Mengenal Drop Shipping

Sebelumnya maaf kalau terdapat campuran bahasa indonesia dan inggris dalam judul blog kali, bukan ingin ikut-ikutan demam bahasa vicky yang lagi ramai diperbincangkan. Cuma kebetulan saja saya juga baru tahu istilah drop shipping. Oke dari pada ikutan membahas topik bahasa kita kembali ke pembahasan mengenai drop shipping.

Karena istilah drop shipping berasal dari bahasa inggris marilah kita coba perhatikan pengertian drop shipping menurut ensiklopedia online wikipedia.org

Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan drop shipping diantaranya drop ship, dropship, Apabila sobat menulis drop ship/dropship pada wikipedia akan dihantarkan menuju istilah drop shipping. Dengan alasan tersebut, belajaronlinegratis.com akan menggunakan istilah drop shipping. Oke apa pengertian drop shipping menurut wikipedia ?

"Drop shipping is a supply chain management technique in which the retailer does not keep goods in stock, but instead transfers customer orders and shipment details to either the manufacturer or a wholesaler, who then ships the goods directly to the customer. As in retail businesses, the majority of retailers make their profit on the difference beteen the wholesale and retail price but some retailers earn an agreed percentage of the sales in commission, paid by the wholesaler to the retailer".

Dari pengertian drop shipping pada wikipedia tersebut dapat kita pahami bahwa sistem drop shipping adalah sistem penjualan berantai (tapi bukan MLM lo yaaa) dimana pengecer tidak menyediakan dan menyimpan barang sendiri, namun ketika pembeli barang lewat pengecer, maka nama, dan alamat yang dipakai adalah alamat pengecer. Seperti pada sistem yang dipakai pada bisnis retail, para pengecer memperoleh keuntungan dari selisih harga antara harga grosir dan harga eceran. Pada perdagangan dengan sistem drop shipping para pengecer mendapatkan presentasi dari penjualan, atau bisa juga distributor membebaskan pengecer untuk mengambil keuntungan atas barang yang dijualnya. Pada sistem ini pasarlah yang menentukan harga.

Untuk lebih memahami sistem drop shipping, marilah kita ambil contoh Ahmad: distributor buku, Budi: drop shipper Cayo: pembeli.

Dropshipper membuka usaha dengan meluncurkan website yang berisi katalog buku punya Ahmad. kemudian Cayo mengunjungi situs Budi dan tertarik dengan buku "sukses menjadi penjual dengan sistem drop shipping", akhirnya Cayo membeli buku tersebut. Setelah terjad transaksi, maka Budi membeli buku sukses menjadi penjual dengan sistem drop shipping dan meminta Ahmad untuk mengirimkan buku ke alamat Cayo. Dan Ahmad pun mengirim barang ke Cayo atas nama Budi beserta alamatnya. Sehingga Cayo tahunya dia beli buku dari Budi bukan dari Ahmad.

Pada sistem drop shipping pengecer tidak harus menyediakan stok barang sendiri, karena barang sudah disediakan distributor. Yang diperlukan adalah bagaimana caranya agar situs yang dipunyai pengecer memperoleh banyak pengunjung dan mendapatkan banyak pembeli potensial.