MERDEKA BELAJAR EPISODE 19 Rapor Pendidikan Indonesia

Submitted by admin on Sat, 06/17/2023 - 11:32

Apa yang dimaksud dengan rapor pendidikan Kemdikbud ?

Platform Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih dari Profil Pendidikan yang merefleksikan prioritas Kemendikbudristek dan digunakan untuk menilai kinerja daerah dan satuan pendidikan. Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai indikator antar tahun. Rapor Pendidikan adalah sumber data tunggal sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan.

Bagaimana cara melihat rapor pendidikan?

apa itu rapor pendidikan dan bagaimana cara mengakses rapor pendidikan

Sekolah dapat melihat nilai rapor pendidikan dengan cara
1. Ketik laman situs raporpendidikan.kemdikbud.go.id pada peramban desktop maupun gawai.
2. Klik tombol “Masuk sebagai Satuan/Dinas Pendidikan” di laman ini.
3. Kemudian, pilih Akun Belajar.id Anda dengan alamat email berakhiran @dinas.belajar.id, @admin.jenjang.belajar.id atau @guru.jenjang.belajar.id.

Dimana download rapor pendidikan?

Silahkan Akses laman https://raporpendidikan. kemdikbud.go.id/ untuk mengunduh rapor pendidikan sekolah.

Apa tujuan raport pendidikan?/ apa manfaat rapor pendidikan Indonesia ?

Platform Rapor Pendidikan dapat dijadikan sebagai:

1. Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal.
2. Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output)
Manfaat Platform Rapor Pendidikan yang lain adalah

Platform Rapor Pendidikan dapat dimanfaatkan dan dijadikan sebagai:

1. Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan
2. Satu-satunya platform untuk melihat hasil Asesmen Nasional
3. Sumber data yang objektif dan andal di mana laporan disajikan secara otomatis dan terintegrasi
4. Instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal
4. Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output)
5. Platform penyajian data yang terpusat. Satuan pendidikan tidak perlu menggunakan beragam aplikasi sehingga diharapkan dapat meringankan beban administrasi

Dengan melihat manfaat dari platform Rapor Pendidikan di atas, penggunaan platform Rapor Pendidikan sangat disarankan bagi satuan pendidikan atau dinas karena dapat digunakan sebagai bahan acuan dasar untuk melaksanakan Perencanaan Berbasis Data (PBD)

Data yang ada dalam platform Rapor Pendidikan sudah sangat lengkap dan dapat merepresentasikan kondisi satuan pendidikan atau daerah pada saat ini sehingga pada dasarnya pengguna tidak perlu lagi melakukan pengumpulan data atau menggunakan platform selain Rapor Pendidikan.

Apa gunanya rapor pendidikan?

Rapor pendidikan berguna sebagai instrumen pengukuran untuk evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik evaluasi internal maupun eksternal yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

Siapa yang bisa akses rapor pendidikan?

Berikut adalah daftar pengguna yang dapat mengakses Platform Rapor Pendidikan: Rapor Satuan Pendidikan: Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Kepala layanan, Operator Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Guru yang memiliki Akun belajar.id.

Kemendikbudristek sejak bulan April 2022 resmi meluncurkan Platform Rapor Pendidikan. Diresmikan oleh Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, apa itu rapor pendidikan?

Rapor Pendidikan adalah platform yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan. Data diambil dari Asesmen Nasional yang menilai AKM (Asesmen Kompetensi Minimum), Survey Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Manfaat Rapor Pendidikan

Rapor Pendidikan sendiri memiliki berbagai manfaat bagi guru, sekolah, dan pemangku pendidikan. Manfaat Rapor Pendidikan antara lain:

1. Referensi utama sebagai dasar analisis, perencanaan, dan tindak lanjut peningkatan kualitas pendidikan.

2. Platform untuk melihat hasil Asesmen Nasional.

3. Sumber data yang objektif dan andal di mana laporan disajikan secara otomatis dan terintegrasi.

4. Instrumen pengukuran yang berguna sebagai evaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan baik untuk evaluasi internal maupun eksternal.

5. Alat ukur yang berorientasi pada mutu dan pemerataan hasil belajar (output).

6. Platform penyajian data yang terpusat bagi satuan pendidikan. Sehingga satuan pendidikan tidak perlu menggunakan beragam aplikasi untuk melihat data yang disajikan.

Apa saja Fitur Platform Rapor Pendidikan ?

Platform Rapor Pendidikan berisi data dari hasil Asesmen Nasional berupa capaian numerasi dan literasi siswa, survey karakter, serta survey lingkungan belajar. Data disajikan dengan grafik dan bisa diakses oleh satuan pendidikan, Pemerintah Daerah, maupun publik.

Pada September 2022, Kemendikbudristek menambahkan fitur baru bernama Otomasi Perencanaan Berbasis Data (PBD). Dari data yang ada, sistem akan memproses rekomendasi kebijakan yang bisa digunakan oleh satuan pendidikan.

Bagaimana cara Memanfaatkan Rapor Pendidikan Nantinya Bagi Satuan Pendidikan?

Artikel web belajar online gratis ini akan memaparkan informasi mengenai jawaban serta penjelasan tentang bagaimana cara memanfaatkan platform rapor pendidikan nantinya bagi satuan pendidikan

Platform Rapor Pendidikan digunakan oleh setiap sekolah, baik sekolah swasta maupun negeri. Serta mulai dari jenjang Sekolah Dasar, hingga Sekolah Menengah Atas, atau Kejuruan.

Platform Rapor Pendidikan ini juga menjadi salah satu konsep Merdeka Belajar. Konsep ini sudah diterapkan oleh pemerintah dan sudah berjalan selama dua tahun.

Dalam satuan pendidikan, rapor pendidikan nantinya dapat digunakan sebagai acuan atau referensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Peningkatan kualitas pendidikan ini dapat berupa analisis masalah, perencanaan, peningkatan eminensi, barometer atau tolok ukur serta pemerataan belajar peserta didik. Berikut penjelasannya:

1. Dasar dalam Menganalisis Suatu Masalah

Platform Rapor pendidikan juga bisa dimanfaatkan sebagai dasar dalam menganalisis suatu masalah, baik masalah yang ada pada siswa maupun proses pembelajaran itu sendiri.

Masalah yang datang dari siswa ini biasanya berhubungan dengan kebiasaan siswa yang kurang baik atau lingkungan yang tidak mendukung, sehingga proses pembelajaran menjadi terganggu.

Sedangkan masalah yang datang dari proses pembelajaran dapat berupa media atau sarana belajar yang kurang memadai.

2. Dasar Suatu Perencanaan

Kemudian rapor pendidikan bisa dimanfaatkan sebagai dasar dalam merencanakan proses pembelajaran yang sesuai dengan peserta didik, dalam hal ini erat kaitannya dengan evaluasi pembelajaran siswa.

3. Sarana Meningkatkan Eminensi Pendidikan

Selain itu rapor pendidikan juga bisa dimanfaatkan sebagai alat dalam menindak lanjuti proses peningkatan eminensi atau mutu pendidikan.

4. Barometer Pemerataan Belajar Siswa

Platform Rapor pendidikan bagi satuan pendidikan juga digunakan sebagai barometer yang mengarah pada pemerataan hasil belajar siswa.

Pemerintah menciptakan Platform rapor pendidikan untuk memantau laporan proses serta hasil yang ditempuh peserta didik selama masa pembelajarannya.

Selain pemerintah, wali siswa juga berperan dalam mengontrol tingkat belajar putra-putrinya selama masa pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran di sekolah ini melibatkan pihak orang tua.

Keterlibatan orang tua dalam proses belajar anak akan mendukung keberhasilan mereka dalam mendapatkan pendidikan yang layak.

Rapor pendidikan juga dapat menjadi sumber data yang faktual dalam memberikan penggambaran tentang pemahaman siswa. Penggambaran tentang sudah sejauh mana siswa tersebut memperoleh serta memahami materi pembelajaran.

Itulah pemaparan dari pertanyaan bagaimana cara memanfaatkan rapor pendidikan bagi satuan pendidikan

Peserta program merdeka belajar dapat menjadikan informasi di atas sebagai salah satu gambaran tentang manfaat Platform rapor pendidikan bagi satuan pendidikan.

Apakah rapor pendidikan sama dengan rapor mutu ?

Tentang Rapor Pendidikan dan Rapor Mutu – Rapor Pendidikan
Rapor Pendidikan adalah pengganti atau penyempurnaan dari Rapor Mutu, di mana indikatornya disusun berdasarkan input, proses, dan output pendidikan.

Tentang Rapor Pendidikan dan Rapor Mutu

Rapor Mutu dan Rapor Pendidikan seringkali dianggap sama bagi sebagian pengguna. Namun, pada konteksnya Rapor Mutu dan Rapor Pendidikan merupakan dua hal yang berbeda.

Berikut adalah perbedaan antara Rapor Mutu dan Rapor Pendidikan:

Apa itu Rapor Mutu?

Rapor Mutu adalah instrumen penjaminan mutu internal berupa evaluasi diri satuan pendidikan, di mana indikatornya mengukur delapan capaian standar nasional. Data yang ada pada Rapor Mutu bersumber dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan juga hasil pengisian (input) langsung oleh satuan pendidikan melalui aplikasi Rapor Mutu.

Apa itu Rapor Pendidikan?

Rapor Pendidikan adalah pengganti atau penyempurnaan dari Rapor Mutu, di mana indikatornya disusun berdasarkan input, proses, dan output pendidikan. Dalam Rapor Pendidikan satuan pendidikan tidak melakukan pengisian data langsung ke dalam instrumen, melainkan data diambil dari sistem yang sudah ada, termasuk dari Asesmen Nasional, Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB), Badan Pusat Statistik (BPS), dan sumber lain yang relevan. Satuan pendidikan hanya dipersyaratkan memasukkan data di Dapodik dan kemudian mengikuti Asesmen Nasional.

Apakah dengan adanya Rapor Pendidikan, Rapor Mutu sudah tidak ada atau tidak perlu digunakan lagi oleh Satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan?

Pada dasarnya Rapor Pendidikan adalah merupakan penyempurnaan dari Rapor mutu yang sudah ada sebelumnya, jadi satuan pendidikan dan dinas pendidikan hanya perlu mengacu pada Rapor Pendidikan untuk seluruh bentuk evaluasi sistem pendidikan termasuk refleksi diri, akreditasi, dan standar pelayanan minimum satuan pendidikan.

Apakah satuan pendidikan tetap perlu memasukkan data secara manual ke dalam platform Rapor Pendidikan?

Tidak, pengguna tidak perlu melakukan proses input data secara manual, karena data-data pada Rapor Pendidikan sudah terintegrasi dari beberapa sumber seperti Asesmen Nasional, Data Guru dan Tenaga Kependidikan serta aplikasi Sumber Daya Sekolah, yaitu Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) dan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS)

Pada akhirnya melalui kegiatan Assesmen Nasional dapatlah nilai Rapor Pendidikan Indonesia