kau sedang..sedang..ah, ya..sedang menjamu tamu kantor saat kau menunggu kedu anakmu bermain, duduk di sudut food court berbincang mesra dengan istrimu. Ji aku lihat itu semua, Don! Dengan mata kepalaku sendiri! Apakah itu yang kau sebut dengan tak sepaham lagi, Don! Iya! Ah, tentu kau tak tahu betapa sakitnya melihat itu semua..,” smash itu sangat tajam dan masuk di bidang yang kosong, tak bisa dijangkau oleh sang lelaki. Ya, the game si over! Aku terpaksa menutup kedua mataku dengan tangan mencegah air mata ya ingin keluar. Barangkali sakit yang terdalam yang pernah dirasakan seorang man adalah tak bisa memiliki apa yang mereka cinta. ”Rin, maafkan aku, Rin...!” ”Bagus, Don. Sangat bagus sekali. Sekarang kau menyesali semua perbuatanmu terhadapku. Selamat tinggal, Don! Sekali lagi aku tegaskan, aku bu perempuan yang suka mengganggu perkawinan orang lain!” aku berdiri dari bang yang terasa menusuk pantatku sejak tadi, kemudian bergegas tinggalkan restora yang belum pernah aku masuki sebelumnya, dan sepertinya tak bakal aku masuk lagi. Kebetulan sebuah taksi menurunkan penumpang di hadapanku, tepat di dep pintu masuk dan keluar, langsung saja aku naik. ”Rumah, Pak!” kataku sambil duduk. Kulihat sopir taksi itu memandang heran kepadaku. Aku langsung menunduk ”Rumahnya di mana, Mbak? Kan saya tidak tahu...!” sopir taksi itu menyadarkanku. ”Ah, ya, maaf, Pak. Perumahan Candi Baru.” Dasar bodoh aku ini, pikirku. ”Nah, kalau itu saya tahu.” Taksi berangkat, aku meneguhkan hati untuk tak menengok ke arah restoran itu. Tidak. Aku tak mau tahu apa yang sedang dilakukan Donny sekarang, esok dan selamanya. Tiba-tiba nada dering HP-ku berbunyi dan nama Donny Luv terpampang di layar. Segera saja aku sahut. ”Hallo...” ”Hallo!” aku ulangi. ..sunyi..tak ada suara dari Donny, bahkan tak pula desah nafasnya.
24
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
”Don!” aku coba memanggil. ”Hallo, Don!” ”Rin..,” tampak lemah suaranya. ”Don..” ”Don..,” ingin aku memanggil namanya ribuan kali. ”Don..,” namun akal pikirku tak membolehkannya. Sepi kembali dan kini aku yakin takkan ada lagi suara yang terdengar darinya lalu sambungan terputus. Kemudian dengan keyakinanku, entah di bawah perinta hati atau pikiran, aku hapus nomornya dalam phone book. ”Kenapa, Mbak?” sopir taksi itu tampak perhatian. ”Ah, nggak pa-pa,” aku coba menjawab. ”Bisa nyalakan radio, Pak?” suaraku hampir terpendam nafas tangis. ”Bisa, bisa, Mbak..” Terdengar lalu suara penyiar yang kukenal dan diikuti sebuah lagu. ”Gelombang berapa, Mbak?” sopir itu bertanya sopan. ”Ah, ini saja, Pak..,” kini separuh sudah suaraku tertelan oleh tangis, “tidak usah dipindah!” ’Januari’ oleh Glenn Fredly terdengar bersama air mataku yang mengalir.
Semarang, Januari 2004 Sumber: Horison Januari 2007
Tugas 2.8
Secara bergantian, coba ceritakan kembali isi cerpen yang berjudul ”Siang di Sebua Restoran” dengan bahasa Anda!
2. Mengungkapkan hal-hal yang menarik atau mengesankan Setiap cerpen memiliki daya tarik tersendiri, sebaliknya si pembaca akan terkes terhadap isi cerpen tersebut. Terhadap cerpen yang sama, kemungkinan lain pemba lain pula kesan yang ia tangkap.
Tugas 2.9
Coba ungkapkan hal-hal yang menarik atau mengesankan diri Anda akan isi cerpen tersebut!
Kemanusiaan
25
3. Mendiskusikan unsur-unsur intrinsik cerpen yang dibaca Unsur intrinsik cerpen adalah unsur-unsur yang berada di dalam cerpen yang s berkaitan sehingga membentuk kesatuan. Unsur intrinsik cerpen meliputi tema, kara plot/alur cerita, setting atau latar cerita, gaya bahasa, konflik, sudut pandang, dan am Untuk lebih memahami isi cerpen ”Siang di Sebuah Restoran”, lakukan analisis intrinsiknya!
Tugas 2. 10
Bentuklah kelompok diskusi! Tiap kelompok terdiri atas lebih kurang 5 orang. Diskusikanlah hal-hal berikut dan laporkan hasilnya! a. Tema b. Penokohan/karakteristik c. Plot/alur d. Sudut pandang/point of view e. Latar/setting f. Amanat
4. Mendefinisikan kalimat langsung dan tidak langsung dalam cerpen Kalimat langsung adalah kalimat yang diucapkan langsung si pembicara, diucap orang pertama kepada orang kedua. Adapun kalimat tidak langsung adalah kalimat ujaran orang pertama tersebut yang diucapkan orang kedua atau orang lain kepada ketiga. Contoh kalimat langsung ”Baru jam sembilan kok sudah pulang, Kak ?” tanya Andi kepada kakaknya, Anton. Contoh kalimat tidak langsung Andi menanyai kakaknya, Anton, mengapa baru jam 09.00 sudah pulang.
Tugas 2. 11
1. Tulis dan ucapkan sedikitnya lima buah kalimat langsung yang terdapat pada cer ”Siang di Sebuah Restoran”! 2. Ubahlah kalimat langsung tersebut menjadi kalimat tidak langsung!
26
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Rangkuman
1. Dalam menuliskan isi berita radio/televisi yang didengarnya, perlu menyebutkan rumus 5W + 1H. 2. Menyampaikan pengalaman pribadi yang lucu atau haru perlu memerhatikan: sik tenang, akting, nonsara, isi bermoral, raut muka. 3. Ide atau pikiran yang menjadi inti atau pokok pembicaraan dalam bacaan disebu ide gagasan pokok bacaan. Ide pokok biasanya ditulis dalam kalimat tunggal. 4. Paragraf deskripsi adalah paragraf yang melukiskan sesuatu secara rinci sehingg pembaca seolah-olah merasakan (melihat, mendengar, dan sebagainya) sendiri peristiwa tersebut. 5. Dalam menceritakan kembali isi cerpen perlu memerhatikan: unsur intrinsik apak sudah sesuai dengan isi cerpen; menggunakan sudut pandang orang ketiga; ser menggunakan bahasa sendiri.
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 2 ini diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai b
1. Suka mendengarkan berita radio/televisi atau mencatat unsur 5W + 1H. Sebaiknya t menomorduakan berita radio/televisi. 2. Sikap humor selain serius perlu ditanamkan pada diri Anda. Untuk menggugah kepe terhadap sesama, sampaikan berita haru kepada orang lain. 3. Berlatih membaca dan menuliskan ide pokok. Hindari menuliskan ide pokok paragra kalimat majemuk. 4. Untuk menajamkan pancaindra, lihatlah lingkungan Anda, kemudian Anda tulis hasil satu pengindraan (penglihatan atau penciuman atau yang lain). 5. Gemar membaca cerpen pada waktu luang.
Kemanusiaan
27
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1. Dalam struktur berita, 5 W + 1 H terdapat pada bagian .... a. b. c. d. e. kepala berita tubuh berita ekor berita tubuh dan ekor berita kepala dan tubuh berita
2. Asidibimega dalam konteks unsur-unsur berita merupakan singkatan dari .... a. apa, siapa, di mana, bilamana, sebagaimana b. apa, siapa, di mana, bilamana, mengapa, sebagaimana c. apa, siapa, di mana, berita, mengapa, bagaimana d. apa, siapa, di mana-mana, berita, mengapa, bagaimana e. apa, siapa, di mana, bilamana, mengapa, bagaimana 3.
Pagi-pagi sekali sehabis sarapan, Alin berangkat naik oplet ke pusat kota mencari rac api yang baru. Ia sengaja membeli itu terdorong oleh permintaan istrinya yang sebenarny sedang sakit. Siapa tahu, racun api ini akan menyembuhkan istrinya. Ditunggunya depot penjualan racun api itu buka pukul delapan. Ia datang terlalu pagi. Dipilihnya ukuran yang sesuai dan ia pulang naik taksi agar cepat sampai dan segera memperlihatkan racun api pada istrinya.
Alin sampai di kedainya pada saat yang tepat, saat api berkobar melalap kasur-kasur dan bantal-bantal dagangannya. ....
Penggalan cerpen di atas lebih menggambarkan nilai .... a. pendidikan b. agama c. adat/budaya d. moral e. sosial
4. Karangan yang bersifat melukiskan atau menggambarkan dengan maksud agar seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan termasuk karangan jenis .... a. narasi b. argumentasi c. eksposisi d. persuasi e. deskripsi
28
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
5. Di bawah ini merupakan paragraf deskripsi tentang keindahan alam, yaitu …
a. Kekerasan jiwanya terpancar dari kekerasan sikapnya sehari-hari. Tidak perna lepas ia dari perilaku keras cenderung kasar. Hampir setiap hari ia berkelahi. T pernah jera. b. Kesedihan Budi membias ke seluruh teman sekelas. Hampir tiga hari ini kela seperti tak berpenghuni, sepi, seperti ada yang hilang. Sejak kematian ibunya hari lalu Budi tidak masuk sekolah. Di rumah pun ia hanya mengurung diri di d kamar. Tak seorang pun dapat menenangkan perasaannya. Budi seperti tidak menerima cobaan ini. Inilah yang turut dirasakan teman-teman sekelasnya. c. Kicau burung setiap pagi hari seperti mengiringi langkah para petani menuju s dan ladang. Angin sepoi-sepoi menambah daya tenteram desa. Sawah yang terhampar luas menghijau hampir di setiap sudut desa adalah lukisan indah d Yang Mahatangan. d. Hening dan khidmat mengiringi upacara pemakaman Pak Abdi, sesepuh Desa Gading. Tahapan demi tahapan prosesi pemakaman terasa begitu menyentuh Langkah demi langkah upacara seakan menorehkan pesan bahwa sang tokoh amat bijak dan dermawan itu tidak akan kembali lagi. e. Nyaman sekali desa ini di malam hari. Malam yang gulita tak mampu meredam dinamika masyarakat. Ada saja yang mereka kerjakan: menyulam, menumbu emping melinjo, menganyam tikar, sampai memarut ketela pohon untuk bahan penganan besok. Jam sepuluh malam pun mereka masih tampak sibuk. Buka sibuk karena memaksa diri melainkan sibuk karena mereka memang tidak da diam. Bagi mereka hidup adalah berbuat dan bekerja. Bekerja adalah ibadah. B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat! 1. Susunlah kalimat dengan pola jabatan kalimat sebagai berikut! a. S – P – K b. S – P – O – K c. S – P – O – Pel 2. Buatlah kalimat menggunakan frasa adjektif berikut! a. agak mewah b. potong kompas 3. Susunlah sebuah kisah lucu yang pernah Anda alami! 4. Susunlah sebuah paragraf deskripsi yang menggambarkan perilaku seseorang! 5. Susunlah sebuah penggalan cerpen yang menonjolkan unsur karakterisasi!
Peribahasa
Penghasilan yang haram tidak akan mengembangkan pemiliknya ke arah kebaikan. Bukti kedunguan adalah orang yang membanggakan dirinya sendiri.
Kemanusiaan
29
Sjumandjaja
Sutradara dan penulis skenario Indonesia yang terkenal lewat filmnya Si Mamad (1973) dan Si Doel Anak Modern (1976). Karya-karyanya cenderung mengarah pada kritik sosial yang kuat. Filmnya Yang Muda Yang Bercinta (1977) sempat dilarang beredar karena dianggap mengakomodasikan teori revolusi dan kontradiksi paham komunis. Sjumandjaja memulai kariernya di bidang perfilman sebagai figuran. Karya tulisnya, Keroncong Kemayoran, diangkat menjadi film yang berjudul Saodah (1956). la kemudian menjadi asisten sutradara untuk film Anakku Sayang (1957). Berangkat dari situ kariernya di bidang film terus menanjak dan mulai menjadi penulis skenario. Prestasi serta bakatnya yang besar di bidang perfilman membuatn terpilih sebagai penerima beasiswa untuk menempuh pendidikan sinematografi di Al Union States Institute of Cinematography di Rusia, sekolah film pertama di dunia yan didirikan tahun 1919. la menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil meraih sarja sinematografi. Film Si Doel Anak Betawi (1973) diangkat dari novel karya Datuk Madjoindo yan mengangkat tentang perjuangan kehidupan seorang anak dari masyarakat Betawi. F ini mengangkat nama Rano Karno sebagai aktor berbakat Indonesia. Adapun film Atheis (1974) diangkat dari novel Achdiat Kartamihardja yang berc tentang tren ideologi para intelektual Indonesia pada masa penjajahan Jepang. Bebe film lainnya, seperti Laila Majenun, Pinangan, dan Yang Muda Yang Bercinta kaya dengan ide pemikiran serta relevansi sosial yang kuat.
Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jilid 9
30
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran
Pendidikan
Setujukah Anda kalau ada yang berpendapat bahwa roh atau jiwa pembangunan bangsa adalah pendidikan? Pengalaman banyak negara membuktikan hal itu. Lihatlah Jepang! Kemajuan bangsa matahari terbit itu sangat ditentukan oleh kesadaran mereka akan arti penting atau urgensi pendidikan. Jadi, sangat positif bagi Anda untuk memahami seluk beluk pendidikan secara memadai. Untuk itu, gunakan tema pendidikan dalam belajar berbahasa pada pelajaran kali ini.
Sumber:
Pendidikan
31
I.
Kemampuan Berbahasa A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mencatat pokok-pokok isi berita, mengungkapkan isi berita yang didengar melalui radio dalam beberapa kalimat secara tepat, dan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan berita.
Menuliskan isi siaran berita 1. Menuliskan isi siaran radio atau televisi
Berita atau kabar adalah laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat yang dipilih oleh redaksi media massa untuk disiarkan kepada pembaca atau pende Hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam memahami dan mendengarkan berita, an lain a. pemusatan perhatian (konsentrasi); b. jangan menyelingi dengan pembicaraan; c. catat hal-hal penting sekiranya perlu, terutama yang menyangkut 5W + 1H; d. susunlah atau rangkumlah hal-hal pokok tadi dalam beberapa kalimat yang baik a efektif. Rangkuman Anda telah siap memberitakan kembali berita yang Anda dengar kepad lain.
Uji Kompetensi 3.1 1. 2. 3. 4. 5. Jelaskan pengertian berita! Unsur-unsur penting apa saja yang harus termuat dalam sebuah berita? Kepanjangan apakah asidibimega? Kepanjangan apakah 5 W + 1 H? Apakah perbedaan 5 W + 1 H dan asidibimega?
Tugas 3.1
1. Kumpulkan lima buah berita, antara lain a. tiga dari surat kabar atau majalah (guntinglah) b. dua dari radio atau televisi (rekam) 2. Analisislah berdasarkan unsur-unsurnya!
32
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2. Menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis secara runtut dan jelas
Jika Anda mendengarkan berita, maka harus disertai kesadaran bahwa suatu saa Anda harus menyampaikan berita itu kepada orang lain yang mungkin karena sesua belum sempat mendengar sendiri. Oleh karena itu, menyimak berita harus dengan konsentrasi dan harus saksama agar tidak salah dalam memahami isinya. Dalam menyampaikan kembali isi berita cukup dalam bentuk rangkumannya agar singkat, t tepat. Unsur 5 W + 1 H harus tetap diperhatikan. Perhatikan contoh di bawah ini!
Warga Negara Miskin Pesimistis Peroleh Pendidikan
Sejumlah warga negara kurang mampu menyatakan pesimistis bisa memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak mereka, minimal hingga jenjang SMA. Umumnya, kendala yang mereka hadapi adalah belitan kemiskinan sehingga prioritas pendidikan tergeser oleh kebutuhan hidup sehari-hari. Dari perbincangan Kompas dengan sejumlah warga miskin di Jakarta, Senin (12/3), umumnya warga menyadari arti penting pendidikan untuk bisa memperbaiki hidup keluarga yang sampai saat ini dibelit kemiskinan. Siti (44), warga Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan hanya sanggup membiayai anaknya hingga tamat SMA. Ibu empat anak yang mengandalkan pendapatan suaminya sebagai sopir angkutan umum ini bisa membiayai anaknya sekolah berkat bantuan seorang dermawan. Bagi Siti, meski keluarganya miskin, mereka berharap anak-anak bisa sekolah sampa SMA. Namun, dalam perjalanan waktu, menyekolahkan anak di kota besar dengan pendapatan cuma Rp30.000–Rp50.000 per hari sungguh sulit. Dari hasil kajian data survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 1993–2004 di enam provinsi secara acak terlihat kesenjangan taraf pendidikan antara kelompok masyarakat miskin dan kaya masih tinggi.
Kompas, 13 Maret 2007
Berita tersebut dapat diringkas sebagai berikut.
Kendala yang dihadapi warga negara miskin dalam memberikan bekal pendid kepada anak-anak mereka adalah belitan kemiskinan. Berdasarkan hasil kajian survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 1993–2004, secara acak di enam provinsi terlihat kesenjangan taraf pendidikan antara kelompok masyarakat miski dan kaya masih tinggi. 3. Mengajukan pertanyaan atau tanggapan
Terhadap sebuah berita kita harus dapat menangkap unsur faktual. Dengan cara kita dapat menanggapinya dengan rasio dan akal sehat. Tanggapan yang dimaksud berupa persetujuan, penolakan, atau penambahan pendapat. Perhatikan contoh berikut! : ”Sebaiknya untuk memperlancar transportasi antarkedu Pernyataan kampung, yaitu Musambi dan Pageran, di atas sungai k yang memisahkan kedua kampung itu perlu dibangun jembatan. Dana untuk hal tersebut, diperoleh dari swad masyarakat kedua kampung yang berkompeten.”
Pendidikan
33
Tanggapan Persetujuan
”Saya sangat setuju dengan gagasan perlunya jembata menghubungkan kampung Musambi dengan Pageran. Dengan jembatan maka transportasi lancar, baik pada hujan maupun kemarau, hasil panen petani dapat deng mudah dan cepat diangkut kendaraan ke tempat lain.” : ”Saya kurang sependapat jika dana untuk membangun Penolakan jembatan itu diperoleh dari swadaya masyarakat setem Kita tahu bahwa masyarakat kedua kampung tergolong berpenghasilan rendah. Sebaiknya, dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah tingkat dua (APBD Tk I sedangkan konsumsi dan tenaga dari swadaya masyar kedua kampung itu.” Menambahkan pendapat: ”Pendapat pertama dan kedua memiliki kelebihan terse mungkin lebih baik jika jembatan perlu dibangun denga anggaran APBD Tingkat II, sedangkan tenaga dari kedu kampung tersebut. Dana material yang sudah ada di kampung tersebut perlu dimanfaatkan. Dengan demikia untuk pembangunan jembatan tersebut mampu memanfaatkan potensi masyarakat kedua kampung itu
:
Tugas 3.2
a. Pernyataan
: Setiap siswa yang berpotensi atau berprestasi perlu mendapatka perhatian khusus berupa pemberian beasiswa, tanpa memandan latar belakang siswa yang bersangkutan. Dari penyataan tersebut, berilah tanggapan yang berupa : 1) Persetujuan 2) Penolakan 3) Penambahan pendapat b. Atas berita berjudul ”Warga Negara Miskin Pesimistis Peroleh Pendidikan,” berila tanggapan yang berupa: 1) Persetujuan 2) Penolakan 3) Penambahan pendapat
34
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengajukan saran dan pemecahan masala yang disampaikan penyaji.
Menyampaikan ringkasan dan topik yang aktual dalam forum diskusi
Diskusi merupakan media untuk bertukar pikiran sekelompok orang, baik kelompok maupun besar. Dalam diskusi, minimal diskusi kelas, terdapat beberapa peran, antara l ketua/pemandu, notulis, penyaji, dan peserta.
Ada beberapa macam diskusi, antara lain, seminar, panel, dan simposium. Diskusi d rangka menemukan pemecahan terhadap sebuah masalah biasanya dalam bentuk pan Di dalamnya melibatkan 3 – 4 panelis dan beberapa orang peserta.
Berikut adalah contoh diskusi (di dalam) kelas yang membahas sebuah masalah yan ditemukan dalam media massa. Penyaji Notulis Moderator
Peserta
Pemandu
: ”Assalamualaikum wr. wb. Selamat pagi, salam sejahtera.
Teman-teman, sebagaimana telah kita rencanakan, pada kesemp ini, kita akan mengadakan diskusi kelas. Diskusi ini dalam rangka menemukan permasalahan yang sebelumnya telah kita tetapkan y kita peroleh dari media massa. Masalah tersebut adalah semakin mahalnya pendidikan di Indonesia. Dalam diskusi ini kita menghadirkan penyaji Saudara Irvan Dika, k kelas kita sendiri. Sebagai moderator saya, Angseno, didampingi penulis/notulis Sri Haryanti. Langsung saja, mari kita simak penda penyaji mengenai masalah ini. Saudara Penyaji dipersilakan.” Penyaji
: ”Terima kasih kepada Pemandu. Assalamualaikum wr. wb. Selama pagi, salam sejahtera.
Teman-teman, kita tahu bahwa dalam masyarakat semakin sering terjadi keluhan terhadap mahalnya biaya pendidikan. Pada dasarn kita memaklumi bahwa pendidikan memang mahal. Namun demik kita tidak habis mengerti, mengapa pemerintah yang merupakan p yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pendidikan nasional tidak pernah mencari langkah-langkah penanganan agar biaya pendidikan tidak terlalu mencekik leher.” (… dan seterusnya Pemandu
: ”Teman-teman, demikian tadi gagasan Penyaji tentang mahalnya pendidikan kita. Untuk membahas lebih lanjut, marilah kita buka fo rum tanya jawab. Untuk mengatur jalannya tanya jawab, saya bag dalam tiga termin. Satu termin maksimal tiga orang penanya atau
Pendidikan
35
penanggap. Saya buka termin pertama, silakan. … tiga penanya te kita data. Kita mulai dari penanya pertama. Saudara Aminah dipersilakan.”
Penanya/peserta I (Aminah):”Saudara Penyaji, pendidikan itu di mana-mana mahal. Masalahnya adalah apakah kemahalan tersebut relevan dengan kualitas yang ada atau tidak. Kalau memang kualitasnya tinggi, mahal tidak mas bagi saya. Mohon tanggapan.” Pemandu Penanya II (Supriyanto) Pemandu : ”Penanya kedua, Supriyanto, dipersilakan.” : (… dan seterusnya)
: ”Teman-teman, diskusi telah selesai. Banyak informasi yang dapat kita peroleh dari diskusi kali ini. Sebelum menutup diskusi, perkena saya menyampaikan simpulan diskusi ini, pertama: ..., kedua: ..., k ....” (dan seterusnya)
Tugas 3.3
Laksanakan sebuah diskusi kelas untuk membahas sebuah masalah yang inspirasin dari media massa! Kumpulkan beberapa topik kemudian pilih yang paling menarik berdasarkan kesepakatan! Tunjuk moderator, penyaji, dan notulisnya!
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi ide pokok tiap paragraf dan menulis kembali isi bacaan secara ringkas dalam beberapa kalimat.
Mengidentifikasi isi paragraf
1. Mengidentifikasi ide pokok tiap paragraf Membaca cepat dilakukan seseorang jika ia ingin mengetahui gagasan pokok b atau isi bacaan secara garis besar. Dengan mengetahui gagasan pokok bacaan, ma pembaca boleh dikatakan telah menyerap informasi yang terdapat di dalamnya. Con membaca cepat adalah ketika seseorang membaca koran dan majalah. Untuk dapat menangkap gagasan pokok bacaan, Anda dapat memulai dari me gagasan utama dalam setiap paragraf. Gagasan utama (disebut juga gagasan poko pikiran utama, atau ide pokok) paragraf adalah ide paling penting atau sentral yang t dalam paragraf/alinea. Gagasan utama sebuah paragraf biasanya ditempatkan dalam sebuah kalimat yang disebut kalimat utama (disebut juga kalimat topik atau kalimat p Letak kalimat utama dalam paragraf ada pada: a. awal paragraf (paragraf deduktif), b. akhir paragraf (paragraf induktif),
36
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
c. awal dan diulang pada akhir paragraf (paragraf deduktif – induktif), atau d. tersebar dalam keseluruhan kalimat/semua kalimat secara bersama-sama memb satu gagasan (paragraf deskriptif atau naratif). Perhatikan paragraf di bawah ini!
(1) Ada semacam kebanggaan ketika Indonesia berhasil berswasembada beras pada tahun 1984. (2) Kebanggaan pun bertambah ketika FAO memberikan penghargaan atas prestasi tersebut. (3) Optimisme akan kemampuan untuk mempertahankan swasembada ini pun tampak pada pinjaman beras yang diberikan kapada negara tetangga, yaitu Filipina, dan sumbangan kepada rakyat Afrika. (4) Keduanya menimbulkan kesan bahwa Indonesia akan terus dapat mempertahankan swasembada beras.
Kalimat utama paragraf di atas adalah kalimat nomor 1. Gagasan pokoknya: Ad kebanggaan ketika Indonesia berswasembada beras. Kalimat-kalimat lain (nomor 2, dan 4) merupakan kalimat-kalimat penjelas.
2. Menulis kembali isi bacaan secara ringkas dalam beberapa kalimat Bacalah teks berikut ini dengan cepat, tetapi saksama! Setelah itu, tutuplah kem jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawahnya!
Siap-Siap Menyambut Kehadiran Perguruan Tinggi Asing Ki Supriyoko Ada kemungkinan tidak lama lagi akan berdiri perguruan tinggi asing di negara kita. Kini sedang dilakukan bargaining antara tim Indonesia dengan pihak-pihak asing dari enam negara yang ingin mendirikan dan menjalankan perguruan tinggi di Indonesia. Keenam negara itu adalah Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Republik Korea, Cina, dan Jepang. Informasi ini didapat dari suatu diskusi pendidikan yang berlangsung di Jakarta belum lama ini. Mengenai kehadiran perguruan tinggi asing (PTA) di negara kita sebenarnya bukan hal baru. Beberapa tahun lalu, saat menjadi Menteri Pendidikan, Prof. Dr. Wardiman pernah mengingatkan, cepat atau lambat kehadiran PTA di Indonesia pasti akan terjadi. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan diri sejak dini agar tidak kalah bersaing. Meski wacana mengenai PTA sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, tetapi dalam realitasnya hingga kini kita belum punya pengalaman mengenai hal itu. Padahal, negaranegara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand telah lebih dulu memilikinya. Malaysia misalnya, pemerintah mengizinkan RMIT University Melbourne-Australia untuk mendirikan PTA di negaranya. Tentu saja pendirian PTA di negeri jiran ini disertai syaratsyarat tertentu yang bersifat win-win collaboration. Kehadiran PTA di Indonesia memang menjadi suatu dilema. Di satu sisi bila kehadirannya diizinkan, perguruan tinggi kita, PTN dan PTS, belum siap bersaing. Di sisi lain, bila kehadirannya ditolak maka tanpa adanya kompetitor eksternal, mutu perguruan tinggi kita sulit ditingkatkan.
Pendidikan
37
Berkelas dunia
Bayangkan bila berbagai universitas berkelas dunia masuk ke negara kita tanpa terkendali, misalnya Universitas Monash dari Australia untuk perguruan tinggi umum dan Universitas Al-Azhar dari Mesir untuk perguruan tinggi agama, bisa jadi mahasiswa kita akan tersedot di PTA itu. Siapa tidak akan memilih PTA bila sarana, fasilitas, kurikulum program, dan dosen-dosennya berstandar internasional. Siapa takut memilih PTA bila lulusannya lebih siap berkompetisi di pasar global. Bila kemudian masyarakat kita ”menyerbu” PTA, terlepas motivasinya akademis atau sekadar meningkatkan derajat sosial, bisa jadi PTN dan PTS akan kekurangan mahasiswa, bahkan sebagian akan mengalami tutup buku. Secara politis keadaan seperti itu tentu harus dihindari karena dapat menimbulkan instabilitas keamanan yang secara semiotomatis akan mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, dalam hal ini adalah pemerintah pusat. Tetapi, apakah alasan seperti ini menjadikan kita menutup pintu rapat-rapat terhadap kemungkinan hadirnya PTA di negara kita?
Hadirnya PTA di negara kita tidak mungkin dibendung sejak pemerintah meratifikasi WTO melalui UU No 7 Tahun 1994. Kita adalah anggota WTO yang berkewajiban menaati segala aturan main yang ada di dalamnya. Karena melalui GATS (General Agreement on Trade in Service) WTO memosisikan pendidikan sebagai jasa yang dapat saling diperdagangkan dan yang di dalamnya termasuk pendidikan tinggi maka ”perdagangan” jasa pendidikan tinggi akan makin sulit dielakkan. Implikasinya, kehadiran PTA di negara kita akan sulit dibendung. Secara lebih rinci, di dalam GATS disebutkan belasan jasa yang dapat diperdagangkan secara internasional. Salah satu jasa itu adalah pendidikan yang di dalamnya termasuk pendidikan tinggi. Sementara itu, implementasi dari perdagangan jasa pendidikan (tinggi) ini dikemas dalam banyak model, satu di antaranya model Commercial Presence, yaitu penjualan jasa pendidikan (tinggi) oleh lembaga di suatu negara bagi konsumen yang ada di negara lain dengan mewajibkan kehadiran secara fisik lembaga penjual jasa dari negara itu. Hadirnya PTA dari mancanegara untuk menjual jasa pendidikan tinggi kepada konsumen di Indonesia adalah contoh amat tepat untuk model perdagangan jasa pendidikan ini. Oleh karena WTO melalui GATS-nya telah membuat aturan main tentang perdagangan jasa pendidikan, mau tidak mau kita harus patuh pada aturan main yang kita ikut membuatnya. Implementasinya, kehadiran PTA di negara kita merupakan suatu konsekuensi yang harus kita patuhi. Apakah kita tidak memiliki hak untuk (ikut) menentukan persyaratan hadirnya PTA di negara kita? Tentu saja memilikinya. Tetapi, jika persyaratan yang kita sampaikan di luar batas-batas kewajaran masyarakat internasional, kita akan menuai komplain dari mereka, terutama dari negara-negara anggota WTO.
Prof. Dr. Ki Supriyoko, M.Pd Guru Besar Universitas Sarjanawiyata
38
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Uji Kompetensi 3.2
1. Apakah gagasan utama paragraf kesatu, keempat, dan keenam bacaan berjudul ”Si Siap Menyambut Perguruan Tinggi Asing”? 2. Mengapa kehadiran PTA dianggap dilema? 3. Apa yang ditakutkan oleh PTN/PTS terhadap kehadiran PTA? 4. Apa dampaknya bila Indonesia menolak kehadiran PTA? 5. Rumuskan gagasan pokok paragraf-paragraf tersebut dalam satu paragraf! 6. Tuliskan kembali isi bacaan secara ringkas dalam beberapa kalimat!
3. Mengidentifikasi fakta dan pendapat Setiap teks ilmiah selalu memuat dua bagian, yaitu fakta dan pendapat. Fakta merupakan pernyataan atau ungkapan yang berisi hal-hal yang benar-benar terjadi. Sementara itu, pendapat adalah pernyataan yang berisi analisis akal manusia terha kemungkinan yang akan terjadi. Perhatikan contoh berikut! Fakta : Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand tela dahulu memiliki PTA. Pendapat : Bila kehadiran PTA ditolak, maka tanpa kompetitor eksternal, mutu perg tinggi kita sulit ditingkatkan.
Tugas 3.4
1. Identifikasikan fakta dan pendapat masing-masing lima buah berdasarkan teks ”S Siap Menyambut Perguruan Tinggi Asing”! 2. Carilah sebuah bacaan kemudian identifikasikan fakta dan pendapat yang ada di dalam teks bacaan tersebut!
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi tulisan berciri deskriptif dan membaca paragraf deskriptif berdasarkan hasil pengamatan.
Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi tulisan berciri deskriptif
Pada pelajaran 2 telah dijelaskan apa dan bagaimana paragraf deskriptif itu. Bagaim memilih topik yang tepat untuk dikembangkan menjadi karangan deskripsi? Perhatikan bandingkan daftar topik dalam tabel berikut!
Pendidikan
39
No. 1. 2. 3.
Topik yang Dapat Dikembangkan dalam Jenis Karangan Deskripsi Keadaan Banda Aceh yang porak-poranda setelah diterjang tsunami. Pemandangan alam di lereng Pegunungan Bromo pada sore hari. Sundari, kembang desa di kampungku.
Topik yang Kurang Dapat Dikem bangkan dalam Jenis Karanga Deskripsi
Narkoba menghancurkan masa depan. Ketertiban lalu lintas cermin masyarakat beradab. Mengelola lahan pertanian harus dengan cara-cara modern.
Tugas 3.5
1. Kembangkan salah satu topik dalam tabel di atas dalam bentuk karangan deskrip Panjang karangan antara 1.000 – 1.500 kata. (5 – 8 paragraf) 2. Tukarkan hasilnya dengan teman-teman Anda untuk diberi saran perbaikan, baik dari segi bahasa (penggunaan atau pilihan kata-kata, ejaan, susunan kalimat, da tanda baca (pungtuasi), maupun dari segi isinya!
II. Kemampuan Bersastra
Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membaca puisi dengan intonasi yang sesua dengan isi puisi; membahas pembacaan puisi berdasarkan lafal, tekanan, dan intonasi; serta memberi saran dan perbaikan pembacaan puisi yang kurang tepat.
Mengidentifikasi puisi 1. Membaca pusi Membaca puisi merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengap atau menghargai, menghayati, dan menikmatinya. Dalam pembacaan puisi perlu diperhatikan lafal, tekanan/stres, intonasi, volume suara, dan penampilan/performa mencakup gaya dan sikap (untuk pembacaan yang disaksikan langsung atau di atas panggung).
Lafal adalah cara seseorang mengucapkan atau menuturkan bunyi bahasa. Jik lafal seseorang baik, maka bunyi bahasa yang diucapkannya akan mudah dan jelas ditangkap oleh pendengar.
40
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tekanan/stres/aksen adalah keras lembutnya pengucapan kata, kalimat, atau b dalam puisi. Maksud adanya aksentuasi adalah untuk menegaskan bagian-bagian ya dirasa lebih penting daripada bagian lain.
Intonasi atau lagu kalimat adalah ketepatan tinggi rendah nada dalam pembac puisi sehingga suara pembaca tidak monoton tetapi berirama. Intonasi sebenarnya merupakan gabungan dari berbagai unsur, di antaranya nada, tempo, irama/ritme, te dan volume suara. Bacalah puisi di bawah ini di depan kelas. Lakukan bergantian. Adakan penilaia Setelah mendengarkan pembacaan puisi tersebut, rumuskan maksud atau isi puisi t dalam satu paragraf!
Persahabatan Karya: Djamil Suherman Kita hakikatnya dilahirkan satu nama penderitaan dan kesetiaan tarikan tali nasib menyeretku mengenal takdir karenanya mari kita berbimbing tangan fajar gemilang di depan kita adalah orang-orang merdeka tahu betapa kebenaran ditempa meski dalam dunia yang terpisah
Tonggak, halaman 349
Uji Kompetensi 3.3 1. 2. 3. 4. Jelaskan pengertian lafal! Mengapa lafal harus diperhatikan dalam pembacaan puisi? Jelaskan pengertian intonasi! Unsur apa saja yang secara bersama-sama membentuk intonasi atau lagu kalimat?
2. Membahas pembacaan puisi Pembahasan pembacaan puisi yang dilakukan teman perlu kiranya dilakukan s kelompok. Tiap kelompok terdiri atas lima orang. Salah satu wakil dari kelompok membacakan puisi, sedangkan kelompok yang lain membuat catatan tentang kelebi sebagai bahan bahasan kelompoknya. Untuk itu, diperlukan catatan khusus dengan menggunakan format berikut.
Pendidikan
41
Pembahasan Pembacaan Puisi Pembacaan Judul Puisi
1. Nugraha: Klp I/ Persahabatan
Lafal Plus
Baris II dst. tepat
Tekanan Minus Plus Minus
Kesetiaan diucapkan keras
Intonasi Plus
Minus
Baris I intonasi akhir, demikian baris II dst.
Hakikat diucapkan Hakekat
dst.
dst.
dst.
dst.
Tugas 3.6
Bentuklah kelompok kerja terdiri atas lima orang tiap kelompok. Salah satu wakil kelompok membacakan puisi, kelompok yang lain membuat catatan tentang pembac puisi tersebut. Setelah selesai pembacaan, setiap kelompok mendiskusikannya. 1. Pilihlah salah satu puisi dari surat kabar atau buku kumpulan puisi! 2. Atas nama wakil kelompok, bacalah puisi tersebut di depan kelas!
3. Memberikan saran perbaikan puisi Agar dapat menghayati dan dapat membaca puisi dengan lafal, tekanan, dan in yang tepat sesuai dengan isi puisi, diperlukan pelatihan secara berulang. Salah satu untuk hal itu adalah membuat catatan-catatan khusus pembacaan puisi yang dilakuk teman. Catatan-catatan itu dapat dilakukan dengan format berikut. Saran dan Perbaikan Pembacaan Puisi Nama Pembaca/ Judul Puisi
1. Nugraha: Klp I/ Persahabatan
Lafal
Baris I Seharusnya Hakikat bukan diucapkan Hakekat
Tekanan
Baris II Kesetiaan, diucapkan keras
Intonasi
Baris I dan II sebaiknya satu intonasi akhir, bukan dua intonasi akhir dst.
dst.
dst.
dst.
42
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tugas 3.7
Bentuklah kelompok, tiap kelompok terdiri atas lima orang! Setelah itu, lakukan hal-h berikut! 1. Tunjuklah salah satu wakil kelompok membacakan puisi! 2. Kelompok lain membuat catatan saran perbaikan. 3. Selesai pembacaan, sampaikan saran Anda kepada kelompok pembaca!
Rangkuman
1. Agar kita dapat mengungkapkan kembali isi berita, tulislah isi pokok berita yang mencakup unsur 5W + 1H. 2. Menanggapi pernyataan, setuju atau tidak setuju, dalam forum diskusi harus dise alasan. 3. Ringkasan hasil diskusi memuat topik dan subtopik. Sebaliknya pernyataan yang lengkap merupakan pengembangan topik atau subtopik tersebut. 4. Ide pokok paragraf merupakan hal yang menjadi dasar pengembangan paragraf. Adapun kalimat pokok atau kalimat utama adalah kalimat yang secara khusus memuat ide pokok atau ide utama. 5. Paragraf deskriptif merupakan paragraf yang memuat hasil pengindraan. 6. Dalam membacakan puisi perlu memerhatikan beberapa hal, antara lain, lafal, tekanan, intonasi, volume suara, tempo, dan performa.
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 3 ini diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai b
1. Gemarlah mendengar berita radio/televisi. Pada waktu luang lebih baik memilih mendengarkan berita radio/televisi daripada siaran yang kurang bermanfaat. 2. Memberikan pernyataan setuju atau tidak setuju terhadap suatu persoalan perlu kita Anda pilih momen yang tepat untuk menyampaikannya. 3. Berlatih diskusi adalah cara yang baik untuk mengembangkan atau mengasah intele dan emosional. Kebiasaan menyusun hasil diskusi adalah salah satu cara yang tepa mengolah daya pikir. 4. Gemar membaca dan gemar mencatat ide utama adalah menifestasi sikap orang te 5. Berlatih menajamkan pengindraan adalah satu cara menuju dewasa. Akan lebih baik hasil pengindraan tersebut ditulis. 6. Jangan biarkan diri Anda menjauhi puisi. Dekati dan senangi puisi.
Pendidikan
43
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1. Berikut topik yang dapat dikembangkan menjadi tulisan deskripsi, kecuali ... a. Minah, gadis desa seberang. b. Mengelola pembibitan udang windu. c. Pemandangan alam Pegunungan Bromo pada sore hari. d. Mengintip terbenamnya matahari di Kuta. e. Keadaan Aceh pascatsunami.
2. Masalah pendidikan yang utama dan perlu segera diatasi adalah rendahnya aloka anggaran pendidikan nasional. Saran pemecahan yang sesuai untuk permasalah di atas adalah .... a. b. c. d. e. perlu peningkatan kualitas pendidikan perlu penambahan sarana atau fasilitas pendidikan perlu adanya penambahan dana pendidikan perlu pendidikan gratis perlu penambahan tenaga pendidik
3. Dengan pendidikan yang berkualitas dan berorientasi masa depan, akan terbentuk sum
daya manusia (SDM) yang andal dan kapabel sehingga permasalahan pembangunan ak teratasi secara komprehensif.
Istilah atau kata bercetak miring di atas berturut-turut memiliki makna .... a. b. c. d. memiliki pandangan, memiliki kemampuan, secara luas cakap, menyeluruh, secara luas pandangan, cakap, menyeluruh menyeluruh, luas, pandangan
4. Dalam rangka memasuki era industrialisasi, pertumbuhan industri dan industri ya mempergunakan proses produksi yang makin canggih akan semakin meningkat p Oleh karena itu, dunia pendidikan tinggi diimbau untuk menyelenggarakan pendid ahli K-3 atau safety engineer serta pendidikan manajerial untuk K-3. Dengan dem perkembangan teknologi yang semakin maju dapat diimbangi dengan peningkata kualitas tenaga kerja serta peningkatan penerapan K-3. Gagasan utama paragraf di atas adalah .... a. b. c. d. e. proses produksi dalam era industrialisasi akan semakin canggih dunia pendidikan diimbau menyelenggarakan pendidikan ahli K-3 perkembangan teknologi akan dapat diimbangi oleh kualitas tenaga kerja pendidikan ahli K-3 dan manajerial K-3 sangat dibutuhkan pendidikan K-3 (safety engineer) sangat prospektif
44
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
5. Di balik kepiluan kusebut nama-Mu Di balik keheningan kulihat bayang-Mu Di balik kesunyian kutitipkan rinduku Di balik keresahan menyesakkan dadaku Kuterpa bayangan-Mu Puisi di atas memiliki maksud .... a. b. c. d. e. kepasrahan seseorang terhadap kehendak Tuhan kerinduan seseorang terhadap kekasihnya kebencian seseorang ketika mengalami musibah kebingungan seseorang menghadapi masalah kegalauan seseorang terhadap hidupnya
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Berikan tanggapan yang bersifat persetujuan dan penolakan terhadap pernyataan berikut!
2. 3. 4. 5.
”Seorang siswa SMA seharusnya diberi satu kali uang saku untuk segala kebutuh sekolahnya dalam satu bulan agar berlatih mengelola keuangan.” Berikan saran kepada teman Anda yang tidak bisa belajar di rumah karena keada rumahnya selalu bising oleh anak-anak kecil! Kembangkan ide pokok berikut menjadi sebuah paragraf deskripsi! ”Ruang kelasku sangat menyenangkan” Sebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi! Apakah yang dimaksud gestur dan tempo dalam pembacaan puisi?
Pendidikan
45
Linus Suryadi Agustinus
Seorang sastrawan Indonesia yang cukup terkenal. Prosa liriknya, Pengakuan Pariyem (1981), mendapat perhatian besar dari para pengamat dan penelaah sastra dalam dan luar negeri. Tahun 1985, prosa lirik ini terbit dalam edisi Belanda dengan judul De Bekentenis van Pariyem. Lulus sekolah lanjutan, Linus Suryadi kuliah di Fakultas Sastra-Seni IKIP Sanat Dharma Jurusan Bahasa Inggris dan di ABA Jurusan Bahasa Inggris. Kedua-duanya tidak tamat. Namun ini tak menghalangi minatnya untuk mengembangkan bakatnya bidang sastra. Dia sering menulis dan mengirimkan karangannya ke harian Berita Nasional maupun harian Kedaulatan Rakyat, Yogya. Lalu, pada tahun 1982, ia meng International Writing Program di Universitas Iowa, Amerika Serikat. Terakhir dia beke sebagai redaktur kebudayaan pada harian Berita Nasional, Yogya. la juga menjadi anggota Dewan Kesenian Yogyakarta (1986 – 1988). Karyanya yang lain adalah Langit Kelabu (1976), Perang Troya (1977), Dari De ke Kota (1985), Perkutut Manggung (1986), dan yang terbaru, Tonggak (1987), hasil suntingannya yang merupakan antologi puisi modern dari pelbagai penyair Indonesia Buku ini terdiri atas empat jilid, berisi puisi Indonesia dari tahun 1920-an hingga 1980
Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jilid 1
46
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran
Peristiwa
Setiap saat kita mengalami peristiwa. Berarti atau tidaknya sebuah peristiwa tergantung kepada seberapa jauh kita terkesan olehnya. Memahami berbagai peristiwa dan menghubungkannya dengan pendewasaan diri adalah sikap yang bijak. Peristiwa sekecil apa pun, dapat menjadi bahan pembelajaran dan pendidikan. Mengingat pentingnya sebuah peristiwa, tidak ada salahnya jika dalam proses pelatihan berbahasa dalam pelajaran 4 ini, Anda membatasi diri dengan payung tema peristiwa. Ingat, peristiwa bisa menjadi sarana pencerahan jiwa!
Sumber: Majalah Ge
Peristiwa
47
I.
Kemampuan Berbahasa A. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mencatat masalah dari berbagai sumber serta menanggapi masalah dalam berita, artikel, dan buku.
Menanggapi masalah dalam artikel atau buku 1. Mencatat masalah dari berbagai sumber Debat adalah salah satu bentuk diskusi atau pertukaran pendapat mengenai su hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing debat, menjatuhkan pendapat orang lain dibenarkan asal tetap dalam koridor keilmu dan objektivitas. Dalam sebuah diskusi, sering kita menemui permasalahan-permasalahan yang diperdebatkan oleh peserta dengan mengutip dari artikel-artikel yang termuat dalam tertentu. Dalam kondisi seperti ini, kita dituntut mampu mencatat judul artikel-artikel dengan tujuan: a. mengecek kebenaran pernyataan pengutip, serta b. mengetahui dan atau mendalami lebih lanjut isi artikel secara keseluruhan.
2. Menanggapi masalah dalam berita, artikel, dan buku Di bawah ini contoh pernyataan yang memuat kutipan dari sebuah sumber beru artikel.
Saudara Pemandu, saya kira apa yang dikemukakan oleh Saudara Alfian mengenai sebab-sebab pencemaran lingkungan kurang mengenai sasaran. Pada kenyataannya, pencemaran lingkungan lebih banyak disebabkan oleh pola atau perilaku hidup yang jauh dari semangat menjaga kelestarian alam. Jadi, tidak ada alasan yang sifatnya psikis. Ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Prof. D Satmono, M.Sc. dalam artikelnya berjudul Gelombang Pencemaran Alam Akan Menenggelamkan Bumi yang dimuat dalam buku Program Pemerintah Kehilangan Jiwa dengan editor Gunawan Asnan, penerbit Grasindo, Bandung, tahun 2001, halaman 56.
Judul artikel dalam pernyataan di atas dapat dituliskan dalam daftar pustaka se berikut.
Satmono. 2001. ”Gelombang Pencemaran Alam Akan Menenggelamkan Bumi. Gunawan Asnan (Ed.), Program Pemerintah Kehilangan Jiwa (hlm. 56). Bandung: G
Tugas 4.1
Carilah paparan suatu masalah tentang (pencemaran) lingkungan! Adakan debat un masalah tersebut! Tata cara debat dapat Anda tanyakan kepada guru di kelas!
48
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
3. Mengajukan saran terhadap masalah yang disampaikan Pernyataan : ”Dewasa ini lingkungan kota besar, kota kecil, bahkan di desa pun teratur. Pembuangan sampah sembarangan; pembuangan limbah baik dari rumah penduduk maupun dari warung makin tidak teratur ini mengakibatkan dampak buruk bagi penghuni sekitarnya.” Saran : ....
Uji Kompetensi 4.1
1. Saran apa yang perlu Anda kemukakan terhadap masalah tersebut? 2. Jika regu piket atau kerja di kelas Anda tidak berjalan sebagaimana mestinya, saran yang Anda sampaikan kepada teman-teman Anda? 4. Mendaftar kata-kata sulit cakap tunggal
debung dekor durma film
film bisu film dokumenter
fotografi layar layar lebar layar perak panorama pantomim sinetron
: cakapan panjang yang diucapkan oleh seorang tokoh dalam se karya sastra, baik yang ditujukan kepada diri sendiri maupun ke pembaca/pendengar; monolog : tiruan bunyi beduk, gendang : 1. perlengkapan panggung, teater yang diatur sedemikian rupa sehingga menggambarkan tempat kejadian; 2. hiasan : bentuk komposisi tembang jenis macapat (Jawa, Sunda, Bali) biasanya untuk melukiskan cerita-cerita keras : 1. selaput tipis yang dibuat dari seluloid untuk tempat gambar n (yang akan dibuat potret) atau tempat gambar positif (yang aka dimainkan dalam bioskop); 2. lakon (cerita) gambar hidup : film yang tokoh-tokohnya tidak bersuara (film tanpa suara tokoh : dokumentasi dalam bentuk film mengenai suatu peristiwa sejar atau suatu aspek seni budaya yang mempunyai makna khusus dapat menjadi alat penerangan (pendidikan) : seni atau proses penghasilan gambar dengan cahaya pada film permukaan yang dipekakan : tirai, kelir (dipakai pada pertunjukan gambar hidup, drama, way kulit, dan sebagainya) : layar yang lebih besar dari biasa (untuk pertunjukan film) : tirai tempat mempertunjukkan gambar hidup (di bioskop) dan menyanyi : pemandangan alam yang bebas dan luas : pertunjukan sandiwara dan sebagainya tanpa kata-kata, hanya gerik (biasanya diiringi musik) hidup : film, pertunjukan sandiwara (drama) dan sebagainya yang dibu khusus untuk penayangan di media elektronika, seperti televisi
Peristiwa
49
syair wayang golek wayang klitik wayang purwa
: 1. puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat baris yang be dengan bunyi yang sama; 2. sajak, puisi : wayang yang dibuat dari kayu (berupa anak-anakan/boneka ka : wayang yang terbuat dari kayu : wayang kulit yang membawakan cerita-cerita yang bersumber d kitab Mahabarata dan Ramayana
Tugas 4.2
1. Daftarlah (minimal 30 buah) istilah bidang seni dan susunlah secara alfabetis! 2. Susunlah istilah bidang seni tersebut menjadi kamus kecil (glosarium)!
B. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi ide pokok tiap paragraf dan menuliskan kembali isi bacaan secara ringkas dalam beberapa kalimat.
Menuliskan kembali isi bacaan secara ringkas 1. Mencatat pokok-pokok informasi
Pokok-pokok informasi adalah isi penting atau inti sari dari teks yang dibaca. Seb informasi, sebagaimana berita, baik yang termuat dalam buku, majalah, maupun sur kabar, pada dasarnya memuat unsur-unsur penting yang mencakup apa, siapa, di m kapan (bilamana), mengapa, dan bagaimana.
Oleh karena itu, sasaran untuk mendapatkan pokok-pokok informasi adalah keen unsur tersebut, baik sebagian maupun keseluruhan. Cermati informasi di bawah ini dengan saksama kemudian sampaikan pokok-pokok dengan bahasa Anda di depan kelas secara lisan! Pemerintah Belum Banyak Berpihak kepada Petani
Sektor perkebunan rakyat yang dikerjakan petani merupakan bagian dominan dari perkebunan Indonesia. Berkait dengan fakta ini, pemerintah diharapkan memberi dukungan besar melalui berbagai kebijakan yang berpihak pada sektor ini. Demikian penjelasan Ketua Badan Eksekutif Gabungan Asosiasi Petani Perkebunan Indonesia (Gaspperindo), Agus Pakpahan, di sela-sela Lokakarya Kebangkitan Perkebunan Rakyat di Surabaya.
50
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pada tahun 1968, luas areal perkebunan rakyat mencapai porsi 83,2 persen dari total areal 4,9 juta hektare. Tahun 2000, areal pertanian ini turun menjadi 77,4 persen dari luas areal pertanian yang ada di Indonesia yang mencapai 15,1 juta hektare. Mantan Dirjen Bina Produksi Perkebunan itu menilai, sektor perkebunan rakyat merupakan institusi yang tahan guncangan krisis moneter. Dia menilai kebijakankebijakan pemerintah selama ini belum banyak berpihak kepada petani. Oleh sebab itu, menurut Pakpahan, dalam salah satu butir deklarasi kebangkitan petani perkebunan, Gaspperindo mendesak pemerintah untuk merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijaksanaan di bidang perkebunan yang berdampak positif dan nyata terhadap kehidupan petani perkebunan.
Kompas, 22 Oktober 2003
Pokok-pokok informasi dari penggalan teks di atas, antara lain a. sektor perkebunan rakyat merupakan bagian dominan dari perkebunan Indonesia b. tahun 2000, areal pertanian sektor perkebunan adalah 77,4 persen dari luas area pertanian Indonesia yang mencapai 15,1 juta hektare (tahun 1968 masih sekitar 8 persen dari total areal 4,9 juta hektare).
Tugas 4.3
1. Carilah lima wacana atau artikel tentang peristiwa dari media cetak! 2. Analisislah dan daftarlah pokok-pokok informasi yang dapat Anda ambil dari teks teks tersebut dengan menggunakan format berikut untuk menyusun hasilnya! Judul/Sumber No. Pokok-Pokok Informasi
2. Menuliskan kembali isi bacaan secara ringkas dalam beberapa kalimat
Meringkas (precis) adalah cara untuk menyajikan suatu karangan yang panjang d bentuk yang singkat (ringkas). Inti dari meringkas adalah memotong atau memangka bagian-bagian karangan yang dianggap hanya bersifat penjelasan, hiasan, atau tam tambahan. Ringkasan dan ikhtisar memiliki perbedaan. Ringkasan Tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang. Setiap bagian dari karangan diringkas secara proporsional (seimbang). Ikhtisar
Tidak mempertahankan urutan isi dar karangan asli.
Tidak perlu memberikan isi dari seluru karangan itu secara proporsional.
Peristiwa
51
Tugas 4.4
Ringkaslah teks tentang pertanian yang telah Anda miliki! Anda dapat menggunakan pokok-pokok informasi yang Anda daftar untuk menyusun ringkasan tersebut.
C. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf ekspositif, menyusun kerangka paragraf ekspositif, mengembangkan kerangka menjadi paragraf ekspositif dengan menggunakan kata hubung yang tepat, mengidentifikasi kata berimbuhan dalam paragraf ekspositif, dan menyunting paragraf ekspositif yang ditulis teman.
Paragraf eksposisi 1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf ekspositif
Salah satu bentuk karangan adalah eksposisi. Karangan atau paragraf eksposis karangan/paragraf yang bersifat memaparkan atau menjelaskan sesuatu dengan tuj agar pembaca memahami atau mengerti tentang suatu informasi. Karangan atau pa yang bersifat eksposisi disebut ekspositoris. Termasuk dalam kategori eksposisi ad berita dan laporan. Ciri-ciri eksposisi, antara lain a. bersifat nonfiksi atau ilmiah, b. bertujuan menjelaskan atau memaparkan, c. berdasarkan fakta, dan d. tidak bermaksud memengaruhi. Perhatikan paragraf berikut! Tulipware Targetkan Penjualan Naik 60%
Semarang. Memasuki usia setahun memasarkan produk plastik dan metal berkualita merek Twin Tulipware di Jateng, distributor Kharisma Makmur pada tahun 2004 ini menargetkan total penjualan mencapai 60%. Pada tahun ini, perusahaan juga akan merekrut tenaga dealer secara besar-besaran di semua kota di Jawa Tengah. Perusahaan distribusi industri plastik dan metal tersebut telah mendapat sertifikat food grade (aman untuk makanan).
Jawa Pos, 10 Desember 2004
52
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Paragraf atau alinea adalah kesatuan bahasa yang terdiri atas beberapa kalimat mengandung satu ide pokok atau pikiran utama dan beberapa pikiran penjelas (para lengkap/sempurna). Ide pokok paragraf disebut juga gagasan pokok paragraf, pikira paragraf, atau topik paragraf. Topik paragraf tersebut tersurat atau mungkin tersirat kalimat utama.
Paragraf eksposisi, argumentasi, dan persuasi memiliki kalimat utama. Kalimat u adalah kalimat yang memuat ide pokok atau gagasan pokok. Kalimat-kalimat yang la disebut kalimat penjelas yang memuat ide/gagasan penjelas atau ide/gagasan pend
Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dibedakan menjadi lima jenis. a. Paragraf deduktif: kalimat utama terletak di awal paragraf. b. Paragraf induktif: kalimat utama terletak di akhir paragraf. c. Paragraf deduktif-induktif: kalimat utama terletak di awal paragraf dan diulang pa akhir paragraf (dengan perubahan redaksi). d. Paragraf ineratif: kalimat utama di tengah. e. Paragraf naratif atau deskriptif: tidak mempunyai kalimat utama. a. b. c. d. e. Paragraf/karangan eksposisi dapat dikembangkan, antara lain, dengan pola: umum-khusus (deduksi), khusus-umum (induksi), proses, contoh, dan sebab-akibat atau akibat-sebab.
Adapun topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf eksposisi, misalnya berikut. a. b. c. d. Industri rumah tangga berkembang pesat. Karyawan sehat dan terampil menjadi dambaan siapa pun. Perusahaan menjamin keselamatan kerja. Pembuatan kue bolu.
2. Menyusun kerangka paragraf ekspositif a. Industri rumah tangga berkembang pesat 1) Industri kompor 2) Industri emping 3) Industri bedog/golok b. Karyawan sehat dan terampil menjadi dambaan siapa pun 1) Perlunya pendidikan awal 2) Kursus 3) Teori dan praktik 4) Ulet 5) Menjaga keseimbangan 6) Mengembangkan kreativitas
Peristiwa
53
c. Perusahaan menjamin keselamatan pekerja 1) Jam kerja 2) Istirahat 3) Mengenakan masker Penggunaan kata penghubung antarkalimat dalam paragraf a. untuk itu b. demikian juga c. selain itu d. setelah itu
3. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf ekspositif den menggunakan kata penghubung yang tepat a. Pola pengembangan umum-khusus; khusus-umum
Paragraf dengan pola pengembangan umum-khusus adalah memulai dari ha yang bersifat umum kemudian menjelaskannya dengan kalimat-kalimat pendukun yang lebih khusus. Perhatikan contoh!
Industri berskala rumah tangga mengalami perkembangan pesat. Industri kompor minyak di Jawa Timur bahkan telah berancang-ancang ekspor. Industri emping melinj di Jawa Tengah pun tidak mau ketinggalan. Perkembangannya cukup membanggakan. Demikian juga industri kerajinan senjata tajam (bedog) di Jawa Timur. Pemasara senjata jenis golok ini telah sampai ke Pulau Sumatra.
Kebalikan dari pola pengembangan umum-khusus adalah pola pengembanga khusus-umum. b. Pola pengembangan proses
Paragraf dengan pola pengembangan eksposisi proses adalah sebuah bentu paragraf dengan pengembangan ide pokok yang disusun berdasarkan urutan/pro terjadinya sesuatu, misalnya proses terjadinya tahu, tempe, pakaian (baju, celana dan lain-lain); terwujudnya tenaga kerja yang sehat, tenaga kerja terampil, tenaga yang sejahtera; dan lain-lain. Perhatikan paragraf dengan pola pengembangan eksposisi proses di bawah ini!
Karyawan yang sehat dan terampil adalah dambaan setiap pengusaha, juga karyawan itu sendiri. Untuk menjadi tenaga yang sehat dan terampil itu tidak mudah. Sebelum bekerja, mereka harus menempuh pendidikan tertentu. Pendidikan formal maupun nonformal. Kursus-kursus adalah lembaga yang membentuk calon tenaga terampil. Sejak awal pendidikan mereka menekuni materi, teori, dan praktik. Sabar dan keuletan juga modal penting. Setelah masuk arena kerja, sikap tersebut terus dikembangkan. Selalu menjaga kondisi dengan makan, minum, rekreasi, dan istirahat secukupnya. Selalu melatih diri dan mengembangkan kreativitasnya. Dengan modal itulah, mereka menjadi tenaga kerja yang sehat dan terampil.
54
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tugas 4.5
Susunlah sebuah paragraf dengan pola pengembangan eksposisi proses! Ketentuan sebagai berikut. 1. Tema peristiwa. 3. Jenis paragraf deduktif. 2. Minimal empat kalimat. c. Paragraf dengan pola pengembangan eksposisi ilustrasi
Pola pengembangan eksposisi ilustrasi adalah sebuah bentuk pengembanga pokok yang disusun berdasarkan gambaran adanya sesuatu hal. Biasanya disert contoh bandingan atau gambar. Misalkan keadaan karyawan yang terjamin kesel dan kesehatannya, keadaan kesibukan karyawan, kesejahteraan karyawan, siste perekrutan karyawan, dan lain-lain. Perhatikan paragraf eksposisi ilustrasi berikut ini!
Perusahaan diwajibkan menjamin keselamatan dan kesehatan setiap tenaga kerja di perusahaan itu. Jam kerja para karyawan ditentukan. Biasanya 8 jam sehari. Tiga jam setelah bekerja, mereka diberikan kesempatan untuk istirahat sejenak + 15 menit Waktu istirahat dipergunakan untuk minum dan menikmati makanan kecil. Setelah itu mereka bekerja kembali. Selain itu, para pekerja diwajibkan mengenakan masker yang disediakan perusahaan, khususnya di tempat kerja yang berasap, berdebu, dan berbau.
Uji Kompetensi 4.2 1. 2. 3. 4. 5. Tentukan ide pokok paragraf tersebut! Tentukan ide penjelas paragraf tersebut! Manakah kalimat utama paragraf tersebut? Manakah kalimat penjelas yang menjadi ilustrasi pada paragraf tersebut? Termasuk jenis paragraf apakah paragraf yang dilihat dari letak kalimat utamanya?
Tugas 4.6
Susunlah tiga paragraf dengan pola pengembangan eksposisi ilustrasi! Persyaratan: 1. tema peristiwa, 2. minimal terdiri atas lima kalimat tiap paragraf, 3. jenis paragraf induktif, 4. jika perlu susun terlebih dahulu kerangkanya!
Peristiwa
55
4. Mengidentifikasi kata berimbuhan dalam paragraf ekspositif a. Cermatilah contoh pengembangan paragraf tersebut! b. Identifikasikan kata-kata berimbuhan (awalan, sisipan, akhiran, gabungan imbuha pada paragraf tersebut! c. Pilihlah kata-kata berimbuhan tersebut menurut kelompoknya! d. Jelaskan fungsi dari arti imbuhan pada kata-kata yang telah Anda pilih! Sebagai p perhatikan fungsi imbuhan memper-kan dan memper-i berikut! Menulis dan menggunakan imbuhan memper-kan dan memper-i 1) Fungsi imbuhan memper-kan dan memper-i adalah membentuk kata kerja ak transitif.
Contoh: a) Anak itu mempertunjukkan kebolehannya di depan teman-temannya. b) Parjoko memperbaiki radio yang rusak. 2) Penggunaan imbuhan memper-kan dan memper-i Imbuhan memper-kan dan memper-i tidak tepat bila digunakan atau digabung dengan kata sifat. Contoh: a) Tito sedang mempertinggikan letak bendera. (salah) b) Tito sedang mempertinggi letak bendera. (benar) c) Tito sedang meninggikan letak bendera. (benar) 3) Arti a) Memper-kan: melakukan perbuatan. Contoh: Ia mempertontonkan karyanya kepada teman sekelasnya. b) Memper-i: membuat jadi. Contoh: Tedi sedang memperbaiki sepedanya yang rusak. 5. Menyunting paragraf ekspositif yang ditulis teman Bukalah dan pahami buku EYD Anda. Hal ini dapat berguna untuk mengetahui penulisan maupun penggunaan yang berkaitan dengan bahasa.
Tugas 4.7
1. Susunlah sebuah karangan eksposisi dengan ketentuan: a. panjang karangan 700–1.000 kata, b. tema bebas, c. pola pengembangan paragraf hendaknya variatif. 2. Tukarkan hasil karangan Anda pada pertemuan berikutnya untuk mengoreksi penggunaan tanda baca dan ejaan!
56
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
II. Kemampuan Bersastra
Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi puisi lama (pantun, syair), berdasarkan bait, irama, dan rima; membedakan bentuk pantun dan syair; menulis pantun atau syair dengan memerhatikan bait, irama, dan rima; serta menyunting puisi lama (pantun atau syair) yang dibu teman.
Mengidentifikasi puisi lama 1. Pantun Pantun merupakan bentuk puisi lama asli Indonesia. Hampir setiap daerah di In (Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan sebagainya) memiliki pa Ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut. 1) Setiap bait terdiri atas empat baris. 2) Setiap baris terdiri 8–12 suku kata. 3) Berima akhir silang (a b a b). 4) Baris kesatu dan kedua sebagai sampiran atau perumpamaan, sedangkan baris dan keempat sebagai isi atau maksud. Menurut isinya, pantun dibedakan sebagai berikut. 1) Pantun anak-anak. 2) Pantun orang muda. 3) Pantun orang tua (nasihat, agama, adat). 4) Pantun jenaka. 5) Pantun teka-teki.
2. Syair Selain pantun, syair juga termasuk bentuk puisi lama. Syair mempunyai dua pen Pertama, berarti sebuah bentuk puisi lama, kedua berarti sajak (puisi). Syair terdiri a beberapa bait. Ciri-ciri syair adalah sebagai berikut. 1) Terdiri atas empat baris sebait. 2) Tiap baris terdiri atas 8–12 suku kata. 3) Semua baris merupakan isi. 4) Berima akhir lurus atau sama (a a a a). Menurut isinya, syair dibedakan sebagai berikut. 1) Syair dongeng atau angan-angan. 2) Syair kiasan atau sindiran. 3) Syair cerita atau hikayat. 4) Syair cerita kejadian. 5) Syair ajaran budi pekerti.
Peristiwa
57
Tugas 4.8
1. Sebutkan perbedaan pantun dengan syair! 2. Sebutkan persamaan pantun dengan syair! 3. Benarkah pantun asli dari Indonesia? Jelaskan! 3. Membedakan bentuk pantun dan syair Perhatikan pantun berikut ini! a. Pantun jenaka Sungguh baik asam belimbing tumbuh dekat pohon mangga Sungguh elok beristri sumbing biar marah tertawa juga b. Pantun anak muda Jalan-jalan ke Pasar Batu beli cokelat rasanya manis Tak bosan melihat kasihku ayu meskipun dompet sudah menipis c. Pantun nasihat Rumah papan kayu jati kayu jati dari Amarta Indah tampan karena budi tinggi bangsa karena basa d. Pantun teka-teki Jika buntu jalan ke desa biarkan mawar tumbuh di kayu Jika tuan cerdik waskita bunga apa tak pernah layu
Menurut bentuknya, pantun dibedakan sebagai berikut. a. Pantun biasa. b. Pantun berkait atau berantai atau seloka. c. Talibun. d. Pantun kilat (karmina). a. Pantun biasa Semua contoh pantun tersebut adalah pantun biasa.
b. Pantun berkait Pantun bentuk ini tidak cukup dengan satu bait saja melainkan terdiri atas bebera bait yang bersambung-sambung. Hubungan pantun tersebut sebagai berikut. Lar dan keempat pada bait pertama dipakai kembali pada larik pertama dan ketiga ba kedua. Demikian seterusnya hubungan antara bait kedua dan ketiga, ketiga dan keempat, dan seterusnya. Contoh 1) Sarang garuda di pohon beringin, buah kemuning di dalam puan, Sepucuk surat dilayangkan angin, putih kuning sambutlah puan. 2) Buah kemuning di dalam puan, dibawa dari Wonogiri Putih kuning sambutlah Tuan, sambutlah dengan si tangan kiri. 3) Dibawa dari Wonogiri, palu-palu dalam perahu, Sambutlah dengan si tangan kiri, seorang makhluk janganlah tahu.
58
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
c. Talibun Talibun adalah pantun yang terdiri atas enam, delapan, atau sepuluh baris. Pemb baitnya, yaitu separuh atas atau pertama sampiran dan separuh bawah atau kedu pantun itu. Contoh: Kalau anak pergi ke pekan, Yu beli belanak beli Ikan panjang beli dahulu. Kalau anak pergi berjalan Ibu cari sanak pun cari, Induk semang cari dahulu.
d. Pantun kilat (karmina) Pantun ini disebut juga pantun dua seuntai. Pantun kilat atau karmina atau pantun seuntai adalah pantun yang hanya terdiri atas dua larik, yaitu larik pertama sebag sampiran dan larik kedua isinya. Sebenarnya berasal dari empat larik, yang tiap la bersuku kata empat atau lima, lalu kedua larik itu diucapkan seolah-olah sebuah Contoh: Pisang kepok pisang berbiji, Anak mondok, diambil istri. Lalu dijadikan: Pisang kepok, pisang berbiji Anak mondok, diambil istri. Perhatikan contoh syair berikut! Syair-syair berikut termasuk syair modern. a. Yulia gadisku dari desa Baru besar beranjak dewasa Badan langsing raut jelita Lima belas tahun umurnya ada b. Kala muda sarat cita-cita Tambah usia tambah karya Lancar ilmu lancar derma Pintu surga kan terbuka Uji Kompetensi 4.3 1. 2. 3. 4. Jelaskan jenis pantun menurut isinya! Jelaskan persamaan pantun biasa dengan talibun! Jelaskan persamaan pantun biasa dengan karmina! Syair modern pada contoh menurut isinya termasuk kategori syair apa?
Peristiwa
59
Tugas 4.9
1. Susunlah masing-masing sebait pantun jenaka, anak muda, nasihat atau agama, teka-teki! 2. Susunlah sebuah talibun, karmina, dan pantun berkait! 3. Gubahlah sebuah syair! 4. Menulis pantun atau syair dengan memerhatikan bait, irama, dan rima Uji Kompetensi 4.4
1. Tulislah masing-masing satu bait pantun anak muda, jenaka, nasihat atau agama, d teka-teki! 2. Tulislah sebuah talibun, karmina, dan pantun berkait! 3. Tulislah sebuah syair cerita kejadian! 4. Tulislah sebuah syair ajaran budi pekerti! 5. Menyunting puisi lama (pantun atau syair) yang dibuat teman Uji Kompetensi 4.5 1. Tukarkanlah hasil kerja Anda (Uji Kompetensi 4.4) dengan teman! 2. Suntinglah pekerjaan teman Anda dengan menggunakan format berikut! Pantun atau syair .... Aspek a. rima b. baris c. suku kata d. sampiran e. isi Bersyarat Perlu Perbaikan Baris 3 atau bait 1 Rumusan Perbaikan
Rima akhir seharusnya u
Rangkuman
1. Debat adalah salah satu bentuk diskusi mengenai suatu hal dengan saling memb alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. 2. Pokok informasi adalah isi penting atau inti sari informasi (tulis atau tulisan).
60
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
3. Meringkas adalah cara menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. 4. Karangan yang memaparkan sesuatu dengan tujuan agar pembaca memahami s informasi disebut karangan eksposisi. Ciri-ciri eksposisi, antara lain, bersifat ilmia bertujuan menjelaskan, berdasarkan fakta, dan rasional. 5. Paragraf eksposisi dapat dikembangkan dengan berbagai cara, antara lain, umum khusus, khusus-umum, proses, contoh, sebab-akibat, akibat-sebab. 6. Imbuhan gabung memper-kan, memper-i berfungsi untuk membentuk kata kerja aktif transitif. 7. Puisi lama, antara lain, pantun, syair, gurindam, talibun. Puisi lama terikat oleh jumlah larik tiap bait; jumlah suku kata tiap larik; penggunaan rima akhir; penemp penggunaan sampiran dan isi.
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 4 ini diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai b
1. Sering melakukan diskusi adalah cara yang baik mengasah pikiran selain mengharg pendapat orang lain. 2. Gemar membaca lebih baik daripada membicarakan orang lain, apalagi membaca s menulis ide pokok. 3. Berlatih menulis mendidik seseorang memiliki life skill. Misalnya: menulis proses me jamu, membuat kue. 4. Menghargai bahasa sendiri dengan cara menggunakan secara tepat tanpa merasa m 5. Menulis kesan dan pesan dalam bentuk pantun atau syair. Kebiasaan semacam ini memperindah bahasa.
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar!
1. Saudara Pemandu, saya kira apa yang disampaikan teman tadi sangat baik, hany saja belum memberikan jalan keluar, sebaiknya dua minggu sekali kita membersi kelas dan lingkungannya. Hal itu dilaksanakan hari Sabtu minggu I dan III setelah pelajaran usai. Pernyataan tersebut merupakan .... a. sanggahan b. penolakan c. persetujuan d. penambahan pendapat e. saran pemecahan masalah
Peristiwa
61
2. Pinggan tak retak nasi tak dingin, Tuan tak hendak, kami tak ingin, Untaian puisi di atas dikategorikan .... a. pantun biasa (pantun) b. pantun berkait c. talibun a. b. c. d. e. d. karmina e. syair
3. Topik-topik berikut yang tepat dikembangkan menjadi paragraf ekspositif adalah Bunga tamanku semerbak harum. Membuat hiasan dinding sangat mudah. Pawai pembangunan itu semarak sekali. Kasihku adalah pujaanku. Maju terus pantang mundur.
4. Fungsi hutan lindung bagi lingkungan hidup sangat besar. Pertama, hutan lindung mencegah terjadinya erosi dan abrasi. Kedua, hutan ini mencegah terjadinya kep jenis tanaman tersebut. Ketiga, hutan lindung mampu menjadikan diri sebagai pa paru kehidupan. Pengembangan paragraf tersebut berpola .... a. khusus-umum b. umum-khusus c. sebab-akibat a. pertama b. kedua c. ketiga d. akibat-sebab e. umum-khusus-umum
5. Ide pokok paragraf tersebut (no. 4) termuat pada kalimat .... d. keempat e. seluruhnya
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Saran apa yang dapat Anda sampaikan kepada teman jika teman Anda sering tid mengerjakan soal pelatihan? 2. Susunlah paragraf ekspositif dengan topik ”Menciptakan situasi kelas yang harmo 3. Susunlah sebuah pantun berkait! 4. Susunlah sebuah syair modern (dua bait)! 5. Susunlah paragraf ekspositif dengan pola pengembangan khusus-umum dengan ”Belajar rutin membawa dampak positif”!
Peribahasa
Makanlah sesuai selera Anda, tetapi berpakaianlah sesuai selera orang lain. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.
62
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran
Pertanian
Dalam pelajaran ini Anda akan diajak berlatih menggunakan kalimat baku dalam acara resmi, mengidentifikasikan ide pokok paragraf, dan lain-lain. Agar pembahasan dan atau pelatihan Anda terarah, gunakan tema pertanian sebagai topik atau dasar masalahnya. Dengan begitu, wawasan Anda tentang pertanian akan meningkat sehingga kesadaran akan arti penting pertanian meningkat pula.
Sumber: Dokumen Pe
Pertanian
63
I.
Kemampuan Berbahasa A. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengucapkan kalimat perkenalan (misalnya sebagai moderator atau pembawa acara) dengan lancar dan intona yang tidak monoton serta menanggapi kekurangan yang terdapat pada pengucapan kalimat perkenalan oleh teman.
Mengucapkan kalimat perkenalan 1. Menggunakan kalimat baku di dalam suatu acara resmi
Forum diskusi, seminar, dan sejenisnya yang di dalamnya melibatkan seorang pe moderator merupakan forum resmi. Bahasa yang digunakan pun harus ragam resm
Moderator bertugas memimpin jalannya seminar/diskusi, menyampaikan tata tert memperkenalkan diri dan orang lain dalam diskusi/seminar itu (misalnya penyaji/ pemrasaran), menyimpulkan hasil diskusi, dan sebagainya. Di bawah ini contoh pem diskusi oleh moderator. Di dalamnya, sengaja disertakan beberapa contoh pengguna ragam bahasa yang tidak baku (bercetak tebal).
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera untuk kita semua. Para hadirin, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke Tuhan yang Mahakuas Hanya atas perkenan-Nya kita dapat bertemu di pagi hari ini. Saya mengucapken terima kasih atas kehadiran daripada Saudara-saudara semua. Saudara-saudara yang budiman. Sebelum acara seminar dimulai, perkenankan saya memperkenalkan diri. Nama saya Handoko, tinggal pada Jalan Wijaya Kusuma No.12 Semarang. Saya dilahirkan tanggal 17 Juni tujuh belas tahun yang lalu. Saat ini saya adalah pelajar SMA N 10 Semarang. Duduk di kelas II. Selanjutnya izinkan saya memperkenalkan pembicara/penyaji diskusi pada kesempatan ini. Beliaunya adalah Bapak Aminudin S.H., seorang pakar hukum pidana. Sehari-hari beker sebagai pengacara tetapi juga dosen Universitas Dharmawangsa, Surakarta. Beliau dilahirkan di Blora di tahun 1965. Sekarang bertempat tinggal di Jalan Hasanudin Nomor 45 Sukoharjo. Pada kesempatan ini, saya mendapat tugas sebagai moderator. Di depan saya sudah singgung bahwa saya masih pelajar sehingga penampilan saya ini adalah dalam rangka belajar. Karena itu, maafkan kekurangan-kekurangan saya nanti. Saudara-saudara sekalian. Marilah kita mulai diskusi kali ini dengan menyimak paparan penyaji dengan makalah berjudul ”Mengantisipasi Merosotnya Nilai-Nilai Kepahlawanan”. Untuk itu, kepada Bapak Aminudin waktu dan tempat dipersilakan. ....
64
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2. Menanggapi kekurangan yang terdapat pada pengucapan kalimat perkenalan o teman Pembetulan untuk ketidaktepatan penggunaan bahasa perkenalan tersebut adalah s berikut.
Bentuk Tidak Baku kita semua Para hadirin ke Tuhan … mengucapken …kehadiran daripada saudara-saudara.… tinggal pada jalan Duduk di kelas XI Beliaunya… …tetapi juga…. …di tahun…. …saya sudah singgung …maafkan kekurangan-kekurangan saya nanti…. Bentuk Baku kita hadirin kepada Tuhan … mengucapkan …kehadiran saudara-saudara…. tinggal di jalan Saya duduk di kelas XI Beliau… …dan…. …pada tahun … …sudah saya singgung …maafkan saya atas kekurangan yang ada…
Tugas 5.1
1. Berperanlah Anda sebagai moderator diskusi! 2. Secara bergiliran sampaikan tugas Anda ketika membuka dan memperkenalkan diri di depan kelas! 3. Teman lain akan memantau/mencatat kesalahan penggunaan bahasa Anda.
B. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi ide pokok paragraf, menuliskan kembali isi bacaan secara singkat dalam beberapa kalimat, serta mengidentifikasi fakta dan pendapat.
Mengidentifikasi isi paragraf 1. Mengidentifikasi ide pokok paragraf Pendapat pembicara 1
Permasalahan pertanian di Indonesia semakin kompleks. Tidak hanya segi intensifika tetapi juga hal ekstensifikasi. Dalam hal intensifikasi, petani menghadapi masalah semak mahalnya sarana. Pupuk, bibit, serta pembasmi hama dan penyakit semakin tidak terjan harganya. Padahal, nilai jual produksi pertanian mereka belum dihargai secara layak.
Pertanian
65
Nasib petani semakin memprihatinkan ketika mereka harus menghadapi kenyataan bahwa kepedulian pemerintah masih sangat rendah. Keberpihakan mereka terhadap par petani masih belum optimal. Seolah-olah para petani dibiarkan berjuang menghadapi beg banyak permasalahan sendirian. Padahal, sebagian besar permasalahan itu justru munc karena kurang relevannya kebijakan-kebijakan pemerintah dengan masalah pertanian. Sudah saatnya pemerintah diingatkan untuk kembali memihak para petani. Menginga bagaimanapun pertanian tetap merupakan salah satu penopang utama ekonomi bangsa. Tidak adil jika para petani diminta bekerja keras demi jasanya kepada negara sementara mereka tidak mendapat apa-apa kecuali kucuran keringatnya. Pemerintah seharusnya lebih berani menggelontorkan subsidi kepada para petani.
Pendapat pembicara 2
Permasalahan pertanian di Indonesia semakin kompleks. Tidak hanya segi intensifikasi, tetapi juga hal ekstensifikasi. Dalam hal intensifikasi, petani menghadapi masalah semakin mahalnya sarana. Pupuk, bibit, serta pembasmi hama dan penyakit semakin tidak terjangkau harganya. Padahal, nilai jual produksi pertanian mereka belum dihargai secara layak. Menghadapi permasalahan tersebut, petani tidak boleh cengeng. Mereka harus kreat dan kompak bagaimana mencari jalan keluarnya. Nasib mereka tidak ditentukan oleh orang lain, tetapi oleh mereka sendiri. Jika pupuk mahal, mereka bisa menggunakan pupuk buatan sendiri, misalnya pupuk kompos. Kalau obat pembasmi hama atau penyakit tidak terjangkau, mereka harus menggunakan cara-cara mekanis untuk mengatasinya. Ketika harga bibit sudah terlalu m maka tidak ada jalan lain kecuali mencoba bereksperimen menghasilkan bibit sendiri. Sudah tidak zamannya menggantungkan nasib pada subsidi pemerintah. Petani harus mandiri dalam menentukan nasibnya. Jika terus saja mengharapkan subsidi pemerintah, kapan petani akan dapat memosisikan dirinya pada tempat yang membanggakan.
Pokok pikiran pendapat pembicara 1
Masalah yang dihadapi petani Indonesia adalah masih belum optimalnya perhatian pemerint terhadap nasib mereka. Ini ditunjukkan oleh belum memadainya subsidi pemerintah terhadap sektor pertanian.
Pokok pikiran pendapat pembicara 2
Masalah yang dihadapi petani Indonesia adalah bagaimana mereka dengan cara mereka se mengatasi mahalnya bibit, pupuk, serta obat pembasmi hama dan penyakit tanpa harus menggantungkan diri pada pemerintah.
Tugas 5.2
1. 2. 3. 4. Carilah sedikitnya dua artikel yang membahas topik yang sama! Catat informasi-informasi yang berbeda dari sumber-sumber tersebut! Sampaikan perbedaan tersebut secara lisan di depan kelas! Lakukan secara bergantian!
66
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2. Mengidentifikasi fakta dan pendapat
Fakta adalah hal (keadaan atau peristiwa) yang merupakan kenyataan dan bena ada atau terjadi. Opini adalah pernyataan yang merupakan pendapat, pikiran, atau p seseorang mengenai suatu hal. Perhatikan contoh-contoh pada tabel berikut! No. a. Fakta Harga dasar gabah produksi para petani Indonesia tidak pernah melampaui dua ribu rupiah per kilogram. Salah satu penyebab tersendatnya produksi padi Indonesia adalah masih seringnya terjadi kemarau panjang. Opini
Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pemerintah perlu mempriorita kan kebijakan yang langsung menye tuh kepentingan petani.
b.
Pada masa mendatang, sektor pertanian harus lebih berorientasi pada kualitas karena secara kuantitas laha pertanian akan jauh berkurang.
Uji Kompetensi 5.1 1. Susunlah dua buah kalimat yang bersifat fakta! 2. Susunlah dua buah kalimat yang bersifat opini! 3. Susunlah sebuah paragraf dengan ketentuan: a. bertema pertanian, b. lebih kurang enam kalimat, c. mengandung dua pernyataan fakta dan dua pernyataan opini!
C. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif; menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa; mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf naratif; menyunting paragraf naratif yang dituliskan teman berdasarkan waktu, peristiwa, EYD; serta menggunakan kata ulang dalam paragraf naratif.
Paragraf naratif 1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif
Narasi merupakan salah satu dari sekian bentuk karangan prosa. Narasi adalah karangan yang berisi kisah hidup manusia atau yang dimanusiakan. Sementara itu, p naratif adalah paragraf yang berisi kisah atau cerita.
Pertanian
67
a. Ciri-ciri paragraf naratif 1) Termasuk jenis tulisan ilmiah atau nonfiksi atau biografi, autobiografi, sejarah, 2) Termasuk jenis tulisan fiksi atau khayalan (cerpen, novel, roman). 3) Tidak memiliki kalimat utama (semua kalimat merupakan rincian). 4) Bertujuan menceritakan. b. Struktur paragraf naratif kronologis 1) Peristiwa awal. 2) Peristiwa inti. 3) Peristiwa akhir. c. Struktur paragraf naratif flash back (sorot balik) 1) Peristiwa inti atau akhir (masa kini). 2) Peristiwa awal (masa lalu).
Topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif, misalnya sebagai be a. Semalam di kota Jakarta. b. Kedinginan karena kehujanan. c. Mengais rezeki dengan mendaur ulang kaleng roti. d. Si anak soleh selamat dari kobaran api. e. Nabi Sulaiman menemukan kubah ajaib.
2. Menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiw Kerangka paragraf naratif Topik: Nabi Sulaiman menemukan kubah a. Dengan ilmunya, Nabi Sulaiman melihat benda di dasar laut. b. Nabi Sulaiman memerintahkan Jin Ifrit. c. Jin Ifrit dan jin lainnya gagal. d. Ashif bin Barkhiya disuruh Nabi Sulaiman ke dasar laut. e. Kubah ditemukan. f. Kubah diangkat ke permukaan laut.
3. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf naratif Kerangka dengan topik ”Nabi Sulaiman menemukan kubah” dikembangkan me paragraf naratif sebagai berikut.
Suatu ketika Nabi Sulaiman berjalan-jalan di pantai untuk melihat kebesaran Allah di laut. Dengan kelebihan ilmu yang dimiliki, tiba-tiba Nabi Sulaiman melihat suatu benda di dasar laut. ”Benda itu sangat menakjubkan,” pikirnya. Nabi Sulaim lalu memerintahkan Jin Ifrit untuk mengambil benda ajaib tersebut. Namun, Jin If tidak menemukan sesuatu di dasar, padahal berulang-ulang turun ke dasar laut. Kemudian Nabi Sulaiman menyuruh jin yang lainnya. Akan tetapi, jin-jin lainnya p tidak menemukan apa-apa di dasar laut. Akhirnya, Nabi Sulaiman menyuruh Ash bin Barkhiya. Ia adalah seorang yang mempunyai ilmu langsung dari Allah. Ia mempunyai kekuatan tinggi. Ashif bin Barkhiya pun menyelam ke dasar laut.
68
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Ternyata, benda menakjubkan yang ia temukan itu adalah sebuah kubah yang terbuat dari mutiara. Kubah itu sungguh elok dan memesona. Kubah itu diangkatnya ke permukaan laut dan dibawa ke hadapan Nabi Sulaiman.
Uji Kompetensi 5.2 1. 2. 3. 4. Apakah yang Anda ketahui tentang paragraf naratif? Sebutkan ciri-ciri paragraf naratif! Dalam karangan bentuk prosa apakah paragraf naratif digunakan? Paragraf naratif biasanya memuat fakta ataukah rekaan? Berilah penjelasan!
Tugas 5.3
1. Susunlah paragraf naratif dengan topik ”Mendapatkan ikan emas lewat kail”! 2. Kembangkan kerangka yang telah Anda susun tadi menjadi paragraf naratif!
4. Menyunting paragraf naratif Agar dapat menyunting tulisan teman berbentuk paragraf naratif, tidak perlu mempelajari ulang struktur atau syarat-syarat sebuah tulisan paragraf naratif. Anda p lebih memerhatikan segi kebahasaan (ejaan, tanda baca, huruf kapital, dan lain-lain) Berikut ini disajikan beberapa ketentuan dalam ejaan dan tanda baca.
a. Huruf besar atau kapital 1) Sebagai huruf pertama kata awal kalimat. 2) Sebagai huruf pertama petikan langsung. 3) Sebagai huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan keagamaan, ki suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya. 4) Sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diiku orang. 5) Sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang. 6) Sebagai huruf pertama nama atau unsur nama orang. 7) Sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa. 8) Sebagai huruf pertama nama hari, bulan, tahun, hari raya, dan peristiwa seja 9) Sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi. 10) Sebagai huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintahan, ketatane dan dokumen resmi. 11) Sebagai huruf pertama semua kata untuk nama buku, majalah, surat kabar, judul karangan, kecuali kata depan atau partikel lain yang tidak di posisi awa 12) Dipakai dalam singkatan nama, gelar, dan sapaan.
Pertanian
69
13) Sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang dipakai s kata sapaan (Adik, Paman, Ibu, dan sebagainya).
b. Tanda koma (,) 1) Dipakai antara unsur-unsur dalam perincian atau pembilangan. 2) Dipakai untuk memisahkan kalimat setara satu dengan kalimat setara lain ya didahului kata seperti tetapi, melainkan. 3) Dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat mendahului induk kalimat. 4) Dipakai di belakang ungkapan atau kata penghubung yang terdapat di awal k termasuk oleh karena itu, karena, jadi, akan tetapi, dan sebagainya. 5) Dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdap awal kalimat. 6) Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat, di antara nama, alamat, bagian-bagian kalimat, dan seterusnya yang ditulis berurutan. 7) Dipakai untuk memisahkan tempat penerbitan, nama penerbit, dan tahun pe 8) Dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam da pustaka. 9) Dipakai di muka angka persepuluhan dan di antara rupiah dan sen dalam bil 10) Dipakai untuk mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.
Uji Kompetensi 5.3 Susunlah sebuah cerita pendek dengan ketentuan: 1. tema perjumpaan di daerah transmigrasi yang menumbuhkan cinta pertama, 2. panjang karangan 5.000–10.000 kata, dan 3. perhatikan ejaan dan tanda bacanya!
Tugas 5.4
Catatlah dari buku EYD tentang penggunaan tanda titik dua (:), tanda silang (x), dan tanda hubung!
5. Menggunakan kata ulang dalam paragraf naratif a. Jenis-jenis kata ulang 1) Menurut bentuknya, kata ulang dibedakan atas: a) kata ulang dasar: anak-anak, buku-buku b) kata ulang berimbuhan: memain-mainkan, bercakap-cakap, bersalam-sala c) kata ulang berubah bunyi: bolak-balik, pontang-panting, sayur-mayur, laukd) kata ulang suku depan: tetamu, jejaka, sesama
70
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2) Menurut jenis kata pembentuknya, kata ulang dibedakan atas: a) kata ulang benda : permainan-permainan, batu-batu b) kata ulang kerja : melempar-lempar, berpandang-pandangan c) kata ulang sifat : kekuning-kuningan, tinggi-tinggi d) kata ulang bilangan: satu-satu, dua-dua, kedua-duanya b. Makna kata ulang 1) banyak 2) bermacam 3) berkali-kali/berulang-ulang 4) saling 5) agak 6) sangat 7) demi/tiap : : : : : : : bala-bala, keterangan-keterangan lauk-pauk, sayur-mayur memukul-mukul, menginjak-injak berpandang-pandangan kekuning-kuningan merah-merah, tinggi-tinggi satu-satu, dua-dua
Tugas 5.5
1. Identifikasikanlah kata ulang yang terdapat pada paragraf naratif yang Anda susu maupun yang disusun teman Anda! 2. Carilah paragraf naratif dari novel, cerpen, atau biografi! Setelah itu, lakukanlah h hal berikut! a. Identifikasikan kata ulang yang terdapat di dalamnya! b. Sebutkan bentuk perulangannya! c. Jelaskan makna perulangannya!
II. Kemampuan Bersastra
Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi majas, rima, kata-kata berk dan bermakna lambang; menanggapi unsur-unsur puisi yang ditema serta menggantikan kata-kata berkonotasi dan makna lambang.
Mengungkapkan isi suatu puisi
Kunci sukses menulis puisi adalah berlatih. Dengan berlatih, kepekaan, perasaan, d pikiran seseorang akan terasah. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menyusun atau menggubah puisi, yaitu a. menentukan tema; b. menentukan suasana puisi, yaitu sikap pengarang terhadap isi puisi: marah, setuju, menolak, sinis, dan sebagainya;
Pertanian
71
c. menginventaris atau mendaftar kata-kata yang dianggap cocok dengan tema; d. memilih kata-kata (diksi) dan mempersiapkan gaya bahasa (majas) yang akan digun e. menyusun puisi secara berulang-ulang untuk menemukan bentuk yang paling tepat. Perhatikan puisi karya penyair remaja (pemula) di bawah ini!
Kehidupan Karya: Eri Murniasih Dialah sang sutradara Dan kita semua para aktornya Maka, persoalan yang utama Bagaimana memainkan peran kita Karena peran, kita tak bisa memilihnya Mari bermain dalam bimbingan-Nya
Horison, Juli 2002
Jika diperhatikan, puisi tersebut menggunakan kata-kata yang sengaja dipilih oleh penyairnya (Eri Murniasih) untuk mewakili perasaan, pikiran, saran-saran, dan keinginan keinginannya. Itulah yang dinamakan diksi. Eri sengaja memilih kata-kata, seperti sutra aktor, peran, dan bermain daripada, misalnya, sang pengatur, makhluk, takdir, dan usah
Di samping diksi, penyair tersebut juga menggunakan gaya bahasa (majas) tertentu mengekspresikan perasaannya. Ada gaya bahasa metafora, yakni perbandingan secara untuk melukiskan sesuatu dengan kata atau kelompok kata dengan arti tidak sebenarny (baris pertama). Di sini Tuhan dimetaforakan sebagai sutradara. Pada baris berikutnya, atau manusia dimetaforakan sebagai aktor.
Majas atau gaya bahasa adalah cara atau gaya berbahasa untuk melukiskan atau menggambarkan sesuatu dengan membandingkannya dengan sesuatu yang lain. Kita m beberapa majas. Di antaranya disajikan berikut. No. 1. Jenis Majas simile/persamaan Arti Majas perbandingan eksplisit dengan kata: seperti, bagaikan, dan sebagainya perbandingan secara implisit untuk melukiskan sesuatu dengan kata atau kelompok kata dengan arti tidak sebenarnya menganggap benda mati sebagai/selayaknya manusia hidup perbandingan dengan merujuk secara tidak langsung kepada tokoh atau sesuatu Contoh Penggunaan
Wajahnya elok seperti bul
2.
metafora/kiasan
Pemuda adalah tulang pu gung negara.
3. 4.
personifikasi/ penginsanan alusio/kilatan
Pasir laut membisikkan kata-kata damai. Angelique Wijaya dan Wy Prakusya adalah srikandisrikandi tenis Indonesia.
72
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
5.
antitesis
mengungkapkan gagasan yang Kita hanya punya satu sem bertentangan dalam susunan boyan, merdeka atau mat kata yang sejajar menyatakan makna yang bertentangan dengan makna sebenarnya Pandai benar anak itu, mengerjakan soal seperti tidak mampu.
6.
ironi/sindiran
7. 8.
hiperbola eufemisme
melebih-lebihkan atau membe- Keringatnya menganak su sar-besarkan sesuatu ngai. melembut-lembutkan perkaMudah-mudahan di hutan taan untuk tidak menyinggung tidak berjumpa nenek. perasaan menggunakan dua kata yang berlawanan arti dalam satu frasa atau ungkapan mengecilkan sesuatu, melemahkan
9.
paradoks/ oksimoron litotes retorik
Di dalam keramaian itulah merasakan kesepian yang luar biasa.
10. 11.
Mari singgah di gubug say
menggunakan pertanyaan teApa kita harus berpangku tapi tidak memerlukan jawaban tangan melihat bangsa ini terpuruk? memakai nama atau ciri hal yang ditautkan dengan orang, benda, atau sesuatu sebagai penggantinya
12.
metonimia
Seminggu ini ia sibuk menelaah Chairil Anwar (mak sudnya: karya Chairil Anw
13.
sinekdoke: a. pars pro toto
a. menyebut sebagian tetapi yang dimaksud keseluruhan b. totem pro parte b. menyebut seluruhnya tetapi yang dimaksud sebagian
Setiap kepala mendapat bagian Rp20.000,00.
Letusan bom atom di Hiroshima sungguh meng guncangkan dunia.
Tugas 5.6
1. Susunlah sebuah puisi dengan tema ”Kemampuan berpikir otak manusia sangat terbatas, secanggih apa pun teknologi telah dilahirkan”. 2. Sebut dan tunjukkan kemudian buatlah bukti majas atau gaya bahasa yang Anda gunakan! 3. Jelaskan pengertian dan berikan contohnya untuk majas-majas di bawah ini! Sinestesia, pleonasme, anafora, epifora, inversi, prolepsi, klimaks, antiklimaks, elipsis, kiasmus, epiteta (epitet), dan parantesis!
Pertanian
73
Ada Apa dalam Bahasa Kita?
Konjungsi Antarkalimat: Sementara itu dan Dalam pada itu
Dari sekian banyak konjungsi antarkalimat yang ada (sebagian akan/telah Anda pela konjungsi sementara itu dan dalam pada itu sering digunakan dalam kegiatan berbahas hari, baik tertulis maupun lisan. Sebenarnya, kedua konjungsi itu memiliki makna yang s Keduanya dapat saling menggantikan. Perbedaan dalam pemakaian hanya bersifat vari
Konjungsi sementara itu dan dalam pada itu memiliki arti gramatikal bersamaan wak dengan itu. Perhatikan dan bandingkan contoh di bawah ini! 1. Panggung teater itu diisi pertunjukan drama kontemporer berjudul ”Kapai-Kapai” kar Arifin C. Noor. Sementara itu, panggung musik menampilkan grup musik kampus pim C. Dinok Wastiti. 2. Panggung teater itu diisi pertunjukan drama kontemporer berjudul ”Kapai-Kapai” kar Arifin C. Noor. Dalam pada itu, panggung musik menampilkan grup musik kampus p C. Dinok Wastiti.
Rangkuman
1. Kalimat baku adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Kalimat baku memiliki sifat efektif dan efisien. 2. Pokok pikiran teks merupakan inti sari teks tersebut. 3. Fakta adalah hal yang merupakan kenyataan atau benar-benar ada atau terjadi. 4. Opini adalah pernyataan yang merupakan pendapat atau pendirian seseorang mengenai suatu hal. 5. Narasi adalah karangan prosa yang berisi kisah hidup manusia atau yang dimanusiakan. Narasi dapat bersifat fiktif dan nonfiktif. 6. Kata ulang adalah kata dasar yang mengalami perulangan baik sebagian, keseluruhan, berubah bunyi, atau berimbuhan. 7. Langkah-langkah menulis puisi, antara lain menentukan tema; menentukan suas menginventaris kata; memilih kata-kata; menyusun puisi utuh. 8. Sementara itu dan di samping itu adalah konjungsi antarkalimat yang dapat saling mensubstitusi.
74
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 5 diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai beri
1. Membiasakan diri menggunakan bahasa baku dalam forum resmi. 2. Dapat memilah fakta dan pendapat. Tidak menyebarkan pernyataan yang baru beru pendapat. 3. Suka membaca narasi. Suka menulis narasi berdasarkan pengalaman sendiri atau o lain. 4. Membiasakan menulis kata ulang secara baku; tidak menggunakan tanda-tanda khu atau pribadi sebagai tanda atau simbol perulangan. 5. Mengikuti langkah menulis puisi meskipun pada mulanya agak lambat. 6. Membiasakan menggunakan konjungsi antarkalimat secara tepat.
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1. Kalimat berikut yang paling tepat adalah ... a. b. c. d. e. a. b. c. d. Atas kehadirannya, kami ucapkan banyak-banyak terima kasih. Atas kehadirannya, kami ucapkan beribu-ribu terima kasih. Atas kehadirannya, kami mengucapkan terima kasih. Atas kehadirannya diucapkan terima kasih. Atas kehadirannya diucapkan banyak terima kasih.
2. Pernyataan berikut yang termasuk fakta adalah ....
Harga gula pasir bulan ini naik 10% dibandingkan bulan kemarin Saya kira kenaikan harga gula pasir ini tidak memengaruhi daya beli masyara Jika hal ini berlarut-larut, konsumen akan beralih ke produk luar Dimungkinkan harga gula pasir segera turun setelah pabrik gula meningkatka produksinya e. Dengan keadaan seperti ini, seharusnya pemerintah turun tangan 3. Topik-topik berikut yang tepat dikembangkan menjadi paragraf naratif adalah .... a. b. c. d. e. Malam yang sangat dingin Lebih baik mandiri daripada tergantung hasil karya orang lain Sebaiknya Anda mandiri Hari ini kutunaikan kerja kerasku Suara merdunya menarik pendengar
Pertanian
75
4. Bagus benar perilakumu, ibumu kamu bentak-bentak. Pernyataan di atas bermajas .... a. b. c. d. e. ironi sinisme sarkasme eufemisme litotes
5. Bulan oh bulan Cahayamu terang telah hilang tertutup awan Kembalikan cahayamu seperti dulu Bersamaku kita terbang .... Kata ”bulan” pada bait puisi di atas merupakan lambang .... a. b. c. d. e. Tuhan teman karib gadis pujaan lampu penolong
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat! 1. Tulislah sebuah puisi yang menggunakan minimal dua kata lambang berikut! a. pekerja keras b. orang tangkas
2. Tulislah sebuah paragraf naratif yang menggunakan sedikitnya tiga kata ulang ya berbeda bentuk!
3. Tulislah sebuah teks kecil (paragraf) yang mengandung fakta dan pendapat deng topik ”setiap orang memiliki keterampilan”! 4. Kembangkan topik berikut menjadi sebuah kerangka paragraf naratif! a. Semalam aku tidak bisa tidur. b. Hari-hariku tak pernah lekang dari ujian Tuhan.
5. Susunlah kalimat pembuka acara diskusi yang disampaikan oleh pembawa acara
Peribahasa
Kebanggaan sejati adalah menyadarkan orang lemah, bukan mengalahkan orang ku Domba yang telah disembelih tidak akan merasa sakit tatkala dikuliti.
76
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran
Perekonomian
Dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks keluarga, masyarakat, maup negara, ekonomi merupakan salah satu pilar bahkan pilar utama, saka guru! Meng dan memahami maksud ekonomi sangat diperlukan oleh siapa pun yang hidup di tengah-tengah keluarga, masyarakat, dan atau negara, termasuk Anda! Agar pengetahuan Anda tentang ekonomi bertambah, jangan segan-segan menggunaka masalah tersebut sebagai sarana belajar berbahasa dalam kesempatan ini!
Sumber: Kompas dan Dokumen P
Perekonomian
77
I. Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menuliskan isi siaran televisi dalam beberapa kalimat dan menyampaikan secara lisan isi berita yang telah ditulis serta mengajukan tanggapan.
Mengajukan tanggapan berdasarkan informasi yang didengar Sekarang, marilah berlatih bagaimana mengajukan tanggapan setelah mendengar informasi! Tanggapan adalah hasil menanggapi. Menanggapi informasi dapat diartikan menyambut atau menyampaikan pernyataan baik untuk memberikan keseimbangan inf atau untuk mendapatkan kejelasan informasi. Perhatikan contoh di bawah ini! Informasi Surat Keputusan (SK) Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Memperindag) Nomor 33 Tahun 2003 adalah tentang Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK). Tanggapan
Dengan adanya SK tentang ETPIK ini pihak-piha yang berkecimpung di dunia industri, terutama y berhubungan dengan ekspor produk industri kehutanan, akan terlindungi secara hukum. Den demikian, kepastian aturan yang mendorong kepastian usaha telah terfasilitasi.
Tugas 6.1
Rekamlah (dapat dalam bentuk tulisan) sedikitnya empat buah informasi yang disiar media elektronik (TV atau radio) kemudian susunlah tanggapan Anda terhadap infor informasi tersebut!
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan secara lisan pengalaman (lucu, mengharukan) dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat.
Menyampaikan pengalaman secara lisan
1. Menyampaikan secara lisan sesuatu yang lucu Cerita lucu atau humor, termasuk dalam bentuk anekdot, konon memiliki manfaa positif bagi kesehatan manusia, baik fisik maupun psikis. Simaklah kisah lucu beriku
78
Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tutuplah buku dan dengarkan bacaan teman Anda!
Kisah Pengendara Harley Davidson yang Sombong
Sore itu, Amir dan Simon berkeliling kota menghilangkan kepenatan dengan mengendara mobil van tahun 75-an, mobil yang cukup butut. Di sebuah jalan protokol, tiba-tiba sebuah moge (motor gede) nyalip. Tidak begitu kencang, tetapi cukup membuat Amir dan Simon jengah karena sikap dan gaya pengendaranya yang begitu ”sombong”. Kalau hanya nyalip mungkin tak apa, ketika tepat bersejajar dengan mereka pengendara moge itu bertanya, ”Ha apa you sudah pernah naik Harley Davidson?” ”Sombong amat orang ini. Mentang-mentang naik motor mewah, seenaknya menghina orang!” gumam Amir. ”Gantian salip!” perintah Sim yang tampak mulai emosi. Beberapa saat, van itu berhasil menyalip moge itu.
Mereka berdua pun merasa lega. Namun, itu tak berlangsung lama. Sesaat Harley David itu kembali mendahului. Masih tetap dengan ”kesombongannya”. ”Hai, udah pernah naik Harley belum?” tanyanya. Simon dan Amir terpancing. Didahuluinya lagi moge itu. Namun, tak lama kemudian, Harley itu gantian yang mendahului. Tetap dengan pertanyaannya, ”Aku tanya, sudah pernah punya Harley belum?” Simon dan Amir memutuskan tidak meladeni pengendara Harley yang sombong itu. Mereka kembali mengendarai mobil butut, tetapi membanggakan itu dengan santai.
Tetapi, apa yang terjadi, beberapa menit kemudian mereka menemui kerumunan orang di pinggir jalan. Karena penasaran, mereka pun menyempatkan berhenti. Mereka pun terkeju ketika dilihatnya pengendara Harley Davidson sombong itu tergeletak di pinggir jalan sambil mengerang kesakitan dekat moge yang dibangga-banggakan itu.
Ingin melampiaskan kekesalannya, Simon menghampiri sembari berkata sinis, ”Makanya jadi orang jangan sombong. Mentang-mentang punya Harley ngeledek orang semau gue. Sekarang, rasain akibatnya!” Sambil terus mengaduh si Pengendara Harley menyahut, ”Aku tak hendak sombong, aku cuma tanya apakah you pernah naik Harley Davidson? Kalau pernah aku ingin tahu di mana dan bagaimana ngeremnya.” ”O, gitu?” gumam Amir dan Simon hampir serentak. ”Kasihaaan deh, luh...!”
Jawa Pos, Desember 2002, dengan perubahan seperlunya
Uji Kompetensi 6.1
1. Cerita tersebut merupakan humor atau lelucon? 2. Terangkan dua manfaat humor! 3. Dalam kisah lucu berjudul ”Kisah Pengendara Herley Davidson yang Sombong” ters di mana letak kelucuannya? 4. Dari manakah Anda mendapatkan cerita lucu? 5. Salah satu bentuk cerita lucu adalah anekdot. Apa anekdot itu? Bisakah Anda memb contoh anekdot?
Perekonomian
79
Tugas 6.2
Susunlah sebuah cerita lucu atau lelucon! Lelucon boleh dari media massa, buku, at mendengarkan humor orang lain. Akan lebih baik jika cerita itu berdasarkan pengala sendiri sehingga dapat dihindari kesamaan cerita. Kerjakan di atas kertas HVS ukura kuarto. 1. Setelah jadi, kumpulkan kepada ketua kelas! 2. Dengan menggunakan anggaran atau kas kelas, jilidlah cerita lucu itu! 3. Dengan demikian, kelas Anda kelak memiliki koleksi cerita lucu! 4. Jika Anda memerlukan, silakan fotokopi!
2. Menyampaikan secara lisan sesuatu yang mengharukan Mengharukan berarti menimbulkan rasa iba atau kasihan atau merawankan hat Dengarkan cerita yang mengandung unsur mengharukan di bawah ini yang akan dib salah satu teman Anda di depan kelas! Tutup buku Anda!
Mahasiswa Ditusuk Saat Menolong
Berniat menolong seorang lelaki yang ditodong dua orang preman, Rofi Kasiman (21) malah ditusuk dadanya oleh seorang pelaku. Penusukan dialami mahasiswa Universitas Grogol saat melintas di perempatan Cawang, Jakarta Timur. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 21 Oktober 2003. Akibat kejadian itu Rofi Kasiman harus dirawat di rumah sakit UKI dan menunggu dioperasi.
Tugas 6.3
1. Susunlah sebuah cerita yang menurut Anda mengharukan! Kerjakan di kertas HV ukuran kuarto! 2. Sempatkan menceritakannya di depan kelas agar disimak teman-teman Anda! 3. Setelah jadi, kumpulkan kepada ketua kelas! 4. Dengan menggunakan anggaran/kas kelas, jilidlah cerita haru tersebut untuk kole perpustakaan kelas!
80
Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membaca teks dengan kecepatan 250 kata per menit, menentukan ide pokok paragraf tiap teks, serta membuat ringkasan isi teks dalam beberapa kalimat yang runtut.
Menemukan ide pokok Bacalah teks berikut! Perdagangan
Pada Pasar Lelang Forward ke-1, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp7.828.000.000 (tujuh miliar delapan ratus dua puluh delapan juta rupiah). Adap komoditinya adalah sebagai berikut: beras IR64; beras organik menthik wangi; beras merah; brokoli; jeruk siam; jeruk pamelo, petai besar, dan salak ngelumut. Permintaan dari Kelompok Tani Nelayan Andalan Jakarta Utara berupa jagu manis jenis Hawai dengan 70 ton/bulan; ubi jalar; ikan belut volume 1 ton/bulan dan nangka muda (gori) tidak dapat dipenuhi pada kegiatan Lelang Forward kali i karena komoditi yang ditawarkan pada pelaksanaan lelang adalah sebagai beriku 1. Hasil pertanian dan perkebunan terdiri atas: beras organik menthik wangi; ber merah; brokoli; jeruk siam; jeruk pamelo; petai besar; salak ngelumut; salak pondoh; cokelat; jagung; cabe merah; jahe gajah; kacang hijau; jagung pipilan jahe merah; vanili; cabe jawa; jambu klutuk. 2. Hasil ternak dan perikanan, terdiri atas: daging ikan beku dan rumput laut. 3. Hasil industri, terdiri atas: jamu tradisional; ikan kaleng; vico; sirop; makanan cemilan; hasil kerajinan dari tempurung kelapa merupakan binaan Dinas Perin Provinsi DKI Jakarta. Peserta yang ikut dalam Pasar Lelang Forward Bahan Kebutuhan Pokok Masyarakat Provinsi DKI Jakarta ini diikuti oleh penjual (petani dan produsen) yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Banten, Sumsel, Sulsel, Sultra (Kendari). Adapun pembeli berasal dari Jakarta, Bandung, para pedagang Pasar Induk Beras Cipinang, Pasar Induk Sayur Mayur, pedagang buah Kramat Jati, dan Supermarket dari Bandung. Dalam kata penutupan Kepala Sub Dinas Perdagangan Dalam Negeri, Bapa Drs. Supeno, M.M, mengucapkan terima kasih kepada peserta lelang yang hadir pada hari ini, atas partisipasinya dan berharap dapat hadir pada pelaksanaan pas lelang berikutnya yang akan dilaksanakan di Pasar Induk Sayur Mayur Kramat Jati.
Sumber: Kompas, 12 Januari 2007
Dengan berlatih membaca terus menerus, Anda akan mencapai kecepatan membac yang memadai.
Perekonomian
81
Uji Kompetensi 6. 2 1. 2. 3. 4. 5. 6. Guru menyiapkan 10 pertanyaan selain kunci jawaban atas teks tersebut. Lakukan pembacaan teks dengan pencatatan waktu. Buku/teks ditutup. Siswa disodori pertanyaan yang telah disiapkan dengan batas waktu tertentu. Hasil kerja/jawaban saling ditukar antarteman. Setelah diperoleh jawaban benar, hitunglah dengan rumus! Berapa KPM yang Anda peroleh? Apakah sudah mencapai batas minimal yang dituntut?
Tugas 6.4
1. Carilah bacaan remaja dengan panjang 500–1.000 kata! (Anda dapat menemuka pada majalah atau surat kabar) 2. Buatlah 10 pertanyaan berdasarkan bacaan itu! (kunci jawaban disimpan pembua 3. Tukarkanlah bacaan tersebut dengan teman kemudian hitung dan bandingkan kecepatan membaca Anda dengan teman Anda!
II. Kemampuan Bersastra
A. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menentukan nilai-nilai dalam cerpen, membandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen dengan kehidupan sehari-hari, serta mendiskusikan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen.
Nilai-nilai cerpen 1. Menentukan nilai-nilai dalam cerpen
Sebuah karya sastra termasuk cerpen bukanlah menara gading. Cerpen harus m tanggung jawab untuk mengkritisi apa yang berlaku dan diberlakukan oleh masyarak dalam kehidupan sehari-hari agar tidak terjadi pola perilaku yang menjauhi nilai-nilai keberadaban. Oleh karena itu, semestinyalah cerpen tetap memiliki relevansi denga yang terjadi dalam kehidupan nyata.
82
Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Bacalah dan nikmati cerpen berikut! Setelah itu, cobalah untuk menjawab bebera pertanyaan dan kegiatan yang menyertainya.
Rumah yang Bercahaya Oleh Adek Alwi Lelaki tua itu ingin mati di rumah yang bersih dan bercahaya karena kebersihannya. Ia hampir 70 tahun, lebih dari usia Nabi Muhammad, dan merasa maut bertambah dekat. Malah pernah seperti dilihatnya tamu itu menatap lekat-lekat dari ambang pintu, lalu lenyap, seakan memberi isyarat. Dan dia yakin lain kali kehadirannya tidak lagi membawa isyarat, melainkan untuk menjemput. Lelaki tua itu pun bersedia dijemput. Tetapi bila saat itu tiba, entah kapan, ia tidak ingin rumahnya kotor awut-awutan. Tamu itu harus disambut dengan sebaik-baiknya. Lelaki tua itu sudah sering melepas mereka yang berangkat dijemput tamu itu, dan kerap pula ia saksikan orang-orang tersiksa oleh bau tidak sedap serta kotoran dari rumah orang yang pergi. Mula-mula beberapa orang mulai berbisikbisik, sambil menutup hidung mereka seperti tidak disengaja. Kemudian seperti wabah, bertambah banyak yang melakukan. Akhirnya mereka tidak lagi berbisik-bisik, tetapi membincangkan bau-bau busuk dan kotoran itu terang-terangan. Di beberapa tempat peristiwa itu bahkan tanpa memerlukan prolog. Begitu tiba orangorang bergabung dengan mereka yang datang lebih dulu, lalu terlibat dalam percakapan yang seru mengenai aib itu. ”Alangkah celakanya orang ini,” renung orang tua itu di hadapan mayat yang terbujur kaku. ”Alangkah malang. Bahkan saat keberangkatannya pun dia masih meninggalkan siksa bagi sesama, karena rumahnya kotor dan bau. Ampunilah manusia ini ya, Allah. Maafkan kekhilafannya.” Lelaki tua itu tidak mau kemalangan serupa menimpa dirinya. Ia menggigil membayangkan orang tersiksa karena sesuatu yang buruk yang berasal dari rumahnya, justru saat kepergiannya pula. Dia merasa harus bersiaga dan berbenah. Dia ingin orang-orang bebas dari bau tidak sedap, kotoran, juga debu yang menempel di manamana, jika tamu itu tiba. Lelaki tua itu ingin rumahnya bersih dan bercahaya karena kebersihannya, supaya penjemput itu tidak datang memberengut dan mereka yang ditinggalkan merasa lega. ”Selamat jalan, Pak Tua. Sambutlah tamumu dengan gembira dan mudiklah dengan tenang.” Tetapi sungguh berat merawat rumah dalam usia tua. Membersihkan kotoran sembari menjaga kotoran baru tidak timbul, apalagi menumpuk dan menjaga bau-bau busuk tidak muncul, debu jangan menempel di lekuk-lekuk rumah. Lelaki tua itu merasakan benar beratnya melakukan semua itu. Dia kerap terengahengah dibuatnya. Seolah berderak tiap persendiannya. Sering berair matanya yang lamur. Hanya tekad agar senantiasa siap menanti tamu itu yang membuatnya bertahan, terus membersihkan rumah sambil berupaya menanam bunga-bunga.
Perekonomian
83
Untunglah, jika bisa disebut begitu ia tak terlalu asing dengan laku itu. Almarhum istrinya adalah orang yang khusyuk, sabar, dan juga rajin. Puluhan tahun perempuan itu tak pernah berhenti membersihkan rumah, menghias rumahnya dengan bunga-bunga sehingga jangankan tumpukan kotoran dan bau tak sedap, debu seakan enggan hinggap di sudut-sudut rumah. Harum bunga-bunga yang ditanamnya semerbak sampai ke rumahrumah tetangga, menyamankan perasaan dan pikiran mereka. Waktu lelaki tua itu aktif sebagai pejabat, istrinya selalu siap dengan pakaian pengganti yang bersih begitu ia pulang kantor. Pakaian kerjanya langsung dimasukkan perempuan itu ke bak cucian. Bahkan tas kerjanya tak lepas dari perhatian istrinya. Isinya dikeluarkan, kemudian dilap dan dibersihkan, sebab debu maupun kotoran bisa jadi menodai tas itu. Dan sewaktu-waktu istrinya memang menemukannya. ”Lho, ini apa, Pak? Kotornya dari sini lho sumbernya!” ujar perempuan itu mengeluarkan amplop yang lengket di dalam tas. ”O, itu ...tadi....” ”Dibuang sajalah, Pak! Mengotori tas Bapak saja. Hm, rumah bau jadinya. Kasihan Bapak, kasihan anak-anak!”
Adakalanya perempuan itu menjadi amat berduka dan gemas menemukan hal-hal serupa itu. ”Sampai hati orang-orang itu menghina Bapak,” ujarnya dengan rasa masygul yang menjebol dinding kesabaran. ”Mengotori tas serta rumah Bapak dengan bendabenda kotor dan bau ini!” ”Baiknya kita tidak berprasangka. Barangkali maksud mereka....” ”Tetapi mengapa Bapak yang dipilih? Mengapa pejabat negara? Lebih tepat panti asuh atau lembaga sosial lainnya kalau mereka tulus. Sekiranya bukan bermaksud untuk mengh dan mengotori.” Diam-diam lelaki tua itu merasa terharu. Bagaimanapun sebelum ia pensiun, bau-bau tak sedap, kotoran, dan debu bertebaran riuh di luar rumah. Tidak terkecuali di kantornya. Dan tempo-tempo ada saja yang terbawa pulang, menempel pada pakaian atau tas kerja, sekalipun dia telah menepis-nepiskan. Angin di luar berembus kencang sehingga sulit menghindar dari kotoran dan bau-bau busuk yang bertebaran. Beberapa kawannya malah jadi terbiasa, bergelimang kotoran serta bau tidak sedap setiap waktu. Untung dia punya istri yang khusyuk, sabar, dan rajin, yang menjadi bumper bagi kelemahannya. Istri yang tidak pernah letih membersihkan rumah, merawatnya dengan aneka bunga-bunga, dan membesarkan anak-anak mereka di dalamnya. Lelaki tua itu mengenang perempuan itu dengan takjub, serta berterima kasih, di sela-sela kesibukannya berbenah dengan tulang-tulang yang rapuh. Dan tenaga yang ia rasakan semakin redup bagai nyala lilin menjelang habis. Seperti banyak kawannya, bukan tidak mungkin dia akan terbiasa dengan kotoran dan bau-bau itu seandainya istrinya tak ada. Angin terlalu kencang di luar rumah, bau-bau busuk dan kotoran bertebaran di mana-mana. Mengagumkan betapa istrinya menjaga kekhusyukan dan kesabaran merawat rumah terus-menerus selama berpuluh tahun, sampai-sampai dijemput tamu itu tiga tahun silam dalam usia enam puluh lima. Apa yang membuat istrinya bertahan? Keyakinan bahwa penjemput itu mesti diterima dengan tangan terbuka di rumah yang bersih? Mengapa istrinya tidak terengah-engah seperti dia? Mengapa istrinya tidak goyah-goyah oleh angin, melayang-layang bagai banyak istri kawan-kawannya? Lelaki tua itu menarik napas panjang mengenang semua itu. ”Ia memang perempuan luar biasa,” bisiknya dalam kesunyian yang menggigit, di tengah-tengah sisa tenaganya yang bertambah redup. Dia merasa tidak mampu menandingi kekhusyukan istrinya, tetapi berbahagia dapat berdampingan dengan wanita itu selama puluhan tahun. ”Setidaknya, berkat dia aku tidak harus belajar dari nol merawat rumah.”
84
Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pada suatu hari lelaki tua itu pun jatuh sakit atau sakit-sakitan. Menurut dokter, penyebabnya lebih karena kecapaian, serta berbagai akibat dari tubuh yang telah lapuk dimakan usia maka lelaki tua itu terbaring saja di tempat tidur. Ketiga anaknya berdatangan bersama istri atau suami mereka. Rumah jadi ramai. Apalagi anak perempuannya, si bungsu yang serupa benar dengan ibunya itu, membawa kedua anaknya yang belum bersekolah. Menyaksikan cucunya menerobos kamarnya bagai dua perampok kecil, lelaki tua itu seperti mendapatkan tenaganya kembali untuk berbenah membersihkan dan merawat rumah. Ia merasa harus berkejaran dengan waktu. Warnanya semakin kuning-tua, mersik bagai kerisik, sementara daun-daun muda, cucu-cucunya, telah tumbuh dengan segala kesegarannya. ”Mau mengapa Bapak? Berbaring sajalah, Pak,” anak perempuannya mencegah dia bangkit. Mata anaknya memerah dan basah. ”Hanya mau salat.” ”Sambil berbaring juga bisa, Pak. Badan Bapak masih lemah. Muka Bapak pucat.” Lelaki tua itu tergolek lagi di tempat tidur. ”Kemarikan cucu-cucuku.” Kedua anak itu ditarik ibunya mendekat. Lelaki tua itu mengusap-usap kepala kedua bocah itu, menatap mata mereka tanpa berkata-kata, kemudian tersenyum. ”Aku ingin salat sambil duduk,” gumamnya. ”Asal jangan dipaksakan, Pak,” sahut anak lelakinya. ”Ibu kalian itu menakjubkan,” ujar lelaki tua itu. ”Aku mencium bau bunga-bunga yang ditanamnya. Apakah kalian tidak mencium wanginya?” Sambil menangis, dia sesali lelaki tua itu tidak mau tinggal bersamanya. ”Bapak tahu saya tak bisa terus-terusan ke sini untuk merawat Bapak,” kata anak perempuannya. ”Tidak mungkin saya tinggalkan rumah tiap hari, Pak.” ”Sudah betul itu, Nak. Mengapa pula kamu menangis? Masing-masing orang memiliki rumah dan wajib merawat rumahnya baik-baik.” ”Bapak jangan berkata begitu. Pedih hati saya,” anaknya terisak-isak. ”Sungguh, Pak. Saya ... saya tidak bermaksud....” ”Bapak tahu maksudmu. Jangan kamu menangis lagi. Rawat saja rumahmu baikbaik. Teladani ibu kalian, rajin dan khusyuk merawat rumah sejak mudanya.” ”Tetapi Bapak juga rajin merawat rumah,” sela anak laki-lakinya menghibur. ”Bersih kami lihat rumah Bapak.” Lelaki tua itu tersenyum. ”Akan lebih baik jika sedari dulu dilakukan, Buyung,” jawabnya. Matanya menerawang. ”Sekarang sudah kasip. Tenagaku sudah tidak ada lagi. Eh, aku cium lagi harum bunga-bunga ibu kalian. Apakah kalian tidak mencium wanginya?” Anak perempuannya kembali menangis. Begitu pula kedua menantunya yang perempuan. Sementara menantu serta kedua anak lelakinya saling pandang. Dan malam itu mereka tidur bergantian, berjaga-jaga. Tetapi tamu itu tidak datang. Juga keesokan hari dan besoknya lagi, penjemput itu tidak muncul. Tanda-tandanya pun tidak. Lelaki itu malah kelihatan sehat dan segar, tiap sebentar mengusap kepala kedua cucunya, serta merenungi mata bocah-bocah itu sambil tersenyum. ”Kakek sakit ya, Kek?” ”Ya, kakek sakit.”
Perekonomian
85
”Kakek sudah tua, ya?” ”Kakek sudah tua.” ”He, gigi Kakek ompong!” ”He-he-he. Namanya sudah mersik, Cu.” ”Nanti kami juga mersik seperti Kakek?” ”Semua orang bakal mersik. Tetapi kalian sekarang hijau segar. Rawat saja rumah kalian baik-baik.” ”Kami kan belum punya rumah, Kek.” ”Nanti juga punya. Semua orang punya rumah.” Lelaki tua itu terkekeh-kekeh membelai kedua bocah itu. Tidak ada cahaya membersit laksana ledakan meteor dari rumah lelaki tua itu ketika tamu-tamu yang dinanti-nantikan itu tiba. Orang-orang yang datang ingin melepas kepergian lelaki tua itu pun tak berbisik-bisik sambil menutup hidung bagai tidak disengaja. Mereka berbicara saja lazimnya pelayat. Para tetangga ngobrol memperbincangkan kegemaran lelaki tua itu menanam bunga-bunga, seperti dulu dilakukan istrinya. Sementara yang tua-tua bercakap-cakap tentang musim, ketika angin pernah bertiup demikian kencang sehingga bau busuk dan kotoran bertebaran di manamana. ”Jarang yang mampu terhindar dari cipratan kotoran dan bau-bau tak sedap itu,” ujar orang satu sama lain seraya memandang rumah lelaki tua itu.
Jawa Pos, 4 September 2005
Pengertian nilai-nilai yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah hal-hal, sifa suasana penting, baik, dan bermanfaat bagi manusia. Dalam karya sastra, termasuk pendek, nilai-nilai tersebut dapat dirinci sesuai bidang atau ruang lingkupnya. Nilai-nilai tersebut meliputi sebagai berikut. a. Nilai-nilai ketuhanan/keagamaan (religius) Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan ibadah, sujud, bakti manusia kepada Tuhannya. b. Nilai-nilai sosial kemasyarakatan Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan hubungan antarsesama. c. Nilai-nilai sosial pendidikan (edukasi) Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan budi pekerti, perubahan sifat hidup. d. Nilai-nilai kemanusiaan (humanitas) Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan hati nurani. e. Nilai-nilai budaya adat (kultur) Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan seni, budaya, sifat/kebiasaan yang terd dalam kehidupan. f. Nilai-nilai politik Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintah.
86
Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Uji Kompetensi 6. 3 1. 2. 3. 4.
Apa tema dalam cerpen ”Rumah yang Bercahaya”? Siapa tokoh cerpen tersebut? Bagaimana perwatakan tokoh utama? Apa maksud pernyataan ”Jarang yang mampu terhindar dari cipratan kotoran dan b tak sedap itu,” ujar orang satu sama yang lain seraya memandang lelaki tua itu? 5. Apakah cerpen ”Rumah yang Bercahaya” memiliki kesesuaian/relevansi dengan keh sehari-hari? Sebutkan salah satu contoh kejadian dalam cerpen tersebut yang menu Anda relevan dengan kehidupan sehari-hari! 2. Membandingkan nilai-nilai dalam cerpen dengan kehidupan sehari-hari
Tugas 6.5
1. Bentuklah kelompok diskusi, tiap kelompok 3–5 orang! 2. Diskusikanlah nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen tersebut dan bandingkan da kehidupan sehari-hari! 3. Laporkan hasilnya dengan format sebagai berikut! Laporan Hasil Analisis Cerpen ”Rumah yang Bercahaya” Karya .... Nilai-Nilai Nilai ketuhanan Nilai sosial Nilai adat Nilai edukasi Nilai politik Kutipan Pendukung
Relevansi dengan Kehidupan Sehari-Hari
B. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi puisi baru berdasarkan bait, irama, dan rima; menulis puisi baru dengan memerhatikan bait irama, rima; serta menyunting puisi baru yang ditulis teman.
Menulis puisi baru
1. Mengidentifikasi puisi baru berdasarkan bait, irama, rima Puisi baru Indonesia lahir tahun dua puluhan oleh para pujangga Angkatan pra-P Baru, antara lain, Muhammad Yamin dan Rustam Effendi. Puisi baru bebas rima dan
Perekonomian
87
irama, tetapi jumlah larik tiap bait masih diperhatikan. Puisi ini hanya terikat oleh jum larik tiap bait. Jenis puisi baru Indonesia, antara lain: a. Distikon (distichon) : sajak dua larik seuntai/bait. b. Tersina (terzina) : sajak tiga larik seuntai. c. Kuatren (quatrain) : sajak empat larik seuntai. d. Kuin (quint) : sajak lima larik seuntai. e. Sekstet (sextet atau double terzina): sajak enam larik seuntai. f. Septina : sajak tujuh larik seuntai. g. Stanza atau oktaf : sajak delapan larik seuntai. h. Soneta : sajak empat belas larik seuntai. i. Sajak bebas : sajak bebas dalam jumlah larik. a. Distikon Hang Tuah Bayu berpuput alam bergulung Bayu berebut buih dibubung Selat Malaka ombaknya memecah Pukul memukul belah membelah Bahtera ditepuk butiran dilanda Penjajab dihantuk halauan ditunda
Oleh Amir Hamzah Dari Puisi Baru
b. Tersina Cinta Dalam ribuan pagi bahagia datang Tersenyum bagai kencana Bersinar bagai cendana Dalam bahagia cinta tiba melayang Bersinar bagai matahari Mengwarna bagai sari
Oleh Sanusi Pane Dari Madah Kelana
c. Kuatren Sebab Dikau Kasih kuhidup sebab dikau Segala kuntum mengoyak kepak Membunga cinta dalam hatiku Mewangi sari dalam jantungku ....
Oleh Amir Hamzah Dari Nyanyi Sunyi
88
Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
d. Soneta Soneta (dari Itali), syarat-syaratnya sebagai berikut. 1) Terdiri 14 baris, terbagi atas dua kuatren (oktaf) dan dua tersina (sekstet). 2) Oktaf (8 baris I) melukiskan alam (sampiran), sekstet (6 baris ke II) kesimpula apa yang dikiaskan pada oktaf. 3) Peralihan dari oktaf ke sekstet disebut volta. 4) Rima akhirnya: a b b a (kuatren I) a b b a (kuatren II) adc (tersina I) dcd (tersina II)
Soneta Inggris (soneta Shakespeare) terdiri atas tiga kuatren dan satu distiko Inti sarinya terkandung dalam distikon yang disebut cauda/koda (ekor). Rumus ak a b a b / c d c d / e f e f / g g.
Uji Kompetensi 6. 5 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bagaimana ciri-ciri puisi baru? Kapan puisi baru Indonesia lahir? Bagaimanakah rima akhiran pada akhir puisi baru? Pada soneta mana kita mengenal cauda? Apakah cauda itu? Bagaimana rumus rima akhir soneta Itali? Bagaimana rumus rima akhir soneta Shakespeare?
Uji Kompetensi 6.6 Susunlah puisi baru masing-masing dua bait! 1. Distikon 3. Kuatren 2. Tersina 4. Kuin 2. Menulis puisi baru dengan memerhatikan bait, rima, dan irama
Uji Kompetensi 6.7
Susunlah puisi baru yang berbentuk sekstet, septina, dan soneta dengan ketentuan seb berikut. 1. Tema: alam, kemanusiaan, percintaan. 2. Masing-masing satu bait. 3. Menggunakan rima (awal, tengah, atau akhir).
Perekonomian
89
3. Menyunting puisi baru yang ditulis teman Uji Kompetensi 6.8 Suntinglah puisi baru karya temanmu dengan menggunakan format berikut! Puisi karya .... Bentuk Sekstet Aspek a. Larik b. Rima akhir c. Diksi Tertulis 5 Larik .... .... Sebaiknya 6 Larik .... ....
Rangkuman
1. Tanggapan logis adalah tanggapan yang masuk akal, tidak berdasar perasaan su atau tidak suka. 2. Cerita lucu menimbulkan rasa geli, tertawa, atau tersenyum. Cerita ini dapat men stres. 3. Cerita haru menimbulkan rasa iba, peduli kepada sesama. 4. Standar kemampuan membaca cepat bagi siswa SMA adalah 250 KPM. 5. Cerpen yang baik memuat nilai-nilai kehidupan. Artinya memuat hal-hal, sifat atau suasana penting, baik, dan bermanfaat bagi manusia. Nilai-nilai yang dimaksud a nilai ketuhanan, nilai sosial, nilai pendidikan, nilai budaya, nilai politik, nilai moral. 6. Puisi baru lahir pada angkatan Prapujangga Baru. Puisi ini hanya terikat jumlah ti bait.
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 6 diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai beri
1. Biasakan menanggapi persoalan secara logis, jangan memandang orang yang meng persoalan/pertanyaan. 2. Sekali-kali bercerita lucu. Cerita lucu dapat mengobati stres. 3. Peduli sesama akan muncul bila Anda memerhatikan cerita haru atau peristiwa haru 4. Mampu menangkap isi bacaan dalam waktu singkat. 5. Tidak membaca cerita picisan adalah sikap terpuji karena cerita picisan hanya mengutamakan kesenangan atau foya-foya. Suka membaca cerpen sastra akan me masukan yang berarti. 6. Gemar menyusun kliping sastra lebih khusus puisi baru.
90
Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar!
1. Maka berangkatlah Kadita seorang diri bagai pengemis yang diusir dari rumah orang kay
Dalam hati Kadita percaya bahwa Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan makhluk ciptaan-Nya dianiaya sesamanya. Campur tangan-Nya pasti akan tiba. Seperti yang suda diajarkan neneknya almarhum, ia tidak boleh mendendam dan membenci orang yang membencinya.
Nilai yang dominan dalam penggalan cerita di atas adalah .... a. sosial b. kemanusiaan c. agama/religi 2. Pernyataan yang benar adalah .... a. b. c. d. e. sastra lama yang bersifat istana sentris sastra baru belum mencantumkan nama pengarang atau pengubah sastra lama bersifat individual sastra baru secara kaku terikat aturan-aturan tertentu sastra lama sudah cukup dinamis d. adat e. edukasi
3. ”Memang benar bahwa ... tetapi hal itu bertentangan dengan prinsip hidup bersam Saya kurang setuju. Menurut saya ....” Pernyataan di atas merupakan .... a. usulan b. sanggahan c. pertanyaan d. perintah e. persetujuan
4. Siang malam ia berjalan. Akhirnya, ia tiba di Pantai Laut Selatan. Kemudian ia bagaikan
mendengar suara memanggil agar ia menceburkan diri ke laut. Tatkala ia mengikuti pang itu, begitu tersentuh air, tubuhnya pulih kembali. Jadilah ia wanita cantik seperti sedia kal bahkan ia segera menguasai seluruh Pantai Selatan dan mendirikan kerajaan di laut sela Dialah kini yang disebut Ratu Pantai Selatan.
Sudut pandang penggalan cerita di atas menggunakan teknik .... a. author observer b. author omniscient c. campuran d. author participant e. aku lirik
5. Kalimat ”Indonesia mengimpor beras dari Thailand karena produksi dalam negeri menurun” berpola sama dengan kalimat ... a. b. c. d. e.
Industri Indonesia mengalami penurunan drastis. Perjuangan meraih masa depan cerah masih panjang karena modal kita belum Pebulu tangkis Indonesia gagal menjuarai turnamen Cina Terbuka sebab Cina Mereka pergi ke Semarang ketika orang tuanya menelepon. Sandra belajar untuk meraih nilai tinggi.
Perekonomian
91
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Jelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan secara lisan peng yang lucu! 2. Bagaimana teknik Anda menyampaikan pengalaman yang mengharukan? Kaitka jawaban Anda dengan penggunaan diksi, lafal, intonasi, gestur, dan sebagainya! 3. Apakah yang dimaksud nilai moral dalam cerpen? 4. Adakalanya perempuan itu menjadi hal-hal serupa itu. ”Sampai hati orang-orang i menghina Bapak,” ujarnya dengan rasa masygul yang menjebak dinding kesabar ”Mengotori tas serta rumah Bapak dengan benda-benda kotor dan bau ini!” Nilai apakah yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut? Berikan argumen secukupnya! 5. Gubahlan puisi baru berikut! a. Distikon, dua bait, dengan tema: alam yang menyejukkan hati. b. Tersina, dua bait dengan tema: kasih sayang sesama. c. Kuatren, dua bait dengan tema: masa remaja yang indah.
Peribahasa
Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan pribadi akan berbuah keputusasaan. Obat paling mujarab untuk kemarahan adalah diam.
Emha Ainun Najib Dilahirkan di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953. Memperoleh pendidikan di Pondok Pesantren Gontor, SMA Yogya, dan Fakultas Ekonomi UGM (hanya sebentar). Pernah menjadi redaktur harian Masa Kini, Yogya (1973-1976), kemudian menempa Teater Dinasti, Yogya. Pernah mengikuti lokakarya teater di Peta Filipina (1980), International Writing Program di Universitas Iowa, Iowa City, AS (1981), Festival Penyair International di Rotterdam (1984), dan Festival Horizonte III di Berlin Barat, Jerman (1985).
Kumpulan sajaknya: Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978) mendapat Hadiah Sayembara Penulisan Puisi Tifa Sastra tahun 1977. Kumpulan sajaknya yang lain: ”M” Frustasi (1976); Nyany Gelandangan (1982); 99 untuk Tuhan (1983); Cahaya Maha Cahaya (1988); Syair Lautan Jilbab (1989); Seribu Masjid, Satu Jumlahnya (1990); Sesobek Buku Harian Indonesia (1993); dan Doa Mohon Kutukan (1995). Kumpulan esainya: Indonesia Bagian Sangat Penting dari Desa Saya (19 Sastra yang Membebaskan (1984), dan Dari Pojok Sejarah: Renungan Perjalanan (1985). Noveln Pak Kanjeng (2000).
Sumber: Buku Pintar Sastra Indonesia
92
Kompeten Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran 7
Pelajaran
Kemanusiaan Kemasyarakatan
Manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang akan selalu berinteraksi dengan manusia lain dalam lingkungan masyarakatnya. Oleh karena itu, manusia tidak akan pernah hidup normal dan nyaman tanpa keterlibatan orang lain. Jadi, sayangilah orang lain. Pelajaran kali ini akan mengungkapkan pelbagai gambaran permasalahan dalam kehidupan masyarakat. Gambaran permasalahan tersebut dapat berguna untuk melatih kemampuan berbahasa Anda!
Sumber: Dokumen
Sumber: Dokumen Pe
Kemasyarakatan
93
I. Kemampuan Berbahasa
Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyampaikan unsur-unsur intrinsik, menyampaikan unsur-unsur ekstrinsik, serta menanggapi unsur intrinsik dan ekstrinsik yang disampaikan teman.
Mengidentifikasi unsur sastra 1. Menyampaikan unsur-unsur intrinsik Tutuplah buku Anda dan dengarkan teman membaca cerita rakyat Riau ”Si Um Muda Gadis Durhaka” berikut! Perhatikan unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ada di d
Si Umbat Muda, Gadis Durhaka (Cerita Rakyat Riau) Alkisah, hiduplah seorang janda dengan seorang putrinya nan cantik. Mereka bermukim di tepi Sungai Siak. Nama putrinya adalah si Umbat Muda. Ia sudah lama tidak mempunyai ayah. Namun, mereka memiliki harta warisan cukup banyak. Meskipun demikian, ibu si Umbat Muda setiap dan sepanjang harinya bekerja menenun kain.
Si Umbat Muda adalah gadis yang paling cantik di desanya. Bahkan gadisgadis desa lainnya pun tidak dapat mengalahkan kecantikannya. Oleh karena itulah ibunya selalu memanjakannya. Sebab dimanja, si Umbat Muda menjadi gadis pemalas. Sepanjang hari pekerjaannya bersolek. Ia tidak mau memakai baju yang murah harganya. Kain-kain yang disukainya adalah sutra-sutra mahal dan bagus. Kain kesukaannya adalah kain songket tenunan Trengganu yang sangat kesohor itu. Selendangnya selalu tenunan dari Datik. Gelang-gelangnya dari emas Cina. Penampilan si Umbat Muda selalu membuat masyarakat tertegun dan terbelalak melihatnya. Harta warisan ayahnya dipakainya untuk membeli pakaian dan perhiasan. Sementara, untuk keperluan makan sehari-hari ibunya harus bekerja keras, sampaisampai tidak sempat beristirahat. Kalaupun beristirahat si Umbat selalu memarahinya. ”Mak, jangan engkau bermalas-malasan. Jangan bertenang-tenang. Emak mesti bekerja keras. Jangan engkau ikut menghabiskan harta ayahku,” kata si Umbat Muda kepada ibunya. Si Umbat Muda selalu bersikap kasar kepada ibunya. Ia selalu meminta ibunya terus bekerja sementara ia tidak pernah membantunya. Pekerjaannya hanya berpakaian dan bersolek.
94
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Meskipun demikian, ibunya tidak pernah memarahinya. Bahkan karena terbiasa memanjakannya, ia tidak berani membantah manakala anaknya itu menyuruh dan memarahinya.
Suatu saat ketika sedang bersolek, sisir si Umbat Muda terjatuh. Untuk mengambilnya, ia berteriak-teriak memanggil ibunya untuk mengambilkan sisirnya itu. Tidak seperti biasa, ibunya tidak segera beranjak mengambilkan sisir anaknya itu. Si Umbat Muda marah dan menghardik ibunya. ”Dasar orang tua pemalas, disuruh anaknya saja tidak mau! Mulai sekarang, kau tidak boleh tidur di rumah. Tidurlah di luar rumah beralaskan jerami.” Si Ibu tidak membantah sepatah kata pun perintah anaknya itu. Malam itu ia tidur di luar rumah beralas jerami.
Tidur di luar rumah ternyata menjadi siksaan yang berat bagi ibu si Umbat Muda. Apala ia diserang demam. Pagi harinya ia meminta maaf kepada anaknya. Si Umbat Muda pun memaafkan, tetapi dengan syarat bahwa ibunya tidak boleh lagi membantah perintahnya. Atas permintaan maaf ibunya membuat si Umbat Muda bertambah besar kepala. Sikap dan perilaku jahatnya semakin menjadi-jadi. Tidak seorang sanak familinya yang berani kepadanya. Ia sangat minta dihormati oleh semua familinya bagaikan seorang anak raja. Dengan harta peninggalan ayahnya memang si Umbat Muda memiliki kesempatan untuk bersikap demikian. Suatu hari di dusun seberang Sungai Siak, seorang bangsawan hendak mengadakan pesta. Ia mengundang para pemuka, kepala suku, dan orang-orang kaya. Si Umbat Muda pun diundang. Mendapat undangan itu betapa si Umbat Muda semakin merasa tersanjung. Ia merasa menjadi bagian dari orang-orang terhormat. Untuk menghadiri undangan pesta itu, si Umbat Muda mengajak ibunya. Adatnya memang demikian. Sebelum berangkat, si Umbat Muda menasihati ibunya agar jangan membuat malu dirinya di depan undangan-undangan lainnya nanti. Agar tidak kalah dengan undangan lainnya, si Umbat Muda menggunakan pakaiannya yang termahal. Kain songketnya yang paling bagus. Agar menambah kesan mewah, dipakainya pending emas berhias ketam hitam. Kalungnya menghiasi leher dan menggelantung sampai dadanya. Gelang memenuhi lengannya. Kancing baju kurungnya terbuat dari mutiara dan intan, berderet dari dada sampai ke bawah. Betisnya yang indah dihiasi giring-giring emas. Pokoknya, si Umbat Muda merasa harus yang tercantik dan mengalahkan undangan-undangan lainnya. Di tempat pesta, semua undangan berdecak kagum melihat kedatangan si Umbat Muda yang berjalan berlenggak-lenggok bak seorang putri raja. Sementara, ibunya dengan pakaian seadanya dianggapnya emban atau budaknya yang harus selalu menuruti perintahnya. Ketika pulang, ibu anak itu menyeberang meniti jembatan sebuah sungai. Ketika itu sepasang gelang susun emasnya lepas dan jatuh ke sungai. Si Umbat Muda berteriakteriak kepada emaknya agar mengambilkan perhiasannya yang jatuh itu. Si Ibu karena takut gemetar berkata, ”Airnya deras Anakku, mana mungkin emak mencebur ke sungai, emak tidak bisa berenang.” Mendengar jawaban ibunya si Umbat Muda naik pitam. Diambilnya sebuah ranting pohon dan dipukulkannya ke tengkuk ibunya. Si Ibu menjerit kesakitan. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba air sungai beriak sangat besar karena terangkat oleh angin puting beliung. Air menggelegak setinggi pohon kelapa dengan serta merta
Kemasyarakatan
95
menyambar tubuh si Umbat Muda. Si Umbat Muda, si gadis durhaka itu, menjerit keras dan terpelanting ke sungai. Tangannya menggapai-gapai meminta tolong. Apa daya, sang Ibu tak bisa menolong. Tubuh si Umbat Muda timbul tenggelam dan sesaat kemudian tewas. Mayatnya tersangkut akar-akar dan terbenam lumpur tepian Sungai Siak. Jika air pasang, rambutnya terumbai-umbai terkena riak gelombang. Sampai sekarang, masyarakat di sekitar Sungai Siak percaya bahwa jika muncul akar-akaran dari tepi sungai, merupakan penjelmaan rambut si Umbat Muda.
Uji Kompetensi 7.1
Bagaimana cara menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik karya sastra? Coba Anda b lagi pelajaran terdahulu! Berdasarkan pembacaan teman Anda, analisislah cerita tersebut dan sampaikan secara depan kelas unsur-unsur intrinsik cerita berjudul ”Si Umbat Muda, Gadis Durhaka” yang 1. tema, 2. tokoh dan perwatakannya, 3. konflik yang terjadi dan tokoh yang mengalaminya, 4. amanat penceritaan, 5. sudut pandang cerita.
2. Menyampaikan unsur-unsur ekstrinsik Pada pelajaran terdahulu, sudah disinggung tentang unsur ekstrinsik sastra. Co Anda pelajari lagi! Sekadar pengingat, bahwa unsur ekstrinsik merupakan unsur luar memengaruhi isi karya sastra.
Uji Kompetensi 7.2
1. Sebutkan unsur-unsur ekstrinsik yang tersirat dalam cerita ”Si Umbat Gadis Durhaka (nilai adat, agama, moral, dan lain-lain)! 2. Cantumkan kutipan yang mendukung unsur-unsur ekstrinsik yang Anda sebutkan ta Gunakan format sebagai berikut! Analisis Unsur Intrinsik ”Si Umbat Muda, Gadis Durhaka” Unsur 1.Nilai moral 2.Nilai agama 3.dst. Kutipan Pendukung .... .... ....
96
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
3. Menanggapi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang disampaikan teman
Tugas 7.1
Pada saat teman Anda menyampaikan hasil analisis unsur intrinsik dan ekstrins ”Si Umbat Muda, Gadis Durhaka”, siapkanlah catatan. Setelah teman Anda selesai membacakan hasil analisis tadi, secara bergiliran sampaikan tanggapan Anda berdasarkan catatan yang telah disusun! Untuk menanggapi hal ini, siapkan format sebagai berikut (penyampaian secara lisa Tanggapan Hasil Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik yang Disampaikan Teman Penganalisis Hargo Unsur Analisis Penokohan Tanggapan
Saya kurang setuju, kalau si Umbat Muda disebut gadis pintar, sebenarny dia seorang yang tidak mau mempelajari etika. Dia bodoh tapi bergaya seperti orang pintar.
II. Kemampuan Bersastra
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyebutkan tema puisi yang didengar; menyebutkan jenis puisi yang didengar (balada, elegi, roman, ode, himne, satire); menjelaskan maksud puisi; serta mengungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri.
Mengungkapkan isi suatu puisi 1. Menyebutkan tema puisi yang didengar Bahasa puisi adalah bahasa yang plastis, ambigu yang dikemas secara intens d konsens. Intens artinya sangat mendalam, konsens berarti memusat. Untuk dapat memahami tema, isi, dan pesan sebuah puisi, diperlukan kegiatan perenungan (kon Hanya melalui perenungan, seseorang akan dapat memahami, menghayati, menilai, sekaligus mengapresiasi (menghargai) puisi. Dari hasil perenungan akan muncul kemampuan interpretasi atau penafsiran arti atau makna puisi.
Kemasyarakatan
97
Menginterpretasi puisi adalah upaya memberi makna terhadap puisi. Dengan interpretasi, akan dapat diraba makna sebuah puisi selain tema, amanat, dan sebag Berikut disajikan sebuah puisi. Salah satu di antara Anda diminta membacakan
Damai Karya: Ahmad Ishmatullah Garis biru yang indah Kelak-kelok rumit yang megah Padang biru yang tenang Sejukkan mataku sepasang Butiran-butiran ikuti arus menderu Nyiur bermain dengan angin Menghantarkan lamunan pada kesadaran Akan kuasa-Mu Caramu menyampaikan pesan Begitu Ilahi Dalam keindahan Di alam karya megah-Mu
Melalui puisinya, Ahmad Ishmatullah ingin menyampaikan kekagumannya terhadap Tuhan yang telah dengan begitu menyentuh menyampaikan pesan kepada umat manus Pesan itu dituangkannya dalam bentuk keindahan pemandangan alam. Pesan itu adala bahwa dengan merenungi alam, manusia akan mendapatkan kedamaian (hati). Itulah m puisi ”Damai”.
Uji Kompetensi 7.3 1. 2. 3. 4. 5. Terangkan yang dimaksud menginterpretasikan puisi! Apa pengertian tema puisi? Jelaskan arti amanat atau pesan dalam puisi ”Damai”! Puisi pasti memiliki makna. Apa maksud pernyataan tersebut? Perhatikan puisi berikut dan rumuskan makna dan temanya!
Peluru Pertama Karya: Subagio Sastrowardojo Waktu peluru pertama meledak Tak ada lagi hari minggu atau malam istirahat Tangan penuh kerja dan mata berjaga mengawasi pantai dan langit yang hamil oleh khianat Mulut dan bumi berdiam diri. Satunya suara hanya teriak nyawa yang lepas dari tubuh luka, atau jerit hati mendendam atau membalas kematian.
98
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
harap berjaga. Kita memasuki daerah perang. Kalau peluru pertama sudah meledak kita harus paling dulu menyerang dan mati atau menang. Mintalah pamit kepada anak dan keluarga dan bilang: Tak ada lagi waktu buat cinta dan bersenang. Kita simpan kesenian dan budaya di hari tua. Kita mengangkat senjata selagi muda dan mati atau menang.
2. Menyebutkan jenis puisi yang didengar Berdasarkan isinya, puisi modern terdiri atas balada, romance (baca romans), e ode, himne, epigram, dan satire. a. Balada Balada adalah puisi yang berisi kisah cerita.
b. Romance Romance ialah puisi yang berisi luapan perasaan kasih sayang terhadap kekasih
c. Elegi Elegi ialah sajak atau puisi bersedih-sedih, suara sukma yang meratap-ratap, bat yang merintih.
d. Ode Ode ialah sajak yang berisi pujian dan sanjungan terhadap seseorang yang besa dalam masyarakat, seseorang yang dianggap pahlawan bangsa karena darma ba kepada nusa dan bangsa. e. Himne Himne ialah sajak pujian kepada Tuhan atau sajak keagamaan. f. Epigram Epigram ialah sajak yang berisi ajaran hidup, semangat perjuangan. g. Satire Satire ialah sajak yang berisi kritik atau sindiran yang pedas atau kepincangankepincangan yang terlihat dalam masyarakat.
Uji Kompetensi 7.4
1. Menurut isinya, termasuk jenis puisi apakah puisi yang dibacakan teman Anda deng judul ”Damai”? Berilah argumen disertai kutipan yang mendukung pendapat tadi! 2. Menurut isinya, termasuk puisi apakah ”Peluru Pertama” karya Subagio Sastrowardo tersebut? Berilah argumen disertai kutipan yang mendukung!
Kemasyarakatan
99
3. Menyebutkan maksud puisi Salah seorang siswa diminta membacakan puisi berikut ini, yang lain menyimaknya.
Cerita Merdeka Karya: Yosias Mapandin (SMA Sulsel) Merdeka! Kata itu selalu terngiang di telingaku Aku tanya pada ibuku Apa artinya merdeka ”Merdeka ialah beras masih penuh di karung.” Aku tanya pada ayahku Ia menjawab: ”Bila rokok masih ada di dalam saku bajuku.” Aku lalu bertanya pada kakekku Ia menjawab: ”Bila kerbau masih banyak, maka kita merdeka.” Aku bertanya pada nenekku Ia berkata: ”Bila sirih dan pinang masih ada, maka aku merdeka.” Aku lalu bertanya kepada adikku yang masih sekolah di TK Ia dengan lantang menjawab: ”Bila Indonesia masih bersatu, kita akan merdeka.”
Horison, Januari 2003
Uji Kompetensi 7.5 1. Jelaskan maksud puisi ”Cerita Merdeka” karya Yosias Mapandin tersebut! 2. Amanat apa yang tersirat pada puisi tersebut?
Tugas 7.2
1. Carilah beberapa kumpulan puisi dari media massa! 2. Analisislah puisi yang Anda temukan tadi dalam hal: a. nama puisi yang menurut isinya b. tema puisi c. maksud puisi d. amanat
100
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
4. Mengungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri
Memparafrasakan puisi ke dalam sebuah paragraf Biasanya, untuk dapat memberi makna pada sebuah puisi, seseorang merasa p melalui tahap membuat parafrasa. Membuat parafrasa (puisi) adalah kegiatan men atau mengungkapkan kembali puisi ke bentuk lain (biasanya prosa) tanpa mengubah pengertian dengan maksud untuk dapat menjelaskan maknanya yang tersembunyi. Parafrasa biasanya diawali dengan menambahi atau menyelipkan kata-kata atau tan baca dalam puisi bersangkutan. Maksudnya adalah agar kalimat-kalimat, larik-larik, bait-bait terasa lebih lancar. Cara ini juga bertujuan menampilkan kembali kata-kata tanda-tanda baca yang semula sengaja dihilangkan oleh penyairnya. Kata-kata atau tanda baca tambahan tersebut ditempatkan dalam tanda kurung. Langkah selanjutny mengubah puisi tersebut ke dalam bentuk prosa yang kata-kata di dalamnya sudah didominasi kata-kata atau kalimat-kalimat si pembuat parafrasa. Perhatikan contoh berikut!
Surat dari Ibu Karya: Asrul Sani Pergi ke dunia luas, anakku sayang pergi ke dunia bebas! Selama angin masih angin buritan dan matahari pagi menyinar daun-daunan dalam rimba dan padang hijau Pergi ke laut lepas, anakku sayang pergi ke alam bebas! Selama hari belum petang dan warna senja belum kemerah-merahan menutup pintu waktu lampau Jika bayang telah pudar dan elang laut pulang ke sarang angin bertiup ke benua tiang-tiang akan kering sendiri dan nakhoda sudah tahu pedoman boleh engkau datang padaku! Kembali pulang, anakku sayang kembali ke balik malam Jika kapalmu telah rapat kita akan bercerita ”tentang cinta dan hidupmu pagi hari”
Contoh hasil parafrasa: Bentuk 1 (satu bait) Pergi(lah) ke dunia (yang sangat) luas (itu) anakku (yang sangat ku)sayang(i). Pergi( ke dunia (yang begitu menjanjikan ke)bebas(an). (Pergilah,) selama angin masih (be angin buritan dan matahari pagi (masih) menyinar(i) daun-daunan (yang ada) dalam rimba dan (yang ada di) padang (rumput yang meng)hijau(.)
Kemasyarakatan
101
Bentuk 2 Seorang ibu (orang tua) meminta anaknya yang sangat disayangi untuk mengembar mencari pengalaman dan pengetahuan di mana pun di dunia ini yang begitu luas dan bebas. Kesempatan pengembaraan itu tidak ada batas waktunya; selama angin mas angin buritan dan matahari masih bersinar. Setelah setiap bait diparafrasakan, untuk menyingkat pengungkapan makna atau pe puisi, Anda dapat meringkas parafrasa tersebut dalam sebuah paragraf.
Uji Kompetensi 7.6
Parafrasakan puisi di bawah ini!
Pahlawan Tak Dikenal Toto Sudarto Bachtiar Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Dia tidak ingat bilamana dia datang Kedua tangannya memeluk senapan Dia tidak tahu untuk siapa dia datang Kemudian dia terbaring, tetapi bukan tidur sayang Wajah sunyi setengah tengadah Menangkap sepi padang senja Dunia tambah beku di tengah derap dan suara menderu Dia masih sangat muda Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun Orang-orang ingin kembali memandangnya Sambil merangkai karangan bunga Tapi yang tampak wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tetapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda
102
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
B. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi unsur-unsur cerpen yang telah dibaca dan mengaitkan unsur intrinsik dengan kehidupan sehari-hari.
Menganalisis keterkaitan untuk intrinsik cerpen dengan kehidupan sehari-hari 1. Mengidentifikasi unsur-unsur cerpen yang telah dibaca Cerita pendek atau yang lebih dikenal dengan akronim cerpen merupakan salah bentuk karya prosa fiktif yang cukup dikenal dan digemari oleh masyarakat. Salah sa definisi cerpen adalah karya sastra prosa yang melukiskan pertikaian dramatik dan mengandung kesan tunggal yang dominan. Cerpen memiliki ciri-ciri, antara lain a. bersifat fiksi atau rekaan, b. penceritaan terpusat pada satu aspek cerita atau kejadian, c. masalah yang diungkapkan terbatas pada masalah penting, d. peristiwa disusun dengan cermat dan efektif, e. beralur rapat (tidak alur renggang seperti novel), dan f. perwatakan tokoh dikisahkan secara sekilas. Sebagaimana cerita fiksi lainnya, cerpen memiliki unsur-unsur pembentuk, yaitu ekstrinsik dan intrinsik. Unsur-unsur intrinsik penting dalam cerpen, antara lain a. tema, b. plot/alur cerita, c. penokohan (tokoh dan karakter tokoh), d. suasana dalam cerita, e. latar atau setting cerita, f. sudut pandang (point of view), dan g. gaya bahasa (style) pengarang. Untuk menelusuri maksud suatu cerpen dapat diawali dengan menangkap tema cerita adalah pokok pikiran sebuah cerita atau hal yang dipakai sebagai dasar meng Dalam pengertian tema itu terkandung dua unsur pokok, yaitu 1. topik atau pokok pembicaraan, 2. tujuan atau maksud. Topik atau pokok pembicaraan bisa sangat luas atau panjang rentangannya; da masalah keluarga sampai masalah negara; dari cinta sampai benci. Topik hendakny terbatas cakupannya sehingga memungkinkan untuk diangkat sebagai dasar cerita. kita hendak menangkap masalah keluarga maka masalah itu dapat dipersempit foku menjadi masalah anak, ibu, ayah, nenek, atau lainnya, meskipun dalam cerita nanti s ”tokoh” keluarga dapat muncul secara bersama dan semua. Pendek kata, topik haru terfokus atau terpusat pada satu masalah yang telah dipilih sedemikian rupa sehingg menarik. Tujuan atau maksud dalam tema adalah sesuatu yang hendak dicapai oleh pen berupa perubahan sikap atau perilaku pembacanya setelah membaca karyanya. Tuj
Kemasyarakatan
103
itu dapat berupa makin dewasanya seseorang, mulai menyadarinya seseorang bahw malas dapat membahayakan, semakin sadarnya pejabat bahwa korupsi itu berdosa, sebagainya. Contoh-contoh rumusan tema adalah sebagai berikut. a. Setiap perilaku baik dan benar meskipun pada awalnya mendapat banyak tentan dan tantangan, selalu lebih baik daripada kejahatan. b. Kedurhakaan seorang anak kepada orang tua pasti akan mengakibatkan penderi kepada yang durhaka itu. c. Seseorang akan dapat meraih apa yang dicita-citakan dengan selalu tekun dan ra belajar serta beribadah.
Uji Kompetensi 7.7 1. 2. 3. 4. Bentuklah kelompok, tiap kelompok 3–5 orang! Tiap kelompok mencari cerpen sedikitnya dua buah! Analisislah unsur-unsur intrinsiknya (tema, penokohan, amanat)! Laporkan hasil diskusi tersebut dengan format sebagai berikut! Judul Cerpen ... Unsur Tema dst. 2. Mengaitkan unsur intrinsik cerpen dengan kehidupan sehari-hari Uji Kompetensi 7.8 Rumusan
Coba pahami sekali lagi cerpen yang telah Anda telaah atau analisis pada pelajaran di a (no.1)! Sekarang kaitkanlah unsur-unsur tersebut dengan kehidupan sehari-hari! Forma dapat membantu tugas Anda! Judul Cerpen ... Rumusan Unsur 1. .... dst.
Kaitan Unsur Cerpen dengan Kehidupan Sehari-Hari 1. ....
104
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Rangkuman
1. Unsur intrinsik cerita adalah unsur-unsur yang berada di dalam karya sastra yang saling berkait membentuk karya utuh. Unsur intrinsik meliputi: tema, karakterisas alur, seting, konflik, amanat, sudut pandang. Adapun unsur ekstrinsik cerita adala unsur-unsur yang berada di luar karya sastra tetapi memengaruhi bentuk dan isi karya sastra tersebut. Unsur ekstrinsik, antara lain, latar pengarang, budaya, ada politik, agama. 2. Untuk menentukan tema puisi diperlukan interpretasi yang tepat. Interpretasi ada upaya memberi makna atau menafsir puisi. 3. Puisi baru berdasarkan isi, antara lain, balada, romance, elegi, ode, himne, epigram, satire. 4. Memparafrasa puisi adalah mengubah bentuk puisi tanpa mengubah makna. Tekniknya menambah atau menyelipkan kata-kata lugas; memberi tanda baca; menyusun urutan kata pada puisi.
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 7 ini diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai b 1. 2. 3. 4. 5. 6. Timbul rasa senang membaca dan menganalisis cerita. Mengoleksi cerita rakyat. Menafsirkan puisi sesuai kedalaman pengetahuan. Tidak bosan membaca puisi. Timbul rasa senang mengumpulkan puisi karya orang lain. Berlatih memberi tanda baca atau kata-kata lugas pada puisi.
Kemasyarakatan
105
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1. Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tapi tidak tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang Berdasarkan isinya, puisi tersebut termasuk .... a. b. c. d. e. balada romance ode elegi himne
2. ... Si Ibu karena takut gemetar berkata, ”Airnya deras Anakku, mana mungkin ema mencebur ke sungai, emak tidak bisa berenang.” Mendengar jawaban ibunya, si U Muda naik pitam. Diambilnya sebuah ranting pohon dan dipukulkannya ke tengku ibunya. Si Ibu menjerit kesakitan. .... Kutipan dongeng di atas mengandung nilai .... a. b. c. d. e. politik budaya sosial budi pekerti adat
3. Pergi ke laut lepas, anakku sayang
Pergi ke alam bebas! Selama hari belum petang Dan warna senja belum kemerah-merahan Menutup pintu waktu lampau
Bait puisi di atas berisi amanat .... a. b. c. d. e. Pergilah selama hari masih siang Pergilan agar tidak mengganggu keluarga Carilah nafkah untuk bekal hidup Carilah ilmu atau pengalaman selagi usia masih muda Carilah ilmu atau pengalaman selagi masih sehat
106
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
4. Rumusan tema cerpen yang baik adalah .... a. b. c. d. e. mengandung cakupan topik dan tujuan yang khusus mengandung cakupan topik dan tujuan yang luas mengandung cakupan topik dan tujuan yang umum menyertakan perwatakan tokoh utama menyertakan konflik yang dialami tokoh cerita
5. Berikut yang tidak termasuk unsur intrinsik cerpen adalah .... a. tema b. alur cerita c. perwatakan d. amanat e. adat istiadat B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat! 1. Susunlah puisi yang berjenis berikut! a. Himne b. Ode 2.
Hutan K. Manis Hari ini aku melihat dan berbicara denganmu Dalam rindangan kehijauan dingin dalam dadamu Batangmu lurus tegak menyambutku Senyum anak tanah air yang punya belantara hadiah percuma Tuhan Yang Maha Esa. Kau sumber kekayaan Kau sumber ilham kau sumber kekuatan. Hari ini aku masih melihatmu esok entah di mana kau bersama nyanyian lagu kehijauan menghilang dari tanah airku. Hari ini tangan-tangan ganas kian menjelang kau ditebang masuk ke kilang atau dibakar diganti lalang. Esok anak-anakku berwajah walang rimba raya di tanah airnya sudah menghilang dan mereka tak kenal lagi mana meranti, kapur, dan keruwing.
Dari Antologi Puisi Jalan-jalan Berjalan-jalan, 1998: 92
a. b. c. d.
Tentukan tema puisi tersebut! Jelaskan maksud atau isinya! Dilihat dari isinya, termasuk jenis puisi apa? Sebutkan amanat yang tersirat di dalamnya!
Kemasyarakatan
107
Muhammad Rustandi Kartakusuma
Sastrawan Sunda yang sebaya dengan Angkatan ’45. Karya-karya sastranya meliputi esai, puisi, drama, cerpen, dan skenario. Selain disegani oleh masyarakatnya, Kartakusuma juga dihormati sebagai dosen tamu di beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat. Kartakusuma dilahirkan di Ciamis, Jawa Barat. la adalah pengarang berpengetahuan luas dan berminat besar terhadap kebudayaan Barat dan Timur. la beberapa kali berkelana di berbagai negara Eropa. Dramanya sarat dengan pemikiran filosofis, sedangkan sajaknya penuh renungan mistis. Minatnya itu terutama karena ia adalah pengagum Sanusi Pane. Beberapa karyanya yang penting, antara lain, Praboe dan Poetri (drama, 1950) Heddie dan Tuti (drama 1951), Rekaman dari Tudjuh Daerah (kumpulan cerpen, 195 Merah Semua Putih Semua (drama, 1961), dan Lagu Kian Mendjauh (skenario, 1961 Sajak-sajaknya, juga esai-esai budayanya yang kontroversial, masih tersebar di berb majalah sejak tahun 1950-an dan hingga kini belum dibukukan. Kartakusuma juga menulis dalam bahasa Sunda.
Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jilid 8
108
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 1
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1. Di bawah ini yang termasuk karakteristik cerpen adalah ..... a. b. c. d. e. 2. 1) 2) 3) 4) 5) terdapat banyak insiden dan bervariasi konflik yang terjadi mengakibatkan perubahan nasib tokohnya perwatakan digambarkan secara mendalam menggunakan alur rapat memerlukan audiensi dan penonton Jika diberi kesempatan saya mampu mengangkat barbel seberat 100 kg itu. Dengan rajin menabung, kita menjadi orang kaya. Beberapa waktu yang lalu Indonesia berhasil memboyong piala Uber Cup. Tepat pukul 06.00 WIB rombongan Presiden bertolak ke Jepang. Awan-awan bergelantungan sebagai tanda hujan akan turun. d. 2, 3, dan 4 e. 2, 3, dan 5
Di antara pernyataan-pernyataan di atas, yang termasuk opini terdapat pada uru a. 1, 2, dan 3 b. 1, 2, dan 4 c. 1, 2, dan 5
3. Di antara pernyataan-pernyataan di bawah ini yang termasuk fakta adalah ...
a. Sampai berita ini diturunkan, korban tragedi Lion Air 26 orang meninggal. b. SMAN I Baturetno akan merayakan HUT-nya tahun depan dengan meriah. c. Jika tidak ada kendala, tahun 2008 SMAN 1 Baturetno mencapai predikat se tipe A unggulan. d. Melihat cuaca saat ini, musim hujan akan berlangsung lama. e. Karena berlatih disiplin, tim bola voli kita pasti menjadi juara satu.
4. Seorang pria muda dari kampung merantau ke Jakarta. Ia tinggal di rumah pam Pamannya baik hati. Kemenakannya dicarikan pekerjaan. Setelah berpenghasila cukup, ia berpamitan kepada pamannya secara baik-baik. Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi di atas adalah .... a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang juga datang tampak muka, pergi tampak punggung seperti musang berbulu ayam seperti ayam kehilangan induknya ayam bertelur di pada mati kelaparan Bagus benar kelakuanmu adikmu kau bentak Sakit mataku melihat kelakuanmu Sakit tenggorokanku untuk menelan makanan ini Ah, bosan aku mendengar ocehanmu Ah, kau merasa kesepian di kotamu ini?
5. Kalimat di bawah ini yang tidak menggunakan majas sindiran adalah ....
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 1
109
6. Di bawah ini merupakan ciri paragraf narasi, kecuali .... a. menyajikan peristiwa secara urut b. ceritanya fiksi c. berupa daya khayal 7. d. kronologis e. meyakinkan pembaca
Elfi seorang anak yatim yang berasal dari keluarga tidak mampu. Bersama ad perempuannya yang duduk di kelas III SMP setiap hari membantu ibunya mengantarkan kerupuk bayam buatan ibunya ke warung-warung sekitarnya. Dia jatuh cinta kepada siswa baru teman sekelasnya bernama Alfian. Namun kalau keadaan sebenarnya diketahui oleh Alfian, karena mereka jauh berbeda, A di sebuah rumah mewah. Di sekolahnya, Elfi dan Alfian termasuk anak yang pin Pada suatu hari ketika pulang sekolah mereka bertemu di sebuah bus, siang Elfi mengetahui bahwa sebenarnya keadaan mereka tidak jauh berbeda. Alfian a seorang pembantu rumah tangga. Ia dapat bersekolah karena kebaikan majikan Amanat yang tidak sesuai dengan isi penggalan di atas adalah .... a. b. c. d. e.
membantu meringankan pekerjaan orang tua adalah perbuatan yang mulia jalan menuju sukses akan selalu terbuka bagi orang yang berkemauan maju untuk meningkatkan pendidikan, apa pun bisa dilakukan asal halal menjadi pembantu rumah tangga bukan pekerjaan hina kesuksesan dapat dicapai oleh yang punya modal besar
Judul Buku Teknik Wawancara Penulis Penerbit Tempat Jakarta Tahun 1981
8.
No. 1.
Halaman 20
SK. Bonar Bina Aksara
Penulisan catatan kaki yang benar berdasarkan data di atas adalah ... a. b. c. d. e. Bonar, S.K., Teknik Wawancara, Bina Aksara, Jakarta, 1981, hlm. 20. S.K.Bonar, Teknik Wawancara, Bina Aksara, Jakarta, 1981, hlm. 20. Teknik Wawancara, S.K.Bonar (Jakarta: 1981, hlm.20) Bonar, S.K. Teknik Wawancara. Jakarta, 1981, hlm.20. S.K.Bonar. Teknik Wawancara. (Jakarta: Bina Aksara, 1981) hlm.20.
9. Buku berjudul metode diskusi untuk SMA susunan Rulam Ahmadi terbitan Kanis diterbitkan di Yogyakarta tahun 1988. a. b. c. d. e. Rulam, Ahmadi. 1988. Metode Diskusi untuk SMA. Yogyakarta. Kanisius. Ahmadi, Rulam. Metode Diskusi untuk SMA. Yogyakarta: Kanisius, 1988. Ahmadi, Rulam. 1988. Metode Diskusi untuk SMA. Yogyakarta: Kanisius. Ahmadi, Rulam. 1988. Metode Diskusi untuk SMA. Kanisius: Yogyakarta. Ahmadi, Rulam. 1988. Metode Diskusi untuk SMA. Yogyakarta, Kanisius.
Berdasarkan data di atas, penulisan daftar pustaka yang tepat menurut EYD ad
10. (1)Bahasa berita menarik. (2)Masalahnya baru/aktual. (3)Bahasanya hangat dan segar. (4)Sumber berita berupa fakta/opini. (5)Tidak memerlukan bukti-bukti
110
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Deretan pernyataan tersebut yang tidak berkaitan dengan berita adalah .... a. (1) b. (2) c. (3) d. (4) e. (5)
11. Menjelang pukul 16.00 WIB penghitungan suara di empat tempat pemungutan s selesai, kemudian dibuatlah berita acara. Bapak Camat mengumumkan hasilnya yang bertanda gambar padi memperoleh 884 suara, disusul Sugino bertanda ga ketela 415 suara, dan Subroto bertanda gambar jagung 342 suara. Suara tidak Kesimpulan isi berita pada paragraf di atas adalah .....
a. Penghitungan suara dilakukan menjelang pukul 16.00 WIB b. Penghitungan suara dilakukan di empat tempat pemungutan suara c. Bapak Camat mengumumkan Maskuri bertanda gambar padi, Sugino ketela Subroto jagung d. Bapak Camat mengumumkan hasil pemungutan suara, dengan Maskuri seb pemenangnya e. Bapak Camat memilih Maskuri sebagai pemenangnya 12. Cermati penggalan berikut!
...............................................................................................................................
1) Selanjutnya izinkan saya memperkenalkan pembicara/penyaji diskusi pada kesempatan ini. 2) Beliaunya adalah Bapak Anton, S.H., seorang pakar hukum p 3) Sehari-hari bekerja sebagai pengacara tetapi juga Dosen Universitas Harapa Surakarta. 4) Beliau dilahirkan di Klaten tahun 1965. 5) Sekarang bertempat ting Jalan Halimah 107 Sukoharjo. 6) Pada kesempatan ini, saya mendapat tugas se moderator. 7) Di depan saya sudah singgung bahwa saya masih pelajar sehingg keikutsertaan saya ini adalah dalam rangka belajar. 8) Karena itu, maafkan keku kekurangan saya nanti. Kalimat yang tidak baku pada penggalan tersebut pada nomor ..... a. 2, 3, 8 b. 2, 8 c. 2, 4, 8 13. Diponegoro Di masa pembangunan ini Tuan hidup kembali Dan bara kagum jadi api Di depan sekali tuan menanti. Tak gentar lawan banyaknya seratus kali Pedang di kanan keris di kiri Berselempang semangat yang tak bisa mati.
Chairil Anwar
d. 2, 3, 4, 7, 8 e. 2, 3, 4
Tema penggalan puisi di atas adalah .... a. pembangunan b. peperangan c. keteladanan d. kedisiplinan e. kepemimpinan
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 1
111
14. Selain untuk bepergian, alat-alat pengangkut modern juga sangat penting dalam perdagangan. Seluruh kegiatan ekspor dan impor dapat dikerjakan dengan lanc karena pengangkutan modern. Di pelabuhan besar, seperti Tanjung Priok, Tanju Perak, Tanjung Mas, dan pelabuhan lain selalu ramai oleh kapal-kapal besar ya datang dan berangkat. Inti paragraf di atas mengemukakan masalah .... a. b. c. d. e. Di pelabuhan besar selalu ramai dengan kapal besar Semua kegiatan ekspor dan impor dapat berjalan lancar Alat pengangkutan modern sangat penting dalam perdagangan Alat pengangkutan modern, digunakan hanya untuk bepergian Alat pengangkutan modern sangat praktis dan efisien
15. Pernyataan yang paling tepat untuk memperkenalkan diri adalah ....
a. Saya perkenalkan kepada hadirin bahwa saya, Sugondo, S.H. Manajer Senio PT AFA b. Perkenankanlah saya memperkenalkan diri, nama saya Sugondo, S.H. kebe saya dipercaya sebagai manajer senior di PT AFA c. Saya bernama Sugondo, S.H. Saya berprofesi sebagai senior di PT AFA. Ha diketahui d. Nama: Sugondo, S.H. Profesi: Manajer Senior PT AFA e. Perlu saudara-saudara ketahui bahwa saya kebetulan bekerja sebagai mana senior di PT AFA. Nama saya Sugondo, S.H 16. ............................................ ............................................ Kaulah kandil gemerlap Pelita jendela di malam gelap Melambai pulang perlahan Sabar setia selalu
Amir Hamzah
Penggalan puisi di atas menggunakan majas ..... a. hiperbola b. personifikasi c. metonimia d. litotes e. repetisi
17. Orang yang tepat untuk memperkenalkan seorang penyaji dalam forum resmi (s nar) adalah .... a. peserta b. moderator c. pembicara d. notulis e. peninjau
18. Selain melakukan operasi karcis, PT KA Divisi Jabotabek juga menertibkan ped asongan di dalam kereta serta pedagang kaki lima yang berjualan di stasiun ker api, pada hari Rabu pagi dan malam. Sebanyak 40 pedagang asongan dan bela penumpang tanpa karcis terjaring dalam operasi di stasiun.
112
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Isi pokok paragraf tersebut adalah .... a. b. c. d. e. a. b. c. d. e.
Operasi penertiban oleh PT KA Divisi Jabotabek Pedagang kaki lima dan asongan terjaring Penumpang yang tidak membayar terkena operasi Hanya 40 penjual dan segelintir penumpang yang terkena penertiban PT KA Devisi Jabotabek menertibkan penumpang, pedagang kaki lima dan a Kisah cinta Paijo dan Waginah Proses penangkapan lele dumbo Senangnya hidup di negeri bahari Pengalamanku menjadi pelajar teladan Panorama pantai waktu senja
19. Topik berikut yang tepat dikembangkan menjadi paragraf eksposisi adalah ....
20. ..........................................
Gema gelombang guruh gemuruh Sunyi senyap sayup-sayup santai Berdasarkan bunyinya, rima yang digunakan dalam penggalan di atas adalah ... a. sempurna b. tak sempurna c. mutlak d. campuran e. aliterasi
21. Satu luapan rasa simpati yang muncul secara tiba-tiba membuat air matanya be di kedua mata Lucy. Kasihan, ibuku sayang, pikirnya. Betapa sering ibunya kela asalkan anak-anaknya tidak. Aku tidak boleh mementingkan diriku sendiri. Dem ia kemudian mendekatinya dan meletakkan kepalanya ke pangkuan ibunya. a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. tidak mementingkan diri sendiri keluarga yang akrab dengan lingkungan kesedihan yang mendalam sehingga muncul rasa iba pengorbanan seorang anak kepada ibunya anak yang manja biasanya mementingkan diri sendiri pada tahun 2010 Indonesia harus menjadi negara industri yang maju setiap pelajar membiasakan diri untuk bersikap disiplin sejak dini jiwa kewirausahaan perlu ditanamkan sejak anak duduk di bangku SD pemerintah harus lebih memerhatikan rakyat miskin rapat umum pemegang saham itu dihadiri oleh 55 pengusaha nasional
Nilai moral yang terdapat dalam penggalan cerpen terjemahan di atas adalah ...
22. Pernyataan berikut yang merupakan fakta adalah ....
23. Hal-hal berikut yang tidak perlu disampaikan kepada peserta dari penyaji untuk perkenalan dalam diskusi adalah.... a. b. c. d. e. riwayat pendidikan identitas pribadi latar belakang keluarga pengalaman dalam berorganisasi yang dimiliki pengalaman kerja
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 1
113
24. Terlihat tumpukan kerang hasil tangkapan sedang dicuci di tepi sungai, tidak jau dari sana ditambatkan perahu-perahu kuno. Agak ke tepi jalan, hamparan kain mengalasi ikan-ikan teri yang sedang dijemur. Latar cerita tersebut adalah .... a. pasar ikan b. tepi pantai c. tepi sungai a. b. c. d. e. 26. d. pelabuhan kecil e. sebuah objek wisata
25. Topik berikut yang tepat dikembangkan menjadi paragraf deskripsi adalah .... Kelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama Mari kita jaga kelestarian lingkungan hidup demi anak cucu Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab setiap warga Membangun kompleks perumahan yang berwawasan lingkungan Keindahan kota Bandung pada malam hari Aku Ingin Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api yang menjadikannya abu Aku ingin mencintaimu dengan sederhana Dengan syarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan yang menjadikan tiada
Sapardi Djoko Darmono
Suasana yang ada dalam puisi di atas adalah .... a. bimbang dan sepi b. bingung dan pasrah c. bahagia dan bingung 27. d. berontak dan kecewa e. haru dan romantis
Jika Anda ingin mengaktifkan PIN, bacalah panduan ponsel Anda atau hubu nomor bebas pulsa. Kesalahan memasukkan PIN sampai tiga kali berturut-turut memblokir kartu Anda. Jika terjadi, Anda diminta memasukkan PUK. Nomor PU diperoleh dengan menghubungkan layanan pelanggan, dengan menyebutkan no kartu Anda. Jika nomor PUK Anda salah memasukkan sepuluh kali berturut-turu kartu Anda akan rusak atau harus diganti. Hal yang diungkapkan dalam paragraf di atas adalah .... a. cara mengaktifkan PIN b. PIN awal ponsel c. memasukkan nomor PUK a. b. c. d. e. d. kartu ponsel e. cara menggunakan ponsel
28. Penulisan kata yang baku terdapat dalam kalimat .... Bajunya terbuat dari sutra Tempellah perangko di sudut kanan atas Dia harus berfikir jernih menyelesaikan soal itu Mereka sedang mentelaah puisi W.S. Rendra Saya berani menanggung risiko apa saja
114
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
29. Pernyataan berikut yang termasuk opini adalah ....
a. Anton sedang mendengarkan informasi kenaikan BBM di layar TV b. Menteri Kesehatan sedang menyampaikan informasi tentang bahaya demam berdarah c. Pada era globalisasi ini manusia sangat membutuhkan kehadiran internet d. Informasi terjadinya musibah tanah longsor disebarkan melalui media massa e. Dua presenter TV sedang menyampaikan informasi tentang musibah tanah l 30. Cermati kalimat-kalimat berikut! 1. 2. 3. 4. 5. 6. Acara selanjutnya paparan dari penyaji. Waktu dan tempat dipersilakan. Para pemenang lomba dimohon masuk ke dalam ruangan. Pesawat terbang itu jatuh ke bawah jurang. Dewan juri dimohon naik ke atas pentas. Atas perhatiannya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Acara selanjutnya sambutan. Bapak Aris, S.Pd. dipersilakan. d. 2 e. 4
Kalimat yang baku terdapat pada nomor .... a. 1 b. 6 c. 5 31.
Orang udik ini bernama Bejo. Ia datang ke kota untuk mencari keluarganya y sudah lama tinggal di kota. Suatu hari ia diajak berjalan-jalan di mal. Ia gemetar saat menaiki eskalator. Sikap keragu-raguannya maju-mundur. Langkah kakinya ekspresi rasa takutnya menimbulkan pemandangan yang menggelikan. Ilustrasi di atas menunjukkan kelucuan yang disebabkan .... a. ketakutan b. ketidakbiasaan c. keluguan d. keheranan e. kedunguan
32. Cermati penggalan puisi berikut! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau .......................... .......................... Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi
Chairil Anwar
Penggunaan majas hiperbola terdapat pada .... a. b. c. d. e. Kalau sampai waktuku Kumau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 1
115
33.
Sudah sekitar lima belas menit sado itu meluncur dengan kencang. Pak kus kelihatan sudah capek mencambuk kudanya yang sudah bersimbah peluh, seda penumpangnya kelihatan semakin tegang. Dengan kesal penumpang itu berser ”Belum sampai juga, Pak Kusir?” ”Sampai ke mana Tuan?” ”Ke stasiun, tentu! Ke mana lagi?” ”Ya Allah, Tuan! Kita sekarang menuju Desa Wonoasih, bukan ke stasiun!” ”Kusir bodoh! Untuk apa kita ke Wonoasih? Saya mau ke Jakarta! Siapa ya menyuruh ke Wonoasih?” ”Wah ...kereta ke Jakarta baru saja berangkat. Itu dia ... ia melintas di depa kita. Tadi Tuan tidak minta diantar ke stasiun sih!” Kelucuan cerita di atas terletak pada .... a. b. c. d. e. sado melaju kencang ketidaktahuan tujuan penumpang penumpang marah kepada kusir sado melaju kencang tetapi tujuan penumpang tidak sampai kusir dan penumpang yang bodoh
34. Pernyataan di bawah ini yang merupakan fakta adalah ....
a. harga minyak dunia tanggal 6 Mei 2004 mencapai 39,74 dolar AS per barel b. harga minyak yang mencapai 39,74 dolar per barel dalam waktu dekat dapat memicu kelesuan ekonomi c. nilai rupiah yang merosot 1.500 poin berpotensi mengacaukan APBN d. dengan tidak adanya monopoli, kita berharap bisnis telekomunikasi di Indone dapat lebih kompetitif e. tingginya tingkat pendidikan seseorang belum dapat menjamin kesuksesan o itu dalam rumah tangga
35. Puisi yang baik selalu mampu menggerakkan perasaan pembaca. Unsur yang t dapat menggerakkan perasaan tersebut adalah .... a. diksi b. majas c. tipografi 36. Cermati kalimat-kalimat berikut! d. rima e. irama
(1) Setiap makhluk hidup memerlukan energi. (2) Energi ada bermacam-macam (3) Minyak bumi yang digunakan terus menerus akan terancam habis. (4) Henda dilakukan penghematan energi. (5) Energi listrik digunakan untuk penerangan d pemakaian alat-alat elektronik. Opini yang terdapat dalam paragraf di atas adalah nomor .... a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5
116
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
37. Bila Anda menulis deskripsi tentang candi Borobudur, yang perlu diuraikan adala
a. Berapa dana yang diperlukan untuk memugar candi tersebut b. Mengimbau masyarakat agar tidak merusak candi c. Lokasi candi, bentuk bangunan, ramainya pengunjung, berapa banyak candi yang ada d. Kehidupan seorang penjaga candi yang telah bekerja sejak zaman Belanda e. Sebab-sebab candi tersebut harus dipelihara dengan baik a. mencari bahan/data b. menentukan tujuan c. menentukan judul a. b. c. d. e. d. menentukan topik e. menyusun kerangka karangan
38. Langkah yang kita tentukan pertama kali dalam menulis karangan eksposisi ada
39. Ide yang dapat dituangkan menjadi tulisan (paragraf) deskripsi adalah .... Laporan pertandingan Persib dan Persija Bromo adalah daerah wisata dengan kaldera yang luas Proses pembuatan tempe bongkrek Pakailah sepatu buatan Cibaduyut, produksi nasional Kisah pendaki gunung yang tersesat di pulau angker d. deskripsi atau eksposisi e. eksposisi atau argumentasi
40. Karangan tentang proses pembuatan sesuatu lebih tepat bila disajikan dalam be a. narasi atau deskripsi b. narasi atau eksposisi c. argumentasi atau persuasi 41. Dalam kitab suci semua orang disayangi Pelacur, penjahat dan para penjudi Termasuk tentara dan polisi Sifat yang keji Itulah mesti dijauhi Amanat yang terkandung dalam puisi di atas adalah .... a. b. c. d. e. 42. menjadi pelacur dan penjahat itu bisa menjadi baik pelacur, penjahat, penjudi diperbolehkan pelacuran dan perjudian tidak boleh dilarang semua orang harus dibiarkan bebas memenuhi hak asasinya semua orang harus menghindari perbuatan yang keji
Di antara karang dan hasil laut yang melimpah, hidup mereka tampak dama bersahaja. Mereka tidak ingin berbeda dengan sesamanya. Mereka hidup meng dan melestarikan jalan hidup para leluhur, hidup bermasyarakat dengan alam. Pokok pikiran yang terkandung dalam paragraf di atas adalah .... a. b. c. d. e. mereka tampak hidup damai dan bersahaja mereka hidup bersahabat dengan alam mereka hidup di antara karang dan laut mereka tidak ingin berbeda dengan sesamanya mereka mengikuti jalan hidup leluhur
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 1
117
43. Hal yang tidak perlu diperhatikan dalam membaca (deklamasi) puisi adalah .... a. lafal b. tekanan kata c. intonasi 44. Jika bayang telah pudar dan elang laut pulang ke sarang angin bertiup ke benua Tiang-tiang akan kering sendiri Dan nakhoda sudah tau pedoman boleh engkau datang padaku
Surat dari Ibu, Asrul Sani
d. alur e. nada dan suasana
Arti lambang ”dan nakhoda sudah tahu pedoman” pada puisi di atas adalah .... a. b. c. d. e. 45. sudah menemukan arah dan tujuan sudah menjadi nakhoda berpengalaman sudah mempunyai pasangan hidup sudah berilmu dan berpengalaman sudah mencari pedoman hidup
Sepulang sekolah di sebuah angkot, seorang wanita tiba-tiba mengangkat H merek Nokia. Setelah wanita tersebut selesai melakukan percakapan, seorang b di sebelahnya berkata, ”Eh, HP-nya sama dengan punya saya”. Tiba-tiba satu p satu penumpang angkot mengeluarkan HP dengan merek yang sama. Saya pun mengeluarkan HP yang sama. Seseorang menyeletuk, ”Yah, namanya juga HP umat.” Semua penumpang tertawa. Penggalan cerita di atas termasuk cerita pengalaman .... a. gembira b. sedih c. menakutkan d. lucu e. haru
46. Peserta proyek di Kabupaten Wonogiri tidak dibayar sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat yakni Rp7.500,00/hari, namun hanya Rp4.000,00/hari. Penciu pembayaran yang ditempuh Pemda Kabupaten Wonogiri karena di wilayah itu d banyak yang memerlukan pekerjaan akibat kekeringan dan kemarau panjang be waktu lalu. Gagasan utama paragraf di atas adalah .... a. b. c. d. e. Proyek padat karya tidak dibayar Peserta proyek padat karya tidak dibayar sesuai ketentuan Ketentuan upah pemerintah pusat sebesar Rp7.500,00 per orang/hari Cara Pemda Kabupaten Wonogiri dalam rangka efisiensi pembayaran Banyak yang memerlukan pekerjaan akibat kekeringan
118
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
47. Cara yang tepat untuk meyakinkan orang lain/pendengar terhadap pendapat pe adalah .... a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. tujuan jelas, sikap terus terang, dan wajah serius tujuan jelas, pemakaian kata-kata ilmiah, dan tanpa teks tujuan jelas, mengakibatkan semangat, dan menggunakan teks tujuan jelas, menggunakan ilustrasi, dan ekspresi demonstratif tujuan jelas, mengemukakan fakta, dan satu tema kata-kata yang tidak penting dapat ditinggalkan jangan membaca ulang atau kembali ke belakang jangan membaca bersuara membaca dengan memahami kata per kata perlebar jangkauan mata kita dalam melihat teks
48. Berikut ini yang bukan hal untuk diperhatikan dalam membaca cepat adalah ....
49. Simpulan yang dapat kita rumuskan dari penelitian sederhana ini adalah dalam kehidupan sehari-hari ternyata terdapat dua kelompok masyarakat, yaitu masya teknologi dan masyarakat yang gagap teknologi, termasuk teknologi informasi. Pernyataan di atas tidak tepat jika dikemukakan dalam kesempatan berbahasa bawah ini .... a. b. c. d. e. berwawancara menyampaikan hasil penelitian menunjukkan karya tulis menyampaikan sambutan menceritakan kejadian yang dilihat
50. Jadi, soal kesejahteraan ini sangat berkaitan dengan beban ekonomi yang ditan Semakin besar tanggungannya, kalau tidak diimbangi dengan penghasilan akan semakin tidak sejahtera keluarga tersebut. Para ahli ekonomi berkata bahwa laj pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti jika laju pertumbuhan penduduk tetap t Oleh karena itu, meningkatkan kesejahteraan keluarga berkaitan erat dengan ju anggota keluarga yang ditanggung. Keduanya, dengan banyak anak tentu akan menimbulkan kesulitan ekonomi bila pencari nafkah hanyalah satu orang. Harus mencari pekerjaan sekarang ini sangatlah sulit. Pertanyaan di bawah ini yang relevan dengan paragraf di atas adalah ...
a. Benarkah kesulitan ekonomi suatu keluarga dipengaruhi oleh pertambahan j anak? b. Bagaimanakah kriteria utama keluarga yang sejahtera? c. Siapakah yang berkewajiban menanggung kesulitan ekonomi sebuah keluar d. Benarkah mencari pekerjaan pada zaman sekarang masih sulit? e. Apakah laju pertumbuhan ekonomi suatu negara berhubungan dengan tingk kesejahteraan penduduk negara tersebut?
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 1
119
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! 1. 2.
Jelaskan pengertian fakta dan opini, sertakan masing-masing dengan empat co persyaratan!
3.
SK Memperindag Nomor 32 Tahun 2003 tentang ETPIK yang diberlakukan bula Maret ini ternyata di Jawa Tengah dan Yogyakarta disalahgunakan. Pelakunya a oknum-oknum sebuah lembaga swasta. Caranya, mereka menyurati perusahaa perusahaan perdagangan tertentu untuk ditawari akan dibuatkan sertifikat penga ETPIK dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri. Syaratnya, perusahaan-perusahaa tersebut harus bersedia membayar tiga sampai lima juta rupiah, masing-masing a. Tentukan topik utama dan topik-topik pendukung! b. Ubahlah informasi tersebut dengan bahasa Anda sendiri! Susunlah pantun berkait, dengan ketentuan: a. tema berkaitan dengan masalah sosial b. minimal dua bait
4. 5.
Susunlah sebuah puisi baru yang berjenis epigram dengan tema pendidikan! Susunlah sebuah pengalaman pribadi yang mengharukan!
120
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran
Lingkungan Hidu
Pemanasan global sebagai akibat dari efek rumah kaca, sangat mengkhawatirkan kelanjutan kehidupan di bumi ini. Pemanasan global jika tidak dicarikan solusinya lambat laun akan mengakibatkan bumi ”terbakar” sehingga bumi tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk kehidupan. Menjaga lingkungan hidup agar senantiasa seimbang ekosistemnya merupakan solusi masalah pemanasan global. Memahami secara memadai seluk beluk lingkungan hidup akan sangat membantu bagaimana melestarikan lingkungan hidup. Oleh karena itu, gunakan tema tersebut sebagai bahan pembicaraan dalam belajar berbahasa pada pelajaran 8 ini. Ingat, bumi yang kita tempati adalah titipan anak cucu!
Sumber: Dokumen Pe
Teknologi dan Kemasyarakatan
121
I. Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mencatat pokok-pokok isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung, menyimpulkan isi informasi dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami, serta menyampaikan secara lisan isi informasi yang telah ditulis secara runtut dan jelas.
Menyampaikan isi informasi dari tuturan langsung 1. Mencatat pokok-pokok isi informasi tuturan langsung
Di bawah ini adalah sebuah teks yang merupakan teks berita. Nomor-nomor di dep kalimat adalah penanda unsur-unsur (5W + 1H) untuk memandu Anda!
Pemenang Nobel Fisika
(1) Selasa, 8 Oktober 2002, (2) The Royal Swedish Academy of Sciences, Swedia memutuskan untuk menganugerahkan separuh Nobel Fisika tahun ini dibagi dua, yaitu untuk (3) Raymond Davis Jr (University of Pennsylvania, Philadelphia, USA) dan (3) Masatos Khosiba (University of Tokyo) bagi kepeloporannya dalam astrofisika, khususnya dalam pendeteksian neutrino kosmik. Sementara, separuhnya lagi dianugerahkan kepada (3) Riccardo Giacconi, Associated Universities Inc, Washington DC, USA untuk kontribusinya dalam astrofisika yang berujung pada penemuan sumber sinar-X kosmik. (4) Penyerahan penghargaan itu dilaksanakan di kantor pusat The Royal Swedish Academy of Sciences, Swedia. (5) Kedua bidang yang mendapat penghargaan itu merupakan dua jendela yang memungkinkan kita memandang alam dengan lebih jelas dan menyeluruh.
(6) Bumi kita dilalui oleh aliran kontinu partikel kosmik dan berbagai radiasi. Para pemena nobel tahun ini telah menggunakan komponen-komponen alam yang sangat kecil untuk melihat benda-benda alam yang sangat besar, matahari, bintang, galaksi, dan supernova. Pengetahuan ini telah mengubah cara pandang kita terhadap alam. Seperti pernah ditulis, awalnya diduga bahwa energi matahari itu bersumber dari gaya gravitasi matahari dan tumbukan meteorit-meteorit ke permukaannya. Belakangan dibuktikan bahwa sumber energi matahari adalah pembakaran hidrogen yang menghasilkan helium.
Kompas, 24 Oktober 2004
Uji Kompetensi 8.1 1. Catatlah pokok-pokok isi informasi yang telah dibacakan teman Anda! 2. Secara khusus, catatlah unsur 5W + 1H!
122
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2. Menyimpulkan isi informasi dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami Jika berita tersebut diungkapkan kembali dengan bahasa yang (sedikit) berbeda contoh hasilnya sebagai berikut.
Hadiah nobel untuk bidang fisika tahun 2002 terpaksa dibagi dua untuk tiga orang. Penerimanya adalah Raymond Davis Jr. dari Universitas Pennsylvania, USA dan Masatoshi Khosiba dari Universitas Tokyo, Jepang, untuk separuh yang pertama. Adapun separuh lainn dianugerahkan kepada Riccardo Giacconi dari asosiasi universitas-universitas, Washington, Amerika Serikat. Hadiah diberikan pada hari Selasa 8 Oktober 2002 di Swedia.
Uji Kompetensi 8.2 1. Secara bersama-sama, dengarkan sebuah berita dari tuturan langsung! 2. Catatlah pokok-pokok berita! 3. Susunlah simpulan isi informasinya!
3. Menyampaikan secara lisan isi informasi yang telah ditulis secara runtut dan je Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan isi informasi d orang banyak. Hal itu meliputi sebagai berikut. a. Gerak-gerik (gestur)
Gerak-gerik harus lincah, luwes, bebas, tidak kaku, tapi tidak berlebihan. Tat matanya menyeluruh, tidak menatap satu orang saja. Raut muka atau air muka ta wajar tidak dibuat-buat. b. Teknik berbicara
Teknik bicara meliputi intonasi, cepat-lambat, tekanan, nada, dan sebagainya diperhatikan agar komunikasi tidak monoton dan kaku. c. Transisi
Transisi atau perpindahan dari satu topik ke topik lain harus dinyatakan seca jelas. Oleh karena itu, harus ada pemandunya. Pemandu itu dapat berupa jeda p atau penjelasan langsung, misal ”Bapak-bapak dan Ibu-ibu, selanjutnya, perkena saya menyampaikan masalah lain, ... dst.” d. Alat peraga
Alat peraga dapat menjadi sarana penjelas. Alat peraga hendaknya dipersiap sebelumnya sehingga tidak membuang waktu.
Uji Kompetensi 8.3
1. Sampaikan di depan kelas isi informasi yang telah Anda tulis! 2. Ambillah radio, dengarkan bersama-sama! Catatlah pokok-pokok informasi yang ter 3. Sampaikan inti atau simpulan informasi tersebut di depan kelas!
Teknologi dan Kemasyarakatan
123
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendata informasi dari sebuah artikel dengan mencantumkan sumbernya, merumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum di masyarakat (apa isunya, siapa yang memunculkan, dan sebagainya), serta memberikan kritik disertai alasan.
Memberikan kritik informasi dari media cetak atau elektronik 1. Mendata informasi dari sebuah artikel dengan mencantumkan sumbernya
Ketika Anda membaca sebuah buku atau artikel, kemungkinan besar Anda akan menemukan bagian yang merujuk pada artikel atau buku lain. Hal ini terjadi karena p artikel atau buku mengutip pendapat orang lain dari sumber tertentu.
Pengutipan pendapat orang lain dari sumber tertentu sebagai sarana memperkua membuktikan, atau memberi contoh bagi tulisannya sendiri merupakan bagian dari keilmiahan sebuah penulisan. Pengutipan itu sendiri harus menyertakan sumbernya.
Permasalahan yang berkaitan dengan nilai-nilai kepahlawanan tampaknya sudah har mulai diangkat ke permukaan. Kalau tidak, jiwa kepahlawanan hanya akan tinggal kenan Tidak akan ada lagi jiwa ksatria yang adiluhur. Menurut Satmono (1996: 26), inilah yang turut menyebabkan betapa mudahnya orang melakukan perbuatan tercela yang mengikis keutuhan sebuah bangsa. Lihatlah contoh, betapa mudahnya tawuran antarkelompok masyarakat terjadi, semangat separatis yang muncul di mana-mana, dan penggerogotan uang negara yang tidak kunjung teratasi.
Agar pemahaman Anda terhadap apa yang dimaksud oleh Satmono dalam kutipa atas lebih mendalam, sebaiknya membuka sumber aslinya kemudian mencatat infor penting lainnya dari sumber tersebut, terutama dalam halaman yang dirujuk (halama Sumber tersebut dalam artikel atau buku dapat dilihat pada daftar pustaka atau biblio Ketika Anda mencari sumber tersebut, Anda sedang melakukan kegiatan membaca memindai (scanning).
Tugas 8.1
1. a. Carilah sebuah artikel atau buku yang di dalamnya mengutip pendapat orang lain dari sumber tertulis! b. Catat sumber-sumber yang dirujuk tersebut! c. Carilah sumber yang dirujuk dan catat informasi-informasi penting lain dalam halaman artikel atau buku yang dirujuk tersebut!
2. Tulislah sebuah karangan singkat (lebih kurang 5.000 kata). Usahakan di dalamn memuat kutipan dari pendapat orang lain yang ada dalam sumber tertulis (artikel atau buku)!
124
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tugas 8.2
Susunlah sebuah rangkuman yang berisi informasi penting dari sumber rujukan yang telah Anda kerjakan dalam tugas sebelumnya!
2. Merumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum Suatu diskusi dilakukan karena adanya tujuan. Tujuan itu, antara lain, untuk me program; membuat konsep; mencari kesempatan; menyusun keputusan; mencari keunggulan dan kelemahan sebuah konsep/gagasan; menanggapi karangan, penda atau laporan; dan lain-lain. Selain itu, perlu diperhatikan bahasa dan sikap berdiskusi. Bahasa diskusi: a. sapaan tidak menyakiti orang lain; b. singkat, padat, tidak berbelit-belit; c. struktur bahasa mudah dimengerti; d. makna denotatif dan logis. Sikap berdiskusi: a. objektif, tanggapan mengena pada tema pendapat, bukan pada orang yang berpe b. tidak emosional; c. menghormati pendapat orang lain; d. berbicara dengan izin pemandu diskusi. Jika diskusi dilaksanakan untuk menanggapi karangan/pendapat/laporan penga bagaimana pelaksanaannya?
Tugas 8.3
Diskusikan ilustrasi berikut!
”Sebuah perusahaan tekstil bernama PT Sondatek mempekerjakan tenaga wanita sejumlah 5.000 orang wanita dan pria 3.000 orang. Jenis atau unit pekerjaan terbagi dalam 9 bagian, yaitu unit pemintalan, unit garmen, unit produksi, unit peralatan, unit keamanan, unit gudang, unit pengepakan, unit administrasi kepegawaian, dan unit pemasaran.
Khusus unit administrasi dan kepegawaian, serta unit garmen, waktu kerja 6 hari seming pada siang hari saja pukul 07.00 – 15.00. Unit pemasaran ke luar kota tak terbatas jam kerjanya, sedangkan unit yang lain, dalam sehari 24 jam itu terbagi menjadi tiga shift. Shift I pukul 06.00 – 14.00, shift II pukul 14.00 – 22.00, dan shift III pukul 22.00 – 06.00. Sebagian besar 9 unit tersebut dilakukan tenaga wanita, yaitu 65%, sedangkan tenaga pria 35%. Sepertiga dari tenaga kerja itu berdiam di asrama/mes, sepertiga di tempat kos, dan sepertiga lagi di rumah masing-masing yang berjarak 5 – 10 km dari perusahaan. Tidak ada transportasi antar-jemput karyawan.
Bekerja 8 jam tiap hari dengan istirahat 1 × 15 menit. Gaji mereka rata-rata di bawah UM
Teknologi dan Kemasyarakatan
125
Tugas 8.4
1. Bentuklah diskusi kelompok 5 – 8 orang per kelompok! 2. Diskusikan pertanyaan kelompok Anda terhadap topik berikut! Suatu perusahaan mempekerjakan anak di bawah usia kerja. Mereka diberi upah bawah upah dewasa, bahkan di bawah UMP. 3. Sampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas secara bergantian agar ditangg kelompok lain! 4. Selama diskusi, tulislah kata atau istilah sukar bidang industri yang muncul kemu cari artinya dalam kamus umum atau kamus istilah dan hasilnya susunlah dalam bentuk kamus kecil!
C. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mencatat pokok-pokok isi informasi pada halaman bab tertentu yang dirujuk, merangkum seluruh informasi ke dalam beberapa kalimat, membahas rangkuman yang telah dibuat, serta mengidentifikasi klausa dalam teks buku.
Merangkum isi informasi teks buku
1. Mencatat pokok-pokok isi informasi pada halaman bab tertentu yang dirujuk Ada beberapa bentuk cara menuliskan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu daft pustaka atau bibliografi, rujukan, maupun catatan kaki (footnote). Perhatikan contoh penulisannya berikut!
a. Bibliografi/daftar pustaka (ditulis pada akhir tulisan; dengan urutan abjad berda nama yang telah dibalik). Abas, Lutfi. 1967. Pengantar Linguistik dan Tata Bahasa Bahasa Indonesia I. Ban Jajasan Penerbit Universitas Padjadjaran. (rujukan dari buku) ____. 1972. Linguistik Deskriptif dan Nahu Melayu. Kuala Lumpur: Dewan Bahas Pustaka. (rujukan dari buku dengan pengarang yang sama di atasnya) Dewinta, Asih. 2001. Partisipasi Istri dalam Pemenuhan Kebutuhan Keluarga dala Masyarakat Pedesaan. Forum Penelitian, 1 (1): 23 – 34. (rujukan dari artikel jurnal) Jawa Pos. 2004, 22 April. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri. Hlm 5. (rujukan da harian) James, David, Spaniola, E., dan Butler, Jhon. Tanpa Tahun. Pengantar Inventaris Kebutuhan Rumah Tangga. Terjemahan oleh Hasan Alwi. 1985. Surabaya: P Cemerlang. (rujukan dari terjemahan dengan tiga pengarang tanpa tahun ter Pusat Bahasa. 2004. Pedoman Penulisan Penelitian Pendidikan. Jakarta: Depdik (rujukan dari lembaga yang ditulis atas nama lembaga tersebut) 126
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendid Nasional. 1990. Jakarta: Diperbanyak oleh PT Duta Pustaka. (rujukan dari do resmi pemerintah yang diterbitkan oleh suatu penerbit tanpa pengarang dan lembaga). Catatan: Dalam pengetikannya, cetak miring dapat diganti garis bawah pada setiap kata.
b. Rujukan 1) Rujukan langsung a) Soebroto (1990: 123) menyimpulkan ”ada hubungan yang erat antara fakto ekonomi dengan kemajuan belajar.” Atau b) Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ”ada hubungan yang erat antara sosial ekonomi dengan kemajuan belajar.” (Soebroto 1990: 123) 2) Rujukan tidak langsung a) Suhadi (1997: 25) berpendapat bahwa kecenderungan orang berbuat neka sering dipengaruhi faktor pemenuhan kebutuhan keluarga. Atau b) Kecenderungan orang berbuat nekat lebih sering dipengaruhi faktor gagaln memenuhi kebutuhan keluarga. (Suhadi 1997: 25)
c. Catatan kaki Bentuk ini sudah jarang dipergunakan untuk menunjuk ke rujukan tertentu. K masih, sifatnya hanya memberi penjelasan atau keterangan lebih lanjut dari apa y telah diutarakan sebelumnya.
Tugas 8.5
1. Carilah pengertian daftar pustaka dan bibliografi! Terangkan perbedaannya! 2. Susunlah sebuah karangan singkat dengan ketentuan sebagai berikut! a. Lebih kurang 1.500 kata. b. Bertemakan keluarga. c. Di dalamnya memuat sedikitnya empat sumber rujukan. d. Tuliskan daftar pustakanya! 3. Presentasikan karangan Anda tersebut dalam diskusi kelas! (Tidak harus semua
2. Merangkum seluruh isi informasi Beberapa langkah membuat ringkasan atau rangkuman. a. Membaca naskah asli. b. Mencatat gagasan utama atau hal-hal pokok karangan. c. Mengadakan reproduksi dengan cara menghubungkan gagasan-gagasan utama ada menjadi ringkasan dengan panjang lebih kurang seperlima karangan asli. d. Meringkas atau memadatkan bacaan yang ada menjadi lebih ringkas lagi dengan yang efektif.
Teknologi dan Kemasyarakatan
127
Uji Kompetensi 8.4 1. 2. 3. 4.
Apakah yang dimaksud rangkuman? Apakah tujuan membuat rangkuman? Sebutkan langkah-langkah membuat rangkuman! Langkah kedua membuat rangkuman adalah mencatat gagasan utama. Gagasan m yang perlu dicatat? 5. Apa tujuan mencatat gagasan utama sebelum meringkas?
D. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentatif, menyusun kerangka paragraf argumentatif, mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif; menyunting paragraf argumentatif yang ditulis teman; serta menggunakan kata penghubung antarkalimat dalam paragraf argumentasi.
Menulis gagasan dalam bentuk paragraf argumentatif 1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumentas
Ciri-ciri wacana argumentasi, meliputi: a. bersifat nonfiksi (ilmiah); b. bertujuan meyakinkan orang lain bahwa apa yang dikemukakan merupakan kebe c. dilengkapi bukti-bukti berupa data, gambar, tabel, dan sebagainya.
Adapun paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi pendapat dan diperku dengan alasan. Disebut paragraf karena adanya pengembangan topik menjadi bebe subtopik yang terwujud dalam beberapa kalimat.
Pola pengembangan yang dimaksud, antara lain, sebab-akibat,umum-khusus, kli antiklimaks, sudut pandang, perbandingan, analogi, contoh, proses, klasifikasi, dan d luas. Untuk lebih jelasnya, pola-pola tersebut akan dipelajari pada pelajaran berikutn sedangkan pada pelajaran ini secara khusus dipelajari ”pola sebab-akibat”.
Pengembangan dengan pola sebab-akibat a. Paragraf dengan pola pengembangan argumentasi sebab-akibat Ruangan ini harus ditata sedemikian rupa dengan memerhatikan tata indah, ta sehat, tata bersih, dan tata nyaman. Dengan ventilasi yang baik, udara selalu ber sehingga kesehatan penghuninya terjamin. Dinding di depan-belakang, samping kiri dicat dengan warna bening dan dihias sesuai dengan keperluan pengajaran. H menjadikan ruangan tampak asri. Meja guru Anda ditata dan selalu dijaga kebers yang akhirnya terlihat rapi dan bersih. Dengan penataan demikian itu, semua pen kerasan, suasana menjadi nyaman, damai, dan menyenangkan. 128
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
b. Paragraf dengan pola pengembangan argumentasi akibat-sebab Semua warga sekolah merasa bangga dengan wajah-wajah nan ceria. Hampi lomba taman dan keindahan selalu menyandang juara. Orang-orang yang lalu lal depan sekolah itu tak lupa melayangkan pandangannya. Tidak ada bunga layu di musim. Tidak ada ranting kering bertengger di pepohonan. Sudah selayaknya sek itu dipuji karena memang tampak indah, bersih, dan nyaman. Kedisiplinan menja keindahan taman telah dimiliki setiap warga sekolah. Mereka perlu dan harus dem prinsip yang dipegang teguh.
Dari contoh-contoh di atas tersirat bahwa topik-topik yang dapat dikembangkan m paragraf argumentasi bersifat khas. Di bawah ini beberapa contoh topik yang dimaks a. Pembangunan kota perlu memerhatikan unsur keindahan. b. Kebersihan tidak dapat dipisahkan dari keindahan. c. Kebersihan harus dicantumkan secara khusus dalam program pembangunan dae Uji Kompetensi 8.5 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
Apakah yang dimaksud paragraf argumentasi? Apakah yang dimaksud paragraf argumentasi sebab-akibat? Apakah yang dimaksud paragraf pola argumentasi akibat-sebab? Pada paragraf a (pola sebab-akibat), manakah unsur pendapat dan alasannya? Pada paragraf a (pola sebab-akibat), pernyataan mana yang berfungsi sebagai unsu Pada paragraf a di atas, manakah pernyataan yang berfungsi sebagai unsur akibat? Pada paragraf b, manakah unsur pendapat dan alasannya? Pada paragraf b, pernyataan mana yang berfungsi sebagai unsur akibat?
Tugas 8.6
1. Susunlah sebuah paragraf argumentasi pola sebab-akibat dengan topik ”kemasya 2. Susunlah sebuah paragraf argumentasi pola akibat-sebab dengan topik ”kemasya 2. Menyusun kerangka paragraf argumentatif a. Kerangka dengan pola sebab-akibat (I, II, III) 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) 4) Masyarakat belum menyadari pentingnya kebersihan. Lingkungan kumuh. Tak ada tempat yang nyaman. Lebih membanggakan luar negeri. Lingkungan kumuh. Tak ada tempat yang nyaman. Lebih membanggakan luar negeri. Masyarakat belum menyadari pentingnya kebersihan.
Teknologi dan Kemasyarakatan
b. Kerangka dengan pola akibat (I, II, III)-sebab
129
c. Kerangka dengan pola sebab-akibat (I, II, III)-akibat 1) 2) 3) 4) 5) 1) 2) 3) 4) 5) Masyarakat belum menyadari pentingnya kebersihan. Buang sampah sembarangan. Tempat umum terbengkalai. Pembangunan tidak berorientasi ke kebersihan. Tak ada tempat yang nyaman. Tak ada tempat yang nyaman. Masyarakat belum menyadari pentingnya kebersihan. Buang sampah sembarangan. Tempat umum terbengkalai. Pembangunan tidak berorientasi ke kebersihan.
d. Kerangka dengan pola akibat-sebab (I, II, III)
3. Mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraf argumentatif Perkembangan sebuah alinea dapat dinyatakan dengan mempergunakan sebabsebagai dasar. Dalam hal ini sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangk akibat sebagai perincian pengembangannya. Tetapi dapat juga terbalik: akibat dijadi gagasan utama, sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemuka sejumlah sebab sebagai perinciannya.
Persoalan sebab-akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya dengan proses. proses itu dipecah-pecahkan untuk mencari hubungan antara bagian-bagiannya mak proses itu dapat dinamakan proses kausal atau proses sebab akibat.
Dalam mengemukakan hubungan sebab akibat tersebut, penulis harus menggara persoalannya berdasarkan suatu rangka tertentu, misalnya berdasarkan kepentingan relatifnya, berdasarkan kesederhanaan atau kompleksnya, kelangsungan atau ketida langsungan sebab atau akibat itu terhadap gagasan pokok/gagasan utama. Perhatikan pola-pola pengembangan paragraf berikut! a. Pola sebab akibat I akibat II akibat III akibat IV
Masyarakat belum begitu menyadari arti penting kebersihan dan keindahan. Lingkungan, baik di kota maupun di daerah, menjadi terlihat kumuh. Tidak ada la tempat yang nyaman disinggahi dan sedap dipandang. Tidak mengherankan jika kemudian banyak anggota masyarakat yang lebih membanggakan tempat-tempa luar negeri daripada tempat-tempat sendiri. b. Polaakibat I akibat II akibat III akibat IV sebab
130
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Lingkungan, baik di kota maupun di daerah, menjadi terlihat kumuh. Tidak ad tempat yang nyaman disinggahi dan sedap dipandang. Tidak mengherankan jika kemudian banyak anggota masyarakat yang lebih membanggakan tempat-tempa luar negeri daripada tempat-tempat sendiri. Semua itu terjadi karena masyarakat begitu menyadari arti penting kebersihan dan keindahan. c. Polasebab I sebab II sebab III sebab IV akibat
Masyarakat belum begitu menyadari arti penting kebersihan dan keindahan. dibuang sembarangan. Tempat-tempat umum yang semestinya dipelihara dibiark terbengkalai. Membangun atau mendirikan bangunan dikerjakan dengan prinsip a terbangun, tidak ada konsep penataan dengan orientasi kebersihan dan keindaha Akibatnya, tidak ada lagi tempat yang nyaman disinggahi dan sedap dipandang. d. Pola akibat sebab I sebab II sebab III sebab IV
Rasanya, tidak ada lagi tempat yang nyaman disinggahi dan sedap dipandan Masyarakat belum begitu menyadari arti penting kebersihan dan keindahan. Sam dibuang sembarangan. Tempat-tempat umum yang semestinya dipelihara dibiark terbengkalai. Membangun atau mendirikan bangunan dikerjakan dengan prinsip a terbangun, tidak ada konsep penataan dengan orientasi kebersihan dan keindaha
Uji Kompetensi 8.6
1. Apakah yang dimaksud pengembangan paragraf pola sebab-akibat? 2. Apakah yang dimaksud pengembangan paragraf pola akibat-sebab? 3. Apakah yang dimaksud pengembangan paragraf pola akibat-sebab I, sebab II, seba dan seterusnya? 4. Apakah yang dimaksud pengembangan paragraf pola sebab-akibat I, sebab II, seba dan seterusnya? 5. Apakah yang dimaksud pengembangan paragraf dengan pola akibat I, akibat II, akib - sebab?
Teknologi dan Kemasyarakatan
131
Tugas 8.7
Susunlah paragraf argumentasi dengan topik keindahan atau kebersihan dengan po 1. sebab-akibat I, akibat II, akibat III, dan seterusnya 2. akibat-sebab I, sebab II, sebab III, dan seterusnya 3. sebab I, sebab II, sebab III - akibat 4. akibat I, akibat II, akibat III - sebab 4. Menyunting paragraf argumentasi tulisan teman
Tugas 8.8
1. Susunlah sebuah karangan pendek dengan ketentuan: a. panjang karangan 200–300 kata b. jenis karangan argumentasi c. tema keindahan atau kebersihan 2. Tukarkan hasil karangan Anda dengan karangan teman Anda! 3. Koreksilah berdasarkan: a. ejaan b. tanda baca c. kelengkapan dan keefektifan kalimat d. kelengkapan bukti-bukti dan alasan-alasan sehingga layak disebut karangan argumentasi
5. Menggunakan kata penghubung antarkalimat dalam paragraf argumentasi Konjungsi antarkalimat adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan antar kalimat satu dengan kalimat berikutnya. Konjungsi antarkalimat dalam bahasa Indon antara lain –s ebab itu (menyatakan hubungan sebab), – karena itu (menyatakan hubungan sebab), – oleh sebab itu (hubungan akibat), – oleh karena itu (hubungan akibat), – meskipun begitu (hubungan pertentangan), – meskipun demikian (hubungan pertentangan), – lagi pula (hubungan penambahan/penguatan), – akibatnya (hubungan akibat), – jadi (hubungan penyimpulan/penegasan).
132
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Perhatikan! 1. Bulan depan biasanya musim hujan dimulai. Oleh karena itu, sejak sekarang kita mulai mengantisipasi banjir. 2. Sejak tadi malam hingga saat ini hujan turun tiada henti. Meskipun demikian, kam tidak enggan berangkat sekolah. 3. Penebangan hutan tiada henti. Reboisasi pun tidak pernah digalakkan. Akibatnya bandang melanda kampung kita saat musim hujan tiba. 4. Kunir dapat dijadikan jamu pembunuh tumor. Temu ireng dapat dimanfaatkan un jamu pembunuh cacing dan pembangkit nafsu makan. Jahe bermanfaat mengha suhu badan. Merica tak ketinggalan juga mampu menaikkan tensi darah dan suh badan. Jadi, rempah-rempah besar sekali manfaatnya bagi kesehatan manusia. Catatan: Penulisan konjungsi antarkalimat selalu diikuti tanda koma (,).
Ada Apa dalam Bahasa Kita?
Konjungsi Antarkalimat Oleh Karena Itu dan Jadi
Dalam kegiatan berbahasa sehari-hari, baik lisan maupun tertulis, kita sering mengg atau menemui konjungsi oleh karena itu dan jadi. Perhatikan penggalan paragraf di baw
Jadi, sikap kritis dan kreatif menjadi hal yang sangat penting dalam upaya memperlu wawasan seseorang. Oleh karena itu, kita hendaknya senantiasa berusaha kritis dan k manakala menghadapi sebuah berita.
Ciri khas kedua konjungsi itu adalah bahwa keduanya digunakan di awal kalimat. Cir yang bersifat khusus sebagai berikut. 1. Konjungsi oleh karena itu digunakan untuk menyatakan hubungan akibat (konsekue Artinya, apa yang dinyatakan setelah konjungsi tersebut merupakan akibat (konseku dari sesuatu. 2. Konjungsi jadi digunakan untuk menyatakan hubungan penyimpulan atau penegasan apa yang telah dinyatakan sebelumnya.
Teknologi dan Kemasyarakatan
133
II. Kemampuan Bersastra
Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi cerita rakyat yang didengarkan, menentukan isi atau amanat yang terdapat di dalam cerita rakyat, menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat, membandingkan nilai-nilai cerita rakyat dengan nilai-nilai masa kini dengan menggunakan kalimat efektif, serta mengungkapkan kembali cerita rakyat dalam bentuk sinopsis.
Menemukan hal-hal yang menarik dari cerita rakyat 1. Mengidentifikasi cerita rakyat yang didengarkan Apakah cerita rakyat itu? Pelajarilah ciri-ciri dan contohnya berikut! Ciri-ciri cerita rakyat adalah sebagai berikut. a. Bersifat lisan. d. Bentuk dan isinya bersifat statis. b. Bersifat anonim (tanpa pengarang). e. Mencerminkan aturan-aturan hidup. c. Bersifat komunal (milik bersama). f. Istana sentris. Bacalah cerita rakyat berikut ini!
Ratu Laut Selatan Menurut cerita, Nyi Roro Kidul adalah seorang ratu berparas sangat cantik bagaikan bidadari. Kecantikannya tak pernah pudar sepanjang zaman, ibarat tak lekang oleh panas tak lapuk oleh hujan. Di dasar Laut Selatan, sebelah selatan Pulau Jawa, ia bertahta di sebuah kerajaan yang sangat besar dan indah. Siapakah Ratu Kidul? Konon, menurut yang empunya cerita, pada mulanya ia adalah seorang wanita yang berparas elok, Kadita namanya. Karena kecantikannya, Ia sering disebut Dewi Srengenge yang artinya matahari jelita. Kadita adalah putri Raja Munding Wangi. Walaupun Kadita berparas cantik jelita, raja tetap bermuram durja karena tidak mempunyai putra mahkota yang dapat dipersiapkan untuk menduduki tahta kerajaan. Barulah setelah raja memperistri Dewi Mutiara lahirlah seorang anak lelaki. Akan tetapi, begitu mendapat perhatian lebih, Dewi Mutiara mulai mengajukan tuntutan-tuntutan, antara lain, memastikan anak lelakinya memegang tahta kerajaan kelak dan Dewi Kadita harus diusir dari istana. Permintaan pertama diluluskan, tetapi untuk mengusir Kadita, Raja Munding Wangi tidak bersedia. ”Ini sangat keterlaluan. Permintaan kedua Adinda sungguh sangat tidak masuk akal dan sangat keji. Apa salah putriku Kadita?” Mendengarkan penolakan raja, Dewi Mutiara tersenyum manis penuh goda sehingga kemarahan raja sirna. Tetapi, diamdiam dalam hati istri kedua itu membara suatu dendam.
134
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Keesokan harinya, ketika ufuk fajar, Dewi Mutiara mengutus kaki tangannya untuk memanggil seorang tukang sihir. Kepada dukun sihir itu diperintahkan agar menggunagunai Dewi Kadita. ”Buatlah badan atau tubuh Kadita kudisan dan kurapan. Kalau engkau berhasil, akan aku beri hadiah yang sangat besar!” perintah Dewi Mutiara. Tanpa kesulitan mereka mencampurkan ramuan guna-guna itu ke dalam makanan Dewi Kadita. Malam harinya ketika Kadita sedang lelap, masuklah angin semilir ke dalam kamarnya, angin itu berbau busuk, mirip bau bangkai. Tatkala Kadita terbangun, ia menjerit. Seluruh tubuhnya penuh dengan kudis, bernanah, dan berbau tidak enak. Tatkala raja mendengar berita ini, dalam hati tahu bahwa yang diderita bukan penyakit biasa, tetapi guna-guna. Raja menduga Mutiara yang merencanakannya. Atas desakan patih, putri dibuang jauh agar tidak menjadikan aib. Maka berangkatlah Kadita seorang diri bagaikan pengemis yang diusir dari rumah orang kaya. Hatinya remuk redam bagaikan tersayat sembilu. Namun, dalam hati Kadita percaya bahwa Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan makhluk ciptaan-Nya dianiaya sesamanya. Campur tangan-Nya pasti akan tiba. Maka, dengan lapang hati diterimanya cobaan berat itu. Seperti yang sudah diajarkan neneknya almarhum, ia tidak boleh mendendam dan membenci orang yang membencinya. Biarlah orang-orang membencinya tetapi ia akan berusaha tetap menyayanginya. Siang malam selama tujuh hari tujuh malam ia berjalan, hingga akhirnya ia tiba di pantai laut selatan. Kemudian ia berdiri menatap laut berjam-jam lamanya. Lalu, didengar suara memanggil agar ia menceburkan diri ke laut. Tatkala ia mengikuti panggilan itu, begitu tersentuh air tubuhnya pulih kembali. Jadilah ia wanita cantik seperti sedia kala, bahkan ia segera menguasai seluruh lautan dan mendirikan kerajaan di Laut Selatan. Dialah kini yang disebut Ratu Laut Selatan.
Sari Cerita Rakyat
Uji Kompetensi 8.7
1. Pahami cerita rakyat ”Ratu Laut Selatan” tersebut! 2. Benarkah cerita rakyat ”Ratu Laut Selatan” berciri seperti yang disebutkan? Jawabla dengan format berikut! No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ciri-Ciri bersifat lisan anonim komunal statis mencerminkan aturan-aturan hidup instana sentris Penjelasan dan Kutipan
Teknologi dan Kemasyarakatan
135
2. Menemukan isi dan atau amanat cerita rakyat Uji Kompetensi 8.8 Berdasarkan cerita ”Ratu Laut Selatan” kerjakan soal-soal berikut! 1. Apa tema yang diangkat dalam cerita rakyat tersebut? 2. Apa isi cerita rakyat tersebut? 3. Apa amanat yang tersirat di dalamnya?
Tugas 8.9
1. Carilah cerita rakyat dari buku kumpulan cerita rakyat! 2. Pilihlah satu atau dua di antaranya! 3. Telaahlah unsur amanat dan isinya!
3. Menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat Ada beberapa hal yang menarik dari cerita ”Ratu Laut Selatan” di antaranya pen Kadita atau Dewi Srengenge adalah seorang Putri Raja Munding Wangi. Dia cantik j Karena akal busuk Dewi Mutiara, istri kedua ayahanda Sang Raja, Kadita menjadi ga jelek, diusir lagi dari istana. Namun dia, Kadita lapang dada dan pasrah kepada sang pencipta. Tidak mendendam. Nah, hal inilah yang sangat menarik. Seribu satu, bahk sejuta satu, anak manusia yang mempunyai sifat seperti Kadita.
Tugas 8.10
1. Carilah cerita rakyat di perpustakaan sekolah Anda! 2. Pilihlah dua atau tiga judul! 3. Apa yang menarik hati Anda dari cerita rakyat yang Anda baca tersebut?
4. Membandingkan nilai-nilai dalam cerita rakyat dengan nilai-nilai masa kini Nilai adalah hal-hal atau sifat-sifat yang penting dan berguna serta digunakan d kehidupan bermasyarakat yang dapat pula dijadikan norma atau aturan berkehidupa Ada beberapa nilai, yaitu sebagai berikut. a. Nilai religius/keagamaan atau ketuhanan adalah nilai yang berhubungan denga perilaku memercayai adanya Tuhan, pengamalan agama, dan sejenisnya. b. Nilai budaya atau kultur adalah nilai yang berkaitan dengan budaya masyarakat dalam menghadapi suatu masalah atau dalam menjalankan kehidupan bermasya c. Nilai etika atau moral adalah nilai yang mengajarkan kepada manusia bahwa ter orang lain harus menghormati, tidak menyakiti, tidak asusila, dan sejenisnya.
136
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
d. Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan kehidupan sosial, yakni ketika orang tidak dapat hidup sendiri, tetapi selalu membutuhkan kehadiran orang lain. e. Nilai pendidikan atau edukasi adalah nilai mengajarkan bagaimana seseorang berperilaku baik, dewasa, dan bermanfaat, serta dapat membedakan yang baik d yang buruk. Periksalah penggalan cerita rakyat tentang Ratu Laut Selatan berikut yang di da didominasi nilai-nilai religius atau ketuhanan dan nilai moral kemanusiaan! ....
Maka berangkatlah Kadita seorang diri bagaikan pengemis yang diusir dari rumah orang kaya. Dalam hati Kadita percaya bahwa Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan makhlu ciptaan-Nya dianiaya sesamanya. Campur tangan-Nya pasti akan tiba. Seperti yang sudah diajarkan neneknya almarhum, ia tidak boleh mendendam dan membenci orang yang membencinya. Siang malam ia berjalan hingga akhirnya ia tiba di Pantai Laut Selatan. Kemudian ia bagaikan mendengar suara memanggil agar ia menceburkan diri ke laut. Tatkala ia mengikuti panggilan itu, begitu tersentuh air tubuhnya pulih kembali. Jadilah ia wanita cantik seperti sedia kala, bahkan ia segera menguasai seluruh lautan dan mendirikan kerajaan di Laut Selatan. Dialah kini yang disebut Ratu Laut Selatan.
....
Tugas 8.11
1. 2. 3. 4. Bentuk kelompok beranggotakan 4 – 6 siswa! Carilah sebuah cerita rakyat di perpustakaan atau dari tuturan orang! Bacakan di depan kelas. Siswa lain menyimak! Catat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya!
Rangkuman
1. Teks berita menurut 5W(what, when, why, who, where) + 1H(how). 2. Menyampaikan isi informasi secara lisan di depan orang banyak (kelas) perlu memerhatikan gerak-gerik, lafal, intonasi, volume suara, tempo, maupun tekanan 3. Mengutip informasi dari buku atau majalah hendaknya mencantumkan sumberny (nama majalah, edisi, halaman). 4. Peserta diskusi seyogianya memahami dan menerapkan sikap yang santun selai bahasa. 5. Susunan daftar pustaka adalah nama penulis (jika lebih dari satu kata, kata terak ditulis di depan diikuti tanda koma) tanda titik, tahun terbit tanda titik, judul (ditulis miring) tanda titik, kota terbit tanda titik dua, penerbit.
Teknologi dan Kemasyarakatan
137
6. Tulisan argumentasi adalah tulisan yang berisi pendapat yang diperkuat dengan alasan yang kuat. 7. Pola pengembangan paragraf argumentasi, antara lain, sebab-akibat, akibat-seb umum-khusus, khusus-umum. 8. Jenis konjungsi antarkalimat menyatakan sebab-akibat: sebab itu, karena itu; menyatakan hubungan pertentangan: meskipun begitu, meskipun demikian, seka begitu; menyatakan kesimpulan: jadi, dengan demikian. 9. Ciri-ciri cerita rakyat, antara lain, bersifat lisan, anonim, komunal, statis, istana sentris, dan mencerminkan aturan-aturan hidup.
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 8 ini diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai b
1. Cermat memilih berita. 2. Tidak cepat mengiyakan terhadap berita yang tidak memuat lengkap unsur asidibime 3. Jadilah orang yang jujur. Menyebutkan kutipan dan penulisannya jika hal itu tulisan/g orang lain. 4. Jadilah orang yang intelektual, menghindari emosional. 5. Berdebat jika menghadapi hal penting. Berdebat dilandasi sumber yang kuat. Tidak b terhadap hal yang tidak penting. 6. Suka mengemukakan pendapat dengan bahasa efektif dan isi yang runtut serta berd sumber terpercaya. 7. Gemar membaca cerita rakyat.
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1. ”Saudara-saudara, mulai diberlakukannya SK dari Menperindag tentang ETPIK banyak
dimanfaatkan secara salah oleh beberapa oknum dari LSM untuk mengeruk keuntungan pribadi. Modusnya, mereka mengirim surat ke sejumlah perusahaan di Jateng dan DIY ya isinya menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut dapat memperoleh sertifikat ETPIK dengan membayar Rp3.000.000–Rp5.000.000 kepada pengirim surat.”
Informasi pokok yang tidak sesuai dengan tuturan langsung di atas adalah ....
a. Beberapa LSM beroperasi secara salah b. Tiga sampai lima juta cukup untuk memperoleh sertifikat ETPIK secara resmi c. Diberlakukannya SK tentang ETPIK mendorong beberapa LSM berbuat untuk kepentingan pribadi d. ETPIK dikeluarkan khusus untuk Jateng dan DIY e. LSM-LSM di Jateng dan DIY kebanyakan beroperasi untuk kepentingan pribad
138
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2. Bila harga minyak mentah dunia dapat bertahan di bawah harga 25 dolar AS per barel,
pemerintah dipastikan akan mengaitkan kembali harga BBM dalam negeri dengan patoka harga Mid Oil Platts Singapore (MOPS). Namun, kebijakan tersebut tidak serta merta aka dilakukan pemerintah sebab harga minyak di pasar dunia akan berpengaruh terhadap ha BBM dalam negeri setelah 2 bulan kemudian. Demikian dikemukakan Menteri ESDM Purnomo Yusgiyantoro kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/3). ”Meskipun harga minyak mentah sudah turun, tetapi pengaruhnya terhadap perhitungan harga BBM dalam negeri sangat lambat. Namun, penurunan itu tidak otomatis membuat harga BBM dalam negeri turun,” tegas Menteri.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi penggalan wacana tersebut adalah .... a. Harga BBM disesuaikan dengan MOPS yang berlaku di Amerika Serikat dan Singapura b. Ada kemungkinan harga BBM dalam negeri akan naik c. Ada kemungkinan harga BBM dalam negeri turun d. Pemerintah akan mengaitkan harga BBM dengan MOPS e. Harga minyak mentah di bawah 25 dolar AS relatif stabil
publik, Anda pasti mempunyai semacam penyesalan. Bisakah Anda ceritakan, sebagian antaranya?”
3. Bernama: ”Datuk Seri, setelah lebih dari 40 tahun berkecimpung dalam bidang pelayanan
Mahathir Muhammad: ”Ya, saya telah mengatakan bahwa penyesalan saya adalah orang Melayu yang coba kami bantu tidak memanfaatkan peluang yang kami ciptakan bagi mer Mereka bilang mereka tidak punya dana, maka kami ciptakan banyak dana. Lalu mereka mengatakan aku tidak punya tempat, kami bangun tempat untuk mereka. Kami ajari mere bagaimana cara berbisnis, tetapi mereka tidak mempunyai kebudayaan berbisnis.”
Pokok-pokok informasi yang sesuai untuk penggalan wawancara tersebut adalah
a. Selama berkecimpung di dunia pelayanan publik (politik), Mahathir Muhamma sering menyesal karena ketidakmampuannya meyakinkan orang Melayu b. Mahathir menyesal karena rakyatnya dari orang-orang Melayu kurang memilik c. Orang-orang Melayu lebih senang diberi daripada berusaha sendiri d. Mahathir Muhammad merupakan pemimpin Malaysia yang sangat dihormati o negerinya e. Kendala bisnis bagi orang-orang Melayu hanya pada masalah dana atau mod 4.
Ketika Raja mendengar berita ini, dalam hatinya tahu bahwa yang diderita bukan pen biasa, tetapi guna-guna. Raja menduga Mutiara yang merencanakannya. Atas desakan Patih, putri dibuang jauh agar tidak menjadikan aib.
Maka, berangkatlah Kadita seorang diri bagaikan pengemis yang diusir dari rumah or kaya. Dalam hati Kadita percaya bahwa Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan ma ciptaan-Nya dianiaya sesamanya. Campur tangan-Nya pasti akan tiba. Seperti yang suda diajarkan neneknya almarhum, ia tidak boleh mendendam dan membenci orang yang membencinya. ….
Penggalan cerita klasik di atas didominasi nilai-nilai .... a. sosial dan religi d. sosial dan moral b. religi dan moral e. sosial dan pendidikan c. religi dan pendidikan
Teknologi dan Kemasyarakatan
139
5. Pernyataan di bawah ini yang bersifat fakta adalah ... a. Olahraga Indonesia perlu mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah dan swasta. b. Sudah saatnya pemerintah tidak lagi mencampuri kehidupan berorganisasi masyarakat karena kebebasan berkumpul dan berserikat dijamin oleh undang undang dasar negara. c. Pola bertani para petani Indonesia sudah tidak cocok lagi menggunakan pola ekstensifikasi. d. Sudah tiga – empat tahun ini Indonesia mengimpor beras dari luar negeri, teru Vietnam dan Thailand. e. Jika tidak dipikirkan mulai sekarang, lingkungan hidup di kota-kota besar di In sia akan sangat jauh di luar ambang batas normal. B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Tuliskan empat buah topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf argumen 2. Susunlah kerangka paragraf argumentatif berdasarkan salah satu dari topik yang tulis tersebut! 3. Susunlah paragraf argumentatif berdasarkan kerangka yang Anda susun! Gunak minimal dua kata penghubung antarkalimat! 4. Berikan salah satu cerita rakyat dari daerah Anda! Sebutkan nilai-nilai yang terka di dalamnya, rumuskan nilai-nilai tersebut secara jelas! 5. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, separuh dari seluruh kasus baru
HIV/AIDS terjadi pada remaja berusia 15 – 24 tahun. Mereka terdiri atas laki-laki dan perempuan, terutama di usia produktif yang menghadapi berbagai masalah mulai dari pekerjaan, kehamilan muda, dan penyalahgunaan obat serta alkohol. Sebagian besar me tinggal di negara-negara berkembang. Hal tersebut merupakan kenyataan yang perlu sec serius diperhatikan semua pihak, mengingat orang muda inilah nantinya yang akan menja pemilik masa depan sebuah bangsa.
Tuliskan dua pokok informasi yang dapat Anda peroleh dari penggalan informasi
Peribahasa
Permulaan adalah separuh dari segala amal perbuatan. Batang pohon pendidikan pahit, tetapi buahnya manis.
140
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran
Ketenagakerjaan
Pengangguran masih sangat tinggi di Indonesia. Namun demikian, bukan bera yang sudah bekerja tidak memiliki masalah. Ketenagakerjaan ternyata masih dikelil berbagai kendala. Kendala-kendala itu terutama yang menyangkut upah atau gaji, keselamatan kerja, jaminan sosial, dan jaminan hari tua. Jadi, ketenagakerjaan teta menjadi masalah kita sebagai bangsa. Kalau begitu, cukup menarik bukan, membahas masalah ketenagakerjaan? Jadikanlah topik ketenagakerjaan untuk berlatih berbahasa dalam pelajaran ini!
Sumber: Dokumen Bank S
Ketenagakerjaan
141
I. Kemampuan Berbahasa
A. Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mencatat pokok-pokok isi informasi melalui rekaman atau teks yang dibacakan, menyampaikan secara lisan isi informasi secara runtut dan jelas, serta menyimpulkan isi informasi yang didengar.
Mencatat pokok-pokok isi informasi yang dibacakan Dalam mendengarkan informasi baik melalui rekaman atau pembacaan teks, h utama dan pertama yang perlu kita catat adalah gagasan pokok. Gagasan pokok ya dimaksud adalah ide atau pikiran yang menjadi inti atau pokok pembicaraan. Gagas pokok dapat dirumuskan dari hal-hal yang meresap dalam pikiran atau ingatan. Berikut disajikan teks. Salah seorang di antara Anda membacakannya, yang lai menyimak. Buku sebaiknya ditutup.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Seyogianya Masuk dalam Silabus Perguruan Tinggi
Sistem, teknologi, maupun cara-cara pembuatan beton, kayu, baja, dan bentuk-bentuk konstruksi lain sudah dikuasai dan diajarkan di perguruan tinggi. Namun, masalah bagaimana mempersiapkan pembangunan tersebut agar memberikan keselamatan dan kesehatan kerja, belum sepenuhnya mendapat perhatian. Pendidikan tentang K-3 (keselamatan dan kesehatan kerja), meskipun secara garis besar, seyogianya dimasukkan dalam silabus atau bagian dari silabus pada perguruan tinggi maupun pendidikan kejuruan. Dengan begitu, pada saatnya nanti penyelenggaraan proyek konstruksi tidak akan direalisasikan tanpa melaksanakan terlebih dahulu aturanaturan tentang K-3. Dengan pemahaman yang memadai tentang K-3, para pelaksana proyek jelas akan lebih peduli (concern) terhadap penyelenggaraan K-3 secara optimal. Sementara itu, biaya K-3 seharusnya dapat dialokasikan secara khusus menjadi beban pemilik proyek. Pemilik proyek, baik pemerintah maupun swasta, harus menyadari kepentingan ini. Demikian antara lain dikemukakan oleh Ir. Sudharmadi, WSk. M.M., staf pengajar jurusan arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, dalam ”Seminar Nasional Kesehatan dan Keselamatan Kerja” di Semarang, Sabtu siang. Seminar sehari ini diselenggarakan dalam rangka lustrum VII Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Sudharmadi mengatakan, dengan melakukan dua langkah strategis tersebut kedua belah pihak akan dapat melaksanakan K-3 secara optimal pada proyek konstruksi tanpa merugikan satu dengan yang lain. Di satu sisi kontraktor tidak akan mengurangi profitabilitasnya untuk penyelenggaraan K-3, sedang di sisi lain para penyelenggara proyek sudah akan secara otomatis melaksanakan pekerjaan dengan memerhatikan K-3 secara optimal karena memang sudah mendapatkan bekal pendidikan di bangku kuliah ataupun sekolah.
142
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Sementara itu, Direktur Bina Pengawasan Norma K-3 Depnaker, dr. Soekarno menyatakan, di Indonesia belum ada perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan untuk safety engineer. Baru di Universitas Indonesia Hyperkes, di Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Airlangga untuk D3 Hyperkes. Dalam rangka memasuki era industrialisasi, pertumbuhan industri yang mempergunakan proses produksi yang makin canggih akan makin meningkat pula. Karena itu, dunia pendidikan tinggi diimbau untuk menyelenggarakan pendidikan ahli K-3 safety engineer serta pendidikan manajerial untuk K-3. Dengan demikian, perkembangan teknologi yang makin maju dapat diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga kerja serta peningkatan penerapan K-3.
Suara Merdeka, 3 November 2004
Jika Anda cermati, maka secara umum teks tersebut membicarakan masalah K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) yang dikaitkan dengan usulan perlunya K3 diper dimasukkan, atau diajarkan di perguruan tinggi (PT) untuk meningkatkan kualitas keselamatan dan kesehatan kerja. Jadi, rumusan gagasan pokok atau inti sarinya ad Masalah K3 perlu mendapat perhatian, dimasukkan, dan diajarkan di perguruan tingg agar kualitas tenaga kerja meningkat dan K3 benar-benar diterapkan sebagaimana m Uji Kompetensi 9.1 1. Rumuskan ide pokok masing-masing paragraf teks tersebut! 2. Terangkan pengertian masing-masing gagasan tersebut!
Tugas 9.1
1. Guntinglah beberapa teks/bacaan tentang ketenagakerjaan (minimal empat judul dari media cetak! 2. Rumuskan gagasan pokok atau inti sari masing-masing teks tersebut!
B. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendata informasi dari sebuah artikel dengan mencantumkan sumbernya, merumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum di masyarakat, serta memberikan persetujuan atau dukungan dengan bukti pendukung.
Memberikan persetujuan atau dukungan terhadap artikel 1. Merumuskan pokok persoalan yang menjadi perdebatan umum di masyarakat Dalam berkomunikasi, topik merupakan sentral dari proses komunikasi itu send Semakin menarik dan berkualitas topik komunikasi, maka akan semakin menarik da
Ketenagakerjaan
143
berkualitas pula aktivitas komunikasi tersebut. Ketika kita menghadapi sebuah komu yang di dalamnya membahas atau mempersoalkan topik dan bahan pembicaraan ak kita pun harus pandai-pandai menangkap dan merumuskan meliputi apa isinya, siap memunculkan, kapan dimunculkan, apa yang menjadi latar belakangnya, dan sebag Jika Anda gemar membaca, misalnya membaca surat kabar, terkadang Anda m bacaan-bacaan tertentu yang memiliki tema dan membahas topik yang sama. Namu kesamaan tema atau topik tidak secara otomatis membawa kesamaan pembahasan ini merupakan tantangan bagi Anda untuk kritis dan cermat. Anda dituntut dapat mengemukakan dengan bahasa Anda sendiri permasalaha permasalahan yang dibahas dari sumber bacaan yang berbeda, tetapi bertema sam Perbedaan sudut pandang akan membawa perbedaan sikap dan nada penulisannya suatu masalah. Dari sinilah mungkin akan muncul permasalahan atau persoalan. Perhatikan dan bandingkan penggalan wacana berikut! Wacana 1
Hampir setiap orang mengakui bahwa pendidikan merupakan salah satu unsur penentu maju mundurnya sebuah bangsa. Namun demikian, mengatasi permasalahan pendidikan tidaklah semudah membalikkan tangan. Indonesia memiliki masalahmasalah pendidikan yang rumit seperti benang kusut. Satu teratasi muncul masalah baru adalah ciri khas masalah ini. Satu permasalahan yang menjadi sumbernya adalah keterbatasan dana pendidikan. Indonesia selama ini menyediakan dana pendidikan yang tidak pernah lebih dari tujuh persen. Padahal, idealnya dana pendidikan berkisar 20–26 persen dari keseluruhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk mencapai anggaran ideal tersebut, diperlukan kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap pendidikan nasional. Perlu disadari bahwa meskipun sepintas pendidikan sangat menyedot anggaran, namun dalam jangka panjang akan dapat menghemat anggaran-anggaran lain, misalnya anggaran lingkungan hidup, anggaran sosial, anggaran pemeliharaan pembangunan, dan sebagainya.
Wacana 2
Hampir setiap orang mengakui bahwa pendidikan merupakan salah satu unsur penentu maju mundurnya sebuah bangsa. Namun demikian, mengatasi permasalahan pendidikan tidaklah semudah membalikkan tangan. Indonesia memiliki masalahmasalah pendidikan yang rumit seperti benang kusut. Satu teratasi muncul masalah baru adalah ciri khas masalah itu. Satu masalah besar yang melingkupi dunia pendidikan Indonesia adalah rendah-nya kualitas guru atau pendidik.
Masih banyak guru yang hanya berpendidikan diploma tetapi harus mengajar sekolah menengah, baik pertama maupun atas. Setidaknya, guru sekolah menengah harus berkualifikasi sarjana. Masalah yang sama terjadi di jenjang sekolah dasar. Hampir 70 persen gurunya berpendidikan sekolah pendidikan guru (SPG). Tidak aneh jika kemudian muncul statemen dari pakar pendidikan dari lembaga terkait yang mengatakan bahwa hampir 60 persen guru di Indonesia tidak (kurang) layak mengajar. Untuk mengatasi hal ini, perlu ada upaya meningkatkan kualitas guru, salah satunya dengan mewajibkan mengikuti pendidikan lanjutan. Permasalahan
Permasalahan Masalah pendidikan yang utama dan perlu segera diatasi adalah rendahnya alokasi anggaran pendidikan nasional.
Masalah pendidikan yang utama dan harus segera diatasi adalah perlunya peningkatan kualitas guru atau pengajar.
144
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Setiap permasalahan atau persoalan harus diatasi. Bagaimana mengatasi suat masalah? Setiap orang tentu memiliki caranya sendiri untuk mengatasi permasalaha Oleh karena itu, permasalahan akan dapat diatasi dengan baik jika melibatkan orang ahli di bidangnya atau dilaksanakan dengan cara berdiskusi.
Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam mencari dan menyampaikan s masalah dalam diskusi adalah a. Anda harus memahami permasalahan secara mendalam, b. rumusan solusi harus logis, c. solusi harus operasional (dapat dan mudah dilaksanakan), d. menampung sebanyak mungkin aspirasi atau pendapat dan saran dari berbagai p e. tidak menimbulkan masalah baru, f. disampaikan secara santun.
Tugas 9.2
Terhadap permasalahan yang tertera menyertai penggalan wacana I dan II, coba lak sebuah diskusi kecil antara 3 – 5 orang. Laporkan hasilnya dalam format berikut. No. 1. Masalah Masalah pendidikan yang utama dan perlu segera diatasi adalah rendahnya alokasi anggaran pendidikan nasional. Masalah pendidikan yang utama dan harus segera diatasi adalah perlunya peningkatan kualitas guru/pengajar. Saran Pemecahan Keputusan/Simpulan/Saran 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. .... .... .... .... .... .... .... .... .... ....
2.
2. Memberikan dukungan dengan bukti Memberi tanggapan berita, baik berupa persetujuan maupun ketidaksetujuan, merupakan ciri perilaku ilmiah. Untuk mendukung atau memperkuat isi tanggapan te suatu pernyataan/berita, diperlukan bukti-bukti. Bukti-bukti yang sering digunakan un keperluan memperkuat tanggapan atau pendapat, di antaranya adalah laporan pene jurnal-jurnal, hasil survei, hasil jajak pendapat, dan hasil sensus.
Ketenagakerjaan
145
Bandingkan dua contoh pendapat atau tanggapan berikut! Pernyataan Pembangunan sebuah bangsa atau negara tanpa menyertakan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mustahil dapat berhasil. Tanggapan Tanpa Bukti Memang, sekarang ini zamannya zaman gila. Perilaku kebanyakan manusia sudah tidak berperikemanusiaan lagi. Kriminal merajalela di mana-mana. Pelanggaran hukum seakan-akan telah sangat biasa. Bahkan menjadi kebanggaan. Perilaku premanistik menjadi idola. Berbuat salah seakan simbol kejantanan. Tanggapan dengan Bukti
Memang, sekarang ini zamannya zaman gila. Perilaku kebanyakan manusia sudah tidak berperikemanusiaan lagi. Kriminal merajalela di mana-mana: pembunuhan perampokan, perampasan, bahkan pemerkosaan. Set hari media massa selalu memuat berita-berita krimina itu. Pelanggaran hukum seakan-akan telah sangat bia Bahkan menjadi kebanggaan. Main hakim sendiri ada buktinya. Maling ayam dibakar hidup-hidup. Pencopet dihajar secara massal hingga tewas. Penipu dibakar rumahnya, dan masih banyak contoh-contoh lain. Perilaku premanistik menjadi idola. Berbuat salah sea simbol kejantanan. Lihatlah perilaku para penganggur di tempat-tempat keramaian seperti di pasar, superma ket, perempatan jalan-jalan besar, dan sebagainya.
Tugas 9.3
Lakukanlah sebuah diskusi kelas untuk berlatih mengemukakan pendapat yang didu oleh bukti-bukti yang memperkuat pendapat. Untuk itu, lakukan tahap-tahap persiap berikut! 1. Bentuklah kelompok penyaji makalah yang terdiri atas 4 – 6 siswa. 2. Kelompok penyaji menyiapkan bahan atau makalah sederhana tentang teknologi berkaitan dengan peranannya dalam pembangunan bangsa. 3. Tunjuk moderator dan notulis/penulis. Jika perlu mintalah guru Anda menjadi mod rator. 4. Peserta diskusi yang lain harus aktif mengemukakan pendapat atau memberi tanggapan. Tanggapan dapat berupa persetujuan atau penolakan (ketidaksetujua Ingat, setiap pendapat harus disertai dengan bukti-bukti penguat! 5. Laksanakan diskusi pada pertemuan berikutnya!
146
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
C. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menentukan topik, menyusun daftar pertanyaan dengan memerhatikan kelengkapan isi, mencatat pokok pokok informasi yang diperoleh dari wawancara, serta menuliskan dari wawancara ke dalam paragraf dengan ejaan dan tanda baca yang benar.
Menuliskan hasil wawancara 1. Menentukan topik wawancara Wawancara (interview) adalah tanya jawab dengan seseorang untuk dimintai pendapatnya mengenai suatu hal. Dalam hal ini, seorang yang diwawancarai disebu narasumber dan yang mewawancarai disebut pewawancara. Hasil wawancara dimua surat kabar atau disiarkan melalui radio atau televisi. Topik yang dipilih seyogianya memenuhi syarat berikut. a. Aktual dan faktual. b. Bermanfaat bagi orang banyak. c. Menggugah hasrat orang banyak untuk berbuat positif. d. Menyumbangkan nalar. Topik yang dimaksud, misalnya sebagai berikut. a. Dengan keamanan yang tinggi dan modal kecil mampu menjadikan seseorang su berwirausaha. b. Ketekunan, kesabaran, dan keuletan merupakan modal utama seorang pengusah dalam menghadapi krisis ekonomi. c. Kreativitas merupakan aset yang paling berharga bagi seseorang untuk mandiri. Langkah-langkah dan pelaksanaan wawancara adalah sebagai berikut. a. Tahap persiapan 1) Persiapan alat (tulis atau perekam). 2) Persiapan materi, meliputi: menentukan tema atau topik dan tujuan, menentuk narasumber dan menghubunginya, serta menentukan pokok-pokok pertanyaa berdasarkan topik yang dipilih. b. Tahap pelaksanaan: melakukan wawancara dengan memerhatikan tata cara dan santun dalam berbahasa. c. Tahap laporan: membuat laporan hasil wawancara dalam berbagai bentuk, seper sistematis (format formulir), dan bentuk dialog. 2. Menyusun daftar pertanyaan
Petunjuk cara menyusun pertanyaan wawancara. a. Pertanyaan disusun untuk memperoleh informasi/data (kelengkapan data menca 5W + 1H). b. Pertanyaan tidak terlalu panjang. Setiap pertanyaan hanya menanyakan satu hal c. Kalimat pertanyaan disusun dengan jelas.
Ketenagakerjaan
147
d. Isi pertanyaan dibuat sejelas mungkin (operasional). e. Pertanyaan tidak menyinggung perasaan orang lain. Tata cara/sopan santun wawancara. a. Posisi relatif berhadapan. b. Tidak sering memotong pembicaraan. c. Penampilan sopan, rapi, terkesan hormat. d. Berbahasa baik.
Perhatikan pertanyaan-pertanyaan pada laporan hasil wawancara bentuk dialog d ini! Pewawancara adalah seorang siswa SMA kelas X, sedangkan narasumber adala Pak Martono, seorang pengusaha mebel. Uraikan unsur-unsur 5W + 1H-nya.
Pak Martono, Pengusaha Mebel yang Sukses
Pak Martono seorang pengusaha mebel, yang menurut banyak orang usahanya maju pesat. Padahal beliau ini seorang bapak muda, baru dua puluh delapan tahun usianya. Karena keberhasilannya itulah kami tertarik untuk mengetahui seluk beluk usahanya. Kami siswa SM kelas X melakukan wawancara dengan beliau tanggal 2 Desember 2003. Tanya : ”Sejak kapan Bapak menekuni usaha mebel ini?” Jawab: Jawab: ”Saya mulai buka usaha ini, ya kurang lebih sejak lima tahun yang lalu.” ”Ada meja, kursi, lemari, tempat tidur, bufet, rak buku, ya hampir semua mebel perlengkapan kantor maupun untuk rumah tangga, kami buat di sini.” Tanya : ”Barang apa saja yang Bapak produksi selama ini?”
Tanya : ”Barang-barang itu Bapak buat berdasarkan pesanan ataukah tidak?”
Jawab: ”Sebagian besar mebel-mebel ini kami buat atas pesanan. Ada pesanan dari kantor pemerintah, misalnya sekolah, kantor kelurahan, dan kantor dinas yang lain. Ada pula permintaan dari swasta, misalnya pertokoan, toko mebel, maksud saya perusahaan, dan lain-lain. Banyak juga permintaan dari perseorangan. Semuanya kami layani selama ada kemampuan untuk memproduksinya.” Jawab:
Tanya : ”Pak Martono, dari sekian banyak pemesan itu, adakah yang menjadi langganan?”
”Ya, tentu ada. Dan itulah yang mendorong kami untuk terus memproduksi. Merek itu, pelanggan kami, adalah toko-toko mebel. Ada toko mebel di daerah sekitar, ba ada yang di luar daerah, luar kabupaten maksud saya. Setiap stok hampir habis d toko mebel itu, mereka langsung menghubungi saya. Kadang-kadang saya yang berkunjung atau ngebel untuk menanyakan kebutuhan berikutnya.”
Tanya : ”Kayu apa yang Bapak gunakan sebagai bahan mebel ini?” Jawab:
”Bermacam-macam, tergantung keperluan dan permintaan. Tapi sebagian besar k jati, sebagian yang lain kayu mahoni, kadang-kadang kayu sono. Untuk lemari, ku dipan, dan etalase, kami menggunakan kayu jati minimal berumur 25 tahun. Adap untuk meja, bufet, dan sejenisnya digunakan kayu mahoni, kayu sono, dan kayu ja
....
148
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Uji Kompetensi 9.2
1. Apakah yang dimaksud wawancara? 2. Apakah tujuan wawancara? 3. Anda sering mendengar ada tes wawancara bagi seseorang yang hendak menjadi k sebuah instansi. Tes apakah yang dimaksud? 4. Sebutkan beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan wawancara 5. Sebutkan beberapa etika yang harus dipegang seorang pewawancara!
Tugas 9.4
1. Buatlah kelompok kerja yang masing-masing beranggotakan 3 – 5 orang! 2. Persiapkan sebuah wawancara dengan seorang tokoh di masyarakat sekitar And Sebelum wawancara dilaksanakan, rumuskan pertanyaannya. Pertanyaan itu har mewakili 5W + 1H. 3. Susun laporannya untuk kemudian ditampilkan di depan kelas!
II. Kemampuan Bersastra
A. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendiskusikan isi puisi (gambaran pengindraan, perasaan, pikiran, dan imajinasi) serta mendiskusikan makna atau maksud puisi.
Membahas isi puisi
1. Mendiskusikan isi puisi Puisi tercipta oleh seseorang yang terlatih dalam olah indra, rasa, pikiran, dan imajinasi. Sekian unsur tadi bergerak bersama. Namun demikian, tidak semua unsu tersebut memiliki porsi atau andil yang sama dalam melukiskan sebuah puisi. Saat te indra yang mendominasi dalam melahirkan begitu dan seterusnya. Atas dasar itulah lahir beberapa puisi yang bersifat sebagai berikut. a. Indratif (gambaran pengindraan, penglihatan, penciuman, pendengaran, dan lainb. Sensitif emosional (gambaran kepekaan perasaan). c. Sensitif intelektual (kepekaan berpikir). d. Imajinatif (ketajaman daya khayal atau cipta). Untuk memahami (pembaca) dan untuk mencipta puisi (penyair atau penulis), h menguasai diksi. Diksi (pilihan kata) inilah yang menuntun pembaca untuk mengetah jenis puisi dan lebih dalam lagi makna puisi. Demikian pula bagi sang penulis.
Ketenagakerjaan
149
Uji Kompetensi 9.3
1. Bentuklah kelompok diskusi terdiri atas 3–5 orang. 2. Apakah puisi berikut hasil atau pengindraan, perasaan, pikiran, atau imajinasi sang p Diskusikanlah! 3. Hasil diskusi disusun dengan format berikut! No. 1. 2. 3. 4. Aspek Pengindraan Perasaan Pikiran Imajinatif Isi .... .... .... ....
Laut Karya: Hidayat Di bibir pantai ini Aku bersimpuh, menatap sendu Sungguh biru warna laut-Mu Tuhan Selalu dalam ingatan terbayang-bayang Laut Engkau masih akan terus abadi Termenung mengamuk, kadang menangis Laut, betapa aku harus memandangmu Laut Aku masih di sini Memandang, mengenang, dan mengkhayalkanmu Betapa cepat waktu berlalu Tapi, aku akan selalu dan selalu Ingin menatapmu serta mengingatmu Di sisa-sisa hidupku
Kutipan Pendukung .... .... .... ....
2. Mendiskusikan maksud atau makna puisi Untuk dapat memahami tema, isi, dan pesan sebuah puisi diperlukan kegiatan perenungan (kontemplasi). Hanya melalui perenungan seseorang akan dapat mema menghayati, dan menilai sekaligus mengapresiasi (menghargai) puisi. Dari hasil pere akan muncul kemampuan interpretasi atau penafsiran arti/makna puisi. Menginterpretasi puisi adalah upaya memberi makna terhadap puisi. Dengan interpretasi akan dapat diraba tema, isi, dan pesan sebuah puisi.
150
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tema puisi adalah pokok/inti permasalahan yang menjadi dasar penulisan puis Tema puisi bersifat tersirat (implisit). Namun demikian, tema biasanya dapat ditelusu lewat judulnya.
Pesan atau amanat puisi adalah gagasan yang ingin disampaikan penyair kep pembaca. Melalui pesan dalam puisi, seorang penyair ingin mengajak para pembaca penikmat puisi melakukan sesuatu yang berharga, yang bernilai bagi ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, kebenaran, dan sebagainya.
Makna puisi adalah arti atau maksud yang terkandung dalam puisi yang dapat ditangkap oleh pembaca sesuai tingkat pengalaman dan pengetahuannya. Sekali lag makna puisi hanya dapat ditangkap melalui penafsiran/interpretasi. Karena itu, makn puisi akan berbeda-beda manakala penafsirnya tidak sama. Bahkan, bukan tidak mu akan bertolak belakang. Dalam penafsiran pasti akan ada unsur subjektivitas. Kedew kemantapan pengalaman, dan pengetahuan penafsir akan menentukan mutu rumus makna puisi. Sudah barang tentu, hanya penyairnya yang tahu makna persis puisi te Perhatikan puisi di bawah ini! Bacalah di depan kelas (4 – 5 siswa). Simak dan rasakan indahnya!
Kepada Sebuah Sajak Karya: Sapardi Djoko Damono Dengan rendah hati kuserahkan kau ke dunia sebab bukan lagi milikku. Tegaklah bagai seorang lelaki yang lahir dalam zaman yang riuh rendah dan memberontak kulepas kau ke tengah pusaran topan dari masalah manusia, sebab telah dilahirkan tanpa ayah dan ibu dari jemariku yang papa kau pun menjelma secara gaib wahai nurani alam aku bukan asal-usulmu. Kutolakkan kepada dunia nama baik serta nasibmu aku tak lagi berurusan denganmu sekali kau lahir lewat tangan-tanganku. Tegaklah seperti lelaki yang tanpa ibu-bapa mempertahankan nasibnya sendiri terhadap gergaji waktu
Tonggak 2:409
Puisi di atas akan terasa lebih mudah ditangkap makna atau maksudnya jika An menelusurinya lewat judul. Jelas, sang penyair hendak mengabari kita tentang sebu puisi setelah ditulis oleh penyairnya. Penyair (memang seharusnya) merasa tidak be lagi terhadap puisinya setelah puisi tersebut berada di tangan masyarakat. Masyarak yang berhak berbuat apa pun terhadap puisi itu, terutama dalam hal memberi makna Pembacalah pemilik puisi tersebut. Mau diapakan saja boleh. Mau dimaknai apa pun silakan, mau ditafsirkan ”semaunya” tidak salah, asal mempunyai dasar pijakan. Itul makna puisi ”Kepada Sajak” karya Sapardi Djoko Damono. Dari penafsiran seperti itu kiranya dapat dirumuskan temanya, yaitu tidak seora pun boleh merasa paling tepat memberi makna terhadap puisi (tidak terkecuali peny
Ketenagakerjaan
151
Amanat atau pesan yang dapat ditangkap adalah hendaknya puisi dianggap sebaga karya netral yang bebas diberi makna apa pun oleh pembacanya. Sudah barang tentu, bebas di sini berarti bebas dengan dasar yang tegas dan jelas.
Uji Kompetensi 9.4 1. 2. 3. 4. Terangkan yang dimaksud menginterpretasikan puisi! Apa pengertian tema puisi? Jelaskan arti amanat atau pesan dalam sebuah puisi! Setiap puisi memiliki makna. Apa maksud pernyataan tersebut?
Biasanya, untuk dapat memberi makna pada sebuah puisi seseorang merasa perlu m tahap membuat parafrasa. Membuat parafrasa (puisi) adalah kegiatan mengubah atau mengungkapkan kembali puisi ke bentuk lain (biasanya prosa) tanpa mengubah penger dengan maksud untuk dapat menjelaskan maksud atau maknanya yang tersembunyi.
Parafrasa biasanya diawali dengan menambahi atau menyelipkan kata-kata atau tan baca dalam puisi bersangkutan. Maksudnya adalah agar kalimat-kalimat, larik-larik, da bait terasa lebih lancar. Cara ini juga bertujuan menampilkan kembali kata-kata atau tan tanda baca yang semula sengaja dihilangkan oleh penyairnya. Kata-kata atau tanda-tan baca tambahan tersebut ditempatkan dalam tanda kurung. Langkah selanjutnya mengu puisi tersebut ke dalam bentuk prosa yang kata-kata di dalamnya sudah didominasi kata atau kalimat-kalimat si pembuat parafrasa. Perhatikan contoh berikut!
Surat dari Ibu Karya: Asrul San i Pergi ke dunia luas, anakku sayang pergi ke dunia bebas! Selama angin masih angin buritan dan matahari pagi menyinar daun-daunan dalam rimba dan padang hijau Pergi ke laut lepas, anakku sayang pergi ke alam bebas! Selama hari belum petang dan warna senja belum kemerah-merahan menutup pintu waktu lampau Jika bayang telah pudar dan elang laut pulang ke sarang angin bertiup ke benua tiang-tiang akan kering sendiri dan nakhoda sudah tahu pedoman boleh engkau datang padaku! Kembali pulang, anakku sayang kembali ke balik malam
152
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Jika kapalmu telah rapat kita akan bercerita ”tentang cinta dan hidupmu pagi hari.”
Contoh hasil parafrasa:
Bentuk 1 (satu bait): dengan menggunakan penanda hubung Pergi(lah) ke dunia (yang sangat) luas (itu) anakku (yang sangat kusayang(i). Pergi(lah) ke dunia (yang begitu menjanjikan (ke)bebas(an). (Pergilah), selama angin masih (berupa) angin buritan dan matahari pagi (masih) menyinar(i) daun-daunan (yang ada) dalam (hutan) rimba dan (yang ada di) padang (rumput yang meng)hijau(.) Bentuk 2 Seorang ibu meminta anaknya yang sangat disayangi untuk mengembara mencari pengalaman dan pengetahuan di mana pun di dunia ini yang begitu luas dan bebas. Kesempatan pengembaraan itu tidak ada batas waktunya, selama angin masih angin buritan, matahari masih bersinar. ….
Setelah setiap bait diparafrasakan, untuk menyingkat pengungkapan makna atau pesan Anda dapat meringkas parafrasa tersebut dalam sebuah paragraf.
Tugas 9.5
1. Carilah 2–4 puisi remaja dari media massa atau kumpulan puisi di perpustakaan 2. Masing-masing puisi diparafrasakan. Dokumentasikan hasilnya dan sumbangkan perpustakaan!
B. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menentukan topik yang berhubungan denga kehidupan diri sendiri untuk menulis cerpen; menulis kerangka cerp dengan memerhatikan kronologi waktu dan peristiwa; serta mengembangkan kerangka yang telah dibuat dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan.
Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri
1. Menulis cerpen Cerita pendek atau yang lebih dikenal dengan akronim cerpen merupakan salah bentuk karya prosa fiktif yang cukup dikenal dan digemari oleh masyarakat. Salah sa definisi cerpen adalah karya sastra prosa yang melukiskan pertikaian dramatik dan mengandung kesan tunggal yang dominan. 153
Ketenagakerjaan
Cerpen memiliki ciri-ciri, antara lain a. bersifat fiksi atau rekaan, b. penceritaan terpusat pada satu aspek cerita atau kejadian, c. masalah yang diungkapkan terbatas pada masalah penting, d. peristiwa disusun dengan cermat dan efektif, e. beralur rapat (tidak alur renggang seperti novel), dan f. perwatakan tokoh dikisahkan secara sekilas. Sebagaimana cerita fiksi lainnya, cerpen memiliki unsur-unsur pembentuk, yaitu ekstrinsik dan intrinsik. Unsur-unsur intrinsik penting dalam cerpen, antara lain a. tema, b. plot/alur cerita, c. penokohan (tokoh dan karakter tokoh), d. suasana dalam cerita, e. latar atau setting cerita, f. sudut pandang (point of view), dan g. gaya bahasa (style) pengarang. Untuk menelusuri maksud suatu cerpen dapat diawali dengan menangkap tema Marilah kita dalami unsur tema.
Tema cerita adalah pokok pikiran sebuah cerita atau hal yang dipakai sebagai mengarang. Dalam pengertian tema itu terkandung dua unsur pokok, yaitu a. topik atau pokok pembicaraan, b. tujuan atau maksud. Topik atau pokok pembicaraan bisa sangat luas atau panjang rentangannya; da masalah keluarga sampai masalah negara; dari cinta sampai benci. Topik hendakny terbatas cakupannya sehingga memungkinkan untuk diangkat sebagai dasar cerita. kita hendak menangkap masalah keluarga maka masalah itu dapat dipersempit foku menjadi masalah anak, ibu, ayah, nenek, atau lainnya, meskipun dalam cerita nanti s ”tokoh” keluarga dapat muncul secara bersama dan semua. Pendek kata, topik haru terfokus atau terpusat pada satu masalah yang telah dipilih sedemikian rupa sehingg menarik. Tujuan atau maksud dalam tema adalah sesuatu yang hendak dicapai oleh pen berupa perubahan sikap atau perilaku pembacanya setelah membaca karyanya. Tuj itu dapat berupa makin dewasanya seseorang, mulai menyadarinya seseorang bahw malas dapat membahayakan, semakin sadarnya pejabat bahwa korupsi itu berdosa, sebagainya. Berikut contoh-contoh rumusan tema. a. Kesetiaan terhadap pekerjaan akan memberikan kebahagiaan lahir dan batin, me harus melalui berbagai kendala atau penderitaan. b. Menentang nasihat orang tua, ayah, dan ibu, apa pun alasan atau dalihnya akan mendatangkan malapetaka. c. Memilih kekasih hanya atas dasar pertimbangan fisik (ketampanan atau kecantik akan mendatangkan masalah di kemudian hari.
154
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tugas 9.6
1. 2. 3. 4. 5. 6. Terangkan pengertian cerpen! Sebutkan lima ciri-ciri cerpen! Apa yang dimaksud tema cerita? Apa yang dimaksud topik atau pokok pembicaraan dalam tema? Terangkan yang dimaksud tujuan atau maksud dalam rumusan tema! Berdasarkan pengalaman Anda yang terkesan, rumuskanlah empat tema yang menarik untuk dasar penyusunan cerita pendek!
2. Menulis kerangka cerpen dengan memerhatikan kronologi waktu dan peristiwa Untuk memudahkan pengembangan tema menjadi cerita pendek, rumusan tem diperinci menjadi topik-topik. Perhatikan contoh tema dan rinciannya berikut ini.
Tema Kesombongan atau kebanggaan berlebih terhadap keunggulan fisik akan dapat mencelakakan seseorang, baik secara fisik maupun psikologis.
Rincian a. Seseorang merasa dirinya memiliki kelebihan secara fisik: tampan atau cantik da gagah atau seksi. b. Ketampanan atau kecantikan sedikit demi sedikit membuat seseorang tersebut m sombong. c. Seseorang itu merasa setiap tutur kata dan perilakunya menjadi perhatian orang; merasa setiap tutur kata dan perilakunya merupakan yang terbaik dan paling ben d. Tanpa disadari kesombongannya menimbulkan ketidaksukaan bahkan kebencian orang-orang di sekelilingnya. e. Ketidaksukaan sekelompok orang itu menimbulkan niat untuk mencelakakan si sombong.
Tugas 9.7
Rumuskanlah kerangka dari tema-tema yang tersedia di bawah ini! 1. Kesetiaan terhadap pekerjaan akan memberikan kebahagiaan lahir dan batin meskipun harus melalui berbagai kendala/penderitaan. 2. Menentang nasihat orang tua, ayah dan ibu, apa pun alasan atau dalihnya akan mendatangkan malapetaka. 3. Memilih kekasih hanya atas dasar pertimbangan fisik (ketampanan/kecantikan) a mendatangkan masalah di kemudian hari.
Ketenagakerjaan
155
3. Mengembangkan kerangka cerpen dengan memerhatikan diksi, tanda baca, da Menulis cerpen? Mengapa tidak. Dua langkah permulaan telah Anda lalui, yaitu menentukan tema dan memerinci tema (lihat pelajaran terdahulu). Kini, saatnya mel diri mengembangkan ide berdasarkan tema yang telah terumuskan. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa pada saat mengembangkan ide dalam bentuk tulisan (konsep cerpen), Anda harus benar-benar memerhatikan pilihan kata penggunaan tanda baca, dan ejaan yang benar dan efektif. Apakah diksi, tanda baca ejaan itu?
Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasa sehingga muncul atau diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Bandingkanl pasangan kata di bawah ini dan rasakan efeknya jika Anda membayangkan menggunakannya dalam kalimat! isak-tangis; sedih-pilu; tewas-mati; sakit-nyeri.
Ejaan adalah kaidah-kaidah atau aturan-aturan cara menggambarkan bunyi-bu (berupa kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan atau huruf-huruf serta penggunaan tanda-tanda baca. Dalam menulis cerpen, Anda akan sangat membutu kehadiran ejaan dan tanda baca. Oleh karena itu, miliki dan kuasailah buku EYD (Ej yang Disempurnakan)!
Ada Apa dalam Bahasa Kita?
Frasa sifat/adjektiva
Pada contoh kalimat Dua orang siswa SMA sedang membaca koran paling baru di perp terdapat beberapa frasa, antara lain – frasa bilangan : dua orang – frasa nomina : siswa SMA dan koran – frasa verbal : sedang membaca – frasa sifat : paling baru – frasa depan : di perpustakaan Catatan: Frasa dua orang siswa SMA tergolong frasa nomina.
Frasa sifat sama kelasnya dengan kata sifat. Kata sifat adalah kata yang dapat diga dengan paling, lebih, agak, sekali, amat, sangat, atau se-(reduplikasi)-nya. Jadi, kata-ka berikut temasuk kata sifat. lama, baru, indah, jelek, rapi, sesak, besar, kecil, merah, tinggi
Kata sifat digabung dengan unsur paling, lebih, agak, sangat, sekali berubah menjad frasa sifat. Oleh karena itu, kata tersebut menjadi paling lama, agak lama, lama sekali, s lama, dan selama-lamanya.
156
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Uji Kompetensi 9.5 1. Apakah frasa sifat itu? 2. Susunlah lima buah kalimat yang memiliki frasa sifat! 3. Susunlah paragraf yang memiliki minimal empat frasa sifat!
Tugas 9.8
Carilah sebuah teks atau susunlah sebuah teks kemudian identifikasikan frasa sifat yang ada di dalamnya!
Rangkuman
1. Hal utama yang perlu dicatat dari sebuah teks adalah pokok-pokok informasi atau ide pokok setiap bagian/paragraf. 2. Persetujuan atau penolakan harus disertai alasan yang logis. 3. Wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang untuk dimintai pendapatnya mengenai suatu hal. 4. Untuk melakukan wawancara, pewawancara harus menyiapkan beberapa hal, an lain, topik, daftar pertanyaan, perlengkapan, tempat, waktu. 5. Pernyataan disusun sistematis, dari yang sederhana menuju yang rumit. Dari tah awal sampai kendala kemudian solusi. 6. Puisi tercipta dari hasil olah indratif, rasa, pikir, dan daya khayal. 7. Ciri-ciri cerpen, antara lain, fiktif, terpusat satu aspek, alur rapat, perwatakan seki 8. Frasa sifat adalah frasa yang unsur pusatnya atau kedua unsurnya berkelas kata sifat.
Ketenagakerjaan
157
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 9 ini diharapkan Anda memiliki perilaku seperti be
1. Merasa kurang jika satu hari tidak memperoleh informasi penting dari media cetak a elektronik. 2. Menolak atau mendukung sebuah pernyataan atau karya dengan alasan yang logis. 3. Suka menggali pendapat atau informasi dari narasumber. 4. Melatih indra, rasa, pikir, dan daya khayal dalam mencipta puisi adalah salah satu ca tepat mendewasakan diri. 5. Memahami bahwa cerpen adalah karya imajinasi yang tidak identik dengan kehidupa nyata. 6. Tidak mudah suka atau benci terhadap isi cerpen. 7. Dengan senang berlatih menggunakan frasa sifat dalam berbagai keperluan.
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1.
Bahan baku yang digunakan adalah ubi kayu. Tanaman ini bisa ditanam di berbagai jen tanah, dan uniknya, di tanah yang tandus pun tanaman ini bisa hidup. Pada saat sekaran dikenal varietas Adika I dan II yang berumur 7–10 bulan dan mampu berproduksi 22 ton/h
Lokasi pabrik hendaknya tidak jauh dari areal perkebunan singkong karena masalah transpor dan ubi kayu yang digunakan adalah ubi kayu yang masih segar. Karena pabrik banyak menggunakan air, lokasinya jelas harus dekat sumber air, malahan yang terbaik adalah dekat aliran sungai. Soal air yang digunakan untuk produksi tepung tapioka ini ad air bersih yang jernih dan tidak berwarna. Masalah kualitas air ini sangat menentukan mu dari tepung yang dihasilkan.
Pertanyaan yang jawabannya eksplisit di dalam penggalan teks di atas adalah ... a. b. c. d. e.
Untuk apa saja tepung tapioka itu? Mengapa usaha pembuatan tepung tapioka mudah dilaksanakan di desa-desa Sebutkan ciri-ciri tepung tapioka yang baik! Alat apa saja yang diperlukan untuk membuat tepung tapioka? Apa syarat yang harus dipenuhi dalam memilih lokasi untuk pembuatan tepun tapioka?
2. Hal-hal yang harus kita hindari dalam menyanggah pendapat adalah sanggahan . a. objektif b. subjektif c. logis d. pada ide e. pada gagasan
158
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
3. Harus diakui bahwa nasib petani Indonesia masih perlu diperhatikan. Kenyataannya,
kesejahteraan petani di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu, pemerintah perl segera turun tangan menyiapkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada petani. Ji tidak, kehidupan petani yang seharusnya menjadi penopang ekonomi justru akan menjad beban negara. Sekali lagi pemerintah harus memihak kepada petani.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi penggalan wacana tersebut adalah ...
a. Petani membutuhkan berbagai subsidi dari pemerintah. b. Kehidupan petani masih perlu ditingkatkan lagi sejajar dengan nasib petani-pe di belahan dunia lain. c. Banyak langkah yang dapat ditempuh pemerintah untuk memacu penghasilan d. Petani hendaknya tidak bergantung kepada pemerintah. Mereka perlu mengembangkan sikap mandiri. e. Masalah utama yang dihadapi para petani Indonesia adalah masih minimnya s dari pemerintah.
4. Bahasa harus digunakan dalam diskusi sebaiknya santun. Bahasa yang santun a bahasa yang .... a. b. c. d. e. mencerminkan intelektual mencerminkan orang terpelajar sesuai dengan budaya orang borjuis sesuai adat istiadat daerah setempat mencerminkan budaya orang bawah
5. Dalam diskusi, sebaiknya digunakan bahasa yang efektif. Bahasa efektif adalah b yang .... a. b. c. d. e. panjang lebar, berandai-andai tidak menimbulkan ambiguitas susunannya singkat dan konotatif penuh nilai estetika budaya bangsa memiliki nilai historis suatu bangsa
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat! 1.
”Sektor pertanian masih menjadi andalan pemerintahan membangun ekonomi b Masalahnya, problem di sektor ini semakin hari semakin rumit. Pemerintah tampa belum dapat berbuat banyak untuk membenahi sektor ini. Ternyata, muara dari permasalahan itu adalah masih minimnya dana yang dapat dialokasikan ke sekto Buatlah pernyataan yang bersifat tanggapan dari paragraf di atas!
2. Terangkan makna puisi berikut menurut tafsiran Anda! Kehidupan
Oleh Siskawati S
Merpati putih Membawa seonggok hati buat bangsa Pagi ini, senyumnya tak pernah sirna Walau waktu berubah ia tetap mengitari dunia dengan cint
Ketenagakerjaan
159
Umar Kayam
Budayawan dan sastrawan Indonesia yang mulai terkenal luas sejak kemunculan majalah sastra Horison pada tahun 1966. la ketua Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ), juga guru besar di Universitas Gajah Mada Yogyakarta (sejak 1988). Umar Kayam dilahirkan di Ngawi, Jawa Timur. Kegiatan keseniannya dimulai tahun 1950-an di bidang teater dan jurnalistik di Yogyakarta. Setelah menyandang Ph.D dari Universitas Cornell, Amerika Serikat (1965), Kayam kembali ke Indonesia dan memulai kariernya sebagai penulis cerita pendek. Karya-karyanya dengan segera menarik perhatian para sastrawan dan pengam sastra di Indonesia, karena bergaya Hemingway. Gaya Hemingway lebih menitikbera penggambaran objektif suatu peristiwa tanpa keterlibatan subjektif penulisnya. Deng gaya ini muatan emosi yang terkandung di dalamnya muncul secara murni dan kuat. Cerpennya pada umumnya bertumpu pada suasana dan bergerak dalam suasana, m sajak-sajak afektif yang pada tahun 1960-an sedang melanda para sastrawan Indon Cerpennya yang terkenal dengan gaya itu adalah Seribu Kunang-Kunang di Manhattan, yang kemudian dijadikan judul kumpulan cerpennya. Bukunya yang la Sri Sumarah dan Bawuk (1975), berisi dua cerita pendek-panjang, tentang nasib par wanita yang menjadi korban peristiwa politik G-30-S/PKI tahun 1965. Seluruh cerpen dikumpulkan dalam satu buku lalu diterbitkan di Malaysia maupun Indonesia. Bebera cerpennya juga diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Karya ilmiahnya adalah Seni Tradisi dan Masyarakat. Pada tahun 1985 terbit bukunya Semangat Indonesia, Suatu Perjalanan Budaya (Gramedia 1985). Umar Kayam menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memenuhi permin berbagai lembaga pendidikan maupun pertemuan budaya-sastra untuk memberikan ceramah. Sebagai budayawan dan sastrawan besar ia kerap diundang ke pertemuan kebudayaan maupun sastra di dalam maupun di luar negeri.
Sumber: Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jilid 8
160
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran 1
Teknolog
Harus disadari bahwa teknologi merupakan salah satu penentu dan penanda kejayaan umat manusia baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Memahami, mengerti, dan menguasai teknologi jelas sangat diperlukan. Satu dari sekian banyak langkah yang dapat ditempuh untuk memahami teknologi adalah sering mendiskusikan dan membahasnya. Untuk itu, cobalah menggunakan masalah teknologi sebagai sarana belajar berbahasa dalam kesempatan ini.
Sumber: Clipart G
Teknologi
161
I. Kemampuan Berbahasa
A. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat merumuskan pokok persoalan yang menjad bahan perdebatan umum di masyarakat serta memberikan kritik dengan disertai alasan.
Memberikan kritik terhadap informasi dari media cetak dan atau elektronik 1. Merumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum di masy Banyak sekali isu yang kita jumpai dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara maupun internasional. Pokok persoalan di masyarakat, misalnya sebagai berikut. a. Bencana banjir disebabkan oleh penebangan hutan secara ilegal. b. Tersumbatnya saluran pembuangan limbah menimbulkan genangan dan kotoran sekitar rumah penduduk. c. Kenaikan harga BBM menimbulkan kenaikan harga sembako.
Pokok persoalan di tingkat negara, misalnya sebagai berikut. a. Maraknya korupsi oleh para pejabat. b. Peningkatan gaji anggota dewan (DPR/DPRD) tanpa disertai peningkatan kinerja Pokok persoalan di tingkat internasional, misalnya sebagai berikut. a. Uji coba nuklir oleh suatu negara. b. Intervensi negara adikuasa terhadap negara lain yang berdaulat.
Uji Kompetensi 10.1 1. 2. 3. 4. Bentuklah kelompok diskusi yang terdiri 3 – 5 orang! Rumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum di masyarakat! Diskusikan pokok persoalan tersebut! Susunlah laporan hasil diskusi!
2. Memberikan kritik dengan disertai alasan Kritik ditilik dari segi negatif (orang awam) berarti cemoohan atau kecaman. Dari positif/ilmiah (kaum intelektual), kritik adalah tanggapan yang disertai uraian dan pertimbangan baik-buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.
Sikap yang perlu diperhatikan dalam mengkritik adalah sebagai berikut. a. Bersikap objektif, tidak subjektif, maksudnya mengkritik pada sasarannya, menur apa adanya (fakta), tidak berdasarkan perasaan suka dan tidak suka.
162
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
b. Tidak emosional. c. Tidak berat sebelah. d. Didasari rasa hormat (terhadap karya orang lain).
Bahasa kritik sebaiknya sebagai berikut. a. Ilmiah, dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. b. Sopan, tidak menusuk atau menyinggung apalagi menyakiti perasaan orang lain. c. Singkat, padat, tidak berbelit-belit. d. Sederhana, mudah dimengerti, sesuai dengan tingkat intelektualitas si penerima e. Disertai alasan-alasan yang logis. f. Seimbang: kelebihan ataupun kekurangannya harus diungkapkan. Perhatikan contoh kritik di bawah ini! Objek: Pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia
Untuk memperkuat armada udara TNI, pemerintah memutuskan memesan pesawat tempur buatan Rusia bernama Sukhoi. Pesawat tempur ini merupakan yang tercanggih di kelasnya. Konon lebih hebat dari pesawat sejenis buatan Inggris atau Amerika Serikat. Sukhoi diharapkan mampu mendukung tugas berat TNI, khususnya angkatan udara, dalam mengemban tugas berat menjaga kedaulatan RI. Keputusan membeli empat sampai dua belas unit pesawat ini dapat dipahami mengingat begitu luasnya wilayah atau teritori Indonesia yang merupakan pulau-pulau.
Kritik:
Pesawat merupakan sarana penting bagi TNI untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI. De bentuknya yang kepulauan, TNI idealnya memiliki skuadron pesawat tempur yang modern, canggih, dan memiliki daya jelajah tinggi agar dapat memantau keamanan seluruh wilayah Indonesia secara memadai. Jadi, keputusan membeli pesawat Sukhoi perlu didukung.
Tetapi sayang, pembelian pesawat tersebut tidak disertai keterbukaan penggunaan angg negara. Terkesan ada prosedur yang dilompati sehingga menimbulkan pertanyaan dari berb kalangan, termasuk DPR. Bukankah akan lebih baik jika pemerintah mengedepankan keterbukaan dalam penggunaan dana untuk membeli pesawat ini? Toh, pesawat itu demi keutuhan NKRI. Jangan disalahkan jika di kalangan masyarakat awam kemudian timbul kecurigaan adanya korupsi. Selain itu, pemerintah sudah saatnya lebih mengedepankan tran fer teknologi daripada sekadar membeli dan membeli. Dengan begitu, suatu saat akan lebih membanggakan jika Indonesia mampu menciptakan pesawat tempur sendiri. Bukankah tekn kepesawatan telah dikuasai oleh PT Dirgantara Indonesia?
Uji Kompetensi 10.2 1. 2. 3. 4. 5.
Bagaimana sikap mengkritik yang baik? Jelaskan bahasa kritik yang tepat! Apakah contoh kritik tersebut sudah memenuhi syarat? Syarat mana yang terabaika Apa yang dikritik dalam hal tersebut? Kepada siapa kritik tersebut ditujukan?
Teknologi
163
B. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat merangkum seluruh isi informasi ke dalam beberapa kalimat.
Merangkum isi informasi ke dalam beberapa kalimat
Tujuan membuat rangkuman adalah mengetahui dan memahami isi sebuah buku/ karangan/pembicaraan yang panjang dengan menulis kembali pokok-pokok karangan/b pembicaraan tersebut secara runtut dan proporsional agar mudah untuk mengingat kem isi keseluruhan buku/karangan/pembicaraan yang dirangkumkannya.
Di bawah ini sebuah ilustrasi diskusi yang di dalamnya melibatkan dua pembicara y sedang mengemukakan pendapatnya tentang masalah penyakit flu burung. Perhatikanl dan cermati contoh rangkumannya! Pembicara 1
Saya kira masyarakat tidak boleh kita takut-takuti dengan mengingatkan bahwa flu burung membahayakan jiwa manusia. Memang, flu ini dapat menyerang manusia. Akan tetapi, samp saat ini belum ada bukti ilmiah yang mengarah pada bahaya flu ini kepada manusia. Pada dasarnya, asal dagingnya berasal dari ayam yang sehat kemudian dimasak secara benar dan benar-benar matang, kita tidak perlu khawatir.
Pembicara 2
Memang, belum ada bukti ilmiah tentang bahaya virus ini bagi jiwa manusia. Akan tetapi, say berpendapat lebih baik sedia payung sebelum hujan. Kita harus tetap berhati-hati. Yang namanya virus itu barang kasat mata sehingga kita tetap perlu waspada. Lebih baik tidak makan daging ayam untuk sementara daripada tidak sengaja terserang penyakit flu burung itu. ….
Rangkuman pendapat
Penyakit flu burung perlu diwaspadai, meskipun secara ilmiah belum terbukti dapat membahayakan jiwa manusia. Namun demikian, kewaspadaan tersebut jangan sampai terkesan menakut-nakuti masyarakat sehingga masyarakat secara total tidak mengonsumsi daging ayam.
Uji Kompetensi 10.3 1. Apakah yang dimaksud rangkuman? 2. Apakah tujuan membuat rangkuman? 3. Sebutkan langkah-langkah membuat rangkuman!
164
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
C. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mencatat pokok-pokok informasi yang diperoleh dari wawancara serta menuliskan hasil wawancara ke dalam beberapa paragraf.
Menuliskan hasil wawancara 1. Mencatat pokok-pokok informasi yang diperoleh dari wawancara
Ketika seseorang melakukan wawancara dengan narasumber, maka hal penting harus dilaksanakan adalah mencatat pokok-pokok informasi dalam wawancara terse yang berkaitan dengan isi wawancara. Perhatikan penggalan contoh wawancara ber ini. Narasumber adalah Susetyo Mulyodrono, seorang staf pada Pusat Analisis dan Informasi Kedirgantaraan, Lapan. Pewawancara adalah wartawan surat kabar Komp
Satelit BeppoSAX Mungkin Saja Jatuh di Indonesia Kompas (K):
”Menurut prediksi ada kemungkinan sebagian wilayah RI akan menjadi ’sasaran’ jatuhnya salah satu satelit yang ada di angkasa. Satelit yang suda uzur. Benarkah?”
Susetyo : ”Ya, satelit tersebut bernama BeppoSAX. Pihak operator satelit, Agenzia Mulyodrono Spaziale Italiana (ASI) memutuskan untuk mem-PHK satelit ini dengan pengendalinya di bumi karena makin uzurnya baterai pemasok energi listrik (SM) bagi instrumen satelit dan makin rendahnya orbit satelit. Pemutusan ini tent saja telah melalui kesepakatan internasional yang salah satunya adalah usaha meminimalkan munculnya sampah angkasa (space debris).” K : ”Maksud Anda, dengan pemutusan hubungan itu satelit BeppoSAX bergera bebas di angkasa?” SM : ”Tepat. Dengan gerak bebas itu satelit ini akan semakin mendekati atmosfe bumi. Jika tiba saatnya menembus atmosfer, maka akan terbakarlah satelit Sayangnya terbakarnya satelit ini tidak akan menjadikan satelit ini abu. Sedikitnya akan ada 40-an pecahan satelit yang akan langsung menukik me bumi. Berat rata-rata pecahan ini adalah 100 kg. Dengan kecepatan mengh bumi 60 – 450 km/jam.” .... K : ”Berapa persen kemungkinan pecahan satelit BeppoSAX jatuh di Indonesia dan apa yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi kemungkina ini?” SM : ”Kemungkinan Indonesia menjadi korban (bersama dengan Malaysia, Brune Darussalam, dan Singapura, serta beberapa negara di Afrika) adalah 13 persen. Sementara, pertama-tama yang perlu dilakukan adalah memantau terus perkembangan informasi satelit tersebut. Dalam hal ini Lapan Indonesia telah membuka saluran langsung dengan Kedutaan Besar Italia. Dengan demikian, setiap perkembangan dapat segera disosialisasikan kepada masyarakat. Di samping itu, Indonesia dapat menuntut ganti rugi atas segala kerugian yang diakibatkan oleh kegiatan antariksa negara lain, dalam hal ini Italia.” ....
Disadur dari Kompas, 26 Maret 2003
Teknologi
165
Tugas 10.1
Carilah di media massa wacana yang memuat wawancara. Daftarlah informasi penti atau pokok-pokok informasi yang dapat Anda peroleh. Simpan baik-baik hasilnya ka akan menjadi bahan uji kompetensi pembelajaran yang akan datang.
2. Menuliskan hasil wawancara ke dalam beberapa paragraf dengan tanda baca y benar
Tugas 10.2
Berdasarkan catatan informasi-informasi penting atau pokok-pokok informasi wawan berjudul Satelit BeppoSAX Mungkin Saja Jatuh di Indonesia yang Anda miliki seb hasil kegiatan sebelum ini, cobalah merangkainya menjadi karangan biasa dalam beberapa (5 – 6) paragraf. Jangan lupa memberi judul!
II. Kemampuan Bersastra
A. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendiskusikan (hubungan isi puisi dengan realitas alam, hubungan isi puisi dengan sosial budaya, dan hubungan isi puisi dengan masyarakat).
Mendiskusikan isi puisi yang berkaitan dengan realitas alam, sosial, dan masyara Menentukan hubungan isi puisi dengan realitas alam atau sosial atau masyarakat, p didahului dengan memahami dan mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalam puisi sendiri. Nilai-nilai itulah yang menunjukkan adanya hubungan dengan dunia luar puisi. Coba diskusikan nilai-nilai atau hubungan puisi dengan alam, hubungan puisi denga sosial, dan lain-lain pada puisi berikut ini. Maskawin Perkawinan
Sarwini Zhain Al-Fya
Ladang yang kusimpan untuk mas kawin perkawinan kautanami pohon mentimun buahnya kupetik tiap pagi walau sering dimakan berpasang sapi tapi tak jua punah seperti senyummu yang menyemai taman melati di ranjang dipan warisan nenekku 166
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Rumput yang rimbun di tepinya kaubersihkan selalu lalu kaugantikan pohon pandan hingga burung-burung bercicit puas di atasnya Amboi! Ladangku subur sesubur bibirmu suatu hari kautanamkan pohon mimpi buahnya kita petik dan nikmati di malam perkawinan nanti
Uji Kompetensi 10.4 Diskusikan isi puisi tersebut! Di mana letak hubungannya dengan masalah sosial, alam kemanusiaan? Hasil diskusi laporkan dengan format berikut! Judul .... Nilai/Aspek Nilai/hubungan sosial Rumusan Kutipan
B. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda dapat mengidentifikasi karya sastra Melayu Klasik, menentuka struktur, serta menuliskan isi sastra Melayu Klasik dengan bahasa sendiri ke dalam beberapa kalimat.
Sastra Melayu Klasik
1. Mengidentifikasi karya sastra Melayu Klasik Sebagai pedoman, berikut disajikan ciri-ciri sastra secara fisik (bentuk) dan bati yang dapat dijadikan pembeda sastra lama dan sastra baru. Ciri-Ciri Sastra Lama dan Sastra Baru Sastra Lama (Melayu) Bersifat lisan (dari mulut ke mulut). Bersifat anonim atau tanpa nama. Sastra Baru
Bersifat lisan dan tulisan, bahasa suda lebih baik. Nama pengarang dicantumkan.
Teknologi
167
Bersifat komunal (milik bersama). Bersifat statis (relatif tidak ada karya-karya baru, hanya perubahan bentuk dari yang lama). Masih mencerminkan keterikatan terhadap aturan-aturan hidup bermasyarakat secara kaku. Terbitan dan cetakannya tidak berangka tahun. Istana sentris, sumber cerita adalah kerajaan atau keraton dan keluarga raja.
Bersifat individual. Cerita lebih dinamis, mendorong berpi lebih aktif dan kreatif, muncul cerita ba
Mencerminkan kebebasan dalam kehi dupan.
Telah berangka tahun, cetakan lebih b
Masyarakat sentris karena sumber ceritanya adalah kehidupan masyaraka sehari-hari.
Salah satu bentuk cerita lama atau klasik adalah hikayat, yaitu karya sastra lama Melayu yang berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifa rekaan, keagamaan, sejarah, biografi, atau gabungan sifat-sifat itu dibaca untuk peli lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta. Contoh: – Hikayat Hang Tuah – Hikayat Perang Palembang Kerajaan atau Keraton – Hikayat Seribu Satu Malam
Pada kesempatan ini, marilah kita mengapresiasi karya sastra lama berupa hika untuk menentukan unsur-unsur intrinsiknya.
Unsur-unsur intrinsik karya sastra adalah unsur-unsur yang membentuk karya sa dari dalam karya sastra itu sendiri yang berkaitan dengan wujud lahiriah (fisik) karya itu. Unsur-unsur intrinsik karya sastra meliputi tema, alur/plot, latar cerita/setting, pen (perwatakan dan tokoh), sudut pandang/point of view, gaya bahasa pengarang/style amanat. Untuk lebih jelasnya, silakan buka kembali pelajaran 1.
Uji Kompetensi 10.5 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Terangkan pengertian unsur intrinsik karya sastra! Terangkan pengertian cerita rakyat! Apa yang dimaksud tema cerita? Apa pengertian penokohan? Terangkan yang dimaksud point of view! Apa yang dimaksud teknik diaan? Apa yang dimaksud teknik akuan? Jelaskan yang dimaksud amanat dalam cerita!
2. Menentukan struktur (unsur) karya sastra Melayu Klasik Bentuk cerita lama atau klasik adalah hikayat, dongeng, legenda, epos, silsilah, fabel, parabel, dan cerita rakyat. Unsur-unsur intrinsik karya sastra meliputi sebagai
168
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
a. Tema, yaitu pokok pikiran yang menjadi jiwa dan dasar cerita. Tema dibedakan m dua, yaitu tema mayor dan tema minor. a. Tema mayor: tema yang merupakan pusat pikiran cerita. b. Tema minor: tema yang merupakan rincian atau bagian dari tema mayor yan biasanya dapat dirumuskan dari setiap kejadian dalam cerita. b. Alur atau plot, yaitu rangkaian peristiwa yang dibuat dan dijalin dengan teliti untu membentuk suatu cerita dalam hubungan sebab akibat. Secara garis besar, alur dibedakan menjadi alur maju dan alur mundur. c. Latar cerita/setting, yaitu sesuatu yang melingkupi pelaku atau kejadian-kejadia cerita. Latar cerita mencakup: a. latar waktu (siang, dahulu kala, tahun 1945, dan sebagainya); b. latar tempat (di sekolah, di kantor, di suatu kota, di laut, dan sebagainya); c. latar suasana/situasi (sedih, gembira, lengang, sepi, gaduh, dan sebagainya); d. latar alat (cangkul, pulpen, televisi, tali, dan sebagainya). d. Penokohan, yaitu penentuan dan penciptaan citra/image (biasanya berupa gamb watak atau sifat) pelaku atau tokoh dalam cerita. e. Sudut pandang/point of view, yaitu cara pandang pengarang dalam menceritak suatu cerita. Ada beberapa sudut pandang. 1) Diaan-author observer: pengarang menggunakan orang ketiga (dia). Pengara seolah-olah tidak mengetahui jalan pikiran pelaku. 2) Diaan-author omniscient: pengarang menggunakan orang ketiga (dia). Penga seolah-olah mengetahui dan mengatur jalan pikiran pelaku. 3) Akuan-author participant: pengarang menggunakan orang pertama (aku). 4) Campuran: pengarang menggunakan teknik campuran antara teknik a, b, dan f. Gaya bahasa pengarang (style), yaitu cara pengarang untuk menggunakan bah dalam menyajikan pikiran dan perasaannya dalam cerita (ciri khas pengarang). g. Amanat (message), yaitu gagasan yang mendasari cerita sekaligus pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca. Kesastraan Indonesia lama juga disebut ”Kesastraan Melayu Lama/Klasik”. 3. Menuliskan secara ringkas isi karya sastra Melayu Klasik
Asal Muasal Candi Rara Jonggrang (Cerita Rakyat Jawa Tengah)
Tersebutlah kerajaan bernama Prambanan. Penguasa kerajaan adalah Ratu Baka yang bertubuh tinggi besar bagaikan raksasa, maka tak heran jika orang-orang mengira Ratu Baka masih keturunan raksasa. Meskipun demikian, ia memiliki putri nan cantik jelit bernama Rara Jonggrang. Suatu ketika Kerajaan Prambanan diserang oleh pasukan dari Kerajaan Pengging. Banyak prajurit Pengging yang tewas oleh pasukan Prambanan. Sebagian pasukan yang masih hidup ditarik kembali ke Pengging.
Teknologi
169
Kegagalan pasukan Pengging menampar muka putra raja yang bernama Jaka Bandung. Ia yang dikenal sakti dan perkasa segera pergi sendirian ke Prambanan. Jaka Bandung hendak mengadakan perhitungan dan membalas kekalahan ayahandanya. Di tengah perjalanan, ia bertemu penjahat yang bertubuh besar seperti raksasa. Penjahat itu bernama Bandawasa. Keduanya berkelahi dan akhirnya Jaka Bandung menang. Roh Bandawasa menyusup dan menyatu ke dalam tubuh Jaka Bandung. Kesaktian Jaka Bandung menjadi berlipatlipat. Ia pun lantas menggunakan nama Jaka Bandung Bandawasa.
Setelah itu, ia segera meneruskan perjalanan hingga Prambanan. Ia berhadapan dengan prajurit yang berusaha menangkapnya. Akan tetapi, kekuatan dan keperkasaan Jaka Bandung Bandawasa yang hebat tidak dapat dilumpuhkan. Ratusan prajurit mati di tangannya. Bahkan, Ratu Baka pun terbunuh oleh Jaka Bandung Bandawasa. Jaka Bandung menyelinap ke depan istana melalui taman keputren. Kebetulan Rara Jonggrang berada di sana. Seketika mata Jaka Bandung Bandawasa terbelalak melihat kejelitaan Rara Jonggrang. Selama hidup ia merasa tak pernah melihat gadis secantik yang dilihatnya sekarang. ”Wahai Putri, siapakah engkau?” sapa Jaka Bandung Bandawasa. Rara Jonggrang terkejut. Dari manakah pemuda tak diundang itu datang? ”Siapa kau, berani-beraninya masuk keputren tanpa izin!” hardik Rara Jonggrang. ”Namaku Jaka Bandung Bandawasa, cukup kau panggil Bandung Bandawasa.” Rara Jonggrang menatap dengan pandangan nanar. Ia tahu inilah pemuda yang dilaporkan prajuritnya telah membunuh ayahandanya. ”Pergilah kau penjahat! Bukankah engkau yang telah membunuh ayahandaku?” Bandung membalas dengan senyuman. Ia lupa segalanya. Satu tekadnya, mempersunting Rara Jonggrang. Mulailah Bandung Bandawasa merayu dan membujuk Rara Jonggrang agar mau dipersunting. Akan tetapi, Rara Jonggrang menolak dengan tegas. Tidak ada jalan lain bagi Bandung Bandawasa, kecuali dengan kekerasan. ”Sekarang tak ada lagi yang melindungimu. Lihatlah prajurit-prajurit pengawalmu banyak yang tewas di tanganku. Aku bisa berbuat apa saja kepadamu.” Rara Jonggrang tak dapat menghindar. Ia berpikir sejenak. ”Beri aku waktu untuk berpikir.” ”Sampai kapan?” tanya Bandung. ”Besok pagi aku akan memberi jawaban.”
Semalam suntuk Rara Jonggrang tidak dapat beristirahat memikirkan cara untuk men Bandung Bandawasa. Kemudian ditemukannya akal. Ketika Bandung datang, Rara Jonggrang menyatakan bersedia dipersunting Bandung Bandawasa dengan satu syarat. ”Aku bersedia kau persunting, tetapi bangunkan dulu aku seribu candi dalam satu malam.” Bandung Bandawasa terdiam. Sementara, Rara Jonggrang yakin bahwa ia akan berhasil menolak Bandung Bandawasa. Mana mungkin Bandung Bandawasa dapat membangun seribu candi dalam semalam.
170
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Di luar dugaan, ternyata Bandung dengan kesaktiannya mampu mewujudkan pembangunan candi-candi tersebut. Rara Jonggrang kebingungan. Kemudian ditemukannya akal. Seluruh pembantu-pembantu disuruhnya membangunkan gadisgadis Prambanan agar menumbuk padi sebelum fajar. Saat itu, ayam-ayam mengira pagi telah tiba, ayam-ayam itu pun berkokok. Mendengar kokok ayam, jin-jin yang membantu Bandung Bandawasa membangun seribu candi berhenti dan meninggalkan tempat. Selesaikah pekerjaan mereka? Ternyata tidak. Setelah dihitung baru terbangun 999 candi. Rara Jonggrang pun mempunyai alasan untuk menolak Bandung Bandawasa Mendengar penolakan Rara Jonggrang, Bandung Bandawasa marah. Ia tahu bahwa kegagalannya adalah karena ulah Rara Jonggrang. Maka dikutuklah Rara Jonggrang. ”Wahai Rara Jonggrang, kau ini gadis cantik, tetapi seperti batu...!” Seketika Rara Jonggrang berubah menjadi batu. Gadis-gadis di sekeliling Rara Jonggrang pun ikut menjadi batu.
Hingga kini di dalam candi Prambanan terdapat patung atau arca yang dinamai Rara Jonggrang. Di sekeliling candi tersebut terdapat ornamen batu menyerupai para gadis. Sementara itu, candi buatan Jaka Bandung Bandawasa tetap dinamai candi Sewu yang artinya candi seribu. Letaknya di sebelah barat candi Prambanan.
Jika dianalisis, cerita rakyat tersebut memiliki unsur-unsur intrinsik sebagai berikut. Uji Kompetensi 10.6
Analisislah unsur intrinsik ”Asal Muasal Candi Rara Jonggrang”! Untuk keperluan terseb gunakanlah format berikut! No. 1. Unsur Intrinsik tema: a. mayor b. minor Uraian ....
Uji Kompetensi 10.7 Tuliskan secara ringkas cerita di atas dalam dua – tiga paragraf!
Ada Apa dengan Bahasa Kita?
Imbuhan ke-an dan itas 1. Imbuhan gabung ke-an Perhatikan penggunaan imbuhan gabung ke-an berikut ini! a. Kecelakaan tunggal bus di jalur Bumiayu-Purwokerto, kembali terjadi. b. Keterangan dari para penyuluh pertanian tentang bercocok tanam tebu sangat diharapkan para petani.
Teknologi
171
c. Karena kehujanan, anak itu merasa kedinginan. d. Beliau menggunakan baju kebesaran saat mengikuti upacara bendera di Istana N e. Baju anak itu kebesaran dibanding tubuhnya yang kecil.
a. Fungsi imbuhan gabung ke-an 1) Pada umumnya imbuhan gabung ke-an berfungsi membentuk kata benda abs (lihat kalimat no. 1, 2, dan 4) 2) Fungsi kedua adalah membentuk kata kerja meskipun sangat terbatas. (lihat k no. 3 ”kehujanan”) 3) Fungsi ketiga adalah membentuk kata sifat, dalam tata bahasa tradisional dise kata keadaan. (lihat kalimat no. 5)
Pola pembentukan imbuhan gabung ke-an adalah secara serentak menempel p kata dasarnya sehingga disebut imbuhan gabung yang senyawa atau konfiks. De juga maknanya, makna ke-an menyatu. b. Makna atau nosi imbuhan gabung ke-an 1) Menyatakan hal: kecelakaan, keterangan, keberadaan, dan sebagainya. 2) Menyatakan sangat atau terlalu: kebesaran (kalimat no. e di atas), kekecilan, lain-lain. 3) Menyatakan dikenai/menderita: kehujanan, kepanasan, dan lain-lain. 4) Menyatakan tidak sengaja: ketiduran, kejatuhan, kemasukan, dan lain-lain. 5) Menyatakan tempat: kelurahan, kecamatan, kedutaan, dan lain-lain.
Catatan: Makna atau nosi imbuhan, termasuk konfiks ke-an akan lebih tampak atau tergan dalam konteks kalimat. 2. Imbuhan asing -itas dan imbuhan ke-an
Dalam praktik berbahasa sehari-hari Anda pasti sering mendengar kata-kata beri asing -itas. Sebagian kata-kata tersebut sebenarnya sepadan dengan kata-kata beri asli Indonesia, yakni ke-an. Oleh karena itu, seyogianya Anda lebih memprioritaskan penggunaan ke-an daripada -itas. Perhatikan dan bandingkan contoh-contoh di baw No. 1. 2. 3. 4. 5. Kata Berimbuhan -itas fleksibilitas kompleksitas aktivitas vitalitas kreativitas Kata Berimbuhan ke-an kefleksibelan/keluwesan kekomplek(s)an/kerumitan keaktifan/kegiatan kevitalan kekreatifan
172
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Uji Kompetensi 10.8
1. Identifikasi kata berimbuhan gabung ke-an dari teks bacaan ”Asal Muasal Candi Rar Jonggrang”! 2. Susunlah masing-masing lima kalimat berimbuhan gabung ke-an dengan arti: a. sangat/terlalu b. menderita/terkena c. tidak sengaja d. hal e. tempat
Rangkuman
1. Kritik adalah tanggapan atau penilaian secara objektif disertai pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya. 2. Rangkuman atau ringkasan adalah bentuk singkat yang proporsional dari teks as Hal yang dimuat dalam rangkuman adalah ide pokok-ide pokok informasi. 3. Hal utama yang perlu ditulis dari hasil wawancara adalah pokok-pokok informasi. 4. Untuk menentukan isi puisi perlu juga memahami nilai-nilai yang terkandung dala puisi tersebut. Misal, nilai kemanusiaan, nilai sosial, nilai pendidikan, nilai agama, dan sebagainya. 5. Ciri-ciri karya sastra Melayu Klasik, antara lain, bersifat lisan, anonim, komunal, statis, istana sentris, dan mencerminkan aturan-aturan hidup. 6. Unsur intrinsik sastra Melayu Klasik pada dasarnya sama dengan unsur intrinsik sastra modern. 7. Imbuhan gabung ke-an berfungsi membentuk kata benda abstrak, hanya sedikit yang membentuk kata sifat. Misalnya, kebesaran (terlalu besar). Membentuk kata kerja, misalnya, kehujanan.
Teknologi
173
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 10 diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai be
1. Mengkritik bukan didasari ketidaksukaan terhadap suatu hal. Mengkritik karena pertimbangan yang konstruktif. 2. Cinta bacaan dan cinta membaca. Tidak lupa merangkum setelah membaca hal pen 3. Pandai memilih topik wawancara. Tidak malu-malu melakukan wawancara. 4. Suka membuat kliping atau membukukan karya sastra Melayu Klasik. 5. Suka menggunakan bahasa baku, antara lain, menggunakan imbuhan gabung ke-an tepat.
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1. Di bawah ini bukan pernyataan kritik yang baik, yaitu ...
a. Bentuk bangunan rancangan arsitek asing itu jelas tidak dapat dipertanggungjawabkan, terlalu elite, dan kurang memerhatikan dampak lingkungan. b. Rancangan arsitek asing itu kurang memerhatikan dampak lingkungan. Mesk demikian, ada nilai artistik dalam relief interiornya. c. Rencana pemerintah menyewakan beberapa pulau merupakan langkah brilian demikian, perlu disertai persyaratan yang ketat, misalnya pulau tersebut tidak digunakan sebagai pangkalan militer, arena judi, dan sejenisnya. d. Otonomi daerah bertujuan memberi kesempatan daerah untuk membangun d sendiri sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing. Ini merupakan terob yang baik dan positif. Sayangnya, dalam pelaksanaannya, sering muncul akse berupa arogansi daerah dan kepala daerahnya. e. Kebijakan membeli barang jadi, seperti membeli pesawat tempur Sukhoi mem baik untuk waktu-waktu tertentu. Namun, masih ada cara yang lebih beradab, mentransfer teknologi, bukan barang. 2. (1)Indonesia terletak di Asia Tenggara.
(2)Indonesia akan terus membangun untuk menuju bangsa yang maju. (3)Penyakit SARS menyerang Canada, Singapura, Cina, dan sebagainya. (4)Pemerintah hendaknya senantiasa memerhatikan kesejahteraan rakyat dalam program program pembangunannya.
174
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pernyataan yang berupa fakta adalah nomor .... a. b. c. d. e. 3. (1) dan (4) (1) dan (2) (1) dan (3) (2) dan (4) (2) dan (3)
Pahlawan Tak Dikenal
Karya: Toto Sudarto Bachtiar
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring Tapi bukan tidur, sayang Sebuah lubang peluru bundar di dadanya Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang .....
Pernyataan yang sesuai dengan penggalan puisi di atas adalah .... a. b. c. d. e. seseorang tertidur seseorang tertembak seseorang gugur tertembak seseorang yang bangga dengan peperangan perang mengakibatkan kematian
4. Tanggal 11 September hari Selasa jam 12.00 siang, rumah Bp. Hendro Jl. Tegalrejo II/8
dijarah pencuri. Kerugian materi diperkirakan ± Rp3.500.000,00.
Sumber berita tersebut berupa .... a. b. c. d. e. cerita fakta opini pendapat imajinasi
5. Deretan kalimat di bawah ini yang termasuk kalimat baku adalah .... a. Saudara-saudara sekalian, diskusi segera dimulai b. Acara segera dimulai waktu, dan tempat dipersilakan c. Hadirin dimohon memasuki ruangan, acara segera dimulai d. Para hadirin semua, panitia mengucapkan terima kasih e. Bapak Kepala Sekolah yang terhormat, para Bapak-bapak dan para Ibu-ibu ya saya hormati.
Teknologi
175
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat! 1. Rumuskan sebuah kalimat yang menggambarkan amanat dari puisi berikut ini!
Perjalanan
Dodong Djiwapradja
Ah, terbentang bukan buatan Jalan tak ada batas Apakah langit juga ikut mimpi Sama pengembara mendamba-damba? Bukan buatan, kataku Serta angin yang tak putus meniup Apa yang dikudungkan Bukan sertamu segala Juga pelita cita yang nyala? Di tengah segala tamparan Segala yang kuat terus menyahut Segala yang lemah tenggelam hilang ....
2. Susunlah sebuah paragraf yang bersifat kritik terhadap suatu pernyataan orang la 3. Susunlah sebuah pernyataan yang bersifat mendukung pernyataan orang lain! 4. Ubahlah sebuah puisi dengan ide awal atau tema teknologi! 5. Interpretasikan puisi yang Anda ubah tersebut!
176
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran 1
Perindustrian
Berbicara kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dilepaskan dari masalah ekonomi. Membahas ekonomi berarti mengulas industri. Bagi banyak negara ekonomi adalah industri dan industri adalah ekonomi. Jelasnya, memahami perindustrian merupakan sesuatu yang penting jika ingin memahami sebuah (kemajuan) bangsa. Agar wawasan dan pengetahuan Anda tentang industri meningkat, cobalah menggunakan topik tersebut untuk berlatih berbahasa dalam pelajaran ini!
Sumber: Dokumen P
Perindustrian
177
I. Kemampuan Berbahasa
A. Berbicara
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat memberikan persetujuan atau dukungan dengan bukti pendukung.
Memberikan pendapat 1. Memberikan persetujuan atau dukungan dengan bukti pendukung
Mendukung suatu pendapat berarti menyetujui isi pendapat tersebut. Sebagaima mengkritik dalam menyetujui atau mendukung suatu pendapat perlu diperkuat denga alasan-alasan, seperti bukti-bukti, contoh-contoh, dan keterangan lebih lanjut. Contoh pernyataan mendukung di bawah ini.
Objek: Pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia Pernyataan: Pembelian pesawat terbang untuk memperkuat armada udara TNI memang sudah seharusnya. Hal ini mengingat tantangan yang dihadapi Indonesia dari kemungkinan intervensi pihak luar sangat mencemaskan. Apalagi, hampir lima tahun TNI tidak mendapat kesempatan memperkuat armadanya karena keuangan negara yang belum memungkinkan.
Tugas 11.1
Untuk meningkatkan keterampilan mengeluarkan pernyataan yang bersifat menduku suatu pendapat, laksanakan tugas di bawah ini! 1. Bentuklah kelompok diskusi (5 – 8 orang per kelompok)! 2. Laksanakan diskusi dengan topik: ”Teknologi sebagai sarana memajukan bangsa 3. Hasil diskusi kelompok kemudian disampaikan di depan kelas secara bergantian 4. Selama diskusi kelas berlangsung, daftarlah pernyataan yang bersifat mendukun dan mengkritik suatu pendapat!
2. Menyampaikan sikap setuju dan ketidaksetujuan dalam beberapa kalimat seca lisan Mengikuti berita sebaiknya tidak sekadar mendengar atau membaca. Perlu dise sikap aktif dalam bentuk memberi tanggapan atau menanggapi. Menanggapi berita a memerhatikan dan menyambut berita dengan komentar atau kritik, baik berupa pers (menyetujui) maupun penolakan (tidak menyetujui).
178
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Jika Anda menyetujui atau tidak menyetujui isi sebuah berita, maka persetujuan tersebut sebaiknya: a. tidak asal setuju, b. tidak berat sebelah/tidak memihak, c. mengedepankan fakta dan objektif, d. didukung alasan yang logis/masuk akal.
Uji Kompetensi 11.1
1. 2. 3. 4.
Apa yang dimaksud menanggapi berita? Jelaskan! Bagaimana menanggapi berita yang berupa penolakan terhadap isi berita? Bagaimana menanggapi berita yang berupa persetujuan terhadap isi berita? Buatlah dua pernyataan yang bersifat menyetujui dan tidak menyetujui terhadap isi penggalan berita di bawah ini! Sampaikan secara lisan di depan kelas!
Pemilihan Lokasi Pabrik Tapioka
Lokasi pabrik hendaknya tidak jauh dari areal perkebunan singkong karena masalah transpor dan ubi kayu yang digunakan adalah ubi kayu yang masih segar. Karena pabrik ini banyak menggunakan air, lokasinya jelas harus dekat sumber air, malahan yang terbaik ada dekat aliran sungai. Soal air yang digunakan untuk produksi tepung tapioka ini adalah air bersih yang jernih dan tidak berwarna. Masalah kualitas air ini sangat menentukan mutu dari tepung yang dihasilkan.
Tugas 11.2
1. Pilih satu topik berita yang menarik diperdebatkan (kontroversial)! 2. Bagi kelas Anda dalam dua kelompok (misalnya berdasarkan nomor absen gena dan ganjil)! Sebut kelompok A dan B! 3. Kelompok A menyusun rumusan kesetujuan atas isi berita, kelompok B menyusu rumusan ketidaksetujuan. 4. Ungkapkan di depan kelas. Masing-masing kelompok dapat saling menanggapi!
Perindustrian
179
B. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengungkapkan (secara lisan atau tulis) isi tabel/grafik yang terdapat dalam bacaan ke dalam beberapa kalima serta merangkum isi informasi dari suatu tabel/grafik.
Mengungkapkan dan merangkum isi tabel/grafik 1. Mengutarakan (secara lisan/tertulis) isi tabel/grafik dalam beberapa kalimat
Tabel adalah daftar berisi ikhtisar sejumlah fakta/informasi, biasanya berupa nam bilangan yang tersusun secara urut ke bawah dan ke samping dengan garis pembat sehingga dapat dibaca dengan mudah. Adapun grafik adalah lukisan pasang-surut s keadaan dengan garis atau gambar. Biasanya menggambarkan naik turunnya suatu statistik, dan lain-lain. Perhatikan tabel di bawah ini! Industri di Kabupaten Martani Tahun 2007
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Wilayah Kecamatan Mandala Kosala Wijaya Suralaya Madukoro Poloma Jenis Industri Jamu 15 10 13 10 14 15 Makanan 20 15 25 20 16 18 Minuman 15 16 20 18 15 16 Tekstil 10 15 14 16 15 17 Mebel 25 20 24 30 20 25
Materia 20 25 25 26 24 27
Jika dibaca, uraiannya berbunyi sebagai berikut. 1. Jenis industri di Kecamatan Mandala Kabupaten Martani pada tahun 2007 seban 6 jenis yang tersebar di beberapa desa, antara lain, industri jamu 15 buah, makan 20 buah, minuman 15 buah, tekstil 10 buah, mebel 25 buah, dan industri materia 2. ... dan seterusnya. Sekarang, simaklah grafik di bawah ini! Grafik Industri di Kabupaten Martani Tahun 2003 – 2007 100 80 60 40 20 0 180
2003 2004 2005 2006 2007 80 100 85 90 99
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Uji Kompetensi 11.2 1. 2. 3. 4. Bagaimanakah bunyi uraian tabel tersebut pada kolom nomor 2, 3, 4, 5, dan 6? Wilayah kecamatan manakah yang paling sedikit jumlah industrinya? Wilayah kecamatan manakah yang paling banyak jumlah industrinya? Dari keenam kecamatan itu, industri apakah yang paling dominan? m
Tugas 11.3
1. Buatlah grafik keadaan industri di wilayah kecamatan Anda dari tahun 2002–2007 2. Rumuskan grafik yang Anda buat itu (no. 1) dalam kalimat! 3. Buatlah tabel keadaan jumlah industri di beberapa desa sekecamatan tempat ting Anda tahun ini! 4. Rumuskan tabel yang Anda susun tersebut (no.3) dalam beberapa kalimat! 2. Menyimpulkan isi tabel/grafik dalam beberapa kalimat
Kesimpulan dalam hal tertentu sama dengan rangkuman atau ringkasan. Kesimp dapat pula diartikan sebagai arah informasi data yang disajikan pada uraian di atasn a. Kesimpulan tabel
Tabel tentang industri di Kabupaten Martani tersebut dapat disimpulkan sebagai b ”Setidaknya, Kabupaten Martani memiliki enam industri yang tersebar di enam kecamatan. Industri itu meliputi jamu, makanan, minuman, tekstil, mebel, dan ind material. Di antara enam industri tersebut, industri material yang mendominasi pe atas, sedangkan industri jamu menduduki peringkat bawah.”
b. Kesimpulan grafik Grafik industri Kabupaten Martani tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut. ”Industri di Kabupaten Martani mengalami pasang surut. Dalam kurun waktu lima (2003 – 2007), puncak kejayaan industri terjadi pada tahun 2005.”
Tugas 11.4
1. Carilah sebuah artikel dari media massa yang di dalamnya memuat tabel dan at grafik! 2. Uraikan isi tabel atau grafik tersebut dengan bahasa Anda! 3. Sampaikan di depan kelas!
Perindustrian
181
3. Menjelaskan isi grafik/tabel yang terdapat dalam bacaan dengan kalimat efekti menyimpulkan isi grafik/tabel Berikut adalah contoh wacana yang dilengkapi data berupa tabel. Baca dengan saksama. Kerjakan uji kompetensi di bawahnya. (Anda dapat pula membuka kemba pelajaran 4)
PT Dwijokangko Membuka Cabang Baru PT Dwijokangko yang berkantor pusat di Semarang adalah sebuah perusahaan yang memproduksi jamu. Belakangan, perusahaan ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia gemar minum jamu dan khususnya produksi PT Dwijokangko. Untuk memenuhi keinginan masyarakat akan jamu, berpartisipasi dalam menyediakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka PT Dwijokangko membuka cabang di beberapa kota. Untuk itu, pada bulan ini PT Dwijokangko menerima lamaran pekerjaan, baik pria maupun wanita, pendidikan minimal SMA, dan berusia 20 – 30 tahun. Adapun jumlah tenaga yang dibutuhkan tertera pada tabel berikut.
Formasi Tenaga Kerja yang Dibutuhkan PT Dwijokangko
Unit Cabang LaboratoriumProduksi Administrasi Keamanan Pengemudi Sarana
Pemasaran
Yogyakarta Malang Cirebon Medan Makassar
20 25 22 25 22
1000 1500 1100 1300 1400
15 17 16 16 17
10 10 10 12 12
20 22 20 22 22
5 5 5 5 5
50 55 52 54 55
Suara Merdeka, 1 September 20
Uji Kompetensi 11.3 1. 2. 3. 4. 5. Siapakah menurut wacana di atas yang membuka lapangan kerja baru? Sektor apa yang digarap oleh pembuka lapangan kerja tersebut? Akan dipekerjakan pada bagian apa saja tenaga kerja yang dibutuhkan itu? Jelaskan isi atau maksud tabel di atas dalam beberapa kalimat! Daerah mana yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja?
182
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tugas 11.5
1. Carilah tabel dan grafik di media massa cetak tentang apa saja! 2. Jelaskan dengan uraian isi tabel dan grafik tersebut dengan kalimat-kalimat efekt 3. Simpulkan isi grafik dan tabel tersebut dalam beberapa kalimat!
C. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menyusun teks pidato berdasarkan kerangk dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami serta menyunting teks pidato tulisan teman.
Menyusun teks pidato 1. Menyusun teks pidato berdasarkan kerangka dengan menggunakan kalimat ya mudah dipahami
Sebelum berpidato, khususnya resmi, perlu menyusun teks pidato. Teks pidato p disusun agar uraian lisan/berpidato nantinya tidak menyimpang dari topik dan tujuan tepat waktu, ada koherensi, serta tersampaikan secara urut/runtun, dan sebagainya.
Topik pidato adalah pokok pembahasan atau pembicaraan yang hendak disampa kepada khalayak melalui pidato. Topik hendaknya merupakan permasalahan yang m Adapun tujuan pidato adalah hal-hal yang hendak dicapai melalui pidato. Perhatikan di bawah ini.
Topik pidato: Kuantitas dan kualitas kriminal semakin mengkhawatirkan. Tujuan: a. Menginformasikan bahwa sekarang ini kriminalitas semakin meningkat, baik dari jumlah maupun mutunya. b. Menyadarkan pendengar bahwa kejahatan itu sangat tercela karena sangat meru orang lain. c. Mengajak untuk tidak terjerumus kepada perilaku kriminal.
Pidato hendaknya meliputi pendahuluan, isi, dan penutup. Kerangka pidato biasa mencakup hal-hal sebagai berikut. Kerangka teks pidato Judul: Jenis dan Penyebab Kriminal I. Pendahuluan – Salam pembuka – Ucapan terima kasih – Sekilas topik pidato – Tujuan pidato
Perindustrian
183
II. Isi pembahasan topik pidato (luas-sempitnya tergantung keperluan) – Pengertian kriminal – Jenis-jenis kriminal – Mengapa kriminalitas terjadi – Bagaimana mengantisipasi atau mencegah munculnya perilaku jahat/kriminal III. Penutup – Kesimpulan – Harapan – Salam penutup
Tugas 11.6
Perhatikan dengan cermat kerangka pidato di atas. Kembangkan setiap item kerang dalam beberapa paragraf. Khusus untuk bagian isi, lengkapi dengan sumber-sumbe untuk memperkuat argumen-argumen Anda.
Uji Kompetensi 11.4 1. 2. 3. 4. 5. Sebutkan bagian-bagian teks pidato Anda dan penjelasannya! Pada teks pidato Anda, bagian manakah yang merupakan isi atau inti pidato? Siapakah yang layak menyampaikan pidato Anda? Kepada siapakah pidato tersebut ditujukan? Apakah tujuan pembicara menurut isi teks pidato tersebut?
Tugas 11.7
1. Susunlah kerangka teks pidato persuasi dengan tema ”Industrialisasi, sudah saatnya”! 2. Kembangkan kerangka teks pidato yang telah Anda susun tersebut (no. 1)! Perhatikan ketentuannya. – Tentukan subtema/subtopik dua/tiga jenis industri. – Bagian isi pidato, kecuali pembukaan dan penutup, minimal tiga paragraf. – Bagian isi pidato, kecuali pembukaan dan penutup, minimal 180 kata. – Kerangka dan teks pidato ditulis pada lembar folio dengan tulisan tegak bersambung.
184
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2. Mengoreksi isi pidato yang ditulis (ketepatan tema dengan isi)
Teks pidato yang baik terdiri atas pendahuluan, isi, dan penutup. Isi pidato harus dengan tema/topik yang telah ditentukan, juga tersusun urut seperti kerangka yang mendahuluinya. Paragraf satu dengan lainnya memiliki koherensi, saling berkait. De juga kalimat-kalimat dalam paragraf saling melengkapi dan berhubungan. Kalimat-ka dalam paragraf membentuk kesatuan yang utuh, yaitu teks. Secara keseluruhan isi t tersebut sesuai dengan tema/topik.
Pada prinsipnya topik adalah hal yang mendasari sebuah wacana, teks, atau pida Isi teks, wacana, atau pidato adalah penjabaran dari topik/tema.
Uji Kompetensi 11.5 1. Apakah tema pada naskah/teks pidato tugas 11.6? 2. Bagaimana susunan kerangka teks pidato tersebut? 3. Menurut Anda, apakah isi pidato tersebut sudah sesuai dengan topiknya? 3. Menyunting teks pidato tulisan teman Uji Kompetensi 11.6
Koreksilah teks pidato berikut dengan ejaan yang tepat, terutama yang menyangkut pen tanda titik, koma, dan huruf kapital serta penulisan imbuhan dan kata depan!
Assalamualaikum wr. wb. Salam sejahtera yang terhormat bapak kepala dinas pendidikan yang terhormat bapak camat yang terhormat pengurus komite sekolah yang terhormat bapak-bapak dan ibu-ibu guru/karyawan sekolah para siswa peserta lomba pidato bahasa indonesia yang saya banggakan
pertama-tama marilah kita mengucapkan syukur ke hadirat tuhan yang maha esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-nya sehingga kita dapat mengikuti pembukaan lomba pidato bahasa Indonesia di aula “bakti bangsa” SMA Taruna Harapan ini
saya sampaikan terima kasih kepada hadirin terutama para juri peserta lomba serta para panitia pelaksana lomba atas partisipasi atau peran serta semuanya. hadirin dan peserta lomba,
saat ini adalah saat yang penting bagi sekolah untuk memulai lebih meningkatkan presta baik dibidang akademis maupun non akademis sekolah selalu berusaha mengembangkan dan memberdayakan segala potensi yang di miliki demi kemajuan bersama. Salah satu bentuk pengembangan yang menjadi visi dan misi sekolah adalah peningkatan ketrampilan
Perindustrian
185
siswa. Ketrampilan tersebut termasuk didalamnya ketrampilan yang bersifat kejiwaan, yang saya maksud adalah ketrampilan mencari dan menemukan santapan rohani. dengan begitu tidak hanya fisik kita yang sehat tetapi juga psikis atau jiwa. Hadirin yang bebahagia, Salah satu bentuk pengembangan keterampilan jiwa itu adalah penanaman kegemaran membaca karya sastra. dari sini di harapkan upaya membentuk moral anak atau siswa tidak semata-mata lewat jalur agama yang dogmatis tetapi juga melalui pemahaman terhadap kehidupan “nyata” dan manusiawi yang dikemas dalam karya sastra apa pun bentuknya.
rasanya sudah saatnya kita segera memikirkan anak didik kita agar kehidupannya kelak memiliki keseimbangan antara pengetahuan dan moral. Dengan demikian, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) tetap di dukung oleh nilai-nilai moral yang akan menjaga mereka dari jalan menyimpang. Nah penyelenggaraan lomba pidato disekolah ini bermaksud memulai keinginan dan harapan itu saya, mewakili seluruh warga sekolah merasa harus memulainya sekarang. langkah ini barangkali kecil jika dibandingkan dengan begitu kompleksnya permasalahan sosial dan moral mayarakat kita yang tengah mengalami dekadensi. Namun, sekecil apa pun kami berharap ada manfaatnya kepada peserta saya harapkan berlombalah dengan sebaik-baiknya jangan mengharapkan imbalan material dari kegiatan ini. Yang lebih penting adalah dengan mengikuti lomba ini anda akan memulai memasuki dunia yang sangat indah dan berkualitas dalam kehidupan Anda yaitu dunia yang penuh nilai. selamat berlomba. hadirin demikian pengantar dari saya jika ada kesalahan dan kekhilafan saya mohon maaf. Salam sejahtera, Wassalamualaikum wr., wb.,
II. Kemampuan Bersastra
Mendengarkan
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mengidentifikasi karakteristik cerita rakyat, menentukan isi dan amanat yang terdapat dalam cerita rakyat, menemukan hal-hal yang menarik tentang latar cerita rakyat, membandingkan nilai-nilai dalam cerita rakyat dengan nilai-nilai masa kini, serta mengungkapkan kembali cerita rakyat dalam bentu sinopsis.
Menemukan hal-hal menarik tentang tokoh cerita
1. Mengidentifikasi karakteristik cerita rakyat Mengapresiasi karya sastra baru ataupun lama, pasti memberi manfaat batin ya besar bagi siapa pun. Demikian juga terhadap cerita rakyat. Secara fisik (bentuk) da batin (isi) cerita rakyat berbeda dengan karya sastra zaman sekarang.
186
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Contoh cerita rakyat di Indonesia. a. b. c. d. e. f. g. h. i. Jaka Tingkir (Jawa Tengah). Nyi Calon Arang (Bali). Daun Talas dan Seruling Ajaib (Aceh). Pembalasan Bangsa Cacing (Kalimantan). Rara Jonggrang (Jawa Tengah). Asal Mula Banyuwangi (Jawa Timur). Ratu Laut Selatan (Jawa Tengah). Tangkuban Perahu (Jawa Barat). Sangkuriang, dan lain-lain.
Uji Kompetensi 11.7
1. Carilah cerita rakyat yang telah dibukukan! 2. Telaahlah isinya! Apakah memiliki ciri-ciri seperti lazimnya cerita rakyat? Jelaskan sa per satu!
2. Menentukan isi dan atau amanat yang terdapat dalam cerita rakyat Ada beragam cerita yang hidup di masyarakat. Salah satunya berupa cerita rak yaitu cerita dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara Hampir setiap daerah memiliki cerita rakyat. Anda tentu mengenal cerita Nyi Calon A (Bali), cerita Ratu Pantai Selatan (Jawa), cerita Batu Belah (Sumatra), dan banyak la Kebanyakan cerita rakyat memiliki isi, pesan (amanat), dan nilai-nilai yang luhur Oleh karena itu, mempelajari cerita rakyat akan menambah wawasan seseorang, ter wawasan batinnya. Isi cerita adalah sesuatu yang terkandung atau termuat dalam cerita yang meru inti maksud cerita. Di samping isi, sebuah cerita pastilah mengandung pesan atau am yaitu gagasan yang mendasari cerita sekaligus merupakan pesan yang ingin disamp pengarang kepada pembaca. Pesan di sini dapat berupa pesan umum (utama), dap pesan khusus. Bacalah kembali penggalan cerita rakyat ”Asal Muasal Candi Rara Jonggrang” kembali pelajaran 1 bagian sastra kemudian jawab dan kerjakan tugas berikut)
Uji Kompetensi 11.8 1. Pilihlah cerita rakyat yang Anda kenal! 2. Telaahlah isi cerita rakyat yang Anda pilih! 3. Apa amanat yang terkandung di dalamnya?
Perindustrian
187
3. Menemukan hal-hal yang menarik tentang latar cerita rakyat Uji Kompetensi 11.9
1. Carilah cerita rakyat dari daerah Anda yang telah dibukukan ataupun yang belum dib 2. Analisislah unsur-unsur intrinsiknya! 3. Dari sekian unsur itu, manakah yang menarik hati Anda? Ungkapkan alasannya!
4. Membandingkan nilai-nilai cerita rakyat dengan nilai-nilai masa kini Nilai adalah hal-hal atau sifat-sifat penting dan berguna serta digunakan dalam kehidupan bermasyarakat yang dapat dijadikan norma atau aturan berkehidupan. Ad beberapa nilai, yaitu sebagai berikut. a. Nilai religius/keagamaan atau ketuhanan adalah nilai yang berhubungan denga perilaku memercayai adanya Tuhan, pengamalan agama, dan sejenisnya. b. Nilai budaya atau kultur adalah nilai yang berkaitan dengan budaya masyarakat tertentu dalam menghadapi suatu masalah atau dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. c. Nilai etika atau moral adalah nilai yang mengajarkan kepada manusia bahwa ter orang lain harus menghormati, tidak menyakiti, tidak asusila, dan sejenisnya. d. Nilai sosial adalah nilai yang berhubungan dengan kehidupan sosial, yakni ketika orang tidak dapat hidup sendiri, tetapi selalu membutuhkan kehadiran orang lain. e. Nilai pendidikan atau edukasi adalah nilai mengajarkan bagaimana seseorang berperilaku baik, dewasa, dan bermanfaat, serta dapat membedakan yang baik d yang buruk. Uji Kompetensi 11.10 1. 2. 3. 4. Pilihlah cerita rakyat yang Anda kenal! Analisislah nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita rakyat tersebut! Bandingkan hubungan dengan nilai-nilai masa kini! Masihkah relevan? Buatlah laporan dengan format berikut ini! No. 1. Aspek/Nilai Religius Dalam Cerita – Ketabahan menerima cobaan dan percaya Tuhan yang Maha Pengasih akan mendatangkan anugerah. Kutipan .... Masa Kini
188
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
5. Mengungkapkan kembali cerita rakyat dalam bentuk sinopsis Bagian tertentu atau ringkasan dari keseluruhan isi karangan (cerita) yang beris hal penting disebut sinopsis. Bagaimana menyusun sinopsis yang tepat? Beberapa langkah yang perlu ditempuh dalam menyusun sinopsis adalah a. membaca naskah asli (beberapa kali), b. mencatat gagasan utama, c. mencatat peristiwa-peristiwa penting sesuai alur, d. jika perlu mencatat pula dialog-dialog yang dirasa bagus sebagai pendukung sino e. menyusun sinopsis, dan f. memperpadat sinopsis sehingga menjadi lebih pendek lagi (sesuai keperluan). Masih ingat cerita Ratu Laut Selatan? Jika disinopsiskan, akan diperoleh cerita lebih kurang sebagai berikut.
Ratu Laut Selatan Menurut cerita, Nyi Roro Kidul adalah seorang ratu yang sangat cantik bagai bidadari. Kecantikannya tak pernah pudar sepanjang zaman. Di dasar Laut Selatan, sebelah selatan Pulau Jawa, ia bertahta di sebuah kerajaan yang sangat besar dan indah. Pada mulanya, ia adalah seorang wanita bernama Dewi Kadita. Kadita adalah putri Raja Munding Wangi. Walaupun Kadita berparas cantik, ia belum memuaskan ayahandanya. Karena ayahandanya menginginkan seorang putra mahkota.
Barulah setelah Raja memperistri Dewi Mutiara, lahirlah seorang anak lelaki. Akan tetapi, keberadaan Dewi Kadita justru menimbulkan dengki pada Dewi Mutiara. Dengan berbagai tipu daya dan perilaku jahat, akhirnya Dewi Mutiara dapat mengusir Kadita dari istana keraja
Dalam usiran itulah Kadita atau Dewi Srengenge justru menemukan kedewasaannya, di antaranya tidak adanya perasaan dendam atas perilaku ibu tirinya, Dewi Mutiara. Akhirnya, ia menjadi Ratu Laut Selatan setelah sebelumnya mengalami berbagai penderitaan dan mengalami peristiwa-peristiwa gaib yang sebenarnya adalah bagian dari ujian yang harus ia jalani untuk menjadi ”manusia” yang memiliki kelebihan. Dewi Srengenge akhirnya ”diangkat” sebagai Ratu Pantai Selatan. Ia dibisiki oleh sebuah suara gaib yang memanggiln untuk menceburkan diri ke Laut Selatan.
Tugas 11.8
1. 2. 3. 4. 5. Bagilah kelas Anda dalam beberapa kelompok (satu kelompok 6 – 8 orang)! Cari sebuah cerita Melayu Klasik atau cerita rakyat! Pilih salah satu dari Anda membacakan secara ”indah” dan rekamlah! Tukar rekaman Anda dengan kelompok lain. Putar dan simak baik-baik! Susun sinopsisnya!
Perindustrian
189
Rangkuman
1. Memberikan persetujuan atau penolakan harus disertai alasan. Alasan ini dapat berupa angka, contoh, ataupun ilustrasi. 2. Tabel adalah daftar berkolom berisi ikhtisar sejumlah fakta atau informasi. Biasan berupa nama dan bilangan yang tersusun ke bawah dan ke samping dengan gari pembatas (kolom). 3. Membaca tabel dimulai dari judul, nama (kolom kiri dari atas ke bawah), kolom at (kiri ke kanan), kemudian isi kolom perpaduan kolom ke bawah dengan kolom ke samping tersebut. 4. Teks pidato disusun urut: pendahuluan, isi, dan penutup. Langkah menyusun tek pidato meliputi menentukan topik, menentukan tujuan, menyusun kerangka, mengumpulkan bahan, mengembangkan kerangka menjadi teks utuh. 5. Mengapresiasi karya sastra Melayu Klasik atau cerita rakyat dapat dilakukan den cara membandingkan nilai-nilai yang terdapat pada cerita rakyat dengan kehidup sehari-hari.
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 11 diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai be
1. Selalu bersikap intelektual dalam menanggapi persoalan atau pernyataan orang lain mengedepankan pikir. 2. Membiasakan membuat catatan bentuk tabel untuk hal-hal yang bersifat membandin 3. Agar isi pidato runtut, lebih baik suka menyusun teks pidato lebih dahulu. Agak rumit depan tetapi mudah dan lancar di kemudian adalah prinsip sikap yang baik. 4. Suka membaca, termasuk membaca karya sastra Melayu Klasik. 5. Meninggalkan kebiasaan melamun. 6. Mengalihkan nilai-nilai positif pada sastra Melayu Klasik ke dalam kehidupan sehari7. Berprinsip bahwa yang jahat akan hancur, sedangkan yang terpuji akan mujur.
190
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1.
No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Wilayah Kecamatan Mandala Kosala Wijaya Suralaya Madukoro Poloma
Industri di Kabupaten Martani Tahun 2008
Jenis Industri Jamu 15 10 13 10 14 15 Makanan 20 15 25 20 16 18 Minuman 15 16 20 18 15 16 Tekstil 10 15 14 16 15 17 Mebel 25 20 24 30 20 25
Materia 20 25 25 26 24 27
Pernyataan yang sesuai dengan maksud tabel di atas adalah .... a. b. c. d. e. Produksi mebel terbanyak terdapat di Kecamatan Mandala Poloma adalah kecamatan yang paling sedikit memproduksi minuman Industri adalah keterampilan Martani tahun 2008 Total industri jamu di Kabupaten Martani sebanyak 74 lokasi Kecamatan Wijaya memiliki jumlah industri 125 buah
2. Konflik antarpendukung partai jelas tidak dapat dibenarkan. Berbeda partai bukan berarti
berbeda ideologi. Kita tetap saja satu, Indonesia.
Pernyataan yang tepat untuk mendukung pernyataan di atas adalah ...
a. Memang berbeda partai bukan berarti berbeda ideologi. b. Berbeda partai bukan berarti kita dapat berbeda ideologi karena meskipun par berbeda-beda kita tetap satu, yaitu Indonesia. c. Berbeda partai berarti berbeda aspirasi. Jadi, kalau ada yang tidak separtai be memang mengajak berseberangan. Lumrah jika kemudian timbul konflik. d. Tidak ada alasan konflik hanya karena berbeda aspirasi politik atau partai. Par hanya sekadar jalan menyalurkan aspirasi. Partai hanya menyesuaikan mana paling cocok untuk seseorang. Arahnya tetap satu, membangun bangsa. Jadi, tetap satu bangsa. e. Ah, lumrah saja berbeda partai berbeda konflik asalkan tidak saling melangga
Perindustrian
191
3. Sejak dahulu ia memang seorang yang ... terhadap berbagai hal. Isian yang tepat untuk bagian yang dirumpangkan di atas adalah .... a. ideal b. idealis c. idealistis d. idealisme e. idealistik 4. Di bawah ini yang termasuk deretan istilah sastra adalah .... a. tangga lagu, nada, plot, dramawan b. novelis, cerpenis, penyair, kolumnis c. sudut pandang, tema, blocking, timing d. topik, pokok pikiran, kalimat penjelas e. fitur, desainer, sutradara, aktor
5. Di bawah ini pernyataan yang didukung bukti adalah ... a. Memang, sekarang ini zamannya zaman gila. Perilaku kebanyakan manusia s tidak berperikemanusiaan lagi. b. Sulit rasanya mencari manusia yang masih memiliki rasa kemanusiaan tinggi. tidak peduli lagi. c. Setiap hari selalu ada yang mati karena over dosis. Data dari WHO menyebut setiap detik dua orang mati karena obat terlarang itu. d. Main hakim sendiri menjadi tren. Rasa kemanusiaan benar-benar telah hilang e. Pengangguran meningkat pesat. Mencari pekerjaan menjadi sesuatu yang ras sangat mahal. B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat! 1. Susunlah suatu pernyataan dukungan atas kegiatan OSIS di sekolah Anda! 2. Urutkan dan susunlah sebuah grafik dari data berikut! Perolehan Nilai Hasil Ulangan Semester 1 Nama Rina Amir Yusuf Umar PKn 8.00 7.75 7.75 7.75 B.Ing 7.25 7.00 6.15 7.50 B.Ind 7.70 7.50 6.50 7.25 Mat. 5.60 5.00 4.00 5.25 Fisika 6.67 6.15 6.00 6.15
Biologi 7.25 7.15 7.35 7.15
192
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
3. Susunlah sebuah kerangka pidato dengan tema perindustrian! 4. Susunlah teks pidato berdasarkan kerangka yang Anda tulis pada no. 3 tersebut! Pilihlah salah satu dari cerita rakyat tersebut kemudian rumuskan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan bandingkan dengan nilai-nilai masa kini!
5. Ingat cerita rakyat, seperti Tangkuban Perahu, Malin Kundang, dan Rara Jonggra
Peribahasa
Berikan hatimu kepada seluruh dunia, niscaya mereka memberikan hati mereka sepenuhnya. Sebaik-baik pilihan adalah memilih kawan baik.
Perindustrian
193
Marah Rusli
Dilahirkan di Padang, 7 Agustus 1889, meninggal di Bandung, 17 Januari 1968. Berpendidikan SD (Padang), Sekolah Guru (Bukit Tinggi), dan terakhir tamat Sekolah Dokter Hewan di Bogor (1915). Pernah menjadi mayor angkatan laut di Tegal (1945), Lektor Sekolah Tinggi Dokter Hewan di Klaten (1948), dan sejak 1951 menjalani masa pensiun di Bogor. Novelnya Sitti Nurbaya (1922) mendapat hadiah dari pemerintah RI tahun 1969. Karyanya yang lain: La Hami (n,1952), Anak dan Kemenakan (n,1956) dan Memang Jodoh. Terjemahannya: Gadis yang Malang (n, Charles Dickens,1922).
Sumber: Buku Pintar Sastra Indonesia
194
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelajaran 1
Kegemaran
Anda mempunyai kegemaran atau hobi, bukan? Banyak manfaat yang dapat Anda peroleh dari hasil mengembangkan hobi atau kegemaran. Manfaat itu meliputi dari mental hingga finansial. Tidak sedikit orang menjadi begitu berjaya dan terkenal ”hanya” bermodalkan kegemaran. Apa pun bentuk sebuah kegemaran baik olahraga, otomotif, tulis menulis, ataupun masak-memasak, jika ditekuni niscaya akan sangat menguntungkan Untuk bertukar pikiran dan informasi mengenai hobi atau kegemaran, jadikanlah masalah tersebut sebagai sarana berlatih berbahasa dalam pelajaran 12 ini.
Sumber: Clipart G
Kegemaran
195
I. Kemampuan Berbahasa
A. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat membahas rangkuman yang telah dibuat serta mengidentifikasi klausa dalam teks buku.
Merangkum 1. Membahas rangkuman yang telah dibuat Apakah alinea itu? Coba pelajari lagi pada bab terdahulu tentang rangkuman da teknik merangkum. Sekarang cermatilah teks kecil di bawah ini!
Tipikal Petarung Sejati di Kelasnya
Apabila Anda menyaksikan lomba burung berkicau, pasti sebagian perhatian akan tersita pada cucak hijau. Bukan sekadar suaranya yang heboh, bahkan sampai memekakkan teling dan bukan pula postur tubuhnya yang besar itu. Tetapi lihat pula siapa pemilik burungburung tersebut. Biasanya, dalam setiap lomba, para pemilik cucak hijau adalah kicau mania yang sudah punya jam terbang tinggi di dunia ocehan.
Apa yang bisa kita simpulkan dari fenomena di atas? Bisa dipastikan, cucak hijau benarbenar burung berkelas. Ocehannya sangat merdu dan melengking keras. Penampilan fisikny aduhai. Kelebihan itu sangat menggoda para kicau mania supaya bisa memilikinya. Perawatan cucak hijau sebenarnya tak banyak berbeda dari jenis cucak lainnya. Ia suka makan mangga. Namun jika dipersiapkan untuk kontes, variasi pakan perlu diperhatikan. Untuk menu harian, pisang kepok bisa jadi hidangan sehari-hari. Agar tak bosan, setiap dua hari sekali diberi buah yang berbeda, misalnya apel merah atau pepaya. Minuman cukup air putih dingin, tapi sudah dimasak terlebih dahulu. Mendekati hari–H, cucak hijau harus mendapatkan perlakuan lebih khusus. Sebagai ”doping” untuk meningkatkan powernya, porsi pemberian jangkrik makin ditingkatkan. Jika sehari-hari hanya diberi 10 ekor (lima ekor pagi dan lima ekor sore hari) maka porsinya bisa diberi lebih banyak menjelang lomba.
Suara Merdeka, September 2003
Uji Kompetensi 12.1
1. Rangkumlah teks kecil di atas menjadi satu atau dua kalimat! 2. Dari teks tersebut, apa yang perlu dibahas? 3. Bahaslah keuntungan dan kerugian memelihara cucak hijau! Bahaslah bersama den teman Anda (2 – 3 orang) dan laporkan hasilnya! 196
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
2. Mengidentifikasi klausa dalam teks buku
Klausa adalah satuan bahasa yang terdiri atas satu unsur inti kalimat (subjek) d satu unsur penjelas kalimat (predikat) baik secara eksplisit maupun implisit. Boleh ju ada tambahan unsur lain, yaitu objek ataupun keterangan, asalkan masih tunggal. Dengan demikian, kalimat tunggal hanya memiliki satu klausa, sedangkan kalim luas/majemuk memiliki dua klausa atau lebih. a. Klausa tunggal pada kalimat tunggal Kalimat tunggal disebut juga kalimat sederhana. Kalimat tunggal/sederhana kalimat yang terdiri atas satu klausa. Berikut beberapa contoh kalimat tunggal/ sederhana. 1) Dia datang dari Jakarta tadi pagi. 2) Tukang kayu itu masih sangat muda. 3) Musim hujan baru tiba bulan ini. 4) Pada kesempatan itu pasukan kita mampu menguasai kota.
b. Klausa jamak pada kalimat luas/majemuk Kalimat luas disebut juga kalimat majemuk, yaitu kalimat yang terdiri atas dua k atau lebih. Beberapa contoh kalimat luas adalah sebagai berikut. 1) Ia mengatakan bahwa kakaknya diwisuda hari ini. 2) Ia menutup pintu rumahnya lalu berangkat ke pasar dengan bersepeda. 3) Meskipun hujan turun sangat deras, ia tetap berangkat sekolah. Kalimat (1) terdiri atas dua klausa (a) ia mengatakan dan (b) kakaknya diwis hari ini; kalimat (2) terdiri atas 2 klausa (a) ia menutup pintu rumahnya dan (b) (ia berangkat ke pasar dengan sepeda; kalimat (3) terdiri atas dua klausa (a) hujan t sangat deras dan (b) ia tetap berangkat sekolah.
c. Klausa setara pada kalimat luas/majemuk setara Perhatikan kalimat luas di atas! Pada kalimat (2) klausa Ia menutup pintu rum Bukan bagian dari (Ia) berangkat ke pasar dengan bersepeda. Klausa yang satu bagian dari yang lain, klausa-klausa itu berdiri sendiri. Untuk mengidentifikasi kalimat luas yang setara, perhatikan penggunaan kat penghubung. Kata penghubung kalimat luas yang setara, antara lain, dan lagi, la pula, serta, lalu, kemudian, atau, tetapi, akan tetapi, sedang, namun, sedangkan, melainkan, sebaiknya, bahkan, malah, malahan.
d. Klausa atasan dan klausa bawahan pada kalimat luas/majemuk bertingkat Pada kalimat-kalimat luas yang tidak setara, klausa yang satu merupakan ba dari klausa lainnya. Klausa yang merupakan bagian dari klausa lainnya itu disebu klausa bawahan (bukan inti), sedangkan klausa lainnya disebut klausa atasan ( Klausa bawahan secara eksplisit didahului oleh kata penghubung. Perhatikan contoh kalimat Ia mengatakan bahwa kakaknya diwisuda hari ini.
(Bahwa) kakaknya diwisuda hari ini merupakan klausa bawahan/bukan inti, sedangkan Ia mengatakan merupakan klausa inti/atasan. Kakaknya diwisuda ha sebagai pengganti/substitusi dari hal itu. Dengan demikian bunyi kalimat tunggaln adalah Ia mengatakan hal itu.
Kegemaran
197
Demikian pula contoh kalimat Meskipun hujan turun sangat deras, ia tetap be sekolah. Klausa Meskipun hujan turun sangat deras merupakan klausa bawahan inti, sedangkan ia tetap berangkat sekolah merupakan klausa atasan/inti. Jadi, bu kalimat induk (tunggal) adalah Meskipun begitu ia tetap berangkat sekolah.
Uji Kompetensi 12.2
1. Dari bacaan ”Tipikal Petarung Sejati di Kelasnya” identifikasikan a. kalimat sederhana b. kalimat luas setara dan sebutkan klausa-klausanya c. kalimat luas bertingkat dan sebutkan klausa bawahan dan klausa atasan! 2. Susunlah lima buah kalimat sederhana! 3. Susunlah lima buah kalimat luas setara yang diperluas dari kalimat-kalimat sederhan atas! 4. Susunlah lima buah kalimat luas bertingkat dan sebutkan mana klausa atasan dan k bawahan!
Tugas 12.1
Susunlah sebuah teks wacana tentang keindahan yang memuat minimal tiga kalima sederhana dan empat kalimat luas (setara dan bertingkat)!
B. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat mendaftar topik-topik yang dikembangkan menjadi paragraf persuasif berdasarkan hasil penelitian, menyusun kerangka paragraf persuasif, menggunakan kata penghubung antarklausa, serta menyunting paragraf persuasif yang ditulis teman
Menulis gagasan dalam bentuk paragraf persuasif
1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf (tulisan) per Persuasif adalah tulisan ilmiah yang berbentuk prosa dengan tujuan mengajak memengaruhi (psikis) pembaca agar melakukan sesuatu. Ciri-ciri tulisan persuasif, yaitu a. bersifat ilmiah b. berbentuk prosa c. bersifat mengajak/membujuk d. memuat contoh, bukti, dan lain-lain.
198
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf persuasif misalnya sebagai a. Minum obat sesuai petunjuk dokter adalah cara aman untuk sehat. b. Menanam bunga di taman perlu memerhatikan luas dan posisi taman (tanah). c. Menjaga kesehatan merupakan tindakan yang terpuji. d. Mencegah lebih baik daripada mengobati. e. Hindarilah rokok meskipun sebatang. f. Mengembalikan performa sepeda motor seyogianya dilakukan secara kontinu.
Uji Kompetensi 12.3 1. Daftarlah sedikitnya 3 topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf persuasif! 2. Sesuaikan topik-topik tersebut dengan kegiatan Anda sehari-hari! 2. Menyusun kerangka paragraf persuasif Kerangka disusun berdasarkan subtopik-subtopik. Tema teks: Mengembalikan performa sepeda motor agar selalu prima a. Topik paragraf : mengecek saringan udara Topik pendukung : - membersihkan saringan udara - mengganti saringan udara yang aus b. Topik paragraf : mengecek karburator Topik pendukung : - membersihkan saluran - memeriksa stelan - menghaluskan lubang ventury - mengganti spuyer c. Topik paragraf : mengecek busi Topik pendukung : - mengatur stelan celah - membersihkan busi - mengganti busi d. Topik paragraf : memeriksa knalpot Selain itu, kerangka bisa juga disusun berdasarkan urutan a. waktu peristiwa b. sebab – akibat c. dan lain-lain Sebagaimana layaknya tulisan ilmiah, persuasi memiliki struktur sebagai berikut. a. Pendahuluan b. Isi c. Penutup
Kegemaran
199
3. Mengembangkan kerangka menjadi paragraf Kerangka-kerangka paragraf tersebut dapat dikembangkan menjadi teks beriku
Mengembalikan Performa Sepeda Motor Perasaan kecewa tentu muncul dalam diri setiap pengendara motor manakala sepeda motor yang ditumpanginya tidak bisa menunjukkan kinerja yang optimal. Kalau gejala ini muncul, maka sudah sepantasnya kalau si kuda besi dibawa ke bengkel-bengkel kesayangan untuk mendapatkan pemeriksaan yang lebih lanjut.
Ada beberapa hal yang menyebabkan mesin sepeda motor tidak dapat bekerja secara optimal. Yang paling umum adalah saringan udara yang kotor. Oleh karenanya bersihkan terlebih dahulu komponen yang berfungsi menyaring kotoran dan debu dari udara sehingga memungkinkan udara bisa masuk lebih banyak ke ruang bakar. Kalau Anda merasa komponen ini sudah lama tidak diganti, sebaiknya segera ganti dengan yang baru. Penggantian ini dilakukan paling tidak setiap 20.000 km.
Pengecekan pada karburator juga dapat dilakukan. Selain memerhatikan kebersihan saluran yang ada dalam komponen ini, pengguna juga dapat memeriksa stelan jarum skep karena tenaga yang kurang disebabkan oleh jarum skep yang terlampau tinggi atau bisa juga katup hoke tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Sebagai tambahan, kalau hendak meningkatkan kerja mesin, haluskan lubang ventur pada karburator dan jangan lupa mengganti spuyer agar memberi perubahan yang signifikan.
Busi yang tidak mampu memberikan percikan api yang tepat juga memberikan andil hilangnya tenaga motor. Hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan tipe busi yang tidak tepat, stelan celah yang tidak pas, atau bisa juga karena busi tersebut sudah berumur. Membersihkan busi dengan ampelas dan mengatur kembali jarak celahnya bisa menjadi langkah yang dapat dilakukan dalam kondisi darurat. Terakhir, ada baiknya untuk memeriksa knalpot karena berkurangnya tenaga motor bisa disebabkan tersumbatnya knalpot oleh kotoran sehingga gas buang tidak bisa keluar dengan lancar.
4. Menggunakan kata penghubung antarklausa (karena, jika, kalau, seperti) dalam paragraf persuasif a. Jika Jika ingin pengapian normal, bersihkan businya. b. Karena Suara motor (mesin) tidak bening, salah satunya karena saringan udara kotor.
c. Kalau Kalau knalpot dibersihkan secara periodik, niscaya suara motor (mesin) tidak ters
d. Seperti Motor itu sudah berusia lima tahun, namun performanya seperti motor berusia sa bulan.
200
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Uji Kompetensi 12.4 1. Identifikasikan kalimat-kalimat (contoh persuasi tersebut) yang menggunakan kata penghubung antarklausa karena, jika, kalau, seperti, maka, dan sehingga! 2. Susunlah paragraf persuasi dengan ketentuan berikut! a. Topik tentukan sendiri b. Menggunakan kata penghubung karena, seperti, jika, maka,sehingga, kalau. 5. Menyunting paragraf persuasif yang ditulis teman
Uji Kompetensi 12.5
1. Susunlah paragraf persuasif dengan topik ”Mencegah lebih baik daripada mengobat 2. Tukarkan pekerjaan Anda dengan teman! 3. Suntinglah paragraf persuasi teman Anda. Gunakan format berikut! Aspek – – – – Kata hubung Ejaan Tanda baca Struktur Tertulis .... .... .... .... Saran Perbaikan .... .... .... ....
II. Kemampuan Bersastra
A. Membaca
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menemukan nilai-nilai dalam karya sastra Melayu Klasik; serta membandingkan nilai-nilai dalam sastra Melayu dengan nilai-nilai masa kini.
Karya sastra Melayu Klasik
1. Menemukan nilai-nilai dalam karya sastra Melayu Klasik Pengertian nilai-nilai yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah hal-hal, sifa atau suasana yang penting, baik, dan bermanfaat bagi manusia. Dalam karya sastra termasuk cerita pendek, nilai-nilai tersebut dapat diperinci sesuai bidang atau ruang lingkupnya.
Kegemaran
201
Contoh nilai-nilai pada karya sastra Melayu Klasik berjudul ”Si Umbat Muda Gadis D Jenis Nilai Nilai moral Nilai sosial Rumusan Si anak tidak berbakti kepada ibunya, bahkan menyia-nyiakan. Si Umbat Muda lebih suka memamerkan kekayaan dan kelebihannya kepada tetangga-tetangganya, sombong, semata-mata demi kepentingan sendiri.
Kutipan Pendukung
Uji Kompetensi 12.6
1. Carilah karya sastra Melayu Klasik di perpustakaan sekolah Anda! 2. Sebutkan nilai-nilai yang terdapat pada karya sastra yang Anda temukan tersebut de mencantumkan kutipan pendukungnya!
2. Membandingkan nilai-nilai dalam karya sastra Melayu Klasik dengan nilai-nilai kini Karya sastra mengandung nilai-nilai. Jika dihayati nilai-nilai tersebut dapat ditera dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita simak kembali sastra Melayu Klasik dari Riau ”Si Umbat Muda Gadis D pada pelajaran yang lalu! Perhatikan perbandingan nilai-nilai di dalamnya dengan ke saat ini! Jenis Nilai Nilai moral Dalam Cerita Si anak tidak berbakti kepada ibunya, bahkan menyia-nyiakan. Dalam Kehidupan Sekarang
Banyak peristiwa yang menandakan tingkat kebe baktian anak kepada oran yang lebih tua semakin luntur.
Nilai sosial
Si Umbat Muda lebih suka memamerkan kekayaan dan kelebihannya kepada tetanggatetangganya, sombong, sematamata demi kepentingan sendiri.
Sikap suka pamer, sombong, tidak peduli dengan penderitaan orang lain semakin menggejala dala kehidupan sehari-hari. Ke senjangan miskin dan ka semakin melebar karena menipisnya toleransi.
202
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tugas 12.2
1. Carilah sebuah cerita rakyat/sastra Melayu Klasik dari daerah Anda! 2. Analisislah untuk menemukan nilai-nilai di dalamnya! 3. Bandingkan dengan nilai-nilai atau kecenderungan yang tengah terjadi dalam kehidupan nyata Anda sekarang! 4. Gunakan format di atas untuk menyusun laporannya! 5. Lakukan secara berkelompok!
B. Menulis
Tujuan Pembelajaran: Anda diharapkan dapat menentukan topik yang berhubungan dengan pengalaman orang lain untuk menulis cerita pendek; menul kerangka cerita pendek dengan memerhatikan pelaku, peristiwa, latar; serta mengembangkan kerangka yang telah dibuat dalam bentuk cerpen (pelaku, peristiwa, latar) dengan memerhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan.
Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain 1. Menentukan rincian tema Pada pelajaran terdahulu (pelajaran 4), Anda telah belajar menentukan tema jik hendak menuangkan ide dalam bentuk cerita pendek. Untuk penulis pemula, tema s masih terlalu sulit untuk menjadi pedoman penulisan cerpen. Oleh karena itu, rumus tema yang telah ada perlu diuraikan atau dirinci menjadi rumusan-rumusan yang leb khusus dan fokus agar secara langsung dapat menuntun Anda menulis cerpen. Dalam mengarang tulisan fiksi, kegiatan memerinci tema tidak lain adalah men kerangka karangan (outline). Perhatikan contoh tema dan perinciannya di bawah ini!
Tema: Keinginan anak menentang nasihat orang tua akan membawa kepada kesen
Perincian tema (topik): a. Seorang anak merasa terkekang dengan berbagai nasihat atau larangan dari ora b. Bujukan teman-teman yang terbiasa bergaul bebas memengaruhi pikiran si anak Terjerumuslah si anak ke dunia gelap pergaulan bebas. c. Setelah meneguk kebebasan dan telanjur si anak berbuat terlalu bebas mulai tera bahwa nasihat dan larangan-larangan orang tuanya ternyata bertujuan baik. d. Nasi telah menjadi bubur, penyesalan anak terlambat. Sesuatu yang semestinya terjadi telah menjadi kenyataan.
Kegemaran
203
Uji Kompetensi 12.7
1. Rumuskanlah rincian tema dari tema-tema yang tersedia di bawah ini! a. Setiap perilaku baik dan benar meskipun pada awalnya mendapat banyak tentan dan tantangan, selalu lebih baik daripada kejahatan. b. Kedurhakaan seorang anak kepada orang tua pasti akan mengakibatkan pender kepada yang durhaka itu. c. Dengan selalu tekun dan rajin belajar serta beribadah seseorang akan dapat mer apa yang dicita-citakan. 2. Kembangkan salah satu tema yang Anda rinci secara imajinatif menjadi cerita seder 250 kata!
2. Menulis kerangka cerita pendek dengan memerhatikan pelaku, peristiwa, dan l Cerpen ditulis karena seseorang memiliki ide awal. Ide awal ini sering disebut in atau ilham. Ilham dikembangkan dengan berimajinasi. Apa pun dapat menjadi sumb inspirasi baik berupa kejadian maupun benda-benda. Agar inspirasi atau ilham itu da diolah menjadi cerita, Anda perlu membiasakan diri menulis, berlatih, dan berlatih. Dari segi teknik penulisan, seorang penulis cerpen tidak boleh mengabaikan tig a. pilihan kata (diksi) b. tanda baca c. ejaan Kerangka cerita pendek berdasarkan rincian topik dengan memerhatikan pelak peristiwa, dan latar. Topik utama : Membangkitkan semangat, mencerdaskan pikiran, dan memo anak-anak untuk mencapai harapan adalah sebuah pekerjaan (Jibril). Topik pendukung : a. Jibril memperkenalkan diri dan mendeskripsikan tugas-tug b. Jibril mendatangi sekolah dasar di pagi hari untuk membangkitkan anak-anak. c. Melalui tukang kebun, Jibril ingin menampakkan diri di sek d. Perbincangan tukang kebun dengan guru sekolah dasar. e. Tukang kebun dan anak-anak menjaring Jibril dengan diiri operet. f. Jibril meninggalkan anak-anak dan memberikan harapan k mereka.
204
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Uji Kompetensi 12.8
Susunlah sebuah kerangka cerita pendek berdasarkan pengalaman teman Anda atau h sebuah mimpi Anda dengan ketentuan berikut! a. Kerangka cerpen hendaknya disusun dengan memerhatikan pelaku, peristiwa, dan l b. Kerangka cerpen disusun berdasarkan alur cerita atau rincian tema.
3. Mengembangkan kerangka yang telah dibuat dalam bentuk cerpen dengan memerhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan Menulis cerpen? Mengapa tidak. Dua langkah permulaan telah Anda lalui, yaitu menentukan tema dan memerinci tema (lihat pelajaran terdahulu). Kini, saatnya mel diri mengembangkan ide berdasarkan tema yang telah terumuskan. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa pada saat mengembangkan ide dalam bentuk tulisan (konsep cerpen), Anda harus benar-benar memerhatikan pilihan kata penggunaan tanda baca, dan ejaan yang benar dan efektif. Apakah diksi, tanda baca ejaan itu?
Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasa sehingga muncul atau diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan. Bandingkanl pasangan kata di bawah ini dan rasakan efeknya jika Anda membayangkan menggunakannya dalam kalimat! isak-tangis; sedih-pilu; tewas-mati; sakit-nyeri
Ejaan adalah kaidah-kaidah atau aturan-aturan cara menggambarkan bunyi-bu (berupa kata, kalimat, dan sebagainya) dalam bentuk tulisan atau huruf-huruf serta penggunaan tanda-tanda baca. Dalam menulis cerpen, Anda akan sangat membutuhkan kehadiran ejaan dan t baca. Oleh karena itu, miliki dan kuasailah buku EYD (Ejaan yang Disempurnakan)! Di antara unsur-unsur intrinsik karya sastra yang penting adalah latar cerita (se dan penokohan. Dua unsur tersebut dapat menjadi penentu bagi berkualitas tidaknya cerita. Latar cerita atau setting adalah sesuatu atau keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah cerita. Latar meliputi hal-hal berikut. a. Latar tempat (di mana pelaku berada atau cerita terjadi) misalnya di sekolah, seb kota, sebuah ruang/kamar, rumah sakit, dan sebagainya. Contoh: Sempoyongan Kartini keluar dari sebuah kamar dalam Kantor Ken Peitai. Matany kabur terpancang dalam muka yang pucat. (Achdiat K. Mihardja, Atheis: 7) b. Latar waktu (kapan cerita terjadi) misalnya sekarang, pada suatu malam, kemarin lampau, seratus tahun yang lalu, dan sebagainya. Contoh: Sebelum subuh mereka telah bangun. Siti Rubiyah ikut bangun pagi dan memasa kopi dan makanan pagi untuk mereka. Buyung merasa agak berat dalam hatinya berangkat. (Mochtar Lubis, Harimau! Harimau!: 53).
Kegemaran
205
c. Latar suasana (dalam keadaan bagaimana cerita terjadi) misalnya sedih, gembira dingin, damai, sepi, mencekam, dan sebagainya. Contoh: Demi didengar Asri jawab gadis yang jujur itu, ia pun tertegun sebentar. Mukanya kusam dan pikirannya yang kusut karena diharu perasaan: akan diteruskannyala pertunangannya dengan Saniah yang congkak dan tak berbasa-basi itu, .... (Nur Iskandar, Salah Pilih: 163) d. Latar alat (benda atau alat apa yang digunakan untuk melakukan sesuatu) misaln pulpen, topi, tongkat, telepon genggam, belati, cangkul, dan sebagainya. Contoh: Sesudah makan malam mereka cuma mendengarkan orang main piano di dekat Setelah itu mereka masuk ke kamar Hidayat, menonton televisi .... (Ramadhan K Ladang Perminus: 160)
Penokohan adalah penentuan atau penetapan dan penciptaan citra (kesan atau bayangan) tokoh dalam cerita. Penokohan sebenarnya mencakup dua unsur yang tid dapat dipisahkan, yaitu tokoh dan watak (karakter). Unsur tokoh mencakup nama-nama tokoh itu sendiri, sedangkan unsur watak mencakup tabiat, budi pekerti, atau kelakuan seseorang (tokoh). Dari unsur watak itu muncul dua gambaran tokoh dengan wataknya yang melekat. Macam-macam tokoh berikut. a. Tokoh baik atau tokoh dalam cerita yang berjuang mencapai sesuatu. Tokoh ini s disebut juga tokoh utama atau tokoh protagonis. Deskripsinya: jujur, setia, pembe patuh, dan sebagainya. b. Tokoh jahat atau tokoh dalam cerita yang senantiasa berusaha menghalangi apa ingin dicapai tokoh utama. Tokoh ini disebut juga tokoh antagonis. Deskripsinya: pembohong, dan sebagainya. c. Di samping dua tokoh tersebut, dalam cerita sering pula dimunculkan tokoh ”ketig yang biasa disebut tokoh penengah atau tritagonis. Perhatikan contoh berikut!
Walaupun Asri baru beberapa bulan saja bekerja, tetapi karena ia amat pand maka pekerjaan klerk itu lekas dapat diketahui, dipahamkan, dan dijalankannya. Ia selalu rajin, ingat-ingat dan riang sehingga tak ada kerja yang sukar dan berat kepadanya. Kemendur sayang akan dia, demikian juga segala teman sejawatnya (Salah Pilih)
Tokoh penggalan di atas adalah Asri. Perwatakannya pandai, rajin, periang, dan ingat tinggi. Asri (laki-laki) adalah tokoh utama.
206
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Tugas 12.3
1. Carilah sebuah cerpen dari media massa atau buku kumpulan cerpen. Analisislah latar cerita (setting) dan penokohannya (tokoh dan karakter/wataknya)! 2. Sampaikan laporannya di depan kelas!
Uji Kompetensi 12.9 Bacalah dengan saksama cerpen karya Danarto berikut ini!
Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat Oleh Danarto Akulah Jibril, malaikat yang suka membagi-bagikan wahyu. Aku suka berjalan di antara pepohonan. Jika angin mendesir itulah aku. Jika pohon bergoyang, itulah aku yang sarat beban wahyu yang dipercayakan Tuhan kepadaku. Sering wahyu itu aku naikkan seperti layang-layang, sampai tinggi di awan dengan seutas benang yang menghubungkannya, sementara itu langkahku melentur-lentur melayang di antara batang pisang dan mangga. Akulah Jibril, malaikat yang telah membagi-bagikan wahyu kepada Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Muhammad, Nabi Isa, dan nabi-nabi lainnya. Kedatanganku senantiasa ditandai gemerisiknya angin di antara pepohonan atau padang pasir. Wahyu adalah kalimat-kalimat yang berat, namun ringan jinjingannya. Oleh karena itu, telah aku naikkan ia sebagai layang-layang yang senantiasa beredar tinggi yang sewaktu-waktu kupatukkan ke bawah, manakala kulihat ada anak yang sulit berpikir, pada kepalanya, ya pada kepalanya, maka kagetlah ia sambil meraba kepalanya, ia menengok-nengok ke atas. Kemudian anak itu akan terbuka kembali pikirannya sehingga akan bisa menjawab soal-soal di kelas nantinya. Akulah Jibril, yang suatu hari melihat sebuah sekolah dasar yang anak-anaknya sedang mampat pikirannya, maka kutukikkan layang-layangku seperti hendak menyerbu layang-layang lainnya, tepat di tengah atap itu: brag-brag-kada-brag beberapa genting kuperintahkah jatuh, tentu saja kubikin tidak mengenai mereka, melainkan kepingankepingan itu biarlah jatuh di lantai saja. Mereka jadi terkejut, semuanya menengok ke atas yang tanpa langit-langit itu, hingga lubang yang menganga itu menghantarkan sinar matahari ke dalam. Setelah itu kukirimkan hujan khusus lewat lubang atap itu. Mereka bubar keluar. Di halaman sekolah, guru dan murid-murid itu terheran-heran memandang ke langit. Bagaimana mungkin ada hujan setempat yang begitu kecil, demikian mereka saling berkata, yang semuanya kusambut dengan tersenyum saja. Yang menyenangkan adalah pikiran guru dan murid-murid itu menjadi segar dan kemudian mereka beramai-ramai belajar di sebuah bukit yang rimbun di seberang halaman sekolah. Sebenarnya itulah yang kukehendaki. Mengapa mesti belajar di dalam kelas saja? Apakah padang rumput yang luas itu bukan kelas?
Kegemaran
207
Ketika tukang kebun yang kuberi tahu untuk mengganti genting yang pecah itu datang ke dalam kelas, ia hanya tertegun saja. ”Mana genting pecah yang harus kuganti? Mana lantai kotor yang harus kusapu?” begitu gerutunya. Tentu saja ia bergumam terus sebab tidak ada sesuatu pun yang tidak beres di kelas itu. Segalanya baik-baik saja, sebab ketika mereka berbondong-bondong ke bukit, buru-buru aku ganti genting yang pecah itu dan aku sapu lantai yang kotor oleh kepingan-kepingan itu. Ketika mereka kembali ke kelas mau berkemas-kemas pulang, mereka juga melihatlihat sekelilingnya dan tentu saja mereka mengira tukang kebun yang mengerjakannya. Guru itu menghampiri tukang kebun. ”Cepat juga Bapak bekerja.”
”Ala bisa karena biasa,” begitu jawab tukang kebun yang suka berpantun dan berperibahasa itu, sebuah jawaban sambil lalu, hanya untuk mempercepat pembicaraan, meski di sela-sela ucapan itu ada bunderan keheranan yang makin bertambah-tambah saja. Bagi saya tentu saja itu sebuah jawaban yang bagus; maka kubisikkan ke telinganya ”Itu jawaban yang bagus, Pak,” yang membuat ia terkejut dan menengok ke sekeliling mencari siapa gerangan yang bersuara, cuma rupa tidak ada. Tukang kebun itu buruburu menghindar. Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemerisik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar, yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian. Di waktu kalian giat belajar, sebenarnya aku ada di sisimu, benar-benar di sisimu, sekarang ini juga. Akulah yang mengelus lidah anak-anak kelas nol besar, supaya tidak kelu waktu membaca dan menyanyi. Akulah Jibril yang suatu malam mendatangi tukang kebun itu dalam mimpi. Kukatakan kepadanya bahwa aku ingin bermain-main dengan anak-anak semuanya. Ketika ia bangun kira-kira jam tiga malam, ia termangu-mangu duduk di tempat tidur. Istrinya acuh tak acuh melihat dia, sambil menggeliat membalikkan tubuhnya dan tidur lagi. Sementara tiga orang anaknya lelap sekali. Pagi harinya ia menemui guru sekolah dan mengatakan bahwa Jibrillah yang memecahkan genting kemarin dan menggantinya sendiri. Guru itu mengira tukang kebun itu sedang mengigau. Lalu siang hari ia pergi ke bukit, membuat jaring dari sabut kelapa yang dipilinnya kecil-kecil merupakan tali-tali panjang. Tentu saja aku diam-diam membantunya, yaitu mencarikan sabut kelapa di sana-sini. Selama satu minggu siang malam jaring-jaring itu dikerjakannya. Sebagai imbalannya, tanaman ubi dan singkongnya kutiup menjadi besarbesar. Pada hari ke delapan dipasanglah jaring itu di bukit. Ketika guru dan murid-murid telah membiasakan belajar di alam terbuka melihat tukang kebun itu bekerja sendirian semuanya mendekat. ”Jaring itu untuk apa, Pak?” ”Untuk menjaring malaikat.” ”Malaikat?” ”Benar.” ”Boleh kami bantu, Pak?” ”Boleh, boleh. Tentu saja. Malah setelah itu kalian akan saya ajak menunggu jaring ini.”
208
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
”Kenapa mesti ditunggu?” ”Sebentar lagi Jibril akan genteyongan terperangkap jaring ini.” ”Jangan berlebihan, Pak.” ”Bicaraku tidak melebih-lebihkan. Apa adanya saja. Jika kalian percaya, silakan. Tak percaya, silakan. Aku ajak kalian hari ini untuk bersenang-senang.” ”Jika Jibril tertangkap, apakah ia tak mampu melepaskan diri, sedangkan ia seorang malaikat?” ”Tidak mungkin karena sayapnya akan kurenggut.” ”Jadi ia punya sayap?” ”Semua malaikat mempunyai sayap.” Guru itu cuma tersenyum saja. ”Bapak sedang mimpi,” katanya lirih dan dijawab oleh tukang kebun itu, ”Ini nyata.” Setelah sekolah usai, semua anak-anak ternyata punya minat terhadap usaha menjaring malaikat itu. Hanya guru itu yang terus pulang. Lalu mereka mengendap melingkari jaring itu. Akulah Jibril yang angin. Seketika terpancang jaring itu kuat-kuat, aku terus menubruknya. Tersangkutlah aku di dalamnya. Sayapku juga terjerat kukuh. Maka bergenteyongan-lah aku, seperti sedang main ayunan. Mula-mula anak-anak itu terbengong-bengong menatapku, seperti menatap burung dalam sangkar. Yang membuatku merasa aneh adalah ternyata mereka tidak takut kepadaku. Kini aku telah benar-benar ngejawantah. Tiba-tiba bersoraklah semua anak-anak itu mengelilingiku. Mereka bernyanyi beramai-ramai. Wahai Jibril. Yang suka nubruk-nubruk. Anda kemarin memecahkan genting kelas kami. Sekarang Anda terjaring. Cobalah lari. Cobalah lari. Begitulah kalimat nyanyinya dan diulang-ulang terus. Akulah Jibril, yang kemudian merasa geli dan heran. Mereka begitu saja menciptakan nyanyian baru. Juga mereka memanggilku ”Anda”, kenapa tidak ber-”Engkau” saja? Aku menjawab nyanyian mereka dengan nyanyian yang kuciptakan secara tiba-tiba juga: Wahai kamu. Kamu toh tak mungkin menjaring malaikat. Wahai kamu. Kamu toh tak mungkin menjaring angin. Akulah Jibril. Akulah angin.
Kegemaran
209
Mereka kemudian bergandengan dan tetap melingkariku terus. Nyanyi mereka tambah keras. Silakan lari. Silakan lari. Aku pun menjawab Jika jaring kukais kalian pasti menangis. Mereka pun menjawab Silakan kais. Silakan kais. … dan mereka pun terbahak-bahak melirikku. Tukang kebun itu berteriak, ”Tak kukira mimpiku jadi nyata.” Ia pun ikut menari-nari. Akulah Jibril, yang saat ini benar-benar merasakan kegembiraan. Bermain-main dengan anak-anak memang jarang. Biasanya tugasku berat saja adanya. Tetapi akulah angin yang harus beredar terus, ke seluruh bumi, ke tempat-tempat lapang, juga tempattempat yang tersembunyi. Sementara mereka masih menari-nari dan menyanyi terus kutinggalkan mereka dan kuganti tubuhku dengan seonggok daun pisang kering. Sebelum benar-benar pergi aku ingin melihat mereka kaget. Setelah mereka melihat jaring itu kembali dan isi di dalamnya yang sebenarnya, mereka melongo dan satu-satu menangis. Aku tersenyum pergi. Akulah Jibril, akulah angin, akulah daun-daun kering, tak mungkin kutinggalkan mereka, anak-anak manis, begitu saja tanpa memberinya apa-apa sebagai tanda kasih sayang. Esok harinya seluruh sekolah itu tercengang, ketika mereka melihat layang-layang yang kukaitkan semalam di atap tinggi dengan benang panjang sekali. Siapa saja boleh membiarkan layang-layang itu sepanjang masa terkait di situ atau mengambilnya menjadi miliknya. Terserah.
Horison, Desember 2001
Seorang pengarang pasti mempunyai sesuatu yang penting dalam karangan yang in diketahui pembacanya. Sesuatu itulah yang disebut ide atau gagasan pokok isi cerita.
Uji Kompetensi 12.10
Untuk berlatih atau membiasakan menemukan gagasan atau ide pokok sebuah cerita, c lakukan kegiatan berikut. 1. Tuliskan empat peristiwa/kejadian penting yang terjadi dalam cerpen tersebut! 2. Berdasarkan jawaban soal nomor 1, ceritakan secara tertulis isi cerita pendek terseb dalam satu paragraf! (Gunakan kertas lepas)
210
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Rangkuman
1. Membuat rangkuman adalah menyajikan suatu karangan yang panjang dalam be singkat. 2. Klausa adalah satuan bahasa yang terdiri atas satu unsur inti (subjek) dan satu unsur penjelas (predikat) baik secara eksplisit maupun implisit boleh juga ditamba unsur lain. 3. Kalimat tunggal hanya memiliki satu klausa, sedangkan kalimat majemuk terdiri atas beberapa klausa. 4. Karangan persuasif adalah karangan prosa yang bertujuan mengajak atau memengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. 5. Karangan persuasi berkarakter: bersifat ilmiah, bentuk prosa, bersifat mengajak atau membujuk, membuat contoh atau bukti. 6. Nilai-nilai karya sastra Melayu Klasik, antara lain, religiusitas, sosial, edukatif. 7. Sebelum menulis cerpen sebaiknya menentukan tema dan rincian tema atau tem dan subtema. Selain itu, ejaan dan diksi juga perlu diperhatikan dalam menulis cerpen.
Refleksi
Setelah mempelajari materi pelajaran 12 diharapkan Anda memiliki perilaku sebagai be
1. Selalu mencatat hal-hal penting atau pokok dari sebuah teks. 2. Menyusun kalimat tunggal secara tepat. 3. Selalu berprinsip bahwa segala sesuatu dimulai dari hal kecil. Karena itu, biasakan menggunakan kalimat tunggal jika belum lancar menggunakan kalimat majemuk. 4. Sikap persuasif hanya untuk hal-hal yang urgen. Namun demikian, perlu berlatih me karangan persuasif. 5. Sikap persuasif harus dilandasi sikap ilmiah agar tidak menjadi pembohong. 6. Kebanyakan orang menyatakan zaman sekarang adalah zaman edan. Kalau tidak m (halal-haram) tidak keduman (kebagian). Tetapi, Anda harus berprinsip bahwa keben akan mendapat kemenangan. Itulah nilai yang selalu muncul pada cerita rakyat. 7. Meskipun terasa kaku, menggunakan bahasa baku perlu ditanamkan pada diri siapa
Kegemaran
211
Evaluasi
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar!
1. Kebahagiaan Raja dan istri kedua membuat istri pertamanya iri hati. Suatu hari, istri perta
mempunyai niat jahat untuk melenyapkan bayi tersebut. Pada suatu malam, istri pertama menyelinap masuk ke kamar dan mencuri bayi si Raja Omas lalu memasukkannya ke lab besar. Buah labu yang sudah kering itu telah dibuang isinya. Lalu, dihanyutkannya buah labu berisi bayi itu ke sungai.
Nilai yang dominan dalam kutipan cerita rakyat di atas adalah nilai .... a. b. c. d. e. sosial religi moral pendidikan budaya
2. Pada proses penyembuhan luka, tidak jarang terjadi keloid, yaitu terbentuknya suatu jarin
parut yang abnormal pada bekas luka. Dari segi estetika, keloid ini akan tampak sangat mengganggu sehingga sebisa mungkin tumbuhnya keloid ini harus dihindari. Rangkuman yang tepat untuk paragraf di atas adalah ...
a. Pada proses penyembuhan luka, tidak jarang terjadi keloid. b. Keloid, yaitu terbentuknya suatu jaringan parut yang abnormal pada bekas luk c. Dari segi estetika, keloid ini akan tampak sangat mengganggu sehingga sebis mungkin tumbuhnya keloid ini harus dihindari. d. Dari segi estetika, keloid ini akan tampak sangat mengganggu. e. Sehingga sebisa mungkin tumbuhnya keloid ini harus dihindari. 3. Pagi-pagi sekali sehabis sarapan, Alin berangkat naik oplet ke pusat kota mencari racun
yang baru. Ia sengaja membeli itu terdorong oleh permintaan istrinya yang sebenarnya sedang sakit. Siapa tahu, racun api ini akan menyembuhkan istrinya. Ditunggunya depot penjualan racun api itu buka pukul delapan. Ia datang terlalu pagi. Dipilihnya ukuran yang sesuai dan ia pulang naik taksi agar cepat sampai dan segera memperlihatkan racun api pada istrinya.
Alin sampai di kedainya pada saat yang tepat, saat api berkobar melalap kasur-kasur d bantal-bantal dagangannya. ...
Penggalan cerpen di atas lebih menggambarkan nilai .... a. b. c. d. e. pendidikan agama adat/budaya moral sosial
212
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
4. Penggunaan huruf kapital yang tidak tepat terdapat dalam ... a. Mereka bersedia disumpah karena merasa tidak bersalah. b. Senat Universitas telah menobatkan profesor Muhadi sebagai guru besar faku pertanian. c. Anggota MPR berhasil mengamandemenkan Undang-Undang Dasar 1945 da waktu setahun. d. Apakah Saudara telah melaporkan kejahatan ini kepada polisi? e. Dika menyahut, ”Yang mengambil roti itu Diana!” 5. Tadi pagi kami berdua mengendarai sepeda motor. Kalimat tersebut terdiri atas ... klausa. a. satu b. dua c. tiga d. empat e. lima 6.
Dan di suatu hari, lelaki tua itu pun jatuh sakit atau sakit-sakit. Menurut dokte penyebabnya lebih karena kecapaian serta berbagai akibat dari tubuh yang telah dimakan usia. Maka lelaki tua terbaring saja di tempat tidur. Ketiga anaknya berdatangan bersama istri atau suami mereka. Rumah jadi r Apalagi anak perempuan, si bungsu yang serupa benar dengan ibunya itu, memb kedua anaknya yang belum bersekolah. Menyaksikan cucunya menerobos kamarnya bagai dua perampok kecil, lelak itu seperti mendapatkan tenaganya kembali untuk berbenah membersihkan dan m rumah. Ia merasa harus berkejaran dengan waktu. Warnanya semakin kuning tua mersik bagai kerisik, sementara daun-daun muda, cucu-cucunya, telah tumbuh d segala kesegarannya.
Tema yang paling tepat untuk penggalan cerpen tersebut adalah .... a. Seorang kakek selalu menyayangi cucu-cucunya b. Seorang kakek akan mendahulukan kepentingan anak-anak dan cucu-cucuny c. Apa yang diperbuat seorang perempuan terhadap keluarganya akan menentu ”nasib” keluarga tersebut d. Keluarga yang ideal adalah keluarga yang dihuni ayah, ibu, anak-anak, kakek, nenek e. Keluarga harus memerhatikan kakek dan nenek terutama dalam hal kesehata ibadah
Kegemaran
213
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat!
1. Perhatikan penggalan cerpen di bawah ini kemudian analisislah dari segi penoko alur, setting, dan amanat! Mimpi Ramadhan K.H.
Belakangan ini, aku sering mimpi yang hampir serupa. Aneh, rupanya itu didesak oleh kenangan dan harapan yang kuat. Gambarannya beruntun seperti nonton film, tapi ceritanya melompat-lompat, seperti ada bagian-bagian yang tidak terekam. Maklumlah mimpi. Aku tidak ingat permulaannya. Tapi seperti yang pernah benar aku alami, jauh ke belakang muncullah gambar-gambar berderet. Kami berkumpul di Gedung Proklamasi bangunan lama, bukan yang sekarang yang sudah bertingkat. Aku ikut dalam kumpulan itu karena dijemput oleh sehabatku yang kental, Muharyo Djojodigdo. Jelas sekali wajah Muharyo dalam mimpiku itu. Sejumlah orang yang ada di sana tak pernah kukenal sebelumnya. Dalam mimpiku itu pun tak jelas siapa-siapanya. Tapi satu orang terkelebat, sepertinya aku ingat. Dialah itu yang bernama Juntak. Muncul wajah Pak Maladi yang berbadan ramping. Aku kenal dan beberapa kali pertemuan dengannya, tapi tidak pernah terlibat dalam percakapan yang intens. Kali ini pun, dalam mimpiku, Pak Maladi tidak banyak bicara. Ia cuma menenangkan suasana pembicaraan yang merupakan debat. Pembicaraan sepertinya langsung mengenai korupsi yang dilakukan oleh sejumlah elite di antara pegawai negeri. Maka ramailah pertemuan itu, riuh, setelah satu orang angkat bicara. ”Kalau begitu,” katanya, ”aku pun mengaku. Aku pernah menerima uang, tidak tahu dari siapa, dan untuk siapa,” kata laki-laki itu sambil menunjuk-nunjuk dadanya. ”Itu suapan!” teriak yang lain. ”Ya baik, aku mengaku saja, aku pernah menerima suapan.”
2. Tulislah tiga topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf persuasif! Tema b dengan lingkungan hidup.
3. Susunlah kerangka paragraf persuasif berdasarkan salah satu topik yang Anda tu pada no. 2 di atas! 4. Susunlah paragraf persuasif berdasarkan kerangka yang telah Anda susun pada di atas! 5. Rumuskan nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra Melayu Klasik berikut!
Malim Deman (putra Raja Gombang Malim Dewa dengan permaisuri Lindungan Bulan) di Bandar Muar, dalam mimpinya mendapat nasihat dari seor orang suci supaya ia pergi ke tempat Nenek Kebayan di hulu Sungai Bandar Muar, karena putri-putri kahyangan biasa mandi-mandi di tasik dekat rumah Ne
214
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Kebayan. Salah seorang dari putri kahyangan itu ialah Putri Bungsu yang palin cantik daripada lain-lainnya. Itulah yang akan patut menjadi istrinya, asal mau berusaha. Berhubung dengan itu maka Malim Deman berpisah dengan Si Kembang Cina, berlengkap pergi berburu dengan pengiring-pengiringnya bese anjing berburu si Kumbang. Dalam perjalanan semua pengiring dan anjingnya mati, sehingga Malim Deman terlunta-lunta di hutan menyusur sungai menuju k hulu.
Sementara itu ketujuh putri kahyangan mandi-mandi di tasik. Oleh karena Putri Bungsu baru pertama kali itu turun mandi, maka melakukan upacara deng meletakkan sehelai rambut dan sebentuk cincin intan yang lalu dihanyutkan sam berkata: ”Laki-laki yang mendapatkan ini akan menjadi suamiku”. Benda-benda itu diperdapat Malim Deman dalam perjalanannya yang pada akhirnya sampaila ke tempat Nenek Kebayan.
Tatkala ketujuh putri kahyangan itu turun mandi lagi di tasik, Malim Dema mengambil selendang Putri Bungsu (yang menyebabkan dapat terbang), sehin putri itu tak dapat kembali ke kahyangan seperti saudara-saudaranya. Malim De mendekati dengan berlagak pura-pura tidak tahu, lalu memberikan pertolongan kemudian diajak pulang ke Bandar Muar sebagai istrinya. Malim Deman kemu menggantikan ayahnya menjadi raja dan berputra Malim Dewana.
Malim Deman makin lama makin tidak mengacuhkan permaisuri dengan putranya. Karena lebih mengasihi Si Kembang Cina serta istri-istrinya yang lai Sudah barang tentu setelah Putri Bungsu menemukan selendangnya kembali, lalu pulang ke kahyangan bersama-sama dengan anaknya.
Malim Deman menyesal, lalu mencari Putri Bungsu ke tempat Nenek Kebayan. Di situ ia menerima kabar bahwa Putri Bungsu akan dikawinkan deng Mambang Molek. Lalu minta pertolongan kepada Putri Terus Mata (anak raja segala jin Islam) dengan meminjam borak (alat terbang) dengan syarat harus mau mengawininya. Dengan pertolongan Nenek Kebayan, di kahyangan Malim Deman dapat mencapai maksudnya. Mambang Molek dibunuh oleh Malim Dem dalam suatu pengaduan ayam, karena menghinanya. Setelah diadakan perkaw sekali lagi antara Putri Bungsu dengan Malim Deman itu di kahyangan, lalu pula ke Bandar Muar. Akan tetapi Putri Terus Mata juga dikawininya. Selanjutnya Malim Deman menjadi raja yang bijaksana di Bandar Muar.
Hikayat Malim Deman – Peristiwa Sastra Melayu Lama
Peribahasa
Jangan menunda sampai besok pekerjaan yang dapat dikerjakan hari ini. Orang yang banyak bicara adalah yang sedikit berbuat.
Kegemaran
215
Ali Akbar Navis
Dilahirkan di Padang Panjang, Sumatra Barat, 17 November 192 Ia mendapat pendidikan di Perguruan INS Kayu Tanam (tamat 1945). Pernah menjadi pegawai pabrik porselen di Padang (1944 – 1947), Kepala Bagian Kesenian Jawatan Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat di Bukittinggi (1955 – 1957), pemimpin redaksi harian Semang di Padang (1971 – 1972), anggota DPRD Sumatra Barat mewakili Golongan Karya (1971 – 1982), dan sejak 1969 menjabat Ketua Yayasan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam.
Cerpennya yang berjudul Robohnya Surau Kami mendapat hadiah kedua majalah Kisah (1955) dan bersama cerpen-cerpennya yang lain kemudian dikumpulkan dalam Robohnya Surau Kami (1956); novelnya Saraswati, Si Gadis dalam Sunyi (1970) memperoleh hadiah dalam sayembara mengarang yang dilakukan oleh UNESCO/IKAPI tahun 1968; cerpennya Jodoh meraih hadiah pertama Sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldromroep (1975); dan cerpennya Kawin mendapat hadiah dari majalah Femina (1979).
Karyanya yang lain: Bianglala (kc,1963), Hujan Panas (kc,1964), Kemarau (n,1967), Dermaga dengan Empat Sekoci (ks,1975), Di Lintasan Mendung (cerber,1983), Dialektika Minangkabau (ed,1983), Alam Terkembang Jadi Guru (1984), Pasang Surut Pengusaha Pejuang (b,Hasjim Ning,1986), Filsafat dan Strategi Pendidikan M. Sjaferi (1986), Yang Berja Sepanjang Jalan (kc,1999), Jodoh (kc,1999), Dermaga Lima Sekoci (2000), dan Kabut Nege si Dali (kc,2001). Selain itu, ada beberapa cerpennya Robohnya Surau Kami, Pak Menteri M Datang telah diterjemahkan ke bahasa Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, dan Malaysia.
Ia telah menerima beberapa penghargaan; hadiah seni dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI (1988), Hadiah Sastra ASEAN (1992), dan Satya Lencana Kebudayaan dari Pemerintah RI (2000).
Sumber: Buku Pintar Sastra Indonesia
216
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, d, atau e di depan jawaban yang benar! 1. Produksi Pertanian Kabupaten Wonogiri Tahun 2008 (dalam jumlah ton)
Wilayah Giriwoyo Baturetno Pracimantoro Girimarto Purwantoro Jagung 35 22 27 24 26 Kedelai 23 19 24 22 25 Padi 30 18 19 26 29 Ketela Pohon 65 75 70 62 74
Kacang Tanah 19 40 35 43 45
Pernyataan berikut yang sesuai dengan isi tabel di atas adalah ....
a. Di antara lima kota tersebut, produksi padi di Giriwoyo menempati urutan ked b. Pada tahun 2008 produksi ketela pohon di wilayah Baturetno menempati uru pertama c. Pada tahun 2008 produksi kacang tanah di Wonogiri paling banyak dihasilka wilayah Girimarto d. Produksi jagung dan kedelai paling rendah dihasilkan wilayah Girimarto e. Produksi kedelai dan padi paling rendah dihasilkan wilayah Purwantoro 2. Salah satu simpulan yang tepat dari tabel di atas (no.1) adalah ....
a. Produksi pertanian yang paling tinggi dari lima wilayah tersebut adalah kacan tanah b. Produksi pertanian yang tertinggi dari lima wilayah tersebut adalah ketela poh c. Dari lima jenis produksi pertanian tersebut wilayah Baturetno menduduki per pertama d. Kedelai sebagai produk pertanian yang paling sedikit dihasilkan e. Wilayah Giriwoyo menempati peringkat pertama dalam memproduksi segala pertanian
3. Ada perasaan tegang bercampur senang saat pilot atau kopilot terpilih sebagai a pesawat yang menerbangkan Sekjen PBB. Terutama menjelang take off. Merek senang dan bangga mendapat kehormatan membawa penumpang orang nomo di badan PBB itu. Tetapi tak jarang, perasaan tegang karena di pundaknya terpi tanggung jawab luar biasa. Kalimat utama pada paragraf di atas terdapat pada urutan .... a. kesatu b. kedua c. ketiga d. keempat e. kesatu dan keempat
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
217
4. Bubur garut membawa maut. Itu terjadi di Desa Rejosari, Kecamatan Tanon Sra Setelah makan jenang garut, seorang tewas. Sedangkan 20 korban lainnya sam berita ini diturunkan tadi malam, harus dirawat di rumah sakit. Korban tewas ber Hartoyo, 70. Jenang atau bubur garut maut itu adalah dagangan Mbah Soniah. Dilihat dari letak kalimat utama, paragraf tersebut disebut .... a. b. c. d. e. induktif deduktif ineratif deskriptif naratif
5. Begitulah. Kalau ada orang sakit, aku juga yang merawatnya. Dan di waktu mala malam yang sepi, mereka minta hiburan. Aku bernyanyi. Mereka memetik gitar. mereka dapat melupakan hal-hal yang mencekam. Dan di waktu itu, aku sering jumlah tanganku masih kurang. Aku mau tanganku lebih banyak lagi. Kalau bole sebanyak jari. Karakter yang dimiliki oleh tokoh di atas adalah ..... a. b. c. d. e. penyabar, pemberontak, tamak penyabar, penyayang, suka menolong sesama penyabar, penyayang, tamak mementingkan orang lain, menelantarkan diri pemboros, penyayang, peduli
6. ”Ya, tentu saja kau kasihan padaku. Karena kau merasa berdiri di tempat yang s tinggi, sedang aku jauh di bawahmu. Lalu dari tempat yang tinggi itu, kau mema kepadaku. Dan kau berucap, ’Oh alangkah kecilnya kau, Ning’.” Amanat penggalan cerpen tersebut adalah .... a. b. c. d. e. agar membedakan pangkat dan kekayaan seseorang adanya perlakuan beda antara orang cacat dengan yang normal supaya mengikuti ucapan Ning tersebut agar kita tidak membeda-bedakan yang satu dengan yang lain agar kita memiliki perasaan kasih sayang kepada sang kekasih
7. Hijau tampaknya Bukit Barisan. Berpuncak Tenggamus dengan Singgalang. Putuslah nyawa hilanglah badak. Namun hati tetap terkenang. Penggalan puisi tersebut menggambarkan .... a. b. c. d. e. walaupun di rantau, pengarang terkenang tanah airnya Bukit Barisan yang subur kematian yang sudah mendekat kerinduan pengarang pada kekasihnya kenangan pengarang tentang Bukit Barisan
218
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
8. Pelaku pencurian di sebuah rumah di Banu Biru RT 05/04, Banyu Biru Salatiga p 20 November 2004 lalu, Edi Purwaka alias Marjan, 35 tahun, akhirnya berhasil ditangkap polisi. Warga Tanjung Anom RT 02/3, Serengan Surakarta itu langsun dijebloskan ke tahanan Polsek Banyu Biru, dan sudah seminggu ini menjadi tam hotel prodeo tersebut. Ide pokok paragraf tersebut adalah .... a. b. c. d. e. Marjan sudah seminggu menjadi tamu di hotel prodeo Marjan, selaku pencurian, berhasil ditangkap polisi Marjan, warga Tanjung Anom RT 02/3, Serengan, Surakarta Marjan mencuri pada tanggal 20 November 2004 Marjan dijebloskan ke tahanan Polsek Banyu Biru
9. Istilah teknologi/biologi di bawah ini yang mengandung makna “pengembangbia adalah ...
a. Pada tahun 1915 lalat buah mangga sudah menjadi pusat perhatian penelitia genetika. b. Pada kebanyakan hewan, reproduksi hanya dilakukan pada saat-saat tertent dalam setahun. c. Jenis dekak Rusia memiliki sepuluh manik setiap kawat. d. Pada putik meiosis berlangsung sesaat sebelum pembentukan megasfora. e. Jika suatu bidang memotong suatu kerucut sejajar dengan garis AB, maka te suatu parabola.
10. Kesehatan harus dipandang sebagai pembangunan bersama. Pola kalimat terse adalah .... a. S - P - PEL b. S - P - O - PEL c. S - P - O 11. K S-P-O O S-P-O e. S - P - O - K. d. S - P - O -
Kebahagiaan Raja dan istri kedua membuat istri pertamanya iri hati. Suatu h istri pertama mempunyai niat jahat melenyapkan bayi tersebut. Maka pada suatu malam istri pertama menyelinap masuk ke kamar dan mencuri bayi si Raja Oma memasukkannya ke labu besar. Buah labu yang sudah kering itu telah dibuang Lalu, dihanyutkannya buah labu berisi bayi itu ke sungai.
Penggalan cerita rakyat di atas memiliki relevansi dengan nilai-nilai masa kini da hal …
a. Semakin banyak orang melakukan poligami (menikah lebih dari satu bagi lak laki). b. Raja-raja sekarang pada umumnya berpoligami. c. Masa sekarang pun seorang raja selalu mendambakan anak sebagai putra m d. Setiap poligami, masa lalu maupun masa sekarang, selalu menimbulkan kecemburuan bagi istri tua. e. Sebagaimana masa lalu, sikap iri terhadap kebahagiaan orang lain selalu me niat jahat.
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
219
12. Hari ini adalah hari pertama Faris bersekolah di SMAN 4 Semarang. Ia bangun p 04.00 WIB, satu jam lebih awal dari biasanya. Ia segera ke kamar mandi. Shala Subuh ia lakukan tepat setelah azan selesai berkumandang. Pakaian seragam b yang telah dipersiapkan dari kemarin malam, ia pakai dengan rapi. Meskipun tak biasa, ia mencoba sarapan pagi. Tepat pukul 06.00 ia berpamitan kepada kedua orang tuanya, kemudian berangkat dengan harapan dan semangat baru. Paragraf di atas termasuk jenis .... a. b. c. d. e. narasi persuasi eksposisi deskripsi argumentasi
13. Tuti dan Maria dua kakak beradik. Keduanya putri R.Wirya Atmaja, bekas weda daerah Banten. Meskipun Tuti dan Maria bersaudara, sifat mereka sangat berbe Tuti sangat pendiam. Ia selalu berhati-hati dalam bertindak. Ia lebih banyak menggunakan akal pikiran daripada perasaan. Sebaliknya Maria gadis yang linc dan periang, mudah tertawa tapi juga murung. Gadis ini lebih banyak menurutka perasaannya. Sifat kedua kakak beradik yang berlainan menyebabkan keduany tidak sependapat. Unsur intrinsik yang paling menonjol dalam penggalan novel di atas adalah .... a. b. c. d. e. 14. tema perwatakan/penokohan setting/lakon alur cerita amanat
”Maaf Ndoro hendaknya jangan duduk di kursi itu.” ”Kenapa Pak?” tanya ayah keheranan. ”Sejak dulu-dulu tiap pegawai negeri yang datang ke sini tak ada yang beran duduk membelakangi kuburan Keramat Jati,” jawab Pak Lurah dengan menudin ke timur. ”Sebabnya?” ”O, kalau ada yang berani berbuat begitu, tentu tak ada harapan untuk naik pangkatnya Ndoro.” Latar budaya yang tidak terkandung dalam penggalan cerita di atas adalah .... a. b. c. d.
memercayai hal-hal yang bersifat takhayul menggunakan kata sapaan tertentu untuk menyapa orang yang dihormati harus pergi ke kuburan keramat jika ingin menjadi lurah seseorang tidak akan naik pangkat jika tempat duduknya membelakangi “Ke Jati” e. memercayai hal-hal yang musyrik
220
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
15.
Tanah Kelahiran Seruling di pasir ipis merdu Antara gundukan pohon pina Tembang menggema di dua kaki Burang-rang Tangkuban Perahu Embun di pucuk-pucuk Embun di air tipis menurun
Ramadhan K.H.
Kata embun pada puisi di atas bermakna .... a. kekayaan b. kehormatan c. kekuasaan d. kemegahan e. kesejukan
16. Kita perlu mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Dr. Ma atas kehadirannya dalam diskusi ini. Kalimat yang tepat digunakan untuk memperbaiki kalimat di atas adalah ...
a. Bapak Dr. Marsudi yang telah berkenan hadir dalam forum diskusi ini layak k berikan ucapan terima kasih. b. Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya Dr. Marsudi yang telah berkenan hadir dalam forum diskusi ini. c. Sebagai orang timur, kita perlu berterima kasih kepada Bapak Dr. Marsudi ya telah berkenan hadir dalam diskusi ini. d. Kami mengucapkan terima kasih kepada Dr. Marsudi yang telah berkenan h dalam forum diskusi ini. e. Ceramah Dr. Marsudi sangat bermanfaat bagi kita. Oleh sebab itu, kita panta mengucapkan terima kasih.
17. Kamu telah setuju dengan persyaratan ini. Dengan demikian, kamu harus mena semua risikonya. Konjungsi antarkalimat pada kalimat di atas menyatakan makna .... a. b. c. d. e. kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya akibat pertentangan dengan keadaan sebelumnya menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya konsekuensi
18. Tuhan Dalam termangu Aku masih menyebut nama-Mu Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh Nilai yang terkandung dalam puisi di atas adalah .... a. sosial b. moral c. budaya d. ketuhanan e. kemanusiaan
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
221
19. Bacalah dengan cermat penggalan berikut! Malam itu begitu sunyi. Aku mencoba memejamkan mata tetapi aku tak kuasa. Kejadian tadi siang telah mengganggu tidur malamku. Penggalan cerita di atas mengambil latar .... a. b. c. d. e. siang hari dan di kamar tidur malam hari dan di kamar tidur malam hari dan di ruang tamu malam hari dan di kamar mandi siang hari dan di dapur
20. Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan cermat!
(1) Anak-anak keluarga miskin biasanya memasuki sekolah biasa dengan biaya (2) Sebaliknya, anak-anak keluarga kaya mayoritas memasuki sekolah mahal d fasilitas lengkap dan modern. (3) Apakah hal tersebut layak dipertahankan? (4) Sekolah saat ini bagai sebuah lembaga yang terkotak-kotak. (5) Jika demikian halnya, lembaga sekolah seolah-olah melegalkan eksklusivita Urutan kalimat yang runtut untuk membentuk paragraf yang baik adalah .... a. b. c. d. e. 21. (5), (1), (2), (4), (3) (4), (1), (2), (5), (3) (1), (2), (3), (4), (5) (1), (2), (4), (3), (5) (3), (1), (2), (5), (4)
Jika korban mengalami pendarahan yang cukup banyak, kita dapat menolon dengan tiga cara. Pertama, untuk mengontrol keluarnya darah yang bertambah lakukan penekanan pada bagian tubuh yang mengalami pendarahan. Tindakan dapat dilakukan secara langsung dengan tangan, tetapi sebaiknya menggunaka bersih untuk menghindari infeksi. Kedua, menekan titik aliran darah tertentu. Ke menaikkan bagian tubuh yang mengalami pendarahan lebih tinggi dari bagian ya lainnya. Ide pokok paragraf di atas adalah ..... a. b. c. d. e. Menghindari infeksi korban pendarahan Menghindari pendarahan yang banyak Korban yang mengalami pendarahan Penyembuhan korban pendarahan Cara menolong korban pendarahan
22. Peran penengah yang bertugas menjadi pendamai atau pelerai atau pengantar cerita disebut .... a. b. c. d. e. peran pembantu protagonis antagonis tritagonis figuran
222
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
23. Kursi-kursi tunggu penuh dengan orang-orang yang akan bepergian jauh. Di sam terdapat bermacam-macam tas besar ataupun kecil. Suasana di sana tampak ra ditambah lagi dengan lalu lalangnya para pedagang asongan yang menjajakan dagangannya. Prit ... prit..., prit..., begitu suara peluit. Latar cerita di atas adalah di .... a. b. c. d. e. ruang tunggu dalam kereta terminal stasiun perjalanan
24. ”Berdasarkan bukti atau fakta-fakta yang saya kemukakan, maka dapat pastikan bahwa bajir yang melanda desa kita disebabkan oleh adanya penebangan kayu besar-besaran oleh penduduk.” Pernyataan seperti tertera di atas digolongkan sebagai .... a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. sanggahan dalam diskusi penolakan terhadap pihak lain kritik dalam diskusi pengungkapan pendapat dalam diskusi penarikan simpulan hasil diskusi Ia salah satu pengusaha daripada yang berhasil. Lebih baik tidur daripada bermain kartu. Orang tua daripada Abdullah mengalami kecelakaan. Bahasa dari orang itu tidak dapat dimengerti. Kue sus terbuat daripada tepung terigu dari gandum.
25. Penggunaan kata penghubung yang tepat terdapat dalam kalimat ...
26. Pelanggaran lalu lintas sering dilakukan. Pelanggaran itu contohnya menyebera tidak di tempat yang sudah disediakan. Bus menghentikan mobil sekehendak ha sopir. Pengendara juga banyak yang tidak memiliki SIM. Jenis paragraf di atas adalah .... a. b. c. d. e. eksposisi narasi deskripsi persuasi argumentasi
27. Pengelolaan sumber daya manusia berdasarkan kompetensi diyakini bisa lebih menjamin keberhasilan mencapai tujuan. Proses menuju ke sana tidak mudah d memerlukan kesabaran, waktu, dan biaya. Namun, perusahaan tidak memiliki a lain kalau tidak mau tertinggal oleh persaingan. Memiliki sumber daya manusia y kompeten adalah keharusan bagi perusahaan.
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
223
Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ....
a. Kompetensi menjamin keberhasilan mencapai tujuan b. Memiliki sumber daya manusia yang kompeten adalah keharusan bagi perus c. Kualitas sumber daya manusia dapat menjadi sumber persaingan dalam dun usaha d. Perusahaan tidak mau tertinggal oleh pesaingnya e. Meningkatkan kompetensi membutuhkan kesabaran, waktu, dan biaya 28. Hal-hal yang berhubungan dengan cerita pendek adalah .... a. b. c. d. e. selesai dibaca sekali duduk menggunakan satu alur pelaku mengalami perubahan nasib penokohan disajikan secara sekilas mengandung tema, plot, setting, karakter
29. Dalam kegiatan Gelar Sastra Riau akan tampil beberapa budayawan dan penya nasional asal Riau, seperti Sutardji Calzoum Bachri, Taufik Ismail, Idrus T., Edi R dan beberapa penyair lain. Acara Gelar Sastra Riau akan dilaksanakan hari Sab (24 April 2006) di Gedung Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Berita di atas berisi tentang .... a. b. c. d. e. pentas penyair-penyair Riau rencana Gelar Sastra Riau banyaknya penyair dari Riau pentas sastra kedaerahan taman Ismail Marzuki sebagai pusat kegiatan
30 Mudah-mudahan lukisan yang carut marut ini dapat menjadi kenang-kenangan a persahabatan kita sebagai seniman. Kalimat di atas menggunakan majas .... a. sinekdok b. eufemisme c. personifikasi d. litotes e. metafora
31. Sewaktu diadakan diskusi dengan topik ”Mengapa siswa kurang minat membac Penyaji mengemukakan pendapat bahwa siswa masih banyak yang hura-hura s tidak memanfaatkan waktu luangnya di perpustakaan. Ada peserta yang menya pendapat tersebut. Pernyataan sanggahannya adalah ...
a. Saudara Penyaji, hal itu tidak tepat apabila dikatakan di forum karena tidak s pelajar hanya hura-hura. b. Saudara Penyaji, hal itu terjadi disebabkan oleh faktor guru di sekolah. c. Saudara Penyaji, jangan hanya menyalahkan siswa, guru pun harus diingatk d. Saudara Moderator yang terhormat, hal itu tidak terjadi jika buku-buku disedi di perpustakaan. e. Saudara Moderator yang terhormat, apa yang diungkapkan Penyaji benar ad tetapi janganlah semua kesalahan ditimpakan pada siswa.
224
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
32. Perhatikan ilustrasi praktik diskusi dengan topik”Kenakalan Remaja” berikut ini! Mira:
Kenakalan remaja disebabkan orang tua mereka kurang memerhatikan anaknya. Ida : Sebagian pendapat Mira betul, tetapi yang lebih dominan adalah faktor motivasi. Motivasi dalam diri mereka mengenai hidup dan masa depan. Diki : Saya mendukung pendapat Ida, khususnya motivasi yang berasal dari tu lingkungan dan motivasi dari dalam diri mereka yang positif. Deka: Tentu perlu modal keterampilan dan materi untuk mendukung motivasi m Bila tidak, kenakalan remaja tidak dapat dihindari. Simpulan diskusi di atas adalah ...
a. Kenakalan remaja cenderung disebabkan oleh pengaruh lingkungan. b. Motivasi positif merupakan faktor yang dominan dalam menghindarkan kena remaja. c. Perlu modal untuk mencegah adanya kenakalan remaja. d. Penyebab utama kenakalan remaja adalah orang tua. e. Kenakalan remaja merupakan permasalahan dalam diskusi.
33. Hal yang tidak perlu diperhatikan dalam menyusun pertanyaan wawancara ada
a. pertanyaan disusun untuk memperoleh informasi/data b. pertanyaan tidak terlalu panjang, setiap pertanyaan hanya menanyakan satu saja c. kalimat pertanyaan disusun dengan jelas dan sebaiknya panjang d. isi pertanyaan sekonkret mungkin (operasional) e. pertanyaan tidak menyinggung perasaan orang lain 34. Berikut merupakan bentuk kalimat tunggal, kecuali ... a. b. c. d. e.
Kerja sama regional diyakini kunci kesiapan. Untuk memasuki era globalisasi dan liberalisasi. Kesehatan suatu negara maju dipandang sebagai investasi. Kesehatan yang hakiki dari negara perlu dijadikan tujuan utama pembangun Indeks etalase pemerintahan negara mencerminkan tingkat kemakmuran.
35. Datuk Maringgih mengancam akan memenjarakan Baginda Sulaiman kalau tida membayar utang atau sebagai gantinya. Baginda Sulaiman harus menyerahkan Nurbaya untuk diperistri. Demi keselamatan orang tuanya, Siti Nurbaya mau me istri Datuk Maringgih. Nilai moral yang terkandung dalam penggalan sinopsis di atas adalah .... a. b. c. d. e. bakti seorang anak kepada orang tua menuruti kemauan sendiri kebaikan dibalas dengan kejahatan berani menentang kehendak orang lain sesama manusia harus tolong menolong
Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
225
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan tepat! 1. 2.
Buatlah tabel tentang mata pencaharian wali murid di kelas Anda! Jelaskan mak dalam dua paragraf! Data dapat direkayasa!
Begitu berhasil menyelesaikan siaran, Indy dan Farhan langsung melepas hand kemudian keduanya langsung berpelukan. Tidak ada kata-kata yang terucap, ke air mata bahagia yang meleleh di pipi Indy. Farhan tampak terharu karena tidak menyangka bisa memecahkan rekor siaran 32 jam nonstop. Paragraf di atas merupakan pengalaman yang bagaimana? Tulislah karangan berdasarkan pengalaman Anda! Susunlah pidato perpisahan kelas! Jelaskan ciri-ciri sastra Melayu Klasik!
3. 4. 5.
226
Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
abstrak akting alinea alur amanat ambigu ameliorasi antagonis antonim apresiasi apriori argumentasi artikel asosiasi autobiografi balada biografi bloking brosur catatan kaki cerpen citra data deduksi deskripsi diksi diskusi domestik editorial efektif eksekutif eksplisit ekspresi ekstrinsik elegi ending epigram
: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :
garis besar, sari seni peran paragraf, gugus kalimat jalan cerita arahan, mandat, permintaan, ajaran, nasihat, hikmah bermakna ganda peningkatan nilai makna dari makna yang biasa atau buruk menjad makna yang baik antiwirawan, lawan, musuh, oponen, rival lawan kata penghargaan, komentar, penilaian sebelum mengetahui keadaan yang sebenarnya alasan, dalih, hujah esai, karangan, kolom, makalah gabungan, aliansi, perhimpunan riwayat hidup pribadi yang ditulis sendiri sajak sederhana tentang suatu kisah cerita rakyat yang mengharuk memoar, profil, riwayat hidup teknik penataan pemain di atas panggung edaran, katalog, selebaran, keterangan yang dicantumkan pada margin bawah pada halaman b cerita pendek gambaran, bayang-bayang, ide, imaji bahan, bukti, keterangan penyimpulan dari hal yang umum ke yang khusus penggambaran dengan kata-kata secara jelas dan rinci pilihan kata pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah lokal, regional, nasional, dalam negeri tajuk karangan, artikel dalam surat kabar atau majalah yang ditulis pemimpin redaksinya dapat membawa hasil, manjur, berhasil guna administrator, manajer, pelaksana definitif, jelas, gamblang ungkapan, roman muka, tampang berasal dari luar syair atau nyanyian yang mengandung ratapan dari ungkapan duka penyelesaian masalah syair atau ungkapan pendek yang mengandung gagasan atau peri dan diakhiri pernyataan menarik dan biasanya berupa sindiran
Glosarium Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
227
epilog esai estetika eufemisme evaluasi fakta favorit fiksi flashback format forum genre hikayat himne hiperbola hiperkorek hipernim hiponim historis homofon homograf homonim idiom ikhtisar imajinatif implisit improvisasi induktif ineratif instansi intensif internal intonasi intrinsik inventaris jeda kalimat baku
: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :
penutup, kesudahan karangan prosa yang membahas sesuatu secara sepintas lalu dari sudut pandang penulis kepekaan terhadap seni dan keindahan ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang diras kasar penilaian hal yang merupakan kenyataan, sesuatu yang benar-benar ada yang dijagokan, yang dikagumi, yang disukai cerita rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan alih balik, sorot balik bentuk dan ukuran lembaga atau badan, wadah, tempat pertemuan jenis, ragam, rumpun, tipe, bentuk cerita, dongeng, riwayat nyanyian pujian (untuk Tuhan) ucapan kiasan yang dibesar-besarkan (berlebih-lebihan) sifat yang menghendaki kerapian dan kesempurnaan yang sangat berlebih-lebihan sehingga hasilnya malah menjadi sebaliknya hubungan dalam semantik antara makna umum dan makna khus hubungan dalam semantik antara makna khusus dan makna umu berkenaan dengan sejarah kata-kata yang ucapannya sama, tetapi ejaan dan arti berbeda kata-kata yang sama ejaannya, tetapi ucapan dan artinya berbeda dua kata atau lebih yang ejaan dan lafalnya sama, tetapi maknanya berbeda ungkapan garis besar suatu karangan (yang penting-penting saja) penuh daya khayal, bersifat khayal tersirat, sugestif penciptaan atau pertunjukan sesuatu tanpa persiapan lebih dahulu penentuan kaidah umum berdasarkan kaidah-kaidah khusus (para yang kalimat utamanya terletak di akhir) paragraf yang kalimat utamanya di tengah badan pemerintah umum secara sungguh-sungguh bagian dalam lagu kalimat unsur dari dalam daftar yang memuat semua barang milik yang dipakai dalam bertug henti, interval, selang antara kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa
228
Glosarium Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
kapasitas kasting kausalitas KEM khotbah kisah klimaks kognitif kompeten kompleks komunikatif konflik konjungtor konsep konseptual kronologis lafal lakon latar litotes logis majas majemuk mayor metafora mimik minor moderator monolog morfologi motivasi nada narasi narasumber nomina nonfiksi notula notulis novel
: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :
daya muat, serap, tampung, jabatan, peranan pemilihan pemain sebab akibat kecepatan efektif membaca ceramah, kuliah, orasi, pidato (dalam kegiatan agama) cerita tentang kejadian dalam kehidupan seseorang kulminasi, puncak kegiatan memperoleh pengetahuan atau usaha mengenali sesuatu melalui pengalaman sendiri cakap, berwenang, berkuasa berbelit-belit, rumit, ruwet mudah dipahami bentrokan, konfrontasi, kelahi, perselisihan penggabung, penghubung pengertian, persepsi, pikiran berdasarkan ide, imajiner berurutan, bersambungan, beruntun, berantai pengucapan bunyi drama, teater, cerita, kisah keterangan mengenai waktu, ruang, dan suasana terjadinya lakuan pernyataan yang memperkecil sesuatu masuk akal, rasional kiasan, cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan denga sesuatu yang lain beragam, beraneka macam, bermacam-macam utama, superior majas perbandingan, ibarat, tamsil peniruan gerak-gerik sekunder, kecil, kurang penting pemandu, penengah pembicaraan dengan diri sendiri, percakapan seorang diri ilmu bentuk kata dorongan, perangsang, semangat irama, bunyi, laras kisah, cerita informan, pelapor kata benda, substantif tidak bersifat fiksi, melainkan berdasarkan fakta dan kenyataan catatan singkat jalannya rapat atau persidangan, risalah penulis notula, penambat karangan prosa yang mengandung rangkaian cerita kehidupan ses dengan orang-orang di sekelilingnya dan menonjolkan watak dan s setiap pelakunya
Glosarium Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
229
objek objektif opini pamflet panel pantomimik parabel pelipur lara penokohan peribahasa peyorasi pleonastis plot point of view polisemi popular predikat preposisi presentasi profesi profesional prolog properti proposal prosa protagonis ragam redaksi refleksi rekaan resensi resmi riset roman
: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :
pokok pembicaraan, sasaran untuk diteliti atau diperhatikan mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat a pandangan pribadi pandangan, pendapat, pendirian brosur, edaran, risalah, selebaran sekelompok pembicara yang dipilih untuk berbicara dan menjawab pertanyaan di depan hadirin gerak-gerik rekaan cerita pendek yang menggambarkan sikap moral dan keag dengan menggunakan ibarat dan perbandingan penghibur penciptaan citra tokoh dalam karya sastra ungkapan yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsi hidup, atau aturan tingkah laku penurunan nilai makna dari makna yang baik menjadi makna yang atau buruk berlebihan jalan (alur) cerita sudut pandang satu kata yang memiliki makna banyak kondang, masyhur, terkenal, ternama bagian kalimat yang menandai apa yang dikatakan oleh pembicara tentang subjek kata yang biasa terdapat di depan nomina penyajian, pertunjukan bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya pembukaan, pendahuluan peralatan yang digunakan oleh pemain untuk mendukung pementa rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja karangan bebas penganjur suatu paham, pemeran utama dalam sandiwara macam, warna, corak badan yang memilih menyusun tulisan yang akan dimasukkan ke dalam surat kabar cerminan, gambaran, pantulan cerita karangan (khayal), buatan, kira-kira, angan-angan pertimbangan atau pembicaraan buku, ulasan buku sah penyelidikan secara sistematis karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut w dan isi jiwa masing-masing
230
Glosarium Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
sambutan sandiwara santun satire sentral setting signifikan silsilah simile simulasi sinestesia sinetron sinkron sinonim sistematika sorot balik spasial spesialisasi sportivitas subjek sutradara tajuk rencana taksa teater tema tempo teras tesis tonil topik tritagonis ungkapan visual volume warta wawancara
: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :
pidato, penerimaan pertunjukan lakon atau cerita, teater halus dan baik gaya bahasa yang dipakai dalam kesastraan untuk menyatakan sin terhadap sesuatu atau seseorang, ejekan berada tepat di tengah-tengah latar peristiwa penting, berarti asal-usul sesuatu majas pertautan yang membandingkan dua hal yang secara hakiki berbeda, tetapi dianggap mengandung segi yang serupa meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan perubahan makna akibat pertukaran tanggapan dua indra yang ber misalnya, dari indra penglihatan ke indra pendengar drama, lakon, teater, sandiwara, tonil serempak, cocok, selaras, sesuai, harmonis dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau hampir sama susunan aturan cerita yang diawali dari masa sekarang menuju masa lalu berkenaan dengan ruang atau tempat pengahlian dalam suatu cabang ilmu, pekerjaan, dan lain-lain sikap adil terhadap lawan, bersedia mengakui keunggulan lawan pokok pembahasan, pokok kalimat, pelaku pengarah dan penanggung jawab dalam masalah artistik dan tekn pementasan mahkota, karangan pokok dalam surat kabar mempunyai makna lebih dari satu makna, ambigu seni drama, sandiwara pokok pokiran, dasar cerita waktu, masa, batas waktu inti sari, bagian yang utama, sesuatu yang terpenting pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen untuk dikemuka sandiwara pokok pembicaraan pemeran pihak ketiga, pembantu gabungan kata yang maknanya tidak sama dengan gabungan mak anggota-anggotanya dapat dilihat dengan indra penglihatan isi, tingkat keras atau kekuatan bunyi, suara, dan lain-lain berita, kabar tanya jawab dengan seseorang untuk dimintai keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal
Glosarium Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
231
Daftar Pustaka
Alwi, Hasan, dkk. 2000.Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Aqib, Zainal. 2006. Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Irama Widya. Caraka, Cipta Loka. 2002. Teknik Mengarang. Yogyakarta: Kanisius
Damshauser, Berlolt dan Agus R Sarjono ( ed ). 2004. Berlolt Breeht: Zaman Buruk Bag Jakarta: Horison.
Djuharie, O Setiawan, Suherli, 2002.Panduan Membuat Karya Tulis. Bandung: Irama W Endarmoko, Eko. 2006. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia. Eneste, Pamusuk ( ed ). 2001. Buku Pintar Sastra Indonesia. Jakarta: Kompas. Keraf, Gorys. 2001. Komposisi. Flores: Nusa Indah. Kustiawan, Nanang. 2003. Membuat Surat Dinas/Resmi. Surabaya: Pustaka Media. Marahimin, Ismail. 2004. Menulis Secara Populer. Jakarta: Pustaka Jaya. Mulyana. 2005. Kajian Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Muslimin, Totok Djuroto. 2002. Teknik Mencari dan Menulis Berita. Semarang: Dahara P Pane, Sanusi. 2000. Bunga Rampai dari Hikayat Lama. Jakarta: Balai Pustaka. Pusat Bahasa. 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia I . Jakarta: Depdiknas. __________ 2004. Buku Praktis Bahasa Indonesia II. Jakarta: Depdiknas.
Pedoman Pembinaan Pengembangan Bahasa. 2004. Pedoman Ejaan Bahasa Indones Disempurnakan dari Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Bandung: Irama Widy
Rampung , Bonne. 2005. Fenomena Berbahasa. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusant Sayuti, Suminto A. 2002. Berkenalan dengan Puisi. Yogyakarta: Gama Media. Siswanto, Wahyudi. 2005. Budi Darma: Karya dan Dunianya. Jakarta: Grassindo. Sitorus, Ronald H. 1993. Kamus 2500 Peribahasa Indonesia. Bandung: Pionir Jaya.
Soedarso. 2004. Speed Reading: Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramed Soetarno. 2003. Peristiwa Sastra Melayu Lama. Surakarta: Widya Duta. Waluyo, J. Herman. 2002. Drama: Teori dan Pengajarannya. Yogyakarta: Hanindita.
_______________. 2005. Apresiasi Puisi: Panduan untuk Pelajaran dan Mahasiswa. Ja Gramedia Pustaka Utama. Widyamartaya. 1990. Seni Menggayakan Kalimat. Yogyakarta: Kanisius. Widyamartaya, A dan V. Sudiati. 2004. Kiat Menulis Esai Ulasan. Jakarta: Grasindo.
232
Daftar Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X Piawai Pustaka
Indeks
A
akting, 17 aktual, 147 alinea, 36, 53, 196 alusio, 72 ambigu, 5 anekdot, 80 anonim, 134 antiklimaks, 128 antitesis, 73 argumentasi, 53, 128 artikel, 48 asidimega, 2
F
fakta, 2, 39, 67, 162 faktual, 33, 147 fiksi, 107 fiktif, 153 fisik, 80 format, 42 forum, 3, 64 frasa, 156 frasa adjektif, 156
G
gestur, 123 grafik, 180, 181, 182
B
balada, 99 bibliografi, 126
H
hikayat, 168 himne, 99 humanitas, 86 humor, 17, 80 huruf kapital, 69
C
cerpen, 22, 25, 84, 153
D
deskripsi, 20, 39 deskriptif, 53 diksi, 9, 149, 156 diskon, 88 diskusi, 35, 64, 125
I
ikhtisar, 51 imajinatif, 149 indratif, 149 induktif, 36, 53 ineratif, 53 intens, 97 intrinsik, 9, 26, 94, 103 ironi, 73
E
edukasi, 86, 137, 188 efektif, 32, 127 eksposisi, 52 ekspresi, 17 ekstrinsik, 96 elegi, 99 epigram, 99 eufemisme, 73
K
karmina, 58, 59 klausa atasan, 197 klausa bawahan, 197 komunal, 134 konflik, 96
Indeks Pelatihan Ulangan Akhir Semester 2
233
konjungsi, 74, 133 konjungtor, 19 konsens, 97 kontemplasi, 150 kritik, 162, 178 kuatren, 88 kultur, 86, 136, 180
plot, 26, 154 point of view, 26, 154 psikis, 80 puisi, 40, 41, 42, 71, 89, 149
R
religius, 86, 136, 188 rima, 9, 89 romance, 99
L
lafal, 40 litotes, 73
S
satire, 99 scanning, 124 sekstet, 88 seminar, 35, 64 septina, 88 simile, 72 sinekdok, 73 sinopsis, 189 soneta, 91 stansa, 88 statis, 134 subjektif, 162 survei, 145 syair, 57, 58
M
majas, 72 Melayu Klasik, 168, 169, 201 metafora, 72 metonimia, 73 moderator, 3, 35, 64
N
narasi, 8, 67 notulis, 35
O
objektif, 125, 162 objektivitas, 48 ode, 99 opini, 2, 67
T
tabel, 39, 180, 181, 182 talibun, 58, 59 tersina, 88 topik, 19, 20, 39, 53, 68 volume, 19, 40 wawancara, 147, 148, 165
P
pantun, 57, 60 parafrasa, 101, 152 paragraf, 7, 18, 36, 53, 65 argumentatif, 128, 129 deskripsi, 20, 21 eksposisi, 52, 53 naratif, 68, 69 persuasif, 198 performa, 40 personifikasi, 72 persuasi, 53 pidato, 183, 185
234
Indeks Piawai Berbahasa Cakap Bersastra Indonesia SMA/MA Kelas X
ISBN : 978-979-068-906-0 (No. jil lengkap) ISBN : 978-979-068-907-7
Harga Eceran Tertinggi: Rp12.628,-

Published under a Creative Commons License By attribution, non-commercial
surveys4income.com Get Paid to Take Surveys
Perhatian untuk seluruh sobat belajar online gratis
Mohon maaf apabila komentar anda tidak dipublikasikan dikarenakan tidak sesuai dengan halaman bersangkutan