Web Belajar Online Gratis

Submitted by admin on Thu, 05/25/2023 - 23:06

Apa saja layanan web belajar online gratis yang biasa sobat gunakan untuk menambah wawasan melalui media internet ? Web belajar online yang dimaksud disini adalah MERDEKA BELAJAR. Sebagaimana kita ketahui bahwa lahirnya merdeka belajar dalam situasi kondisi yang tidak memungkinkan bagi Guru dan Peserta didik untuk belajar tatap muka karena pandemi COVID 19. Walaupun tidak bisa bertemu secara langsung, proses pendidikan tetap harus berjalan agar transfer knowledge dan pendidikan Indonesia harus tetap berjalan.

Kebijakan merdeka belajar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi membuat Kebijakan merdeka belajar yang merupakan langkah menuju pendidikan yang memungkinkan terwujudnya sumber daya manusia (SDM) terbaik bangsa Indonesia melalui profil pelajar Pancasila. Hingga akhir April 2021, Kemendikbud telah membuat Merdeka Belajar sebanyak 10 episode sudah tayang.

Kebebasan belajar merupakan salah satu upaya menuju kebebasan berpikir dan berbicara. Pada dasarnya, program  merdeka belajar bertujuan untuk membebaskan guru dan siswa. Hal ini sejalan dengan semangat Ki Hajar Dewantara yaitu pembebasan umat khususnya dalam hal pendidikan. Lihat penjelasan  kurikulum ini untuk detailnya.

Apa itu kurikulum merdeka belajar ? Program merdeka belajar merupakan kurikulum dengan jenis pembelajaran internal yang berbeda. Kurikulum ini memaksimalkan pembelajaran agar siswa memiliki waktu yang cukup untuk membiasakan diri dengan konsep dan memperkuat keterampilannya.

Kurikulum  ini memungkinkan guru untuk  memilih perangkat pembelajaran berdasarkan kebutuhan  dan minat belajar masing-masing siswa. Kurikulum merdeka belajar nantinya akan diperkenalkan di semua satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA/SMK  dan kurikulum pendidikan khusus dan kesetaraan.

Merdeka Belajar memiliki perbedaan dengan kurikulum sebelumnya, yaitu kurikulum 2013. Kurikulum merdeka belajar merupakan pilihan tambahan sehubungan dengan pemulihan pembelajaran untuk tahun 2022-2024. Selain itu, Kemendikbud Ristek akan melaksanakan laporan dan kajian ulang pada Tahun 2024 mendatang.

Setelah itu, dikembangkan proyek-proyek untuk memperkuat jangkauan profil pelajar Pancasila  berdasarkan  mata pelajaran tertentu yang ditetapkan pemerintah. Proyek ini tidak dimaksudkan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, juga tidak terkait dengan mata pelajaran tertentu.

Bagaimana karakteristik Merdeka Belajar ? Karakteristik kurikulum merdeka belajar dikembangkan  lebih fleksibel dan fokus pada materi penting serta pengembangan karakter dan kompetensi siswa. Berikut ini adalah beberapa ciri dan ciri belajar mandiri, antara lain:
 

  • Pembelajaran terapan berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai  profil pembelajaran Pancasila.
  • Fokus pada materi penting untuk menyisihkan waktu untuk mempelajari keterampilan inti secara mendalam. Misalnya, keterampilan membaca dan berhitung.
  • Fleksibilitas guru untuk mengetahui bagaimana melaksanakan instruksi yang dibedakan sesuai dengan kemampuan siswa. Kurikulum gratis dari Excellence Learning

 
Apa manfaat dari penerapan kurikulum merdeka belajar ? Beberapa manfaat penerapan kurikulum ini. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Materi pembelajaran lebih sederhana, lebih komprehensif dan hanya fokus pada materi esensial. Dengan demikian, siswa dapat belajar  lebih dalam dan tidak terburu-buru dalam belajar untuk lebih memahami apa yang dipelajarinya.
  • Guru lebih fleksibel dalam mengajar sesuai dengan kinerja dan perkembangan siswa. Selain itu, sekolah berwenang mengembangkan kurikulum sesuai  satuan pendidikan dan peserta didik.  % Lebih relevan dan interaktif karena belajar melalui kegiatan proyek menawarkan siswa kesempatan  untuk lebih aktif dan mengeksplorasi isu-isu terkini.

 
 Pertanyaan yang sering ditanyakan terkait kurikulum merdeka belajar selanjutnya adalah apa Tujuan dari penerapan kurikulum merdeka belajar ?

Karena kebutuhan sistem pendidikan di era Revolusi Industri 4.0, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan kurikulum Merdeka Belajar. Pada dasarnya tujuan  belajar mandiri terwujud, yaitu. menjawab tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0.

Sebelum penerapan kurikulum ini, sebenarnya pemerintah telah menyiapkan berbagai layanan pendukung terutama untuk infrastruktur pendidikan. Terutama di bidang informasi dan teknologi terbarukan. Tidak hanya itu, untuk mewujudkan revolusi pendidikan di semua jenjang pendidikan melalui konsep  belajar mandiri secara menyeluruh.  Konsep kurikulum mandiri

Kurikulum merdeka belajar tentunya tidak dibuat secara sembarangan dan asal-asalan. Kurikulum ini dicirikan oleh beberapa konsep khusus untuk membuat pelatihan lebih maju. Beberapa konsep tersebut antara lain:
 
1. Asesmen Kompetensi Minimum
Dengan kurikulum ini diharapkan setiap siswa dapat mengembangkan kemampuan membaca dan berhitungnya. Tentunya berdasarkan penilaian yang dituangkan dalam kemampuan menganalisis dan berpikir kritis melalui kemampuan analisis kognitif masing-masing siswa. 

2. Studi karakter siswa
Proses evaluasi yang dilakukan oleh dewan tidak hanya didasarkan pada tingkat mutu pendidikan  masing-masing sekolah. Tetapi juga infrastruktur pendidikan dan ekosistem pendidikan masing-masing sekolah.
 
3. Penilaian hasil belajar
Konsep berikutnya adalah metode penilaian yang tidak hanya berdasarkan hasil ujian nasional. Tetapi juga melalui hasil tiket dan komisi. Hal ini karena siswa diberikan kebebasan untuk mengembangkan diri dan keterampilannya.
 
4. Pemerataan mutu pendidikan
Kebebasan untuk belajar adalah konsep yang mempromosikan keadilan dalam hal persamaan umum dalam kualitas pendidikan. Ini diimplementasikan melalui kebijakan konfirmasi dan kuota siswa khusus. Langkah-langkah implementasi kurikulum belajar mandiri

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan jalur pilihan untuk implementasi kurikulum merdeka belajar ini, yang berkontribusi pada tingkat kesiapan masing-masing satuan pendidikan. 3 jalur ini disesuaikan dengan kondisi dan situasi  masing-masing satuan pendidikan.

  1. Mandiri Belajar: yang dimaksud mandiri belajar adalah memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan untuk menerapkan kurikulum ini. Namun, tidak menggantikan kurikulum yang  diterapkan di satuan pendidikan.
  2. Mandiri:Berubah. Maksud dari penerapan mandiri berubah dalam kurikulum merdeka belajar adalah  Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan untuk menerapkan kurikulum mandiri dengan  menggunakan perangkat pembelajaran.
  3. Mandiri Berbagi : Maksud dari mandiri berbagi yaitu Sekolah dapat mengembangkan materi pembelajarannya sendiri saat mengimplementasikan kurikulum ini. Jalur ini memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum ini melalui pengembangan bahan ajar mandiri.

 
Merdeka belajar dianggap sebagai kurikulum yang paling tepat. Sangat cocok untuk pengembangan pendidikan khusus industri 4.0. Pelatihan berbasis industri  4.0 memanfaatkan sepenuhnya  data teknologi sebagai industri masa depan.

 

Program studi Merdeka berhasil meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air sejak pertama kali diluncurkan. Melalui program ini Kemendikbud berhasil memperkuat berbagai bidang pendidikan. Mulai dari kurikulum, pemberdayaan mahasiswa dan dosen (SDM) hingga pendampingan pendidikan.

Kurikulum merdeka belajar adalah pendekatan di mana siswa dan Mahasiswa dapat memilih mata pelajaran yang menarik bagi mereka. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengoptimalkan kemampuannya dan  memberikan  yang terbaik dalam berkarya untuk bangsa. Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, Merdeka Belajar merupakan konsep pembangunan pendidikan dimana semua pemangku kepentingan harus menjadi agen perubahan. Pemangku kepentingan ini meliputi keluarga, guru, lembaga pendidikan, industri dan masyarakat.

Ada tiga indikator keberhasilan program Merdeka Belajar yang dicanangkan Kementerian. Yakni, partisipasi siswa dalam pendidikan Indonesia  merata, pembelajaran efektif dan siswa tidak tersisihkan.

“Ketiga indikator tersebut dapat dicapai antara lain dengan peningkatan infrastruktur dan teknologi pendidikan. Ke depan, infrastruktur kelas  harus lebih baik dari hari ini. Maka platform pendidikan nasional berbasis teknologi  harus didorong," kata Nadiem baru-baru ini.

Selama pandemi Covid-19, pemerintah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah yang terdampak pandemi. Misalnya, dalam pelaksanaan anggaran  tahun 2020, penyerapannya sebesar Rp79,6 triliun atau 91,5 persen dari anggaran. Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian pemerintah terhadap pendidikan. Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, belanja barang mencapai Rp 33,11 triliun yang sebagian besar dialokasikan untuk subsidi kuota online dan subsidi gaji guru dan pendidik (PTK) non-PNS. Ia juga merawat Covid-19 di Rumah Sakit Pendidikan  Perguruan Tinggi Negeri (PTN) (RSP).

Selain itu, dukungan operasional dari PTN dan Badan Layanan Umum (BLU) juga meliputi pemberian beasiswa dan peningkatan kapasitas guru. Belanja modal sebesar Rp 5,52 miliar merupakan seluruh pengeluaran yang terkait dengan produksi real estate, peralatan, mesin, gedung dan fasilitas, termasuk universitas. Jika membelanjakan Bantuan Sosial (Bansot) Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan beasiswa KIP universitas dan Bidikmis (kemdikbud.go.id).  Nadiem menjelaskan, pihaknya juga meluncurkan kurikulum Merdeka  sebagai upaya lanjutan untuk menyempurnakan kurikulum 2013, terutama dalam situasi pandemi tiga tahun terakhir. Nadiem mengungkapkan, kurikulum Merdeka Belajar merupakan bagian lanjutan dari pengembangan dan implementasi kurikulum darurat yang dicanangkan sebagai respons terhadap pandemi Covid-19. Namun, dia mengumumkan tidak akan merevisi kurikulum 2013.

“Makanya kita tinggalkan filosofi kemandirian, kebebasan belajar dan memberi sekolah tiga pilihan sesuai  kesiapan masing-masing,” jelas Nadiem. Menurutnya, struktur kurikulum dengan kurikulum baru  akan lebih fleksibel dan target jam pelajaran bisa diselesaikan dalam satu tahun. Fokusnya juga pada materi  esensial agar hasil belajar disusun langkah demi langkah, bukan  tahun.

Menurut Nadiem, kurikulum ini  juga memberikan keleluasaan kepada guru untuk menggunakan  perangkat pembelajaran yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Aplikasi juga digunakan untuk memberikan referensi yang berbeda bagi guru sehingga guru dapat secara mandiri mengembangkan praktik mengajar.

Menurutnya,  tidak ada lagi program khusus dalam kurikulum Merdeka di SMA. Siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, kemampuan dan keinginannya. Pada saat yang sama, guru dapat mengajar sesuai dengan tingkat pencapaian dan perkembangan siswa.

Sekolah berwenang mengembangkan dan mengelola kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didiknya. Pembelajaran juga dilakukan melalui kegiatan proyek, sehingga siswa diberi banyak kesempatan untuk secara aktif memikirkan masalah dunia nyata seperti lingkungan dan kesehatan.

“Artinya dia tidak terbagi oleh ilmu pengetahuan atau ilmu sosial. Mereka bisa memilih sebagian ilmu alam dan sebagian lagi ilmu sosial, dan ini sudah dilakukan di banyak  kurikulum internasional dan negara maju”, kata Nadiem.

Menurut artikel yang saya baca baru-baru ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kebudayaan, Iptek Nadiem Makarim mencanangkan gerakan baru “merdeka belajar” sebagai konsekuensi dari reformasi kurikulum 2013. Kurikulum ini merupakan bagian dari 15 - salah satu episode program Merdeka Belajar. Ia mengatakan, kurikulum Merdeka Belajar merupakan pengembangan implementasi dari kurikulum darurat yang diluncurkan akibat pandemi Covid-19. “Jadi pada dasarnya kami berangkat dari filosofi kemandirian, kebebasan belajar dan  memberi sekolah tiga pilihan yang bisa dipilih dan dilaksanakan sesuai dengan kesiapan sekolah masing-masing,” kata Nadiem Makarim dalam konferensi pers, Jumat, 11 Februari 2022. Jadi apa itu merdeka belajar?

Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan, merdeka belajar adalah  pendekatan yang memungkinkan siswa dan mahasiswa untuk memilih mata pelajaran yang diminati. Tujuannya agar setiap siswa  dapat mengeluarkan bakatnya dan  memberikan kontribusi dan karya terbaiknya untuk bangsa Indonesia.  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memperkenalkan konsep “kebebasan belajar” dalam pidato peringatan Hari Guru nasionalnya (Departemen Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, 2019), yaitu kebebasan berpikir dan kebebasan berinovasi.

Nadiem Makarim mengatakan, sebelum mengajar siswa, guru harus melatih kebebasan berpikir. Selain itu, program merdeka belajar dapat membawa perubahan pada sistem pembelajaran yang sebelumnya di kelas menjadi di luar kela, contohnya dengan membuat web pembelajaran onlines. Tujuan diadakannya suasana belajar di luar kelas tersebut adalah agar setiap siswa  lebih nyaman karena dapat menambah pengetahuan, bebas berdiskusi dan  membentuk karakter setiap siswa. Tujuan  merdeka belajar adalah agar guru, siswa dan orang tua memiliki suasana yang menyenangkan.

Salah satu tujuan  pendidikan di Indonesia adalah membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter. Dengan harapan seluruh pendidikan menjadi arena perubahan dan memberikan dampak dan dukungan penuh. Kebijakan baru Mendikbud terkait kebebasan belajar (Kemendikbud, 2019) adalah sebagai berikut:
 
 A. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan digantikan dengan asesmen berbasis sekolah yang  dapat dilakukan melalui tes tertulis atau metode asesmen lain yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (kerja kelompok atau kerja tulis), sehingga guru dan sekolah dapat lebih mandiri dalam mengevaluasi hasil belajar.

B. Ujian Nasional (JK) akan ditransformasikan menjadi asesmen kompetensi minimal dan tes karakter yang terdiri dari aspek literasi yaitu keterampilan berpikir dan berbahasa. Numeracy, yaitu kemampuan berpikir dengan menggunakan matematika. Karakter berarti, misalnya siswa, kerja sama, keragaman, dan intimidasi. Hal ini dilakukan untuk siswa di SMA (misalnya kelas 4, 8, 11) untuk mendorong guru dan sekolah meningkatkan kualitas pendidikan pada jenjang selanjutnya. Sistem ini terkait dengan praktik baik  internasional seperti PISA dan TIMSS.

C. Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (LPP). Menurut Nadiem Makarim,  cukup membuat satu halaman RPP saja. Dengan penyederhanaan administrasi, diharapkan guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran.

D. Pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sistem zonasi diperpanjang (tidak mencakup lebih  dari sistem PPDB). Pemerintah daerah berhak menentukan proporsi akhir dan  zonasi. Akses dan kualitas pendidikan yang setara harus dilengkapi dengan inisiatif kota lainnya, seperti redistribusi guru ke sekolah-sekolah yang kekurangan guru.  
 Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan pada tahun 2021 ada delapan program prioritas  belajar mandiri:
 
a) Kuliah KIP  dan sekolah KIP.

b) Digitalisasi sekolah.

c) Prestasi dan peningkatan karakter.

d) Instruktur mengemudi.

e) Kurikulum baru.

f) Revitalisasi pendidikan profesi.

g) Kampus mandiri

h) promosi budaya dan bahasa.